CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.54 Malam Pertama?


__ADS_3

Setelah acara pernikahan mereka selesai, Riri dan Dio berencana akan menghabiskan malam pertamanya di hotel bintang 5 milik keluarga Wira Anggara. Setelah masuk kekamar hotel, Riri merebahkan tubuhnya ke atas ranjang


brukk!


"arghh sayang badanku pegal semua", rengek Riri


Sedangkan Dio masih membuka bajunya sambil terus melihat Riri diatas ranjang. Dia membuka semua bajunya dan mencampakkannya begitu saja entah kemana. Kini dia sudah bertelanjang dada


"sayang kenapa kau memberi begitu banyak mas kawin untukku?", tanya Riri sambil terduduk di atas ranjang


Dio mendekat Riri dan duduk disampingnya.


"sayang, itu adalah kesanggupan dariku, tanpa kau minta pun aku akan berikan", ucap Dio menatap Riri


"ah begitu, terima kasih ya sayangku, lalu kapan kita menempati mansion itu?", tanya Riri


"sesudah kita selesai honeymoon baby", ucap Dio lalu merebahkan dirinya diatas ranjang


"kapan kita honeymoon sayang?", tanya Riri


"mau mu kapan sayang?", tanya Dio


"sayang boleh kah aku meminta sesuatu?", tanya Riri


"boleh sayangku, mau minta apa?",, tanya Dio.


"kita ga perlu honeymoon sayang, karena sesungguhnya berdua dirumah dan menikmati masa masa libur, adalah impianku sesudah menikah, bukan maksudku menolakmu sayang, tapi aku tidak bisa tenang jika meninggalkan perusahaanku yang sedang bermasalah itu, itu akan membebani pikiranku, dan juga, aku hanya ingin berduaan denganmu, ga harus jauh jauh, dirumah saja aku sudah sangat senang", jelas Riri dengan wajah menunduk


Dio duduk dan menatap wajah Riri.


"kalau kau tidak ingin, gapapa sayang, aku akan menuruti mau mu, mana yang kau suka, mari kita lakukan bersama", ucap Dio mengelus lembut wajah Riri


"maaf kak, jangan marah ya, aku hanya jujur", ucap Riri memeluk Dio


"aku ga marah sayang, no problem baby, aku akan membantumu mengurus perusahaan mu sayang",, ucap Dio memeluk Riri


"no sayang, perusahaanmu juga sudah lama tidak tersentuh olehmu, aku bisa sendiri kok, aku janji bakal hati hati", ucap Riri lalu melepas pelukannya


"tapi ingat, kalau mau keluar kota wajib denganku",, ucap Dio


"yes baby, suamiku cerewet ternyata ya", ucap Riri tertawa lalu berdiri disamping ranjang


"sayang bantu bukain resletingnya", ucap Riri


Dio berdiri dibelakang Riri, lalu menciumi pundak Riri hingga menjalar ke leher. Riri sadar akan gerakan itu,


"sayang", panggil Riri


"tunggu sebentar, bertahanlah dulu, aku rindu dengan aromamu", ucap Dio lalu dengan gerakan lembut tangannya menurunkan resleting gaun Riri


"ini adalah canduku sayang", bisik Dio lalu menggigit telinga Riri


Riri hanya diam, memejamkan matanya menikmati sentuhan sentuhan dari Dio, tanpa dia sadari, kini gaunnya sudah hilang ntah kemana dan hanya menyisakan bikini ditubuhnya.

__ADS_1


Dio terus menciumi tubuh belakang Riri dan memberikan tanda cinta di tubuh mulus itu, membuat Riri mengeluarkan suara suara nakal dan menggeliat karena ulah Dio. Riri oun membalikkan tubuhnya dan mengalungkan tangan di leher Dio


"aku ingin bersantai sayang, aku sangat lelah hari ini, mari kita lakukan saat dimansion kita nanti", ucap Riri lalu mencium lembut bibir Dio


Dia hendak pergi namun tangan Dio dengan cekatan menahan tubuhnya.


"mau kemana?", tanya Dio


"aku mau berendam sayang, menghilangkan penat", ucap Riri


"ikut", ucap Dio


Pipi Riri memerah seketika, jantungnya berdegup lagi,


"aku juga ga bisa nolak, kan dia suamiku, tapi tapi...",, batin Riri


Dio tidak menunggu jawaban dari Riri, dia justru menggendong Riri lalu masuk kekamar mandi bersama istirnya itu. Dio meletakkan Riri dipinggiran bathtub, lalu mengisi bathtub dengan air hangat dan busa busa yang berlimpah, dia juga menaburkan kelopak bunga mawar kedalam bathtub, sesekali melemparinya ke Riri


Dio juga menyalakan lilin aromaterapi dan mematikan lampu, kini kamar mandi itu hanya terisi cahaya lilin dan lampu santai yang masih hidup. Dio menyiapkan wine dibibir bathtub dan juga dua gelas agar menikmati malam pertama bersama dengan istrinya


Riri tersenyum melihat perlakuan Dio malam ini, dia sangat bahagia rasanya sampai tidak bisa berkata kata. Dio melepas celananya dan hanya tersisa pakaian dalam ditubuhnya.


"dia gilaa", umpat Riri dalam hati


"tunggu, dia kan suamiku, ya wajar sih bukan gila", batin Riri


"ya ampun itu sepertinya sangat besar dan gagah", batin Riri


"heii Riri ada apa dengan kepalamu? kenapa sangat mesum?!!", teriak Riri dalam hati


"buka tanganmu itu sayang", ucap Dio. Tapi Riri menggelengkan kepalanya


"kenapa gamau?", tanya Dio


"malu", ucap Riri pelan


Dio terkekeh mendengar jawaban dari istrinya itu, ini sangat lucu dan menggemaskan


"aku kan suamimu, kenapa kau harus malu sayang?, bukalah wajahmu itu sayangg",, bujuk Dio


Riri membuka wajahnya dan melihat dada bidang Dio didepan matanya. Dio lalu memasukkan tubuh Riri dalam bathtub yang sudah berisi dengan busa yang melimpah, dia juga ikut masuk kedalamnya tentunya


"sayang, bagaimana bisa kau tau kalau aku suka mandi dengan kelopak bunga mawar?", tanya Riri sambil bersandar didada bidang milik suaminya itu, mereka menikmati wine bersama


"saat kau merendamkan diri didalam bathtub berisi bunga mawar yang begitu banyak, sambil menenggak wine, lalu pingsan hingga seminggu lebih", ucap Dio merangkul Riri


"ah itu", jawab Riri singkat


"em itu", jawab Dio lalu menenggak wine sedikit demi sedikit


.


.

__ADS_1


.


🚫Warning 18+ dari sini kebawah, skip aja plis kalo yang belum cukup umur🤣🚫


Kaki nakal Dio bergerak perlahan ke paha Riri dan membuka ****** ***** milik Riri didalam air menggunakan jari kakinya


"ah dia sangat lihai", batin Riri


Dio melemparkan celana itu keluar dari bathtub, lalu mengecup lembut bibir Riri, dengan gerakan lembut tangannya membuka bra milik Riri lalu melemparkannya kesembarang tempat, dia juga melepas seluruh kain yang menempel ditubuhnya, kini mereka polos tanpa sehelai benang pun


"kau benar benar lembut sayang, aku bahkan tidak menyadarinya", bisik Riri


"nikmati saja", bisik Dio tersenyum nakal


Tangannya meremas benda kenyal itu, membuat sang pemilik mendesah pelan. Dio juga membuka kedua kaki Riri, tangannya meraba raba area yang ada dibawah sana, dia lalu melepas ciumannya dan melihat ekspresi Riri


Riri menggeliat saat tangan Dio dengan nakal meraba raba tubuhnya, dia menggigit bibir bawahnya sendiri. Dio tersenyum melihat itu, lalu jarinya perlahan masuk kedalam sana dengan sangat pelan, lalu menghentakkannya begitu saja


Tentu saja Riri terkejut, panas dingin menjalar disekujur tubuhnya, gairah nafsunya bangkit dan menikmati permainan dari suaminya itu


"ahh... sayang",, desah Riri pelan


"enak sayang?", bisik Dio lalu menggesek jari nya yang ada dibawah sana, bergerak dengan nakalnya maju dan mundur membuat pemilik tubuh menggeliat dan terus mengeluarkan suara suara nakal


Dio mempercepat gerakan tangannya dan membuat Riri semakin menggila, Riri meremas pundak Dio merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Benar benar luar biasa


"sayang... aku.. mau pi...pis", ucap Riri bercampur mendesah


"lakukan sayang",, ucap Dio semakin mempercepat gerakan, dia tersenyum nakal melihat Riri yang akan mencapai pelepasannya itu


"aarrgghhh",,


teriak Riri meremas pundak Dio begitu kuat lalu tubuhnya mengejang, Dio tersenyum puas melihat kekasihnya itu merasakan kenikmatan, dia juga merasakan ada cairan hangat yang tumpah dibawah sana. Tubuh Riri melemas karena ulah suaminya itu


"mau lagi sayang?", bisik Dio


"kau benar benar nakal sayang",, ucap Riri


"bukankah itu nikmat?", tanya Dio masih memainkan jarinya dibawah sana


"sangat nikmat", bisik Riri lalu menggigit bibir Dio


"hari ini segitu dulu ya, bukankah kau lelah?", ucap Dio


"terserah padamu sayang, aku hanya ikut permainanmu", ucap Riri.


Dio tersenyum dan melahap bibir istrinya itu dengan ganas, lalu melanjutkan waktu bersantai bersama dengan tangannya yang terus bermain dibawah sana


.


.


.

__ADS_1


Nakal banget ya Dio


__ADS_2