CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.90 Lepas Rindu


__ADS_3

Riri terbangun dari tidurnya, dia mengerang dan menggeliat dipelukan suaminya, seperti bayi. Dio merasakan gerakan Riri yang sudah bangun, dia melirik kearah Riri dan tersenyum.


Riri terus menggeliat merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku itu


"ahh shitt!", umpat Riri pelan tanpa disengajanya


Dio tertawa mendengar itu


"sayang kau belum membuka matamu tapi sudah mengumpat", ucap Dio mengelus wajah istrinya itu


"ng...", erang Riri lalu melompat naik ketubuh Dio dan memeluknya


"sayang aku merindukanmu dan sentu..hanmu dan semua tentangmu", lirih Riri pelan didalam leher Dio


Dio tersenyum mendengar itu, karena dia juga merindukan istrinya itu


"tahan sebentar sampai pelayan itu keluar, setelah itu kita lanjutkan", ucap Dio mengelus punggung Riri


Riri langsung membuka matanya dan menatap Dio


"apa maksudmu mas? ada orang lain disini?!", tanya Riri kesal


"iyaa, aku menyuruh mereka mengganti mawar mawar itu karena sudah layu, kau mungkin akan mengamuk saat melihat mereka layu", ucap Dio mengibaskan rambut Riri dileher dan wajah Riri


"lalu? mereka melihatmu seperti ini? melihat tubuh mu tanpa baju begini?!", tanya Riri kesal


"iya", jawab Dio santai


Riri memukul dada suaminya itu, dia merasa kesal, selama dia bersama dengan Dio belum pernah dia cemburu sekalipun, tapi untuk kali pertama dia merasa cemburu dan tidak terima saat tubuh suaminya dilihat orang lain


"dengar mas, ini semua milikku! tidak ada yang boleh melihat apalagi menyentuhnya, aku tidak suka!", ucap Riri menunjuk tubuh Dio dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan wajah kesal


Dio tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke istrinya itu


"aku tau sayangku, mereka tidak hanya melihatku, tapi juga melihatmu, seperti ini", ucap Dio melingkarkan tangan di pinggang Riri


Riri lalu mengeryitkan dahinya


"maksudnya mas?", tanya Riri.


Dio tersenyum lalu melirik kearah dada istrinya itu, Riri mengikuti arah mata Dio, dia terkejut bukan main saat sadar tubuhnya tidak memakai apa apa

__ADS_1


"mas!! ih!", seru Riri memukul dada Dio


Dio tertawa melihat ekspresi istrinya itu


"aku sudah hafal setiap lekuk tubuhmu, kenapa kesal begitu?", tanya Dio tersenyum lalu membelai leher Riri


"mas curang", ucap Riri kesal


"curang dibagian mananya? apa kau tau sayang, aku sangat sangat merindukanmu, aku sangat khawatir denganmu", ucap Dio memeluk Riri


"maafkan aku mas, aku tidak bisa mengendalikan diriku mas, kepala dan hatiku benar benar diselimuti amarah", ucap Riri memeluk erat suaminya


"apakah ada yang sakit sayang? apa kau terluka?", tanya Dio


"aku baik baik saja mas", ucap Riri melepaskan pelukannya


Cup


Bibir Dio langsung melu.mat dengan lembut bibir mungil milik istrinya itu, sudah lama dia tidak merasakan bibir lembut ini. Dio terus memperdalam ciuman itu, dia mendorong tengkuk Riri dan mempererat pelukannya dipinggang Riri


Riri tidak melawan, dia justru sangat menik.mati ini dan mengalungkan tangannya dileher suaminya itu. Riri berusaha menyeimbangi ciuman suaminya itu. Ciuman sepasang manusia itu bergema memenuhi seisi kamarnya


Para pelayan yang baru saja selesai melakukan tugasnya keluar dari kamar mandi dengan langkah sangat hati hati. Mereka lagi lagi mendapatkan pemandangan yang amat sangat mengejutkan dari majikannya itu


Dio melanjutkan aksinya dan menjelajahi tubuh istrinya itu, dia tidak melewatkan setiap lekuk tubuh Riri dan menciuminya dengan ra..kus. Tangan Dio meraba raba tubuh mungil istrinya itu, dia terus menjelajahi tubuh istrinya itu, tangannya meremas benda kenyal kesukaannya, membuat sang pemilik tubuh mendesah dan tertawa kecil


Dio sangat senang melihat respon dari istrinya itu, dia lalu merebahkan tubuh Riri diranjang. Dio bangkit dari posisinya lalu mengambil sesuatu dari dalam kulkas yang ada dikamarnya


"apa itu sayang", tanya Riri bingung


"eskrim", ucap Dio menunjukkan eskrim mini ditangannya


"kau menciumiku tadi, membuatku terang..sang, lalu ingin meninggalkan ku dan makan eskrim?", tanya Riri kesal


Dio tertawa melihat ekspresi Riri, dia fikir istrinya itu akan mengerti maksudnya, ternyata tidak


"sejak kapan kau menjadi polos begitu sayangku? bukankah sebelumnya sangat me..sum?", tanya Dio masih tertawa


"sayang apakah kau lupa kalau aku pernah membunuh musuhku dengan tanganku ini? jangan buat aku kesal", ucap Riri


"kau tidak akan membunuhku, aku ini suamimu dan kau mencintaiku, dan aku tau itu", ucap Dio tersenyum lalu mengedipkan matanya sebelah, dia berjalan mendekati Riri

__ADS_1


"ya iyalah, mana mungkin aku membunuhmu", batin Riri


"apa kau tau maksud dari eskrim ini sayang?", tanya Dio mendekati Riri


"tidak", jawab Riri


"baiklah kalau begitu", ucap Dio lalu menyibakkan selimut dari tubuh Riri


Riri terkejut dengan tiba tiba dari suaminya itu, dia ingin mengambil selimut itu lagi, tapi Dio menahan kakinya dan membukanya.


"mas mau nga....", ucap Riri terpotong karena Dio menempelkan eskrim itu dipa..hanya


"sshh dingin mas", ucap Riri meng..gigit bibirnya


Dio tersenyum melihat ekspresi Riri, dia terus bermain dengan eskrim itu dibawah Riri, membuat istrinya men..desah tak karuan, terlebih lagi saat Dio ikut me..mainkan li..dahnya disana, membuat Riri semakin menggila


Dio semakin nakal dengan mainan barunya, dia memainkan Riri dengan sangat lihai. Hal ini sudah lama ingin dia lakukan, namun selalu tidak sempat karena kesibukan mereka berdua, kini hal itu terwujud, membuat Dio sangat senang dan terus memainkan eskrim itu dan istrinya


Dio dan Riri sama sama kuat, tidak mudah untuk membuat Riri mencapai pun..cak begitu saja. Begitu juga dengan Dio yang tahan bercinta hingga beberapa jam untuk meladeni Riri, sungguh ini pasangan yang luar biasa


Dio menarik kaki Riri dan menghu..jamkan miliknya diarea milik Riri, membuat tarian indah versi dirinya sendiri. Diiringi des..ahan Riri yang semakin menjadi jadi membuat Dio semakin bersemangat dan terus tersenyum


Cukup lama mereka bergelud diran..jang, dan Riri sudah terlihat lelah, Dio melihat istrinya yang sudah mulai melemas langsung berencana akan mengakhiri ini


"terakhir sayang", bisik Dio ditelinga Riri lalu mempercepat irama tubuhnya, membuat Riri men..desah dan menggila


"aargghh!",


Dio meng..erang dan meng..hentakkan tubuhnya, lalu berbaring dibelakang punggung Riri tanpa melepaskan penya..tuan itu, dia memeluk tubuh istrinya itu


"terima kasih sayangku", ucap Dio mengecup leher Riri


"sama sama sayang", jawab Riri memegang tangan Dio


"sayang aku ingin mandi, sudah berapa hari aku tidak mandi", ucap Riri


"baiklah, ayo mandi", ucap Dio


Dio bangkit dari posisinya dan menggendong Riri masuk kekamar mandi, dia sangat memanjakan istrinya itu. Dikamar mandi, mereka berendam dibathtub dan berbagi cerita dengan apa yang sudah mereka alami selama mereka berjuang ditempat yang berbeda


Dio dibuat amat sangat terkejut dengan cerita istrinya itu, sampai sampai wine itu menyembur dari mulutnya

__ADS_1


"apa sayang?!", tanya Dio mengerjapkan mata


__ADS_2