
"Aku tahu ada yang aneh dari dirimu,dari semua yang kamu ucapkan,tapi aku tahu pasti kamu menybunyikan sesuatu dariku dan aku akan lakukan apa pun sebisaku agar kamu mau terbuka dan mengungkapkan segalanya padaku".
Dear:Ningsih
Sementara Wiranti hanya memandang dengan bingung dari kejauhan,ia tak bisa berkata-kata yang ada hanya lah banyak pertanyaan dibenaknya saat ini.
Ningsih tanpa memghiraukan sekitar masih dalam pelukan Tari.
"Tari....Tari....kemana saja kamu selama ini hiks... kenapa kamu tega meninggalkan aku", ucap Ningsih yang kini mengarah kan pandangannya menatap dalam kedua mata milik Tari seperti meminta sebuah penjelasan,namun sepatah kata pun tak keluar dari mulut Tari,ia bingung,tak tahu apa yang ia rasakan saat ini,antara rasa senang,sedih,dan terkejut bercampur aduk menjadi satu,sehingga membuat lidahnya kelu dan kaku.Dan Tanpa disadari oleh dirinya sendiri yang keluar malah air mata yang mengalir dipipinya,air mata yang keluar bahkan tanpa seizin nya.
" Tari akhirnya kita bertemu aku merasa sangat bahagia setelah sekian lama,hiks... tapi apa kamu tak meresakan hal yang sama?",tanya Ningsih yang sejak tadi tak mendapat jawaban dari Tari.
__ADS_1
Semua orang yang ada ditoko itu menjadi saksi pertemuan mereka, walau pun mereka tak begitu mengerti apa yang terjadi,tetapi mereka malah ikut merasakan kesedihan itu, bahkan sampai ada pelanggan yang menangis saat menyaksikan nya,dan semua itu tentu saja tak luput dari pengawasan bos nya ibu Yanti sambil mengangguk-angguk kan kepala,yang tengah mengambil kesimpulan sendiri atas pengamatannya terhadap Tari atas kejadian ini.
"Memang tak diragukan lagi,kamu memang orang yang berbeda Tari, saya semakin tertarik dengan mu", gumam Bu Yanti pelan.
" Ningsih, kamu tahu aku sangat senang aku sangat senang sekarang,dan ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu,tapi bisakah kamu tunggu sebentar aku masih bekerja sekarang walau aku juga sangat rindu padamu tapi,maaf aku tak bisa mengabaikan pekerjaan ku, maaf ya...",jelas Tari seraya menggenggam tangan Ningsih untuk meyakinkan,Ningsih yang mengerti maksud Tari lantas tersenyum.
"Baiklah aku akan menunggu mu sampai kamu pulang bekerja,ok!",jawab Ningsih, lalu kemudian ia pamit untuk pergi ke tempat tinggal Wiranti, ia ingin menunggu Tari disana.
Sekitar pukul empat sore Tari, Ningsih dan Wiranti kini tengah berkumpul dan tertawa ria di kamar kos tempat Tari tinggal.Tari juga mengingat dan menceritakan kembali sedikit masa lalu nya,Wiranti yang baru tahu lantas merasa terpana mendengar perjuangan hidup di masa lalu yang begitu berat di jalani oleh Tari, sehingga dia juga sempat meneteskan air mata,bagaimana bisa Tari mengalami hal yang menyedihkan seperti itu bahkan lebih sulit dari kisah hidupnya sendiri.
"Iya sebentar pak,ah..padahal rasa nya ingin disini saja dan terus berbicara pada mu Tari,dan...aku harus pulang sekarang, tapi tenang saja mulai sekarang aku akan sering datang ke sini,dan juga aku akan membawa Dimas dan yang lainnya ke sini,Dimas pasti senang sekali bisa bertemu dengan mu", ucap Ningsih gembira.
__ADS_1
"Tidak,tolong jangan beritahu siapa pun aku ada disini!", jawab Tari tiba-tiba, yang membuat Ningsih seketika terkejut.
" Ada apa?,memang nya kenapa?",tanya Ningsih.
"Em....karena aku tidak ingin merepotkan orang lain lagi sudah cukup semua kebaikkan yang kuterima dari keluarga itu selama ini, dan sekarang aku sudah merasa senang disini,dan sekali lagi tolong jangan beri tahu pada mereka aku disini aku mohon padamu ",pinta Tari lirih,yang seketika membuat Ningsih terdiam, ia berusaha memikirkan sendiri apa penyebab Tari enggan jika keberadaan nya diketahui.
"Entah mengapa aku merasa aneh mendengar alasanmu,aku tahu kamu itu orang yang jujur dan kamu itu paling tak pandai berbohong, jadi kumohon Tari, jujurlah..katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya?", ucap Ningsih menyelidik,Tari yang mendengar nya seketika terdiam, dia bingung harus menjawab apa,dan ada apa dengan sahabat nya ini kenapa sekarang dia jadi pandai membaca fikiran seperti ini,ah ia baru ingat kalau Ningsih kuliah difakultas psikologi jadi pasti sangat mudah baginya memahami perasaan dan fikirkan orang lain.
" Nona, kita harus pulang sekarang, pasti ibu anda sudah sangat khawatir sekarang ",ucap sopir itu kembali mengingat kan.
" Baiklah..., Tari,Wiranti aku harus pulang sekarang, dan nanti aku pasti datang lagi dan Tari aku sungguh sangat senang bisa bertemu lagi dengan mu,aku pamit dulu ya sampai jumpa lagi",pamit Ningsih seraya meranjak untuk pergi.
"Tunggu Ningsih, biarkan kami mengantarmu sampai depan", tawar Tari.
" Baiklah, kalau begitu terimakasih ",
__ADS_1
Mereka pun segera keluar menuju sebuah mobil mewah yang terparkir di depan gang.Setelah sampai didekat mobil Ningsih pun memeluk kedua temannya itu bergantian,dan kemudian ia pun masuk mobil dan pergi meninggalkan kedua gadis yang masih memperhatikan laju mobilnya.
Selama sepeninggal mobil itu,meski sudah melaju agak jauh namun pandangan Tari tak kunjung lepas dari mobil itu,ada rasa bersalah dihatinya,baru saja berbohong pada teman baiknya itu,dan ia sangat kecewa dengan dirinya sendiri,tetapi apalah yang bisa ia lakukan tak ada pilihan lain selain berbohong.