Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Pertemuan Kembali(1).


__ADS_3

"Apakah ini mimpi?,jika memang mimpi tolong jangan dulu bangunkan aku".


Dear:Ningsih.


 


Disebuah universitas ternama di Jakarta, seluruh mahasiswa maupun mahasiswi tengah berlalu lalang menuju ke tempat tujuannya masing-masing,ada yang memilih pulang karena tak adanya jam kelas pagi,ada juga yang memilih kekantin,dan ada juga yang memilih pulang untuk melakukan pekerjaan part time, sebagian besar tentu saja memilih berkumpul bersama teman-teman untuk bersuka cita,semua itu adalah hal yang lazim di kalangan universitas maupun lingkungan sosial lainnya.


 


Namun lain halnya yang dilakukan dua orang mahasiswi, dibanding sekedar berkumpul dengan teman-teman, mereka berdua malah asyik membaca buku di halaman belakang universitas itu,tempat yang selalu mereka datangi selama ini.


Waktu entah mengapa tak terasa berlalu begitu cepat,tak terasa sudah satu bulan Ningsih dan Wiranti menjalin pertemanan,jika dibandingkan dengan pertama kali,perubahan hubungan antara mereka berdua kini sangat lah berbeda,Ningsih sudah mulai menerima Wiranti ambil bagian dalam kesehariannya,meski berbeda kegemaran dan karakter,namun mereka berdua tetap akur dan memanfaatkan perbedaan itu untuk saling mengajarkan satu sama lain.Dan kini tak ada lagi rasa canggung dan jarak diantara mereka, Ningsih yang awalnya terlihat selalu dingin dan kaku,mulai menampakkan keceriaannya saat bersama Wiranti.


"Em...Ningsih..",


" Ya,"


"Em...apa...kamu pernah bermalam di tempat teman?", tanya Wiranti tiba-tiba.


" Em...tidak pernah,kenapa?",


"Tidak,hanya saja entah mengapa aku ingin sekali mengajakmu bermalam ditempatku,aku yakin kamu pasti akan suka tempat itu dan juga temanku Tari."


"Em...sebenarnya aku mau sih....hanya saja....", jawab Ningsih ragu.

__ADS_1


"Hanya saja apa?",tanya Wiranti.


"Aku tak pernah sekali pun bermalam ditempat orang lain dan belum pernah kepikiran juga", jawab Ningsih.


" Em....bagaimana kalau....kalau kamu mampir saja kerumah ku,hanya sekedar mampir,hanya sebentar nggak perlu lama-lama,dan kamu juga boleh membawa sopirmu juga,gimana? ",bujuk Wiranti.


" Em....ok,sekarang pukul sepuluh pagi,nanti sekitar pukul satu siang aku sudah harus pulang karena jam dua siang aku ada kelas,harusnya dua jam cukup kan?",ucap Ningsih sambil melihat ke arah jam tangannya.


"Tentu saja itu sudah cukup,satu jam untuk di perjalanan dan satu jam lagi untuk kita menikmati pemandangan di sana",jawab Wiranti semangat.


Seperti yang sudah disepakati,Ningsih dan Wiranti kini sudah dalam perjalanan menuju Bogor, Wiranti yang terlebih dahulu bermotor didepan,sementara Ningsih dan sopirnya mengikuti dari belakang.


Sudah kurang lebih satu jam mereka menempuh perjalanan,kini mereka tiba didepan sebuah gang yang agak kecil tak mungkin mobil mereka bisa masuk ke dalam sana,menyadari itu pun Ningsih lantas keluar dari mobil nya dan berdiri di samping Wiranti yang masih diatas sepeda motor nya.


" Iya,didalam sana nanti ada kos-kosan,nah disitulah tempat tinggal ku",


"Oh...",ucap Ningsih seraya menganggukan kepala nya.Wiranti pun segera mematikan motor nya dan turun dari motor itu.


" Ayo,kita jalan sama-sama sampai ke sana!",ajak Wiranti yang dan Ningsih menurut ikut dengan Wiranti,begitu pula dengan sopirnya yang mengikuti dari belakang.


_ _ _ _ _ _ _ _


Disebuah pasar tradisional di daerah itu,Ningsih, Wiranti dan juga sopirnya tengah berjalan menyusuri pasar nan ramai itu.Awalnya Ningsih merasa risih dan tak nyaman, namun lama kelamaan ia mulai merasa terpana,pasalnya ini baru kali pertama nya ia benar\-benar menginjakkan kaki ditempat yang tak sekali pun ia berfikir untuk ada disini.Setelah berada disini ia baru menyadari bahwa manusia itu makhluk yang membutuhkan rasa sosialisasi yang tinggi, disini ia bisa melihat bagaimana perlunya rasa saling gotong royong,dan disini semua tak ada batasan bagi orang yang ingin bekerja,mulai dari kalangan muda maupun yang sudah lansia bekerja untuk menyambung kehidupan.Tanpa sadar Ningsih menyunggingkan sebuah senyuman dibibirnya.


"Ada apa kamu tersenyum?"tanya Wiranti.

__ADS_1


"Oh...aku hanya merasa salut saja dengan orang-orang disini,semua nya sangat semangat bekerja dan tak kenal lelah, dan aku jadi merasa malu saat melihat mereka",


" Ah,tak apa aku mengerti kok,dan kamu tak harus malu,itu semua juga bukan salah mu,kamu yang sedari kecil sudah dilimpahkan kehidupan yang berkecukupan,pasti tak pernah tahu bagaimana kehidupan kalangan sederhana seperti kami, dan...bagaimana kalau kita ketempat Tari bekerja saja,tempat kerjanya ada di pasar ini loh",ucap Wiranti mengalihkan.


"Oh ya,apa kita boleh kesana?", tanya Ningsih.


" Tentu saja,tempat nya bekerja itu seperti toko serba ada, jadi kita bisa sambil berbelanja dan bisa langsung menyapanya,bagaimana apa kamu mau ikut ",


" Oh,baiklah",


Tak lama kemudian mereka pun sampai disebuah toko dimana tempat Tari bekerja,mereka pun segera masuk.


"Dimana ya dia", ucap Wiranti sambil pandangan nya mencari,menyapu seluruh ruangan itu,begitu pun Ningsih yang juga mencari keberadaan orang yang dimaksud.


"Itu dia, Tari....", panggil Wiranti.


Ningsih yang mendengar lantas berbalik kearah orang yang bernama Tari itu.Awalnya ia masih biasa saja saat gadis itu masih agak jauh,namun saat semakin dekat, alangkah kagetnya ia,seketika matanya terbelalak, ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Tari....Tari.... ya benar dia Tari, benar ",gumam Ningsih pelan.


" Apa,ada apa?,"tanya Wiranti bingung.


Tanpa sadar kaki Ningsih pun bergerak dengan sendiri nya,setengah berlari semakin cepat hingga akhirnya ia memeluk erat orang itu,dan langsung menangis.Tari yang tak sempat terlalu jelas melihat wajah orang itu dan merasa dipeluk oleh orang yang tak dikenal lantas bingung, namun ia tak enak menyuruh orang itu menyingkir dari tubuhnya.


Sementara Wiranti hanya memandang dengan bingung dari kejauhan,ia tak bisa berkata-kata yang ada hanya lah banyak pertanyaan dibenaknya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2