
"Tak kuduga,hanya dengan setitik api mampu membakar seluruh duniaku secara perlahan".
Tari dan Ningsih kini sedang asyik makan di kantin,sambil makan Tari tersenyum seraya berbincang dengan Ningsih,kesedihan yang sebelumnya ia rasakan perlahan menghilang karena sahabatnya itu yang sangat pandai menghiburnya.
Namun tanpa disadari oleh mereka berdua ada yang sedang memperhatikan,segerombolan siswi duduk dipojokkan kantin yang sama tengah berbisik-bisik,sesekali mereka mengarahkan pandangan pada Tari,namun Tari yang asik makan dan berbincang dengan Ningsih sama sekali tak mengetahui apa yang akan terjadi.
Mereka berdua sedang berjalan menuju ruang kelas namun Tari tiba-tiba terhenti,ia tiba-tiba ingin ketoilet.
"Ning,kamu duluan aja ya,aku mau ketoilet sebentar", kata Tari seraya memegang perutnya.
" Nggak mau ditemenin?",tawar Ningsih.
"Nggak usah,nggak apa-apa kok,kamu duluan aja ya",
__ADS_1
" Ok!,cepat balik ya",kata Ningsih seraya melangkah pergi,begitu pula Tari ia pun juga bergegas menuju toilet.Ia pun masuk tanpa ada rasa ragu,tak lama terdengar seperti ada beberapa siswi yang masuk,mereka berbisik-bisik namun Tari tak bisa mendengar dengan jelas,ia juga tak mau ambil pusing,toh mereka ke toilet kan pasti mau buang air atau cuci tangan.
"Brakkk", suara pintu Tari pun berbunyi,sesaat ia terkejut, namun ia berfikir mungkin saja salah seorang dari mereka tak sengaja menabrak pintu nya.Tari pun selesai buang air.
" Teng....teng....teng...",terdengar suara bel tanda masuk berbunyi Tari pun bergegas
merapihkan seragamnya dan memegang kenop pintu, namun beberapa kali ia memutarnya entah mengapa begitu sulit ia buka,ia pun tetap berusaha membuka pintu itu namun tiba-tiba sesuatu masuk dari bawah pintu.
" Ahhhhh....ada tikus....",teriaknya histeris ia naik ke atas kloset tubuhnya bergetar, bagaimana bisa ada tikus di toilet yang begitu bersih ini.Tiba-tiba terdengar suara beberapa siswi yang tertawa diluar sana.
Tari pun berusaha untuk keluar namun tikus itu malah bergerak kesana kemari hingga membuatnya tidak jadi menurunkan kakinya.
" Tolong....siapa saja diluar tolong saya....",teriaknya,namun mustahil tidak mungkin lagi ada orang diluar karena mereka sudah masuk ke dalam kelas.Mau tidak mau ia pun memberanikan diri untuk mengusir tikus itu dengan kakinnya,awalnya tikus itu hanya berputar-putar di dalam,namu lama setelah itu tikus itu pun keluar melalui bawah pintu tempat tadi tikus itu masuk.Rasa lega pun membuat rasa takutnya perlahan menghilang. Ia kini kembali mencoba mendorong pintu itu,masih agak sulit, ia berusaha sekuat tenaga mendorong pintu itu dan akhirnya terbuka,ia pun mulai melangkah keluar namun baru saja ia melangkah,
"Brukkkkk,awww..",rintih Tari yang terpeleset di depan pintu,ia pun meringis kesakitan dan ia merasa ada sesuatu yang basah dan lengket ditelapak tangannya yang tadi terkena lantai,ia yang merasa aneh dengan cairan itu lantas menciumnya,ia menyipitkan matanya.
" Minyak goreng?",ucapnya pelan,
__ADS_1
"Bagaimana bisa minyak goreng ada disini?",ucap Tari pelan seraya berfikir,namun ia pun sontak berdiri lantaran ia baru ingat bahwa sekarang adalah jam pelajaran sudah berlangsung,tanpa aba-aba lagi ia pun langsung berlari menuju kelasnya.
Sesampainya di depan kelas ia pun mengetuk pintu yang terbuka.
" Tok..tok.. tok...permisi bu..",ucapnya pelan,namun membuat seluruh pasang mata di kelas itu menatap ke arahnya.Ibu guru itu pun lantas melangkah mendekati Tari dengan wajah marah.Tari yang merasa sudah pasti akan memarahinya.
"Tari....Tari....kamu lagi...kamu lagi....saya rasanya sampai bosan menegurmu,"
"maaf bu,tadi saya...."
"Sudah...sudah cukup ibu tidak mau lagi mendengar alasanmu,sekarang cepat kamu pergi ke tengah lapangan, berdiri disana sampai pelajaran ibu selesai,"ucap ibu gurunya seraya menunjuk ke arah lapangan dengan wajah penuh amarah,mendengar Tari dimarahi keempat siswi yang duduk di pojokkan lantas tertawa kecil.Ningsih yang mendengar mereka tertawa lantas menoleh menatap mereka yang sontak terdiam.Dimas hanya diam menatap tak suka.Tari pun hanya pasrah,seperti perintah gurunya ia pun melangkah menuju ke tengah lapangan ia pun berdiri di dekat tiang bendera seraya mengangkat tangannya dan hormat pada bendera.
" Ok,kita lanjutkan lagi pelajaran kita buka halaman selanjutnya",kata ibu guru melanjutkan pelajaran.
__ADS_1