
Riuh,ricuh,panas dan sesak itulah yang kini dirasakan Tari,pasalnya diakhir pekan seperti ini memang ramai orang yang pulang kampung atau hanya sekedar rekreasi.Dan beruntungnya Tari kini sudah masuk ke bus yang menuju kampung halamannya dan ia pun duduk didalam bus dekat jendela,ia memang suka duduk dekat jendela karena ia mudah mabuk darat jika menghirup udara dari luar akan mengurangi rasa mabuknya.
"Fiuhhh,akhirnya....perjalanan akan dimulai nenek,Dani aku rindu kalian,dan hari ini aku pulang,ahh..aku tak sabar mau cepat sampai", ucap Tari pelan sambil tersenyum sendiri.
Tak lama kudian Tari pun tiba di kampungnya ia kini berdiri di tanah lapang yang sangat familiar baginya,karena tanah lapang ini adalah tempat bermainnya sewaktu kecil,dan itu artinya rumahnya sudah hampir dekat.
"Hahhh...akhirnya sampai juga,aku sangat rindu suasana disini,tempat yang begitu bersejarah", ucapnya sambil tersenyum lalu melangkah dengan semangat karena akan bertemu neneknya.Ia mulai melangkah dengan pasti dengan hati yang menggebu-
gebu.
_ _ _ _ _ _ _
Tari kini kini tiba di depan rumahnya,namun langkahnya terhenti ketika ia melihat rumahnya.Ia terperangah.
" Ya Tuhan!! kenapa dengan rumahku..",ucap Tari terbelalak tak percaya,
__ADS_1
dengan ragu ia melangkah mendekati rumahnya,rumah yang kini telah berdiri kokoh dengan bangunan beton dengan desain sederhana namun gaya terbaru,sangat bertolak belakang dengan rumah lamanya yang seperti gubuk.Ia kini tengah berdiri di depan pintu ia takut kalau ia salah masuk rumah orang lain namun,jika menurut langkah kaki dan ingatannya disinilah rumahnya.Banyak opini yang terlintas di benaknya,apakah rumah ini sudah dijual pada orang lain sehingga kini sudah direnofasi.Namun ia memberanikan diri apa pun resikonya,ia mulai mengetuk pintu itu.
"Tok..tok...tok",Tari mulai mengetuk pintu.
" tunggu sebentar...",sekali lagi mata Tari terbelalak suara itu,suara yang sangat ia kenal,itu adalah suara adiknya Bayu,seketika pintu pun terbuka Bayu adiknya terperangah menatap kakak nya yang kini tepat berada di depan matanya.
"Kakak,kak Tari.. kakak sudah pulang Bayu kangen sama kakak", ucap Bayu sambil memeluk Tari dan dibalas peluk oleh Tari.
" Kak ayo masuk",ucap Bayu seraya kedapur memanggil neneknya.Sementara itu Tari sedang memandang seluruh ruangan yang kini tempat nya berdiri.
"Tari!",terdengar suara yang mengalihkan pandangannya,suara itu ,suara yang beberapa bulan ini begitu ia rindukan.
" Nenek,"ucap Tari seraya menghambur ke dalam pelukan neneknya seraya memeluk erat.Tari langsung menangis sesegukan di pelukan neneknya,ada rasa takut di benak neneknya kenapa cucunya tiba-tiba pulang dan menangis sesegukan,apakah terjadi sesuatu.
" Iya..nenek dan Bayu juga merindukanmu,udah ah nangisnya,sudah besar masa masih nangis,sekarang kamu ganti baju dulu dan kita akan makan siang bersama",
_ _ _ _ _ _
Setelah selesai berganti baju dan beristirahat sejenak Tari pun ingin keluar dari
__ADS_1
kamarnya sambil memegang kenop pintu ia kini berbalik dan kembali memandangi kamarnya,kamarnya yang dulu hanya berdinding kayu tua dan hanya tidur di lesehan kini sudah berubah,ada rasa penasaran dibenaknya,ia ingin bertanya pada neneknya,siapa yang telah membantu merenovasi rumah ini pasti orang itu adalah orang yang sangat kaya dan baik hati,tapi siapa?,ia pun segera keluar kamar dan segera membantu neneknya makan siang.
"Nek,apa ada yang bisa dibantu", tanya Tari pada neneknya yang sibuk membuat kue,nenek nya kini sudah memiliki usaha kecil- kecilan yaitu membuat aneka kue manis.
" Ah Tari,kenapa ke sini kamu tunggu di luar saja kamu kan masih lelah",kata neneknya.
"Nek,nenek membuat kue", tanya Tari heran
" Iya,nenek jualan kue sekarang",
"Hah...nenek jualan kue,nenek dapat modal dari mana aku kan hanya mengirim uang tak seberapa dan itu juga baru tiga bulan", tanya Tari yang kembali terheran-heran.Nenek Girah pun mulai menceritakan bagaimana bisa kehidupan mereka bisa berubah seperti ini,dan siapa yang telah membanti keluarga mereka.
"Ternyata semua ini adalah bantuan dari tante
Sulis ya?,tapi,beliau tidak pernah memberi tahukan nya padaku,tapi beliau memang berhati mulia,nenek tahu.. beliau adalah orang yang paling baik,suami beliau juga baik,pembantu dan bahkan sopirnya paman Dhanu juga sangat baik semua yang ada dirumah itu semua orang baik,nanti saat pulang aku akan berterima kasih banyak atas apa yang telah beliau berikan pada keluarga kita,dan bahkan aku akan mengabdi seumur hidup jika perlu aku tak akan menyesal." Ucap Tari panjang lebar pada neneknya.
"Iya, sebagai orang yang telah dibantu,kamu tidak boleh berbuat macam-macam,jangan sampai kamu melukai kepercayaan dan kebaikkan Sulis", ucap nenek Girah menjelaskan.
" Iya,aku janji",ucap Tari seraya mengangguk,
dan Tari pun segera membantu neneknya membuat kue agar segera dititipkan di beberapa warung bahkan toko.
__ADS_1