
* Flashback On*
Setelah Rara dan Riri selesai berfoto, mereka duduk sebentar di bibir pantai
Rara menceritakan alasannya kenapa berada disini.
"hah??!! perjodohan?!", teriak Riri terkejut mendengar cerita Rara
"kau mengagetkan ku Riri", ucap Rara kesal
"lalu apakah kau menerimanya?", tanya Riri
"aku belum menjawabnya, aku juga belum bertemu dengan orangnya, bahkan aku tidak tau bagaimana rupanya, kata bundaku sih dia bekerja sebagai sekretaris disalah satu perusahaan ternama dikota kita", ucap Rara
"oo sekretaris, gajinya lumayanlah kalau begitu, bisa menutupi kebutuhan sehari hari", ucap Riri. "lalu apa yang kau ragukan?", lanjutnya
"aku tidak ingin menikah tanpa ada nya cinta diantara kami", ucap Rara
"saran ku sih, mendingan kalian ketemu aja dulu, bicara baik baik, aku yakin dia bakal cinta denganmu", ucap Riri menggoda
"kenapa begitu?", tanya Rara
"kau sangat cantik, bagaimana bisa dia tidak mencintaimu Rara", ucap Riri.
"em, baiklah, aku akan bicara setelah kembali dari sini", ucap Rara. "lalu bagaimana denganmu? kenapa kau bisa kesini?" lanjut Rara
Riri pun menceritakan kejadian dikantornya tadi yang membuat Rara naik darah
"Gila ya dia, gatau diri banget, awas saja kalau aku bertemu dengannya, akan kujahit mulutnya itu", ucap Rara kesal
"terima kasih karna mendukungku", ucap Riri tertawa
"aku akan kembali denganmu nanti, aku ingin menemanimu disini", ucap Rara
"terima kasih, aku seperti punya teman", ucap Riri
"apakah kau tidak punya teman?", tanya Rara dan dibalas gelengan pelan dari Riri. "why?", lanjutnya
"aku dibully", ucap Riri
Rara terkejut mendengar cerita Riri, hatinya sangat sakit mendengar semuanya,
"tenanglah, mulai sekarang aku akan melindungimu, aku akan menganggapmu sebagai adikku, tak akan kubiarkan siapapun menyentuhmu, akan kupatahkan tangannya jika berani", ucap Rara memeluk Riri
"terima kasih, aku berharap sosok dirimu adalah nyata", ucap Riri
"apa maksudmu? aku tidak nyata? begitu?", tanya Rara
"iyaa, aku tidak pernah dipeluk seorang teman ataupun mendapat teman, ini seperti mimpi", ucap Riri sambil menangis
"Riri, aku nyata, aku memelukmu, sudah ya jangan menangis lagi tenang saja", ucap Rara memeluk Riri
Hati Rara sangat sakit mendengar cerita hidup Riri, dia juga ikut menangis
*Flashback Off*
...
Namun saat Riri berbalik badan, ada yang teriak memanggil Riri yang membuat Rara dan Riri terbengong mencari sumber suara
"Nona Ririii!!!!!", Teriak Geri
"siapa itu Ri? apa itu yang kau cerita kan tadi?", tanya Rara mulai mendekati Riri seolah melindungi Riri dibalik badannya
__ADS_1
"Nona Ririiii!!!!", teriak Harry berlari kearah Riri, namun terhalang Rara
"Sayang kau disini? aku sangat khawatir denganmu", ucap Dio menahan tangis, dan ingin memeluk Riri tapi Rara mencegahnya dengan menepis tangan Dio
"jangan berani dekati Riri!" Bentak Rara
"Rara terima kasih", ucap Riri memeluk Rara, dan Rara pun memeluk balik
"Rara?!!", tanya Rendi
"Riri?", tanya Dio
Mereka berempat bingung mendengar nama itu, sangat mirip
"Jangan kalian dekati adikku! atau kupatahkan tangan kalian itu!", bentak Rara
"Adikk?!", tanya mereka berempat terkejut
"Rara, bukan mereka yang menyakitiku, mereka adalah sekretarisku dan juga kekasihku", ucap Riri masih memeluk Rara
"kekasih? kau gila punya kekasih sampai 4 orang begini?", tanya Rara terkejut
"heii! aku kekasihnya, mereka bertiga ini hanya sekretarisnya", protes Dio
"oh begitu", ucap Rara mengangguk angguk
"Rara, masuklah kekamarmu, aku akan bersama dengan mereka", ucap Riri melepas pelukannya
"tidak, aku tidak mau kau menangis lagi seperti tadi, aku akan bersamamu malam ini", ucap Rara
"baiklah kalau begitu", ucap Riri tersenyum
"sayang kau menangis lagi? aku khawatir denganmu", ucap Dio berjalan mendekati Riri dan memeluk
Mereka berenam pun jalan ke bibir pantai untuk menenangkan Riri
"apa kau benar-benar kakaknya nona Riri? nona Riri adalah anak tunggal, bagaimana bisa tiba tiba punya kakak", tanya Geri kepada Rara
"urus saja urusanmu, itu urusanku dan Riri", ucap Rara ketus
"hei, urusan nona Riri itu urusan kami juga", ucap Geri
"tidak, aku menganggapnya sebagai adikku", ucap Rara
"em baiklah kukira beneran kakak kandung", gumam Geri namun masih terdengar
"memangnya kenapa kalau Riri benar benar adikku?", ucap Rara kesal
"aku dan Harry akan kewalahan punya nona seperti dirimu jika benar kau kakak kandungnya", ceplos Geri
"heii!! kalau aku benar benar kakak kandung Riri, tak akan kubiar adikku punya sekretaris sepertimu", ucap Rara kesal
Riri dan yang lainnya tertawa melihat pertengkaran mereka berdua
"Rendi, Harry, kapan kalian punya kekasih juga? sepertinya Geri akan segera punya gandengan, kalian mana?", bisik Riri
"kami akan jadi patung antik dikantormu nona", jawab Rendi
Riri tertawa sangat lepas,
"sayang tetaplah diposisimu, aku akan memotretmu, kau sangat cantik malam ini", ucap Dio menatap Riri
Ucapan Dio bisa didengar mereka semua. Hanya Rara yang terkejut
__ADS_1
"kau jangan terlalu terkejut, ini pemandangan biasa bagi kami", bisik Geri
"wah, aku yakin pekerjaan kalian pasti sangat melelahkan", bisik Rara yang masih melihat kemesraan Riri dan Dio
"sangat melelahkan", gumam Geri
satu...
dua....
tiga!
Cekrek!
"kau sangat cantik, padahal ini hanya 1 jepretan saja", puji Dio memperlihatkan foto Riri
"berhentilah memujiku kak", ucap Riri tersenyum malu
Dio merangkulkan tangannya di pinggang ramping Riri. dia menatap Riri intens, lalu memeluk Riri
"aku sangat menyayangimu sayangku, jangan begini lagi, aku takut", rintih Dio di leher Riri
Riri bisa merasakan nafas hangat Dio dilehernya
"aku kalang kabut seharian mencarimu sayang, aku sangat takut rasanya, aku takut kehilanganmu Riri", lirih Dio
"maafkan aku",, ucap Riri
"jangan minta maaf sayang, kau tidak apa apa kan? aku sangat takut kau akan terluka", ucap Dio melihat tubuh Riri dari ujung ke ujung. Riri sangat Gemas melihat tingkah kekasihnya itu, lalu...
Cup
Riri mengecup bibir Dio, agar Dio diam dan tenang.
"aku tidak apa apa sayang, tenang saja", ucap Riri
Dio tak menjawab, dia kembali menciumi Riri dengan lembut. Riri meladeni dan membuka mulutnya, lidahnya beradu dengan lidah Dio didalam mulut. Setelah puas Riri pun melepas ciumannya dan tersenyum
"terima kasih, itu adalah obat bagiku", ucap Riri
"obat?", tanya Dio.
"iya, ciumanmu selalu menenangkanku, aku sangat suka", bisik Riri
"baiklah kalau begitu akan kucium lagi",
Dio langsung menciumi leher Riri sampai ke pundak Riri, membuat Riri tertawa menahan geli
Lalu Dio menghentikan aksinya saat Rara dan yang lainnya datang, membawa kue dan bunga. Riri yang melihat pun langsung terkejut
"apa ada ini?", tanya Riri bingung. Lalu Dio tiba tiba berlutut didepannya dan mengeluarkan sebuah kotak hitam dari kantongnya
"loh kakak kenapa? mau ngapai?", tanya Riri panik
Dio membuka kotak hitam kecil itu, dan...
Bersambung...
🤣🤣
sampai jumpa di episode selanjutnya
__ADS_1