Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Apa Kamu Menyukainya?.


__ADS_3

"Meskipun sudah lama aku menyadari hal ini,tapi aku terus saja pura-pura tak tahu dan menganggap semua hanyalah perasaanku saja untuk menghibur diri, tapi semakin lama semua semakin jelas bahwa takdir memang berkata lain,bahwa takdir gadis itu bukanlah bersamaku,melainkan bersamanya".


Dear:Bima.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,malam berganti siang,siang berganti malam,dan semua sudah kembali pada hari\-hari yang tenang sama seperti sebelumnya.


Hal itu juga dirasakan oleh Tari,ia kini tengah sibuk melayani pelanggan dengan senyum ramahnya seperti biasanya.


"Terimakasih, dilahkan datang lagi", ucap Tari pada seorang ibu yang barusan ia layani,ia pun masih tersenyum hingga ibu itu pergi menghilang dari pandangan nya.


" Hah......akhirnya selesai juga",ucapnya seraya duduk di sebuah kuri kecil, sambil mengusap keringatnya yang sejak tadi mengalir di pelipisnya,kemudian ia mengambil sebotol air mineral diatas meja,dan meminumnya.


Saat ia sedang minum,tak sengaja pandangan nya mengarah pada sebuah kalender yang selalu tertempel di salah satu sudut toko mereka,tanggal yang menunjukkan bahwa sudah delapan hari sejak insiden malam itu,malam yang sangat membuatnya selalu teringat akan kesalahan besar dalam hidupnya,kesalahan yang membuatnya sama sekali tak bisa memaafkan dirinya sendiri,kejadian yang membuat Dimas koma tak sadarkan diri.


"Dimas, bagaimana kabarmu sekarang, apa kamu sudah sadar sekarang, hari ini sudah hari kedelapan sejak kejadian itu, dan mestinya seperti apa kata dokter kamu hari kemungkinan kamu sudah sadar dari koma kan?,dan aku harap kamu baik-baik saja,dan....ya sebenarnya aku ingin sekali mengunjungi mu,tapi.... tak apalah,ini semua juga demi kebaikanmu,kamu tak bisa terus berada dekat dengan ku,karena kamu akan selalu ditimpa musibah,jadi seperti ini akan lebih baik,meskipun didalam hati ku yang terdalam terselip sedikit rasa rindu,rindu yang tak dapat kujelaskan dengan kata-kata", ucap Tari dalam hati sambil menyunggingkan sedikit senyum di bibirnya,senyum pahit yang terpaksa ia persembahkan,untuk menutupi rasa sedihnya.


" Tariiiiii....,apa kamu tidak lapar,jika lapar ayolah kita makan bareng...!!!",ucap salah satu teman perempuan nya.


"Oh....ya,tunggu sebentar aku akan segera kesana", jawab Tari.


_ _ _ _ _ _ _ _


Disebuah rumah sakit terkenal di Jakarta.


"Sayang..., apa kamu sudah merasa baikan,apa ada yang masih terasa sakit?", tanya tante Sulis pada Dimas yang baru saja bangun dari koma beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


" Nggak,aku nggak apa-apa,"


"Apa kamu mau makan sayang?",


"Nggak nanti saja aku nggak lapar", jawab Dimas dengan wajah yang masih kesal,pasalnya tante Sulis sudah menceritakan semua nya,mengapa Tari menyuruhnya untuk pulang dan menyuruhnya jangan lagi bertemu dengan gadis itu.


" Sayang.., apa kamu masih marah?",


"Nggak aku cuma kesal, karena alasan Tari yang nggak masuk akal,kenapa dia harus bilang begitu, kalau memang dia tak suka padaku ya bilang saja,kenapa malah memakai alasan yang sudah basi,apa dia menyuruhku pergi gara-gara dia mau hanya berduaan dengan cowok ngeselin itu?", gerutu nya tanpa sadar.


" Cowok ngeselin?,siapa?, "tanya tante Sulis menyelidik.


" Oh dia iti Elang, anak pemilik kosan tempat kami tinggal sewaktu di Bogor dan merupakan sepupunya Ridho,"jawab nya,mendengar perkataan Dimas tante Sulis semakin penasaran,belum pernah ia sebenci ini pada orang lain,dan orang itu yang sedang mendekati Tari.


"Oh....jadi,kenapa kamu marah padanya, memangnya kenapa kalau dia mendekati Tari?", tanya tante Sulis.


"Su...apa?",


" Em.....m....su....suka,ya aku suka makan burger dan aku lapar sekarang aku mau makan burger,mommy sayang Tolooonggg.... belikan aku burger dong",ucap Dimas mengalihkan pertanyaan mommy nya.


"Dimas sayang Tolooonggg.... ya,kamu sekarang sedang sakit,jadi kali ini mommy nggak bisa menurutinya,tapi mommy akan membelikan bubur untuk mu tunggu disini",ucap mommy nya seraya berdiri.


" Ta...tapi mom,aku mau nya burger".


"Nggak ada tapi-tapian", ucap mommy nya sambil melangkah keluar dari ruang itu.

__ADS_1


" Dimas, ternyata suka ya sama Tari, anak ini ternyata sudah besar,senang sih rasanya mendengar bahwa Tari lah gadis yang ia sukai,tapi...masalahnya ada pada Tari yang malah berusaha menghindar darimu,namun mommy berharap semoga takdir berpihak padamu,dan kembali mempertemukan kalian dengan sebuah ikatan yang tak akan memisahkan kalian lagi",ucap tante Sulis dalam hati.


"Cklek",


Tiba-tiba terdengar suara knop pintu yang terbuka.


" Halo Dimas bagaimana keadaan mu,sudah merasa baikan?",ucap Bima.


"Ah ya aku udah baikan kok,mas Bima, kok mas bima ada di sini,dan apa mas Bima nggak kuliah?", tanya Dimas yang seketika bangkit dan duduk bersandar di senderan kasurnya.


" Ah,nggak hari ini nggak ada kelas pagi,jadi mas ingin menggunakan kesempatan ini untuk melihat keadaanmu",jawab Bima seraya duduk dikursi yang ada di samping Dimas.


Setelah pembicaraan itu mereka berdua terdiam, tak ada lagi yang terucap,Dimas sendiri bingung mau bicara apa.


"Em Dimas",


" Ya",


"Mas ingin tanya satu hal padamu, dan mas ingin kamu jujur kali ini dan jangan menjawab dengan main-main",


" Ftttt...pertanyaan apa sih mas sampai mukanya seriu gitu?",ucap Dimas sambil tertawa geli.


"Dimas, apa.......kamu menyukai Tari?,"


Mendengar pertanyaan itu mulut Dimas lantas terdiam, matany terbelalak,ia kaget dengan apa yang ditanyakan masnya saat ini,apa yang ia maksud,bukannya Tari adalah kekasihnya,tapi kenapa ia malah menanyakan hal seperti itu padaku,fikir Dimas.

__ADS_1


"Dimas jawablah,dengan jujur sekarang!"


__ADS_2