Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
7.Tenyata Kamu!!


__ADS_3

"Di yang akan bekerja di sini", ucap momynya


seraya mendekati mereka berdua yaitu ibu


Sulis.


" Dimas apa kau mengenalinya dia bilang dia satu sekolah denganmu?",katanya lagi.Dimas terus memandang wajah gadis itu bukan memandang ini lebih menakutkan tatapannya


seperti memindaiku dari ujung rambut hingga ujung kaki,dan mana mungkin orang seperti dia bisa mengingat orang sepertiku yang hanya sebagian kecil dari gadis-gadis yang mengelilinginya,ucap Tari dalam hati.


"Ohhhh,kau cewek yang dihukum berdiri dilapangan kan". kata Dimas sambil menunjuk


wajah Tari.


" Hush,Dimas turunkan tanganmu tidak baik


menunjuk wajah orang lain tidak sopan".Kata


momynya sambil menurunkan kasar tangan


Dimas.Dan Tari yang tak bisa percaya bahwa perkataan Dimas benar hanya bisa tertunduk.


"Aduh sial sekali sih aku,malah ketemu sama yang satu sekolah mana Dimas lagi,apa dunia ini begitu sempit?,jangan-jangan nanti dia kasih tau semua orang disekolah kalau aku pembantu di rumahnya",umpat Tari dalam hati.


" Heh lo kok nggak jawab bisu ya?",tanya


Dimas.


"Sudah sudah,Dimas cepat ganti baju gih biar


cepat makan siang!"


"Ok momy", jawab Dimas seraya melangkah meuju kamarnya yang ada di lantai dua.


" Dan Tari kamu juga harus makan bareng",


kata bu Sulis.


"Nggak usah tante saya makan di belakang


saja sama bu Minah".

__ADS_1


" Nggak apa-apa nggak usah sungkan dan


jika kamu takut sama Dimas biar tante yang


jewer dia,kamu ikut makan ya?",pinta bu Sulis.


"Ah,baik tante".


 


Tak lama kemudian hidangan makan siang pun sudah tersusun rapi di atas meja,


 


Bu minah dibantu Tari yang memprcepat semuanya,kemudian dimas pun menuruni


anak tangga dengan santai.Dengan wajah tampannya yang putih bersih alis yang rapi sudah terukir sejak lahir nemiliki mata yang agak sipit namun sorot mata tajam dengan bola mata hitam kecoklatan khas asia,namun siapa sangka kalau ia bukan lah orang Korea ia hanya mewarisi mata dan hidung ibunya yang berdarah chinese dan ayahnya berasal dari Pontianak Kalimantan,hidung mancung dan bibir yang merah menggoda,rambut dengan gaya warna agak kecoklatan karena diwarnai,badan putih bersih denga dada bidang yang masih tampak walau mengenakan kaos oblong berwarna putih tinggi badan kira-kira 178 cm,sungguh


wajah dan postur tubuh yang sempurna,tidak


heran jika ia menjadi idola sekolah,bukan hanya dari sekolahnya tapi juga terkenal di


sekolah lain terutama dikalangan kaum hawa,


duduk dikursi makan sambil memperhatikan


gerak gerik Tari dengan tatapannya yang bisa membuat siapa pun akan salah tingkah,namun tidak dengan Tari ia malah merasa risih,ia merasa sedang terintimidasi


oleh tatapan Dimas.



"Ada apa sih dengan anak ini dari tadi terus mengawasi ku?",ucap Tari dalam hati.


" Sepertinya makanannya sudah siap ayo makan!,tari kamu duduklah ayo kita makan


bersama",ucap bu Sulis namun belum sempat


Tari duduk Dimas menghentikannya.


"Ehhh,mau ngapain lo duduk juga,lo itu.."

__ADS_1


"Udah dimas ,kamu diam saja dan cepat makan mama yang menyuruhnya,apa sih masalahnya dia tidak mengganggumu makan


kan?"


"Nggak apa-apa tante,biar saya makan sama bu Minah saja", ucap Tari ingin melangkah


" Tidak Tari, duduklah!",kemudian Tari pun


menurut duduk meskipun dengan tatapan tidak suka dari Dimas,dan mereka pun mulai makan.


 


Setelah selesai makan,Tari pun segera


 


membantu bu Minah membereskan bekas


mereka makan tadi,Dimas sengaja memainkan ponselnya dan masih tinggal di meja makan untuk mengulur waktu agar ibunya pergi dari meja makan.Dan benar saja


ibunya kini melangkah menuju ruang tamu dan duduk si sofa sambil mengambil sebuah


majalah dan membaca nya,Dimas yang sudah merasa aman mulai beraksi.


"Hei lo,siapa tadi nama lo?",


" Aku",kata tari menunjuk dirinya sendiri


"Ya kamu,memang siapa lagi yang ada disini?


kemarilah!", ucap Dimas sambil melambaikan tangannya menyuruh.Lalu Tari pun melangkah


pelan dan sampai di dekat Dimas,


" Ada apa kamu memanggil ku"


"Hei,gue kasih tau ya lo jangan macam-macam dirumah ini walaupun lo dibelaiin sama momy gue,dan satu lagi jangan kasih tau orang lain kalau lo tinggal di rumah gue,ngerti!".Kata Dimas dan dibalas Tari dengan anggukan.


" Bagus".Kata Dimas seraya melangkah pergi.


"Huh,dasar cowok rese,siapa juga yang kasih

__ADS_1


tahu orang lain emang aku kurang kerjaan",


Tari mendengus bicara pelan yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.Kemudian Tari pun kembali melanjutkan pekerjaannya dengan membantu Bu Minah di dapur.


__ADS_2