Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Perasaan Aneh Apa Ini?.


__ADS_3

"Tak pernah aku semarah ini selama hidup ku,tetapi entah mengapa amarahku memuncak Setelah aku melihat Tari gadis yang sebelumnya tak ada yang spesial dari darinya,dan selalu terlihat bodoh itu, entah mengapa seketika membuat aku marah,sangat marah saat kulihat air matanya yang mengalir karena seorang lelaki brengsek yang datang entah dari mana, dari situ lah aku baru sadar ada yang aneh dariku tapi apa?".


Dear:Elang.


"Elang,ada apa ini sebenarnya?", kata bu Yanti,namun elang sama sekali tak bergeming ia terus saja menatap wajah Dimas dengan penuh kebencian.


Semua karyawan toko itu menyaksikan dengan serius perlelahian itu dan mereka pun mulai berbisik,namun Elang masih saja tak mau melepas kan cengkramannya,sehingga bu Yanti pun terpaksa turun tangan.


"Elang,cepat lepaskan tangan mu,ada apa dengan mu,kenapa kamu tiba-tiba berkelahi dengan orang yang bahkan tak kamu kenali", kata bu Yanti pada Elang setelah berhasil melerai nya dengan Dimas.


" Dimas,ikut aku sebentar! ",ucap Tari yang langsung menarik tangan Dimas dan membawanya keluar sementara semua orang hanya tercengang melihat mereka berdua,begitu juga dengan Elang yang terus memperhatikan langkah kedua orang itu.


Tari pun membawa dimas dibelakang sebuah bangunan yang agak jauh dari toko tempat nya bekerja.


" Dimas!,aku mohon padamu,aku sangat memohon padamu,tolong.., tolong jangan lagi kamu ganggu kehidupanku,aku akan melakukan apapun yang kamu minta asal jangan lagi kamu kembali kesini, aku tahu kalau kamu membenciku meskipun aku tak tahu kenapa,tapi bisakah kamu jangan lagi mengganggu ku Dimas ",ucap Tari dengan tegas meskipun saat ini ia sedang menahan air mata nya.


" Cih,apa lo bilang, lo suruh gue berhenti mengganggu lo,siapa lo yang berani memerintah gue hah,lo itu cuma...."


"Hentikan!",ucap seseorang yang lantas mengalihkan pandangan mereka.

__ADS_1


" Hei,lo cowok brengsek,aku nggak tahu apa sebenarnya masalahmu dengan Tari, tapi yang jelas aku minta kamu berhenti mengganggu nya dan kalau bisa jangan pernah tampakkan lagi wajahmu didepan Tari, kamu tahu kamu itu sangat mengganggu, dan aku bisa menendang mu kapan saja dari kos-kosan milik ibuku",ucap Elang dengan nada bicara yang masih stabil.


"Memang apa urusan lo,siapa lo yang bisa ikut campur sama urusan kita,hah...", jawab Dimas yang mulai emosi.


" Aku pacarnya",jawab Elang yang sontak mengejutkan kedua orang itu,terutama Tari ia begitu terkejut sehingga tak dapat berkata-kata lagi.


Dimas hanya terdiam, entah mengapa perasaannya jadi bercampur aduk,ia merasa aneh disisi lain, ia marah sangat marah,bukan karena Elang sudah menamparnya,tetapi setelah ia mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh elang yang mengatakan bahwa Tari adalah kekasihnya.


"Gue akan berbaik hati kali ini,dan lo urusan kita belum selesai gue bakal balas perbuatan lo nanti, ingat itu", ucap Dimas seraya melangkah pergi,namun ia tak menggubris perkataan Dimas ia malah berbalik dan mendekati Tari.


"Kamu...nggak apa-apa?,apa dia tadi melakukan sesuatu padamu?", tanya Elang dengan tatapan yang khawatir.


"I..iya aku baik-baik saja,dia tidak melakukan seuatu padaku",jawab Tari yang mulai merasa aneh dengan perubahan sikap Elang yang drastis,kenapa kali ini dia begitu baik.


Ia baru sadar bahwa wajah ini begitu manis,mata yang indah dengan bulu mata lentik,hidung yang mancung namun kecil,dan pandangannya kini beralih ke arah bibir merah nan mungil itu,bibir merah yang alami tanpa sentuhan lipstik sama sekali,entah mengapa sangat terkihat begitu memikat.


" Elang, kenapa...wajah mu memerah apa kamu beneran sakit,tapi aneh kenapa badanmu sama sekali tidak panas",ucap Tari yang berhasil membubarkan lamunan Elang.


"Ti...tidak apa-apa, aku...baik-baik saja,em...oh kamu tidak kembali ke toko,tante Yanti nanti akan khawatir jika kamu belum kembali", ucap Elang yang mengalihkan topik pembicaraan,karena ia ingin segera menyembunyikan wajah memalukannya itu.

__ADS_1


" Ah ya,tapi aku tak yakin bisa kembali",kata Tari yang tiba-tiba menjadi murung.


"Kenapa?,apa...kamu takut.. jika orang-orang di toko itu akan mengatakan yang macam-macam tentang mu?", tebak Elang yang seketika membuat Tari terdiam.


" Ba..bagaimana bisa dia tahu apa yang sedang kufikirkan dengan begitu tepat?,apa dia bisa membaca fikirkan atau sebagainya",ucap Tari dalam hati,namun ia masih saja terdiam.


"Kenapa diam, apa semua yang kukatakan barusan itu benar?",tanya Elang lagi.


" Ng...nggak kok, aku...aku akan segera kesana sekarang,dan..kamu...bukankah kamu mau belanja, kalau gitu ayo kita kesana bersama",


"Tidak,aku tadi tidak ingin belanja",


" Hah!,lalu kenapa kamu tadi ada di toko?",


"Aku hanya mau kesana saja,karena aku ingin meli...",ucapan Elang pun terhenti, lantaran ia hampir saja kelepasan bicara,bisa-bisa gawat kalau sampai tari mendengarnya.


" Meli...apa?",tanya Tari penasaran.


"Ah ,tidak ada,kamu cepatlah sana kembali ke toko dan aku mau langsung pulang saja,cepat sana", usir Elang.

__ADS_1


" Iya-iya..",ucap Tari yang perlahan meninggal kan Elang yang masih berdiri memperhatikan langkah gadis itu.


"Sebenarnya,aku datang hari ini hanya untuk melihatmu Tari",ucap Elang dalam hati,sambil tersenyum sendiri dan segera melangkah pergi setelah memastikan gadis itu sudah menghilang dari pandangannya.


__ADS_2