
*Flashback on*
Dikantor Dio
"ini weekend, tapi aku masih saja bekerja ya tuhan", ucap Rendi yang sudah kesal dengan pekerjaannya
tiba tiba Rendi menerima telfon dari Dio
"apalagi kali ini ya tuhan?", tanya Rendi sambil menyiapkan tugas dari Dio
"tapi siapa perempuan tadi? 10 tahun aku bekerja dengan tuan Dio, ga pernah aku melihatnya bersama dengan perempuan didalam mobilnya itu", ucap Rendi yang masih bingung
"sudah selesai tugasku, sepertinya tuan Dio sudah sampai di kantor, aku harus ke lift", ucap Rendi sambil berlari ke lift
*Flashback off*
Dio dan Riri pun sampai di perusahaan Dio. Riri terkagum melihat isi gedung yang sangat megah itu
"ini kantor atau mall? begini megahnya", ucap Riri sambil melihat sekelilingnya
"hebatkan aku", ucap Dio sombong, mereka berjalan ke arah lift
"ho'oh, hebat", ucap Riri. "tapi kenapa kakak masih mau mengikuti latihan paskibra padahal kakak sudah punya segalanya disini dan juga banyak pekerjaan yang harus kakak kerjakan", tanya Riri di lift
"karena aku suka", jawab Dio singkat
"hanya itu?", tanya Riri menatap Dio. Dio pun menatap Riri dan menahannya di dinding lift dengan tangannya
"mau mu? gimana? apakah ada alasan lain kenapa aku masih mau melatih di paskibra padahal aku sudah memiliki segalanya disini?", ucap Dio sambil mendekatkan wajahnya ke Riri
ting!
pintu lift terbuka
ada beberapa bawahan Dio didepan pintu lift, mereka terkejut melihat isi lift
Dio menatap mereka dengan tajam
"apa yang kalian lihat? kalian mau ku pecat?", tanya Dio pelan
"tidak pak, kami akan turun lewat tangga saja", ucap bawahan Dio, lalu kabur ke arah tangga. Pintu lift tertutup lagi. Dio menatap Riri masih dengan posisi yang sama
"apa kakak serius dengan ucapan kakak beberapa hari yang lalu?", tanya Riri pelan
"yang mana?", tanya Dio sambil mengingat hal yang dimaksud Riri.
"lupakan saja, lelaki memang mudah melupakan sesuatu yang dianggap penting oleh perempuan", jawab Riri sambil mendorong Dio agar menjauh darinya. Namun Dio tak bergerak sedikit pun, hanya tersenyum tipis
"kau marah?", tanya Dio yang bingung
"ga!", jawab Riri ketus
"emm ya, kau marah", ucap Dio sambil tersenyum
"nggaa!", jawab Riri
"ohya? kalau begitu akan ku pastikan", ucap Dio yang mendekatkan bibirnya ke bibir Riri
__ADS_1
ting
pintu lift terbuka lagi
Ternyata Rendi sudah menunggu didepan lift dan melihat pemandangan didalam lift, dia sangat terkejut karena ini kali pertama dia melihat Dio menggoda wanita
Dio menghentikan aksinya, lalu menoleh ke arah Rendi yang terdiam melihatnya
"matamu mau ku congkel?", ucap Dio ketus
"maaf tuan", jawab Dio menundukkan kepalanya
"yuk", ucap Dio yang menarik tangan Riri keluar dari lift, mereka berjalan menelusuri departemen Dio yang kosong karena ini hari libur, lalu masuk ke ruangan Dio, diikuti oleh Rendi dibelakang mereka tentunya
"wahh, ini ruangan kakak?", ucap Riri terkagum
"menurutmu?", jawab Dio ketus dan tidak dijawab Riri
"Rendi, tunjukkan yang kusuruh tadi ke dia", ucap Dio ke Rendi mengarah ke Riri
"baik tuan, mari sini nona", jawab Rendi menuju komputer
"panggil aja Riri, umurku masih 17 tahun, jangan panggil nona", jawab Riri
"jangan non, nanti tuan Dio marah", ucap Rendi berbisik
"marah kenapa?", tanya Riri juga berbisik
"kan nona pacarnya, mana mungkin saya panggil nama begitu saja, bisa bisa dipecat saya nanti", jawab Rendi
"saya bukan pacarnya, lagian pasti banyak kan cewe lain yang dibawa kesini, bukan cuma saya", jawab Riri, Rendi berhenti dan menghadap Riri
"ini non nama nama direktur dan posisi posisi penting di perusahaan tuan Dio, nona bisa cek sendiri", ucap Rendi sambil mengutak atik layar komputer.
"minggir", ucap Dio menyuruh Rendi menjauh dari Riri. "gimana? aku atau kau yang salah?", tanya Dio yang berdiri di belakang Riri
Riri membaca dokumen itu dengan sangat teliti
"kakak benar, ga ada nama orang tua ku disini, dimana pun", ucap Riri yang masih bingung
"berarti aku ga bohong kan padamu", ucap Dio
Riri hanya diam dan menggeleng pelan kepalanya. Dio pun memutar kursinya ke arah belakang Riri dan mereka berhadapan
"kenapa?", tanya Dio mendekatkan wajahnya ke Riri
"aku mau pulang, sudah cukup kejutan yang kudapatkan hari ini", jawab Riri mendongak menatap Dio
"baiklah, kau bisa datang kesini kapan aja kau mau, aku akan membantumu", ucap Dio pelan
"thanks", ucap Riri singkat, dia ingin berdiri namun tertahan Dio
"mau pulang sekarang?", tanya Dio mengerutkan dahinya
"em", jawab Riri singkat
"sikap dinginmu ini justru membuatku bergairah", ucap Dio pelan, lalu mendekatkan bibirnya ke Riri. Tapi ditahan Riri
__ADS_1
"memang nya kakak siapaku? berani sekali ingin menciumku", jawab Riri. "lagian apa kakak ga lihat, kita disini bukan cuma berdua", lanjutnya
Dio dan Riri menoleh ke arah Rendi yang sedari tadi melihat semuanya
"mampus aku, pasti aku lagi nih", batin Rendi
"jadi karena mu hari ini gagal ya Ren", ucap Dio pelan. "awas kau ya", lanjutnya
"tuh kan aku lagi yang kena", batin Rendi sambil menelan ludah mendengar perkataan Dio
Mereka pun mengantar Riri pulang kerumah, Rendi yang mengendarai mobil, sementara Dio dan Riri duduk di belakang
"nasib jomblo", batin Rendi yang sedari tadi melihat kelakuan Dio ke Riri
"kalau besok aku ke kantor kakak boleh?", tanya Riri
"boleh, mau ku jemput?", tanya Dio
"gausa di jemput, aku akan kesana sendiri sesudah pulang sekolah", jawab Riri
"kau yakin mau sekolah dengan kondisi seperti ini, tanganmu belum sembuh", ucap Dio kesal
"3 hari lagi pembagian raport kak, jadi aku kesekolah hanya untuk memeriksa apakah tugas tugas yang terlewatkan, jika tidak ada, aku bisa langsung pulang", jawab Riri
"oh baguslah", jawab Dio lega. "jika kau berubah pikiran dan ingin di jemput, kau bisa telfon Rendi", lanjutnya
"tapi aku ga punya nomor kak Rendi", jawab Riri
"ini", ucap Dio memberikan Riri kartu nama Rendi. "hanya telfon dia untuk hal hal yang penting saja", lanjutnya
"em", jawab Riri
"dan juga, panggil aja Rendi ga perlu pake kak, dia itu bawahan ku", ucap Dio kesal
"walaupun dia bawahan kakak, tapi tetap saja dia lebih tua dari ku, jadi aku harus pake tutur kak", ucap Riri.
"yakan kak Rendi?", tanya Riri ke Rendi
"iya non", jawab Rendi tersenyum
"non Riri sangat baik, tapi sepertinya tuan cemburu padaku", batin Rendi
"sekali lagi kau senyum ke Riri, ku sobek bibirmu itu", ucap Dio yang kesal melihat Rendi senyum
"sudah kuduga", batin Rendi
Mereka sudah sampai di rumah Riri, dan ternyata mama Riri ada dirumah dan menyambut Riri di depan pintu
.
.
Sepertinya Dio bener bener suka nih sama Riri
makasih ya udah mampir kesini, mohon dukungannya manteman
terima kasih
__ADS_1
bye bye >•<