
"Ri bangunlah dan lihatlah betapa bodohnya calon suamimu ini, aku ingin sekali menjambak rambutnya sekarang",, ucap Fikri
"heii kau, walau begini aku tetap calon suaminya", bentak Dio
"heii!!! diamlah kalian berdua, lihat itu! Riri siuman!", teriak Yuli memukul Dio dan Fikri. Sontak mereka menoleh kearah Riri yang perlahan membuka matanya
"sayang kau sadar?", tanya Dio menggenggam tangan Riri
"Riri? kau bangun?", tanya Fikri, dia tersenyum karena rencananya berhasil
Riri mengangkat tangannya lalu memberi isyarat kepada Dio, Dio pun mendekatkan wajahnya ke Riri
"berisik", lirih Riri
Dio hanya tersenyum, dia begitu bahagia melihat Riri sudah sadar. Riri juga memanggil Fikri
"keluar", ucap Riri pelan
"ah",, ucap Fikri menangguk anggukkan kepalanya
"ada apa? dia bilang apa?", tanya Yuli penasaran
"dia bilang aku ganteng", ucap Fikri sambil mengejek kearah Dio
"benarkah sayang? aku juga ganteng sayang, bahkan lebih ganteng daripada dia",, ucap Dio panik
Riri memukul Fikri pelan, karena tenaganya belum terkumpul. Fikri pun tertawa
"baiklah baiklah aku akan keluar, dasar bucin",, ucap Fikri lalu mengajak mereka semua keluar
Mereka pun berjalan keluar dari kamar Riri
"dia menyuruh kita keluar?", tanya Zikri
"iyaa, dia ingin muntah melihatmu didekatnya", jawab Fikri
"kau mau kupecat hah?", tanya Zikri
"ah jelas tidakk", jawab Fikri berlari
"sini kau", teriak Zikri
"bu Riri, kami akan kemari lagi besok, cepatlah pulih ya", ucap Yuli lalu ikut keluar juga dan menutup pintu kamar Riri
"sayang kau mau makan apa? akan kupanggilkan pelayan agar memasakkan makanan untukmu", ucap Dio bangkit, tapi tertahan tangan Riri
"kenapa sayang? ada apa? kau ingin sesuatu?",, tanya Dio
Riri menepuk nepuk ranjang nya yang kosong disebelahnya
"sini", ucap Riri pelan
Dio mengerti, lalu naik keatas ranjang dan berbaring disamping Riri, dia menggengam tangan Riri dan mencium nya
"sayang maafkan aku, aku sungguh menyesal, aku minta maaf", ucap Dio
Riri tidak menjawab, justru menarik wajah Dio, lalu mencium bibirnya dengan lembut
"ini obatku",, ucap Riri pelan
"sayang aku benar benar mencintaimu", ucap Dio mengelus lembut kepala Riri
"peluk", ucap Riri
Dio pun memeluknya dan membenamkan wajah Riri didalam dada bidang miliknya. Aroma tubuh Dio dan ciuman bibirnya, membuat Riri perlahan membaik, rona wajahnya sudah kembali lagi. Riri kembali terlelap dengan wajah yang sudah segar. Dio pun memerintahkan pelayan untuk membuatkan bubur untuk Riri, dia terus memeluk Riri dan tidak bergerak dari tempatnya
Shila dan Hardi segera kembali ke mansion setelah mendengar kabar tentang Riri. Mereka masuk kekamar Riri dan menemukan Riri yang sudah tertidur lelap di pelukan Dio
__ADS_1
"sudah baikan?", tanya Shila tanpa suara
Dio mengangguk
"dia sedang tidur", jawab Dio tanpa suara
Shila dan Hardi mengangguk dan keluar dari kamar Riri
"syukurlah", ucap Hardi
"pa, bagaimana pencarianmu tentang Tio dan Ningsih?", tanya Shila
"nihil, mereka hilang ntah kemana, tak ada jejak apapun dimanapun", jawab Hardi.
"tidak usah lagi mencari mereka, aku tidak akan membiarkan Riri menangis lagi karena merindukan mereka, benar benar bajingan",, ucap Shila
"tenang ma, bagaimana pun Riri kan darah daging mereka, pasti ada sebercak kerinduan walaupun kau memberinya kasih sayang seperti orang tua kandung", ucap Riri
"itu benar, tapi aku sungguh mengkhawatirkan Riri", jawab Shila
"kau tau kenapa Riri bisa drop?", tanya Hardi
"kenapa?", tanya Shila
"karena dia merindukan Dio", ucap Hardi
"hah?", tanya Shila bingung
"dia bertengkar dengan Dio dan tidak berbicara dengan Dio selama beberapa hari, itu menyiksanya, dia memendam kerinduan dan kekesalan didalam hatinya, karena itu Riri koma", jawab Hardi
"benarkah begitu pa?", tanya Dio tiba tiba ada di belakang mereka
"dasar anak nakal, sudah pintar menguping sekarang", omel Shila
"maaf ma aku tidak sengaja lewat, ingin mengambil bubur untuk Riri, apakah benar begitu pa? itu kah alasan kenapa Riri koma?", tanya Dio
"iyaa, mentalnya sangat lemah, hatinya juga begitu sensitif, jika hatinya terpengaruh, makanya akan menjalar otak dan membuat trauma masa lalunya datang kembali", jawab Hardi
Dio terdiam dan meraup wajahnya, hatinya terasa disayat sayat mendengarkan penjelasan papanya itu, terlebih lagi mengingat masa lalu Riri yang sering dibully saat sekolah
"kau kekuatan dan kelemahannya Dio, bisa dibilang kau jantungnya",, ucap Shila
"iya ma, Dio paham", ucap Dio
"kau masuklah sana, biar mama yang menyiapkan bubur untuknya", ucap Shila
"iya ma, makasih ma", ucap Dio memeluk mamanya
Dio kembali kekamarnya membawa macaron yang sudah disiapkan Geri dan Harry tadi saat berkunjung
"sayang bukankah tadi aku meminta bubur?", tanya Riri bingung
"sebentar lagi buburnya akan datang sayang, aku membawakan makanan kesukaanmu", ucap Dio
"wah aku sangat merindukan ini", ucap Riri menerima macaron itu, namun saat memakannya Shila datang dan mengomeli Dio
"heii anak nakal, berikan itu nanti sesudah Riri makan bubur, dia butuh tenaga, kau malah kasih makanan seperti ini", omel Shila kepada Dio
"tapi ma ini makanan kesukaannya", jawab Dio mengelak
Shila mengomelinya lagi, Riri. hanya tertawa melihat itu. Lalu pelayan datang membawa bubur jagung yang diminta Riri
Shila menyuapi Riri agar dia mau makan, dan bercerita tentang kondisi selama dia koma. Bercerita tentang Dio, perusahaannya, apartemennya, teman temannya dan banyak lagi, agar Riri kembali ceria, karena itu yang dianjurkan dokter Fira
Shila juga meminta Riri tinggal bersamanya di mansionnya, sampai dia menikah dengan Dio. Riri pun menyetujuinya karena dia sudah bicara dengan Dio dan menyepakati bahwa minggu depan mereka akan melangsungkan akad nikah
Hari hari berlalu, kondisi Riri semakin membaik dan kini dia akan pergi kekantornya untuk meresmikan gedung baru mereka. Didampingi olah sang calom suami tentunya
__ADS_1
Acara peresmian berlangsung dengan lancar, Riri juga mengundang beberapa rekan bisnisnya agar hadir diacara akadnya nanti.
Setelah acara peresmian selesai, Dio membawa Riri untuk fitting ulang, dan sudah menyiapkan beberapa gaun untuk Riri gunakan. Karena mood Riri bagus kali ini, dia tentunya sangat bersemangat dan ceria, sangat berbeda dari yang terakhir kali datang kesana
Mereka juga memeriksa persiapan acaranya di hotel bintang 5 milik Dio. Kali ini Riri hanya menikmati saja, dia tidak berkutik dan hanya duduk manis menerima semua pemberian Dio.
Mereka juga berbelanja untuk mahar pernikahan, dan beberapa keperluan lain.
"sayang, apakah kau lelah? kita sudah sangat sibuk beberapa hari ini", ucap Dio mengelap keringat Riri
"tidak sayang, ini cukup menyenangkan, aku suka", ucap Riri lalu kembali menyeruput minuman coklat kesukaannya
"mulai besok kita istirahat ya sayang supaya bisa fit dihari H nanti", ucap Dio mengacak acak rambut Riri
"oke sayangku, tapi aku mau bekerja", ucap Riri
"kau bisa bekerja diruang kerja ku sayang, akan ku siapkan meja untukmu nanti", jawab Dio
"oke cintaku, terima kasih banyak",, ucap Riri lalu mencium pipi calon suaminya itu
"sayang, aku ingin memakai beberapa gaunku untuk hari ini atau besok, apakah boleh?", tanya Riri sambil mengunyah jajan dimulutnya
"boleh sayang, lakukan apapun yang menyenangkan hatimu sayang", ucap Dio
"thanks baby, i love you", ucap Riri tertawa kecil
Dio melajukan mobilnya kearah mansion papanya. Setelah sampai Riri langsung disambut oleh mamanya
"gimana hari ini belanjanya sayang? apa kau lelah",, Shila
"tidak ma, aku suka berbelanja", jawab Riri
"apa ini?", tanya Shila melihat Riri membawa beberapa paper bag
"ah ini, Riri membeli beberapa gaun, dan ingin memakainya hari ini, apakah boleh ma?", tanya Riri
"lakukan saja sayang, mama justru suka melihatmu memakai gaun", jawab Shila
"baiklah ma, Riri ganti dulu ya", ucap Riri mencium pipi Shila lalu melesat kekamarnya
"dia seperti hantu, sangat cepat gerakannya", ucap Dio melihat Riri pergi
"hantu cantik itu sebentar lagi akan menjadi istrimu",, ucap Shila tertawa
"heii bro, gimana kabar mu?",, teriak seseorang dari belakang Dio bersama dengan papanya
"kau sudah disini? kenapa tidak menelfonku?",, tanya Dio memeluk sosok itu
"aku barusan mendarat di negara ini dan langsung melesat kesini, aku sangat merindukan adik kecilku ini",, ucap seseorang itu
"aku sudah besar, kau tau", ucap Dio tertawa
"Joi, gimana kabarmu sayang? kau sehat?", tanya Shila memeluk anak sulungnya itu
"sehat mom, i'm fine", jawab Joi memeluk lalu mencium mamanya itu
"ah iya mom, dimana calon adik ipar ku itu? papa bilang dia sangat cantik dan menggemaskan", ucap Joi
"dia sedang ganti baju dikamar, kau bisa melihatnya nanti kak, dia bukan hanya menggemaskan", jawab Shila lalu mereka duduk di ruang tv
"apa maksud mama? bukan hanya menggemaskan? lalu?", tanya Joi bingung
"kupastikan kau akan menarik kata katamu kak, saat melihatnya berubah menjadi singa liar nanti", ucap Dio tertawa
"aku merindukan gadis kecil itu, sudah lama sekali sejak terakhir bertemu dengannya, apakah dia ingat denganku?", tanya Joi
"akan ku ceritakan semuanya nanti kak, simpan dulu semua pertanyaan mu itu", ucap Dio
__ADS_1
"ah, baiklah", ucap Joi mengangguk anggukkan kepalanya
Lalu beberapa saat kemudian, Riri turun dengan gaun barunya. Semua orang yang ada disana menoleh menghadap tangga, menunggu sang tuan putri nan cantik jelita