Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Ningsih & Wiranti.


__ADS_3

"Setelah sekian lama aku rasa aku sudah menemukan orang yang tepat,meski pun masih banyak perbedaan,tapi aku berharap semoga saja dia adalah orang yang tepat."


Dear:Ningsih.


Seperti biasa, Ningsih selalu berada di taman belakang sambil membawa beberapa buku yang berhubungan dengan psikologi,ia suka berada di sana sudah semenjak ia masuk ke universitas itu,karena hanya tempat itulah yang agak sepi dan jauh dari keramaian,entah sampai kapan ia akan menjadi seorang penyendiri padahal, tidak sedikit orang yang mencoba mendekati nya dan berteman dengannya namun,tak adanya kecocokan membuat nya tak lagi ingin berbaur dan memeilih sendiri,lama semakin lama kesendirian itu membuatnya merasa nyaman.


"Hai...sedang apa kamu disini?", tegur seseorang yang tiba-tiba mengejutkan Ningsih yang tengah fokus membaca buku.


" O...oh kamu,em...aku sedang membaca buku",jawab Ningsih pada gadis yang menegurnya,orang yang baru ia kenal kemarin saat tak sengaja tertabrak di tengah lapangan,yang tak lain adalah Wiranti, yang tengah tersenyum padanya.


"Oh...gitu,em....kalau kamu tidak keberatan apa... aku boleh duduk bersamamu?", ucap Wiranti.


Ningsih yang mendengar tawaran gadis itu sebenarnya merasa agak terganggu,pasalnya pasti gadis ini akan banyak bicara dan akan mengganggu nya,itulah yang ia fikirkan tentang gadis itu menurut pengamatannya.


" Em ya....duduklah",jawab Ningsih,Wiranti yang mendapat persetujuan lantas duduk,cukup lama mereka berdua saling diam,Ningsih yang merasa aneh lantas melihat kearah gadis itu berada,namun apa yang ia lihat gadis itu malah masih ada di situ,dan duduk diam sambil memperhatikan lingkungan sekitar dan sebentar ia menatap beberapa buku miliknya,namun gadis itu tak menyentuh nya,mungkin kah ia mau meminjam buku itu tapi takut kalau aku merasa tak nyaman?, fikir Ningsih.


"Fffftttt..", seketika Ningsih yang melihat tingkah lalu gadis itu lantas tertawa kecil.


"Aku tak percaya pengamatanku salah kali ini,anak ini tak seperti kelihatannya,aku kira dia akan banyak bicara,tapi ternyata orang ini cukup penurut,dan seperti....kucing,tingkahnya imut sekali",


ucap Ningsih dalam hati.


" Kenapa kamu tertawa?, apa ada yang lucu",ucap Ningsih dengan wajah lugunya.


"Apa kamu ...tidak bosan hanya duduk diam begitu?", tanya Ningsih.

__ADS_1


" Em...bosan sih...tapi dan aku juga sebenarnya ingin sekali membaca buku mu itu,tapi aku takut aku akan membuat mu tak nyaman jadi aku diam saja,em...tapi alu nggak apa-apa kok kamu lanjut saja bacanya,aku nggak apa-apa kok,lagian disini suasannya juga nyaman. "Jawab Wiranti gelagapan.


" Ftt...kalau kamu mau baca buku itu baca saja,tapi buku itu kan tentang psikologi, jauh sekali hubungannya dengan fashion,apa kamu betah membacanya."Kata Ningsih.


"Benar kah!,apa aku boleh membacanya?",


" Iya",jawab Ningsih sedikit tertawa melihat mata gadis itu yang berbinar kegirangan.Akhirnya mereka berdua pun membaca buku itu bersama,setelah beberapa saat mereka berdua sudah mulai berinteraksi,dan Ningsih pun mulai sering tersenyum saat bersama Wiranti, dan jam kosong hari ini mereka habiskan dengan canda tawa meski hanya berdua.


"Tari...",terdengar seseorang memanggil.


Kedua gadis itu pun lantas menoleh ke arah sumber suara itu,dan mata Wiranti terbelalak saat melihat orang itu,bagaimana tidak seorang lelaki dengan gaya fashion yang modis,fostur tubuh yang ideal dan tinggi serta bagian lainnya,terlebih lagi ternyata wajah nya juga sangatlah tampan.


" Dimas, "jawab Ningsih.


" Apa kamu nggak mau pulang?,aku sudah nggak ada kelas setelah ini,apa kamu masih ada kelas? ",tanya Dimas.


" Sa...salam kenal ",ucap Wiranti gugup sambil menyodorkan tangannya.


" Salam kenal aku Dimas dari fakultas FISIP",jawab Dimas seraya membalas uluran tangan Wiranti.


"Wah..kamu pasti orang yang sangat jenius karena kamu bisa masuk fakultas Itu", kata Wiranti sambil tersenyum dan terus menatap Dimas.


"Kenapa orang ini, kenapa dia terus menatap wajah ku,apa Ningsih tidak salah berteman dengan orang seperti ini",ucap Dimas dalam hati.


" Em...maaf,apa aku boleh tanya sesuatu? ",

__ADS_1


" Ya",jawab Dimas dengan tatapan risih.


"Apa...kamu... ini...oppa korea yang kuliah di Indonesia dan sudah mahir berbahasa Indonesia?",tanya Wiranti masih dengan wajah polosnya.


" Hah!,apa maksud mu,aku ini bukan oppa atau apalah itu,dan aku juga bosan mendengar nya selama ini,Ningsih kalau kamu masih ada kelas aku pulang duluan ", ucap Dimas pergi dengan wajah kesal.


"Kenapa dia marah apa aku melakukan kesalahan", tanya Wiranti.


" Ffftttt,tidak kamu sama sekali tidak melakukan kesalahan, dia memang seperti Itu memang agak aneh,em...ngomong-ngomong aku ada kelas,apa kamu juga ada kelas? ",tanya Ningsih.


" Aku,aku nggak ada kelas habis ini,jadi aku langsung pulang saja,kalau gitu sampai jumpa lagi aku ingin lekas pulang,teman ku pasti sudah menunggku"jawab Wiranti.


"Em....memang nya kamu tinggal dimana?".tanya Ningsih.


" Aku,aku tinggal di Bogor",


"Wah...,lumayan jauh ya",


" Iya tapi... aku tak apa asal bisa meraih mimpiku,teman ku Tari selalu bilang, tak perduli bagaimana pun keadaannya,sesulit apa pun jalan yang harus ditempuh,demi mewujudkan mimpiku demi kedua orang tuaku aku harus semangat,dan apa kamu tahu,dia itu sangat baik padaku dan juga pada semua orang, dan dia juga sangat dewasa, meski dia seumuran dengan ku,tapi dia selalu memperlakukan ku seperti adik nya,rasanya sangat nyaman saat bersamanya",jawab Wiranti.


"Siapa nama temanmu tadi?".


" Tari,kenapa? ".


" Apa dia pernah tinggal di Jakarta dan pernah menjadi pembantu",tanya Ningsih semangat setelah mendengar nama itu.

__ADS_1


"Ah,kalau itu aku nggak tahu,aku nggak pernah tanya-tanya soal masa lalunya,karena mungkin nggak akan nyaman baginya,memang nya kenapa?",


" Ah,tidak..hanya saja namanya sama dengan nama teman lamaku,dia juga orang yang baik dan pengertian sama seperti teman mu Itu,em...kalau gitu sudah dulu ya kelas ku sudah hampir mulai,sampai jumpa besok",pamit Ningsih seraya melangkah pergi,yang dibalas anggukkan dari Wiranti.


__ADS_2