Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Belanja.


__ADS_3

"Sungguh aneh,gue nggak suka sama dia,benar-benar jauh dari kata suka,namun gue semakin ngerasa aneh saat gue melihat dia bersama cowok lain,bahkan mas gue sendiri, kenapa?".


Dear:Dimas.


Disebuah kamar yang tertata dengan rapi dan bergaya modern ala anak muda masa kini,seorang lelaki tengah mondar mandir,Dimas entah sudah berapa lama sejak kepergian Tari bersama Bima tadi sore,meski ia tahu mereka berdua hanya ingin mencari gaun untuk Tari, namun tetap saja hati nya merasa tak tenang, entah mengapa ia sendiri pun tak mengerti.


"Sudah jam enam lebih tapi belum juga pulang". gumamnya melihat jam tangannya seraya masih mondar mandir.


Namun ia masih terus terbayang,tentang kemungkinan apa yang akan terjadi jika Tari berduaan saja dengan mas nya,entah mengapa memikirkannya saja membuat nya marah,sehingga tanpa berfikir panjang lagi,ia langsung mengambil jakernya yang berwarna navi dan mengambil sebuah kacamata hitam yang ia gantung di atas kaos bagian dadanya, serta mengambil kunci motor nya,serta helmnya dengan warna yang senada dan bergegas keluar dari kamar nya.


Ia menuruni anak tangga seperti berlari, ibunya yang mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru itu lantas menoleh.


"Dimas,ada apa ini kenapa terburu-buru,apakah terjadi sesuatu?",tanya ibunya,ia yang mendengar pertanyaan itu lantas terhenti dan mengembuskan nafas pelan dan diam sejenak untuk mencari bsebuah alasan yang bagus.


" Eh...aku mau kerumah Max mom,"


"Kerumah Max, tapi kenapa terburu-buru?",


" Itu...itu karena aku sudah nggak sabar ingin main game bersama Max mom, sudah lama kami nggak main game bareng ",ucapnya berbohong.


" Ah Yaampun, dikira apa,yaudah cepatlah tapi jangan pulang terlalu malam,ingat walaupun ayahmu jauh di Jepang tapi ia banyak mempunyai mata-mata",ancam ibunya.


"Ok mom,aku tahu,kalau gitu aku pergi dulu ya mom",

__ADS_1


" Iya hati-hati nggak usah ngebut",


Dimas pun melangkah keluar dan menaiki CBR nya dan melaju.


"Mas Bima mengajak nya mencari baju kan,dan hanya satu mal yang selalu didatangi mas Bima", gumamnya seraya melaju kearah jalur mal terbesar di Jakarta.


_ _ _ _ _ _ _


" Mas Bima gimana ini cocok nggak?,ucap nya seraya memadukan sebuah gaun didepan tubuhnya, gaun berwarna coklat,panjang hingga mata kaki dengan hiasan batik di sudut nya denga ikat pinggang dengan corak batik yang sama.Bima pun menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?",


" Tidak itu tidak cocok untuk mu",


Dan tanpa mereka sadari dari lantai dua mal itu Dimas tengah mengawasi mereka berdua,sudah sekitar dua menit yang lalu ia ada disana.



" Cih,baru dibawa belanja baju aja udah seneng banget,dasar cewek kampung melihat ekspresi nya saja membuat gue jengkel",ucapnya seraya tersenyum sinis,namun apa yang sudah ia ucapkan tak sesuai dengan apa kata hatinya,nyatanya meskipun begitu matanya tak bisa lepas dari gadis itu,yang tengah tersenyum bahagia saat bersama masnya,dan entah mengapa itu juga membuatnya jengkel tanpa sebab.


"Cih..", gumamnya lagi,


" Wow lihat cowok disana, ganteng nya... "

__ADS_1


"Iya kulit nya juga putih bersih apa ia aktor?"


"Ayo coba deketin sana,minta nomor ponselnya,kamu kan cantik pasti dia mau memberikannya padamu", ucap salah seorang cewek pada temannya dari segerombolan cewek lain yang sedang memperhatikan Dimas.


Lalu perempuan cantik itu pun perlahan memberanikan diri mendekati Dimas.


" A..anu..apa aku bisa meminta nomor ponselmu",ucap perempuan itu malu-malu.


Dimas yang mendengar suara itu dekat dengannya pun sontak agak terkejut dan menoleh,dihadapannya kini sedang berdiri seorang gadis cantik,kira-kira seumuran dengannya,bertubuh ramping dengan rambut lurus hitam panjang sebahu,dengan menggunakan sortdress maroon, panjang diatas lutut dengan wajah mungil nan manis.


"Kamu bicara pada ku?"tanya Dimas seraya menunjuk dirinya sendiri.


" I..iya a..apakah boleh aku minta nomor ponselmu ",ulang nya lagi,Dimas yang mendengar nya pun lantas mengrutkan alisnya ia merasa tak mengenal perempuan ini tapi mengapa meminta nomor ponselnya,fikirnya.


"Sorry, aku tidak punya ponsel tadi ponsel ku jatuh kesungai, dan aku tak hafal nomor ponselku",jawabnya singkat, namun sudah cukup jelas bagi perempuan itu bahwa ia tak mau memberi nomor ponselnya.


"Ka...kalau gitu maaf", ucap gadis itu menunduk seraya berbalik dan berjalan menjauh.


" Hahh..mengganggu saja",gumam Dimas Kemudian ia bermaksud melihat dua orang yang tadi ia intai,namun dua orang itu sudah tidak ada disana,mata Dimas kini tengah memperhatikan setiap sudut lantai bawah dari atas namun ia tak menemukan masnya dan gadis itu.


"Sial", gumannya seraya memukul pagar pembatas." Ini semua gara-gara perempuan aneh tadi".


Ia pun langsung berjalan terburu-buru dan menuruni eskalator untuk mencari dua orang itu.

__ADS_1


__ADS_2