
"Mengapa komet itu selalu saja melintas di depanku,padahal rasi bintang yang ku tempati terlalu jauh untuk dilewati olehnya."
Minggu,sekitar pukul sembilan pagi seperti biasa,akhir pekan adalah hari dimana orang-orang akan menghabiskan waktu bersama orang terdekat bahkan seperti keluarga,temanbahkan mungkin bersama orang yang tersayang.Kebetulan hari minggu ini suasananya sangat bagus,cuaca yang sangat mendukung jika ingin berpergian atau melakukan kegiatan luar ruangan hari ini,minggu yang begitu cerah dan tentu saja akan sangat menyenangkan bila dihabiskan dengan jalan-jalan,ke pantai dan hal menyenangkan lainnya.Namun suasana itu berbeda dengan dua orang gadis belia yang tengah menghabiskan waktu di sebuah perpustakaan yang terletak di pusat kota.Tari dan Ningsih terlihat serius tengah membaca beberapa buku mengenai materi yang akan muncul di soal ulangan nanti,tinggal dua minggu lagi mereka akan melaksanakan ujian semester pertama, semua materi yang telah dipelajari lembali mereka ulang,bagaimana pun ia tak mau nilainya jatuh,hanya karena asalan pekerjaan. Sudah hampir satu jam mereka berdua berada diperpustakaan,namun Tari masih saja semangat belajar,sedikit pun ia tak bersuara dan masih bergelut dengan kegiatan membacanya,namun lain halnya dengan Ningsih,yang sudah merasa bosan bahkan ia sudah beberapa kali menguap, bayangkan mereka sudah satu jam berada di tempat ini,dan satu jam..,satu jam adalah waktu yang sangat lama bagi Ningsih,apalagi menghabiskan satu jam di tempat yang begitu membosankan ini.
Sejak tadi ia sudah merasa gelisah,ingin rasanya ia kabur dan langsung berlarian di pantai yang indah,namun usahanya yang sejak tadi memcoba membujuk Tari sia-sia,Tari malah memberikannya beberapa buku lagi pada Ningsih.
"Tari,ayolah kita keluar dari sini aku sudah bosan,kita keluar yuk!dan..perutku sudah lapar kita cari makan yuk!",bujuknya pada Tari untuk yang kesekian kalinya.
" Hem..baiklah kita akan keluar sekarang, tapi janji nanti kalau di sekolah kita belajar lagi ya!",ucap Tari.Mereka pun segera meranjak dan pergi meninggalkan tempat itu.
Tari dan Ningsih kini tengah duduk di sebuah kafe,"Vegetarian fast cafe",seperti namanya kafe itu tentunya lebih dominan sayuran dalam setiap menunya,tetapi sebenarnya tidak hanya sayur terdapat juga buah\-buahan,mungkin sebagian orang berfikir bahwa kafe ini tak mempunyai menu yang menarik karena mungkin hanya akan menyajikan berbagai macam sayuran,namun siapa sangka kafe itu nyatanya malah tak pernah sepi pengunjung,kreatifitas dan keahlian pada setiap kokinya lah kuncinya,di tangan mereka bahan apa pun akan disulap menjadi makanan yang sesuai selera bagi berbagai kalangan,jajanan yang sesuai dilidah dan yang paling penting adalah semua menu disini adalah makanan yang sehat.
__ADS_1
"Wah Ningsih bagaimana kamu bisa tahu tempat seperti ini,sungguh luar biasa jarang- jarang ada kafe yang menyediakan makanan sehat seperti ini", ucap Tari yang takjub akan tempat itu.
"Em..sebenarnya aku sudah lama tahu tempat ini,dan kamu tahu kafe ini sudah sejak lama ada,aku tahu tempat ini karena waktu kecil aku sering di paksa mama untuk makan disini karena aku tidak suka makan sayur,beberapa kali aku menolak namun saat disajikan beberapa macam dessert yaitu macaroon, aku pun memakannya,tapi anehnya rasanya begitu enak dan siapa sangka ternyata dessert itu diolah dari kacang dan brokoli sebagai bahan biskuitnya,sejak saat itulah,tempat ini sebagai tempat favoritku,dan kamu tahu,Dimas juga sering kesini loh sejak kecil sama Sepertiku,tapi seperti nya kali ini ia tak datang". ucap nya panjang lebar.
" Ohh,berarti kalian berteman sejak kecil karena sering bertemu disini ",
" Yup,"Tari yang mendengar nya pun mengangguk tanda ia mengerti.
Tak berapa lama makanan yang mereka beberapa saat lalu mereka pesan datang,Tari dan Ningsih segera menyantap makanan yang sudah siap dihadapan mereka.
"Wah.. lihat siapa yang datang",
Tiba-tiba terdengar suara ricuh,awalnya mereka berdua tidak menyadari nya,namun semakin lama suara ricuh itu semakin jelas terdengar sehingga mereka berdua lantas
menoleh ke sumber suara,
__ADS_1
Ternyata yang membuat para kaum hawa yang ada di kafe itu histeris adalah Dimas,padahal ia masih berada di depan kafe namun sudah membuat keributan orang-orang yang ada di dalam kafe.Dimas pun kini melangkah kan kakinya masuk ke dalam kafe, ia langsung menuju seorang wanita paruh baya di meja kasir.
"Halo!nyonya Maria", sapa Dimas.
"Oh Dimas,ibu kira kamu tak datang hari ini,duduklah",kata Ibu Maria,Dimas pun menurut untuk duduk.
"Kamu mau pesan apa nak?,"
"Saya pesan milk shake wortel dan Bolu Labu Merah."
"Baiklah akan segera disajikan", ucap bu Maria seraya memberikan catatan kecil pada kokinya.
Dimas kini sedang menunggu pesanannya dengan sabar,di bangku dekat meja kasir.
"Oh yaampun... itu siapa ya?,ganteng banget deh!",ucap para gadis yang tambah ricuh karena Dimas masuk ke dalam kafe.
" Dimas! ",suara perempuan terdengar memanggil namanya,ia pun sontak menoleh.
__ADS_1
" Ningsih ",gumam nya yang melihat gadis yang tengah melambaikan tangan ke arah nya,dan ia juga melihat seseorang didepan Ningsih,ia sangat mengenal sosok itu, kemudian menyunggingkan sebuah senyum tipis dan meranjak dari tempat duduknya,tiba-tiba dengan cepat ternyata sudah duduk di kursi yang berada di samping Ningsih.Bagaimana pun suasananya baik tenang maupun senang jika ada Dimas pasti akan terasa tak nyaman bagi Tari,seperti sekarang ia sedang memandangi Tari begitu intens hingga ia pun tak bisa fokus menyantap makanannya.
" Oh yaampun kenapa sih harus ada dia,"