
*Flashback on*
Saat diruang ganti, Pricilla bercengkrama dengan Vio
"nona Riri sangat royal ya, dia selalu memberikan hadiah kepada orang lain", ucap Vio
"iya, padahal kami baru bertemu tadi, karena dia menumpahkan kopiku, jadi dia mengajakku kesini sebagai bentuk tanggung jawab", ucap Pricilla tersenyum senang
"memang tidak salah pak Dio memilih istri",
ceplos Vio yang membuat Pricilla terdiam lalu menatap kearah Vio
"apa?", ucap Pricilla
"pak Dio, dia sangat beruntung memiliki istri seperti nyonya Riri, nyonya Riri itu orang yang baik, dia sangat royal kepada orang lain", ucap Vio
"jika mengingat perjuangan mereka sebelum menikah, ah benar benar luar biasa", ucap Vio
"memangnya kenapa?", tanya Pricilla penasaran
"nyonya muda itu, jika marah, maka akan sangat mengerikan, dia akan berubah menjadi seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya", ceplos Vio
"memangnya kau pernah melihat Riri marah?", tanya Pricilla penasaran
"pernah, mereka pernah bertengkar disini, dibutik ini, sampai sampai membuat tuan Dio sangat pusing, mereka bertengkar tapi tidak menggunakan tenaga, itu lebih mirip seperti perang dingin", ucap Vio
"lalu apa yang terjadi setelahnya?", tanya Pricilla
"mereka pulang dari sini dengan keadaan masih bertengkar, lalu beberapa minggu kemudian aku mendengar bahwa nyonya Riri koma hingga seminggu lebih setelah pulang dari sini, hingga membuat pernikahan mereka diundur", ucap Vio
"kenapa sampai koma?", tanya Pricilla semakin penasaran
"aku dengar nyonya Riri berendam dikamar mandi, dengan banyak bunga mawar dan lampu yang dimatikan, hingga pingsan, tuan Dio menemukannya lalu membawa nyonya Riri langsung kerumah orang tua nya", jawab Vio
"apa reaksi orang tua tuanmu itu?", tanya Pricilla
"tentu saja mereka panik dan memarahi tuan Dio, mereka sangat menyayangi nyonya Riri, sudah seperti putri kandung sendiri", jawab Vio
"kalau aku boleh tau, siapa nama lengkap tuanmu?", tanya Pricilla
"Diovano Putra Wira Anggara, anak bungsu keluarga Wira Anggara, dia sangat tampan, dan istrinya tidak pernah melarang orang lain mengagumi suaminya itu, dia membiarkannya, tapi tuan Dio justru sebaliknya, tuan akan sangat marah jika ada orang lain mengagumi istrinya yang cantik itu", ceplos Vio
"Diovano?", tanya Pricilla lagi
"iya nyonya", jawab Vio lalu membereskan baju baju disana
__ADS_1
"jadi dia sudah menikah? dan Riri adalah istrinya?", batin Pricilla
Pricilla shock ternyata pria yang dicintainya sudah beristri, bahkan istrinya sangat cantik dan lebih muda darinya
"tapi aku tidak akan mundur, bahkan Dio membalas ciuman dariku malam itu itu berarti dia masih memiliki perasaan denganku", gumam Pricilla
*Flashback off*
Malamnya, Pricilla tidak sengaja bertemu Dio saat Dio baru saja pulang dari kantor, mereka bertemu dicafe bertema rooftop, Pricilla menghampirinya
"Dio haii", ucap Pricilla melambaikan tangan
Dio melihat Pricilla yang berjalan kearahnya, ia yang sudah hampir setengah sadar karena minuman, menjadi lupa lagi dengan Riri. Dio sadar ternyata masih ada nama Pricilla dihatinya
Mereka memesan wine, lalu berbincang disana. Pricilla sangat terpesona melihat Dio yang memakai kemeja hitam
"kau sangat tampan hari ini", ucap Pricilla
"aku memang tampan sejak dulu",, ucap Dio menuangkan wine digelas Pricilla
"ini seperti berkencan, aku suka", ucap Pricilla tersenyum senang melihat Dio
"kau suka?", tanya Dio
"em... aku sangat merindukanmu", ucap Pricilla
"aku benar, Dio masih menyimpan hati untukku", batin Pricilla
"berhentilah minum, sepertinya kau akan mabuk", ucap Pricilla
"bagaimana jika aku mabuk?",, tanya Dio lalu mendekatkan dirinya
Dio berdiri dan memajukan dirinya kearah Pricilla, tangannya berusaha meraih tengkuk Pricilla dengan mata mereka yang saling menatap, terlihat kerinduan dimata mereka berdua, kerinduan menggebu gebu antara kedua manusia itu
"aku akan membawamu pulang", jawab Pricilla yang tersadar dari lamunannya
Dio tersenyum tipis, dia langsung ******* bibir Pricilla dengan lembut yang juga dibalas Pricilla. Mereka bercumbu mesra disana diatas meja kecil itu, seperti sepasang kekasih yang saling melepas kerinduan, ya memang mereka adalah kekasih, tapi itu dulu. Tapi entah sekarang masih berlanjut atau tidak karena sepertinya Dio sedikit berbelok hatinya sekarang
Dari kejauhan, terlihat Riri yang sedang mengambil vidio suaminya yang sedang berciuman itu, dia menangis. Air matanya tidak tertahan lagi, suara tangisannya juga terekam dividio itu walau tidak kuat, tapi cukup jelas
Setelah mengambil rekaman itu, Riri langsung pergi dari sana, dia pulang menuju mansionnya. Riri melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, air matanya masih mengalir deras membasahi pipi
Kini, dengan mata kepalanya sendiri, Riri melihat suaminya bercumbu didepan nya, bahkan suaminya yang lebih dulu menyentuh gadis itu. Hati Riri benar benar hancur rasanya
__ADS_1
Riri sampai dimansionnya, dia melihat semua orang sudah berkumpul diruang keluarga, ada orang tua Dio, orang tua Riri, Jiah, Joi dan 3 sekretaris kepercayaan Riri dan Dio
Riri masuk dengan mata yang masih menangis, dia masuk keruang keluarga, semua orang terkejut melihat Riri yang menangis
"kau kenapa sayang?", tanya Shila langsung merangkul Riri
"ada apa Ri? apa yang terjadi?", tanya Hardi panik
Riri terduduk dilantai, menolak Shila dan Hardi, Riri lalu mengeluarkan handphonenya dan map coklat yang berisi surat perceraiannya dengan Dio
"aku akan menggugat cerai mas Dio", ucap Riri yang berhasil membuat semua orang terkejut
"apa maksudmu nak? ada apa?", tanya Shila mendekati Riri
"ada apa Ri? cerita dengan papa, kesalahan apa yang dibuat Dio?", tanya Hardi
"sayang, bicarakan dulu baik baik dengan suamimu jika kalian bertengkar, jangan langsung menggugat cerai begini", ucap Ningsih memeluk Riri
"ada apa Ri? kau pasti tidak akan bersikap sembarang seperti ini?", tanya Tio
"Geri, Harry, siapkan apartemen milikku, aku akan pindah kesana mulai malam ini juga", ucap Riri
"mama dan papa ingin tau apa kesalahan mas Dio? lihat handphoneku pa", ucap Riri
"aku tidak akan rela jika harus berbagi suamiku dengan wanita lain, jika dia berani menerima wanita lain, maka aku yang pergi", ucap Riri lalu pergi berlari ke lantai atas
"apa maksudnya pa? ada apa?", tanya Shila panik
Hardi dan Tio dengan buru buru segera memeriksa handphone Riri, mereka melihat rekaman Dio dan Pricilla dari awal hingga akhir
Jiah berlari menyusul kakaknya, sementara Joi ikut menunjukkan foto foto saat pertama kali Dio bercumbu dengan gadis itu
Ini berhasil memancing amarah Hardi dan Tio,
"Rendi, tarik tuan mu itu kehadapan ku dan orang tua Riri sekarang juga, bersama dengan gadis itu juga", teriak Hardi dengan nada marah
"Joi tarik adikmu itu kehadapanku sekarang, berani sekali dia berbuat hina seperti ini! padahal istrinya baru saja keguguran!", bentak Hardi
"dan gadis kecilku itu mengalami pendarahan karena melihat foto foto ini, Dio tidak hanya menyakiti istrinya tapi juga membunuh calon anaknya, tadi nya aku fikir aku akan menyayangkan jika mereka berpisah karena ini, tapi setelah melihat vidio yang direkam Riri, kini aku berada dipihak Riri, aku bahkan akan mendukung perceraian mereka pa, Dio memang adikku dan keluargaku, tapi aku tidak akan sudi melihat wanita lain menderita seperti ini karena ulahnya, aku kecewa berat dengannya", jelas Joi panjang lebar lalu pergi bersama Rendi
Sedangkan Shila dan Ningsih menangis melihat ini, Tio juga tidak bisa menyalahkan Hardi, dia melihat amarah dimata Hardi
Hardi menangis mendengar penjelasan Joi, dia tidak menyangka Dio akan seperti ini kepada Riri. Hardi berlutut dihadapan Tio, dia memohon maaf kepada Tio atas sikap anaknya
Tio ikut duduk dilantai, merangkul Hardi
__ADS_1
"ini bukan salahmu, ini juga bukan atas kehendak kita, ini urusan rumah tangga anak kita, jangan merasa bersalah begini", ucap Tio menepuk pundak Hardi
Mereka menangis bersama diruangan itu, Hardi terus memohon maaf kepada Tio, dia merasa sangat bersalah karena perbuatan putranya