CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.69 Serangan Pertama


__ADS_3

Suara tawa Riri menggelegar memenuhi isi kamarnya, setelah melihat berita kebakaran diskotik milik Alexa dan tersebarnya vidio syur Alexa. Ini sungguh membuat Riri tertawa sangat puas


"Varel bagus, nanti datang kekantorku", ucap Riri ditelfon


"baik nyonya", jawab Varel


"serangan pertamamu berhasil sayang", ucap Dio lalu mencium bibir Riri


"sayang, aku ingin tau bagaimana reaksi Alexa saat mengetahui semua ini", ucap Riri tertawa


"dia pasti akan mengamuk tak karuan sayang, aku yakin itu, terlebih lagi beberapa orang suruhan ku sudah menggilir nya tadi malam hingga dia tak sadarkan diri", ucap Dio


"benarkah sayang? kau bisa kejam juga ternyata", ucap Riri


"tentu saja, aku tidak akan diam jika ada orang yang mencoba menyakiti istriku", ucap Dio


"aku ingin dia merasakan betapa bodohnya dia karena sudah mengganggu dirimu dan keluargamu sayang", ucap Dio


"terima kasih suamiku", ucap Riri mencium Dio


"lalu selanjutnya apa?", tanya Dio memeluk Riri


"selanjutnya? em aku akan urus dokter cabul itu dulu", ucap Riri


"bagaimana dengan Jiah? dia pasti stress karena melihat vidio syur Alexa", ucap Dio


"ah iya sayang, aku hampir lupa, aku akan kekamarnya dulu, muah", ucap Riri mencium bibir Dio lalu melesat keluar dari kamarnya


"Jiah? kau sedang apa?", tanya Riri


"kakakkk", ucap Jiah yang sedang menangis melempar ponselnya


"kenapa Jiah? ada apa? kenapa menangis? siapa yang membuatmu menangis?", tanya Riri


"kak, Jiah gamau pulang, Jiah mau disini aja, kakak telfonkan ayah nanti ya, Jiah gamau pulang", ucap Jiah menangis


"baiklah baiklah aku akan telfon ayah, berhenti menangis dan bilang padaku, siapa yang membuatmu menangis", ucap Riri


Jiah hanya menggelengkan kepalanya dan terus menangis, hatinya sungguh sakit melihat vidio syur mommynya, dia tidak pernah menyangka jika mommynya adalah wanita seperti itu


Setelah menangis, Jiah tertidur dikamarnya, Riri menyiapkan sarapan, dan secarik kertas berisi surat kecil dari Riri, serta blackcard milik Riri


"berhentilah menangis dan jangan bersedih lagi, makanlah sarapanmu, aku memasaknya dengan setulus hati, hari ini aku kekantor karena banyak pekerjaan menungguku, kau bisa menemuiku disana jika kau mau


jika ingin berbelanja juga silahkan, aku sudah meletakkan black card milikku disamping surat ini, belilah apapun yang kamu mau dan lupakan kesedihanmu ya Jiah -3-


jika ingin kemana mana telfon Harry, ini nomornya 0822xxxxxxxx, jangan pergi sendirian ya, aku tidak ingin kau kenapa kenapa, okey baby, love you", isi surat itu


Beberapa jam kemudian Jiah bangun dan melihat surat yang ditinggalkan Riri


"kau sungguh baik padaku kak Karin, aku benar benar menyayangimu, aku tidak akan menghianatimu", ucap Jiah menangis


Lalu telfon Jiah berdering, terlihat ayahnya sedang menelfonnya


"Jiah kau dimana? kenapa tidak pulang? Riri bilang kau menangis tadi, ada apa?", tanya Tio panik


"ayah, aku tidak akan pulang, aku akan bersama kak Karin, aku sudah memutuskan akan berada dipihak kak Karin apapun keadaannya, aku tidak akan percaya lagi dengan mommy", ucap Jiah dengan tangisnya yang pecah


"baiklah Jiah jika itu mau mu, ayah akan bicara dengan Riri nanti agar menerimamu disana, kau baik baik ya, jangan pikirkan mommy mu itu", ucap Tio

__ADS_1


"apakah ayah sudah mengetahui ini semua? kenapa ayah tidak terkejut? apakah ayah menyembunyikan ini semua?", teriak Jiah dalam tangisnya


"ayah harus melindungimu Jiah, maafkan ayah yang menyimpan banyak rahasia darimu", ucap Tio


"ayah, aku tidak ingin lagi bertemu dengan mommy, dia sudah sangat mengecewakanku dengan semua ini", ucap Jiah


"baiklah, jaga dirimu baik baik, dan ingat kata kata ayah, tetap ada dipihak Riri apapun kondisinya, ayah akan ceritakan segalanya kepadamu dan Riri, kalian harus menunggu waktu yang tepat", ucap Tio


"baik ayah", ucap Jiah menutup telfon


...----------------...


Dikediaman Tio...


Brakk!!


Alexa melempar semua barang yang ada diatas meja riasnya, dia benar benar marah saat mendengar beberapa diskotik miliknya terbakar hanya dalam waktu 1 malam, terlebih lagi saat vidio syurnya tersebar luas ke internet


"siapa dalang dibalik ini semua?!!!", teriak Alexa frustasi


"aku yakin ini ulah Riri", batin Tio tersenyum dalam hati


"Tio! cari tau siapa dalangnya dan bagaimana bisa vidioku tersebar luas begitu", ucap Alexa marah


"aku tidak sempat, aku harus ke kantor cabang, kondisi disana benar benar kacau", ucap Tio pura pura panik


"apa maksudmu? apa perusahaan juga terkena dampaknya?", tanya Alexa


"tentu saja, karena vidio vidio itu semua orang menyerbu kantor cabang dan kantor induk", ucap Tio


"bagaimana bisa begini?!", teriak Alexa


"kau sendiri, darimana tadi malam? kenapa tidak dirumah?", tanya Tio


"aku dapat klien", ucap Alexa


"yang benar saja kau ini!", teriak Tio


"diamlah! aku sungguh pusing rasanya", ucap Alexa


"aku tidak akan bisa menghadapi keadaan dikantor, mereka meminta CEO utama yang datang kesana", ucap Tio


"bagaimana bisa aku datang kesana?", tanya Alexa


"ada investor yang membeli saham dengan jumlah besar diperusahaan kita, tapi aku belum menyelidiki siapa dia, jika dia tidak mencabut saham nya, maka perusahaan masih bisa selamat", ucap Tio


"atur pertemuanku dengannya, aku harus bertemu dengannya", ucap Alexa


"baiklah", jawab Tio


Tio sendiri tidak tau siapa pemegang saham terbesar diperusahaan Alexa, dia memiliki dugaan, dan sepertinya dugaannga benar. Tio tidak merasa khawatir sekarang, dia justru lebih tenang saat melihat kehancuran Alexa secara perlahan seperti ini


Namun tiba tiba dia teringat dengan Jiah yang sampai saat ini belum pulang, dia segera menelfon Jiah, dan ternyata Jiah juga sudah melihat semua berita itu. Tio merasa kasihan dengan Jiah, tapi dia sedikit lega ketika mengingat bahwa Jiah ada dipihak Riri


"*aku harap Riri melindunginya, hanya Riri lah harapanku satu satunya agar bisa melumpuhkan Alexa dan menyelamatkan istriku, aku akan terima semua kosekuensi nya, asalkan istri dan anakku selamat", batin Tio


...----------------...


Ditengah hutan, disebuah mansion mewah yang sudah lama tidak terpakai

__ADS_1


Ada Geri dan Varel disana, dan juga bodyguard yang menjaga tawanan. mereka, mansion lama itu kini memiliki penjagaan yang ketat karena ada seorang tawanan didalamnya


"siapa namanya?", tanya Geri


"Nicolas", jawab Varel


"bolehkah aku bermain sebentar? aku ingin melampiaskan semua amarahku", ucap Geri


"bermainlah sepuasmu, aku akan menonton", ucap Varel lalu duduk di sofa yang tidak jauh dari sana


Geri membuka jas kerjanya, dia lalu memukuli dokter cabul itu hingga babak belur, dia melampiaskan semua amarahnya yang selama ini dia pendam, baik itu tentang pekerjaan atau kehidupan pribadi


"wah, aku tidak menyangka kau bisa menjadi kejam begini", ucap Varel yang melihat amarah Geri


"tentu saja bisa, aku juga manusia", jawab Geri


"lepaskan aku!!!", teriak Nicolas


Geri lalu menendang mulut Nicolas hingga mengeluarkan darah dari bibirnya


"tutup mulutmu itu bajingan! ini bukan apa apa, tunggu saja sampai nanti puncaknya", ucap Geri


Mereka lalu pergi dari sana meninggalkan Nicolas yang babak belur karena amarah Geri


...----------------...


Dikantor Riri...


Riri melihat Rendi membawa dua botol obat yang diminta Riri kemarin


"Benarkah ini obatnya?", tanya Riri mengamati obat tersebut


"benar non", jawab


"carikan juga beberapa obat perangsang, bawakan padaku hari ini juga", ucap Riri lalu menyimpan obat itu disebuah kotak hitam berisi jarum suntik yang sudah dipersiapkan Riri


"baik non", jawab Rendi


"sayang, untuk apa obat perangsang?", tanya Dio bingung


"apa milik Dio kurang menggoda Ri?", ejek Joi


"milik lebih menggoda daripada milikmu itu kak", ucap Dio kesal


Riri tersenyum, dia mengeluarkan senyuman menyeramkan


"Harry, mana hasilnya?", tanya Riri


"ini non", ucap Harry


Riri membaca hasil DNA itu, lalu dia tersenyum dan tertawa puas, ternyata dugaannya selama ini benar


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2