
Dio mengendong Riri masuk kekamarnya, dia membaringkan tubuh Riri diranjang mereka, Riri hanya diam dan tidak melawan lagi. Dio terus memeluk erat tubuh Riri, dia menangis dan meminta maaf, lalu menjelaskan semuanya kepada Riri
Dio mengakui kesalahannya dan berusaha minta maaf kepada Riri, dia memohon dan berlutut dihadapan Riri, Dio menangis dan benar benar menyesali kebodohannya
Sekian lama terdiam dengan pandangan kosongnya, Riri akhirnya buka suara
"baiklah aku tidak akan menceraikanmu", ucap Riri tiba tiba dengan suara pelan
Dio mendongakkan kepalanya, dia bangkit lalu duduk dibibir ranjang Riri
"benarkah sayang?", tanya Dio
"iya, tapi bukan berarti aku memaafkanmu, dan kau juga harus menerima hukuman atas kesalahanmu", ucap Riri
Dio mengangguk cepat, dia menggenggam tangan Riri
"aku akan menerima hukuman darimu, aku akan melakukan apapun supaya kau memaafkanku, aku akan buktikan bahwa aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi", ucap Dio berusaha meyakinkan Riri
"aku tidak akan bisa memaafkanmu, kecuali jika anakku hidup lagi", ucap Riri lalu mendengus pelan
Dio menelan ludah saat mendengar ucapan istrinya itu
"lalu apa hukumanku sayang?", tanya Dio pelan
"yang pertama, minta maaf dengan orangtuamu dan orangtuaku atas kesalahanmu, minta hukuman dari mereka atas semua kesalahanmu. Aku akan beri tahu hukuman selanjutnya setelah yang pertama selesai", ucap Riri
"baiklah, akan aku lakukan besok", ucap Dio
"tidak, harus malam ini, pergi dan minta maaf dengan mereka, jangan khawatir, aku tidak akan lari dari sini", ucap Riri
"baiklah, akan aku laksanakan, tapi kau harus janji jangan pergi dari sini", ucap Dio
"iya", jawab Riri
Dio bergegas pergi menuju mansion Hardi, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa menit mengemudi, Dio akhirnya sampai dimansion Hardi
Dio berjalan pelan masuk kedalam mansion Hardi, jantungnya berdebar, walaupun Dio sudah menikah, dia masih tetap takut melihat kemarahan Hardi.
Didalam mansion terlihat semua orang sedang menginterogasi Pricilla, bahkan Jiah yang paling marah saat melihat wajah gadis itu, sehingga Joi harus menahannya
Mereka semua melihat kedatangan Dio, Jiah langsung marah dan berlari menghampiri Dio, dia menampar wajah Dio, Jiah benar benar marah saat kakaknya diselingkuhi. Joi mengejar Jiah dan menahan Jiah, dia memeluk Jiah dan menggenggam kedua tangan Jiah
"mau apa kau kesini?! mau membela gadis rendahan itu?!", teriak Jiah
"Tenang dulu Jiah tenang, kendalikan emosimu", bisik Joi yang masih menahan Jiah
Dio berjalan menghampiri Hardi dan Tio yang berdiri bersebelahan, dia berlutut didepan ayah dan papanya. Dio mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada keduanya
"kau benar benar mencoret coret wajahku didepan besanku, kau juga mencemari nama keluarga ini, kau menyakiti hatiku dan mamamu, dan juga orang tua istrimu, kau menyakiti semua orang karena tindakan bodohmu itu Dio, apakah kau senang sekarang?", tanya Hardi
"maafkan aku pa, aku minta maaf", ucap Dio memohon
"aku akan memaafkanmu jika istrimu juga memaafkanmu", ucap Hardi
Dio mendongak dan menatap Hardi, dia menangis
__ADS_1
"itu tidak mungkin pa", ucap Dio
"kenapa kau menangis? saat didepanku kau menangis begitu? apakah kau tidak tau betapa terlukanya istrimu itu karena tindakan bodohmu itu?!!", bentak Hardi yang berhasil membuat mereka yang disana tersontak kaget
"kau menyakiti istrimu, mamamu, mama mertuamu, adik iparmu, sudah 4 wanita sekaligus terluka karena tindakan bodohmu itu Dio!", bentak Hardi
"nak, aku memang orang tua yang tidak becus merawat putriku, tapi hatiku juga ikut teriris saat melihat putriku seperti tadi, tapi aku sadar diri, aku tidak berhak marah, karena selama ini aku juga sama brengseknya sepertimu hari ini", ucap Tio
"maafkan aku karena menyakiti putrimu ayah, aku bersedia menerima hukuman dari ayah, papa dan kedua mamaku",, ucap Dio
"hukuman dari kami tidak akan ada bandingannya dengan luka Riri", ucap Shila ikut bersuara
"dia sudah seperti putri kandungku, dan kau memperlakukannya begitu? apa kau tidak sadar karena kesalahanmu saat sebelum menikah dengan istrimu itu? sampai istrimu koma karena ulah gila mu itu?!", Bentak Shila lalu menampar Dio
"dan sekarang kau justru berbuat kesalahan yang mungkin tidak akan dimaafkan oleh istrimu ataupun istri manapun Diovano! aku benar benar kecewa padamu!",, bentak Shila
"percuma jika papa atau ayahmu atau mamamu atau mama mertuamu memberikan hukuman, karena itu tidak akan membuat kami memaafkanmu dan tidak akan menyembuhkan luka menantuku itu", ucap Hardi
"bisa pa, beri hukuman padaku, itu akan sedikit mengurangi luka dihati Riri", ucap Dio
"aku ingin sekali menamparnya", ucap Jiah ingin menghajar Dio tapi ditahan Joi
"Riri bersedia untuk tidak menceraikanku pa, tapi dia memberiku hukuman, dan ini adalah hukuman yang pertama", ucap Dio
"benarkah itu? atau ini hanya akal akalanmu?", tanya Shila melotot
"benar ma, aku tidak berbohong", ucap Dio sambil menggelengkan kepalanya
Hardi lalu menelfon Riri dan mengaktifkan speaker handphonenya
"iya pa, beri dia hukuman yang pantas karena sudah menyakiti hati papa, ayah, mama Shila dan mama Ningsih itu akan sedikit mengurangi sakit dikepalaku", ucap Riri dengan suara berat
"baiklah nak, tapi kau kenapa? apakah ada yang sakit? ada apa dengan suaramu?", tanya Hardi sedikit panik
"tidak pa, aku hanya lelah karena berkelahi tadi, perutku sangat sakit rasanya, hatiku juga sakit karena aku memukul suamiku dan bertengkar didepan keluarga, harusnya aku membicarakannya secara pribadi dengan suamiku.
Tapi aku sangat gegabah dan terlanjur marah, aku mempermalukan suamiku didepan orangtuaku, didepan mertuaku, hatiku sakit rasanya, aku merasa bersalah dengan tindakanku tadi.
Maafkan aku pa, aku tidak sopan dengan putra papa, walaupun dia bersalah, bagaimanapun juga dia suamiku, tidak seharusnya aku bersikap seperti itu, maafkan Riri ya pa", ucap Riri dengan suara beratnya
Mereka yang mendengar ucapan Riri ikut meneteskan air mata, begitu juga dengan Dio
"nak, kau masih sempat memikirkan kesalahanmu disaat kau juga dilukai orang lain? aku akan sangat menyesal jika kehilangan menantu seperti mu nak", ucap Hardi yang tak kuasa lagi menahan tangis
"papa jangan menangis,aku tau rasanya dilukai, jadi saat aku melukai orang lain, aku juga harus minta maaf, aku juga minta maaf dengan suamiku nanti saat dia pulang, bagaimanapun juga dia tetap suamiku pa,
Walaupun aku marah karena kesalahannya, tapi aku tidak bisa membohongi hatiku bahwa aku benar benar mencintainya, anggap saja Riri ini sebagai gadis bodoh yang masih tetap menyimpan hati untuk suaminya,
Walaupun sudah melihat suaminya bercumbu mesra dengan gadis lain didepan matanya sendiri, haha maafkan aku pa, menantumu ini sangat bodoh dan butakan cintanya terhadap putra papa itu", ucap Riri tertawa kecil lalu menangis sesegukan, tangisnya didalam telfon itu
"maafkan putraku nak", ucap Hardi berusaha menahan tangisnya karena tidak ingin menambah beban Riri lagi
"tidak apa apa papa, papa berilah dia hukuman sepuas papa, itu akan sedikit mengurangi rasa sakit dikepalaku ini", ucap Riri
"baiklah, papa tutup telfonnya ya", ucap Hardi
__ADS_1
"iya pa, bye", ucap Riri lalu memutuskan telfon itu
Dio menangis sejadi jadinya dikaki mamanya, begitu juga dengan Hardi dan Shila
"bahkan istrimu juga merasa bersalah karena telah memukul suaminya, benar benar sebuah keputusan yang bodoh saat kau menghianati menantuku itu", ucap Hardi menangis
Pricilla juga mendengar semuanya, dia ikut meneteskan air mata, dia melihat Dio yang menangis sesegukan dikaki Shila, disini dia sadar bahwa Dio benar benar mencintai Riri
Shila tidak tega melihat anaknya menangis sampai bersujud seperti itu, dia memeluk Dio
"maafkan aku ma, pa, maafkan aku, aku benar benar menyesal, aku benar benar mencintai Riri, berikan aku maaf, aku tidak ingin kehilangan istriku", teriak Dio dengan tangisnya yang pecah
"maa, aku benar benar mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia maa, maafkan aku, beri aku maaf mama", teriak Dio memohon kepada Shila
Dio menangis dalam pelukan mamanya, Hardi tak tega melihat putranya menangis seperti itu, dia ikut memeluk Dio
"maafkan aku pa",, ucap Dio yang masih menangis
Jiah ikut menangis didalam pelukan Joi, dia menjadi tidak tega rasanya, Joi mempererat pelukannya, dia menenangkan Jiah yang ikut terbawa suasana
"pulanglah, dan bujuk istrimu, jalani hukumanmu untuk menebus kesalahanmu itu, hukuman dari papa adalah kau harus mendapatkan maaf dari Riri", ucap Hardi menegakkan tubuh Dio
"itu sulit pa", ucap Dio
"tidak ada yang tidak mungkin", ucap Hardi
"dia akan memaafkanku jika anak kami kembali hidup, bagaimana mungkin itu terjadi? dokter itu mengatakan bahwa dia pendarahan kemarin, bagaimana caranya aku membujuk calon anakku itu untuk kembali kerahim mamanya lagi?", ucap Dio menangis
Hardi dan Shila saling menatap, mereka menjadi tidak tega melihat anaknya itu
"lakukan saja semampumu, jika kau benar benar menyesali perbuatanmu dan berusaha menebus kesalahanmu, pasti tuhan akan membantumu untuk membuka lagi pintu hati Riri untukmu", ucap Tio menepuk pundak Dio
"sudah pulanglah, istrimu menunggumu, temani dia, perusahaanmu biar Joi yang mengurusnya sampai masalah kalian selesai, Joi dan Jiah akan tinggal disini bersama papa", ucap Hardi
"baik pa terima kasih banyak", ucap Dio memeluk Hardi
"jangan ulangi lagi kesalahan bodohmu itu, kau akan sangat menyesal jika kehilangan Riri", ucap Hardi
"iya pa, Dio pamit pulang ya pa, ma", ucap Dio bangkit dari posisinya
Dio berlari keluar menuju mobilnya, dia ingin segera pulang dan memeluk istrinya itu
Sementara Hardi melepaskan Pricilla dengan beberapa persyaratan dan kesepakatan, lalu Joi dan Jiah mengantarnya pulang keapartemen Pricilla
Didalam mobil, Jiah terus saja melihat sinis kearah Pricilla,
"hentikan tatapan itu Jiah", ucap Joi memegang tangan Jiah
"aku sangat kesal dengannya, jika saja dia tidak ada, rumah tangga kakakku tidak akan berantakan seperti ini, wanita ****** ini benar benar ingin kubunuh rasanya", ucap Jiah
"maafkan aku", ucap Pricilla
"diam! wajahmu saja yang cantik, tapi kelakuan sangat busuk, kau sudah tau kalau mantanmu itu sudah beristri, tapi tetap saja kau bertekad ingin merebutnya", ucap Jiah
Joi hanya mengelus lembut tangan Jiah yang terus saja melampiaskan semua amarahnya kepada Pricilla
__ADS_1
Sedangkan Pricilla hanya diam dan mendengarkan semua ucapan Jiah.