Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Bangun Dari Keputus Asaan.


__ADS_3

"Hati ini rasanya sakit saat melihatmu terpukul,dan aku rela menjadi tempat bersandar yang nyaman bagimu,sampai ada kesempatan bagiku untuk menjadi lebih dari sekedar tempat bersandarmu".


Dear:Elang.


Setelah insiden yang pada malam itu yang menyebabkan Dimas terluka serta hampir saja terjadi kasus pelecehan terhadap Tari, pada besok nya kedua kakak beradik itu langsung ditangkap,tersangka atas nama Laras beserta kakak lelaki nya Yudi ditangkap oleh pihak kepolisian.


Dengan bermodal kan bukti yang sangat kuat itu,dan juga atas kesaksian Tari sendiri mampu memperkuat dakwaan atas kedua orang itu,dan setelah diperiksa lebih lanjut ternyata ini bukanlah pertama kalinya mereka berdua beraksi,dulu ketika di kota XXX tempat mereka berasal mereka juga melakukan kejahatan serupa,mereka membunuh tetangga mereka karena ingin merampok harta dan uang tetangga mereka, namun sialnya mereka berhasil melarikan diri yaitu ke Bogor,dan beruntung karena kegagalan aksi mereka malam itu,para polisi akhirnya menangkap mereka dan diadili menurut pasal yang berlaku.


Jakarta 20 April 2020,sekitar pukul delapan pagi,akhirnya keluarga besar Bagus Sutrisno akhirnya berkumpul kembali di kediaman mereka, namun ada yang kurang dalam kebahagiaan itu.Pasalnya kesedihan akan belum sadarkannya Dimas yang masih koma dirumah sakit.


Setelah mereka sampai di Jakarta,seperti permintaan Tari,Dimas yang juga ikut dibawa pulang langsung dilarikan di rumah sakit terbaik di Jakarta,seperti kata dokter sebelumnya kemungkinan Dimas akan siuman kurang lebih satu minggu lagi, hal itu lah yang masih membuat mereka sekeluarga tak tenang.


Di sebuah kos\-kosan didaerah Bogor,diwaktu yang bersamaan Tari kini tengah duduk melamun dikamarnya,hari ini ia tak masuk kerja,ia masih trauma akibat kejadian malam itu,saat tidur pun kejadian itu terbawa mimpi hingga selalu mengganggunya,alhasil ia pun tak bisa tidur serta menangis sepanjang malam itu hingga matahari menjelang.


Ia masih saja terpaku,tak bergerak sedikit pun dari tempat tidur nya,sambil memeluk guling ia masih kembali menangis,ia kembali teringat akan Dimas, bagaimana keadaanya saat ini,apa dia sudah siuman,rasanya ingin sekali disamping nya saat ia terbangun kembali,namun mengingat Dimas yang sudah jauh disana ia pun semakin terisak,air matanya semakin mengalir deras padahal matanya sudah merah dan bengkak.


"Maaf.... hiks... maaf kan aku Dimas... hiks....", isak tangisnya yang semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


" Tok...tok...tok...",sekitar pukul enam sore tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kosan Tari.


"Tari,buka pintunya...aku tahu kamu pasti ada didalam dan mendengar suara ku sekarang, Tari... kumohon bukanlah pintu nya...aku tahu kamu pasti belum makan kan?,aku janji ini yang terakhir kalinya,jika kamu membuka pintu sekarang aku janji aku tak akan mengganggu mu lagi", teriak Elang untuk yang kesekian kalinya,ia kini tengah membawakan bebarapa kue untuk Tari,sudah sejak pagi ia mencoba membujuk Tari,namun gadis itu tak kunjung membuka pintu, dan kali ini adalah harapan terakhir nya.


" Kretttt",pintu itu akhirnya terbuka juga,namun apa yang Elang lihat saat ini membuatnya terpukul,gadis itu begitu lusuh,matanya merah dan bengkak,seperti nya terlalu banyak menangis.


"Tari ini aku bawakan beberapa kue untuk mu,aku tahu kamu pasti belum makan kan,ini ambilah", ucap Elang sambil menyodorkan paper bag yang berisikan kue itu.Namun Tari malah menggelengkan kepala nya.


" Tidak, aku tidak lapar",jawab Tari, mendengar jawaban itu Elang lantas memegang bahu Tari dan memaksanya untuk duduk, alhasil Tari pun terduduk di lantai ruang tengahnya,Elang pun juga duduk dan mulai mengeluarkan kue dan menaruhnya di tangan Tari.


" Tapi aku nggak... ".


" Nggak ada tapi-tapian,sekarang makan saja kuenya,Tari... apa hasilnya jika kamu terus seperti ini,apa akan ada hal baik jika kamu terus menghukum dirimu seperti ini?,apa kamu merasa bahagian jika terus begini, tidak...malah kamu akan semakin menderita,menyendiri seperti ini malah akan membuatmu tambah putus asa,tidak akan ada yang diuntungkan jika terus seperti ini,dimana Tari yang kemarin, yang selalu cerita, aktif dan tak kenal putus asa?",ucap Elang panjang lebar,ia ingin menyemangati gadis yang sangat ia sukai itu,hatinya sakit saat melihat gadis itu sakit.


Tari pun lantas kembali menangis,kali ini ia menangis sesegukkan dihadapan Elang, Elang yang merasa sedih melihat Tari lantas memeluk gadis itu seraya mengusap pelan kepala Tari.


"Menangis lah,jika ini membuatmu bisa merasa lega maka menangis lah,aku ada disini, dan akan selalu ada disamping mu kapanpun jika kamu perlukan",ucap Elang.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian akhirnya Tari berhenti menangis, namun ia masih dalam dekapan Elang, entah mengapa terasa begitu hangat,ia pun perlahan mulai menjauh dari dekapan Elang.Dan ia pun mulai mengambil sebuah kue dan memakannya.


" Terimakasih kuenya,dan terimakasih karena sudah memberiku semangat, terimakasih banyak ",ucap Tari yang kembali memakan kue itu.Elang pun tersenyum setelah berhasil meyakinkan Tari, terlintas difikirannya untuk mengungkapkan perasaannya,namun niatnya kembali ia urungkan mengingat keadaan Tari yang baru saja pulih dari traumanya,sehingga ia menundanya lagi untuk yang kesekian kalinya.


" Iya sama-sama, makan lah...makanlah yang banyak kamu pasti belum makan sejak pagi kan",tanya Elang.Tari pun mengangguk karena mulutnya penuh dengan kue.


Sementara disuatu tempat,"Bagaimana dok,putra saya apa sudah ada tanda-tanda bahwa ia akan siuman?", tanya tante Sulis pada dokter yang merawat Dimas.


"Maaf seperti nya belum ada,tapi....",


" Tapi apa dok?",


"Tadi siang saat kami melakukan pemeriksaan berkala,sesaat putra ibu sempat tersadar,namun matanya masih terpejam,saat itu ia menyebutkan sebuah nama,siapa ya.....em..oh ya " Tari",nama itulah yang ia sebutkan,namun saat beberapa saat kemudian, ia kembali tak sadar kan diri,kami mencoba memanggil nya lagi, namun ia tak lagi merespon kami",jelas dokter itu.


"Kalau gitu saya permisi ya bu", pamit dokter itu.


" Dimas, sebegitu penting nya kah Tari bagimu,tapi maaf mommy, tak bisa membawa Tari karena janji yang telah dibuat,atas keinginan Tari sendiri ",ucap tante Sulis dalam hati,meski sedih namun tak ada pilihan selain berharap yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2