
Sepasang suami istri itupun sampai dikantor Riri, mereka masuk dengan bergandengan tangan dan tersenyum senang. Semua karyawan menyapa hangat bos dan suaminya itu, jika sebelumnya mereka berani berhalu tentang Dio, kini tidak lagi
Geri datang menyambut nona dan tuannya itu, sementara Harry sedang menyiapkan ruang meeting
"apa semua sudah berkumpul?", tanya Riri
"belum semua non, masih ada yang belum datang", jawab Geri
"aku kasih waktu 10 menit, jika terlambat maka suruh dia mengantarkan surat pengunduran dirinya kepadaku, aku sangat benci dengan manusia karet", ucap Riri
"baik non", jawab Geri
"sayang mau mas buatkan jus jeruk?", tanya Dio
"boleh mas", jawab Riri
"baiklah mas buatkan dulu ya, kamu duduk aja", ucap Dio lalu mencium kening Riri
Dio pergi kedapur dan membuatkan jus untuk istrinya, sementara Riri pergi keruangannya untuk memeriksa berkas berkas yang akan menjadi materi meetingnya
Yuli dan Natali datang kedapur dan melihat Dio sedang membuat jus
"pak Dio sedang apa?", tanya Yuli
"hah? ah ini membuat jus", jawab Dio
"untuk bu Karin ya pak?", tanya Natali
"iyaa, mood istriku harus dijaga dengan baik", jawab Dio sambil tersenyum
"beruntung banget ya bu Karin punya suami kayak pak Dio ini", ucap Natali
"tidak, aku yang beruntung karena punya istri seperti dia", jawab Dio
"ah, ini benar benar melelehkan hatiku", ucap Yuli
"haha, kalian selesaikanlah urusan kalian disini, jangan sampai istriku memergoki kalian yang sedang berhalu, dia bisa mengamuk nanti", ucap Dio sambil menuangkan es kedalam gelas
"eh iya pak, jadi kelupaan", jawab Natali
"yasudah aku duluan, permisi", ucap Dio lalu berlalu dari dapur
"dengan membuatkan jus untuk istrinya, apa dia tidak takut wibawanya sebagai CEO luntur ya?", tanya Yuli bingung
"bukankah itu contoh suami yang baik?", tanya Natali
"iya sih kau benar, ah aku berharap memiliki suami yang seperti pak Dio juga", ucap Yuli
"tapi lebih baik jika kau cari pasangan dulu sebelum kau berhalu untuk menikah", ceplos Natali
"ah iya kau benar", jawab Yuli
Dio membawa jus itu keruangan Riri, terlihat istrinya yang sedang sibuk berkutat dengan berkas dan komputernya, disertai dengan wajahnya yang dingin dan menyeramkan
Tapi bagi Dio, istrinya tetaplah seperti juniornya yang selalu ketakutan setiap kali bertemu dengannya, bayangan kenangan kenangan manis disaat dulu kembali terlintas dikepala Dio, membuatnya tersenyum senang menatap istrinya itu
"kenapa mas senyum senyum begitu? seperti baru menang lotre saja", ucap Riri sambil menyeruput jus nya
"mas hanya tidak menyangka saja", jawab Dio
"ada apa mas?", tanya Riri dengan wajah serius
"kamu dulu sangat ketakutan setiap melihat wajahku, tapi sekarang justru kamu yang lebih galak daripada aku sayang", ucap Dio sambil memangku wajahnya
__ADS_1
Riri tertawa mendengar ucapan Dio, ternyata suamimya sedang bernostalgia dengan pikirannya sendiri
10 menit sudah berlalu, kini Dio dan Riri sudah berada diruang meeting bersama dengan para sekretaris yang ada dikantor Riri
Riri memimpin rapat dengan sangat serius, tak jarang dia mengeluarkan tatapan tajam dan juga memberi beberapa pertanyaan sulit yang harus dijawab dengan cepat. Dio hanya menonton dan mengagumi istrinya itu
Setelah rapat selesai, wajah ceria dan hangat Riri kembali lagi seperti semula. Setelah itu Riri menyuruh Geri dan Harry menghandle kantor, lalu dia pulang kemansionnya dan bersiap siap untuk menyelesaikan misinya
...----------------...
Sementara diapartemen Pricilla, pengusaha hidung belang itu sudah pergi meninggalkan gadis yang tergeletak lemah dilantai karena digilir habis habisan oleh mereka
Pricilla memungut bajung bersiap untuk mandi, setelah mandi dia memakai piyamanya dan bersiap untuk tidur, dia benar benar tidak punya tenaga sekarang
Beberapa menit setelah Pricilla tidur, Varel dan Ara datang kesana dan menculik Pricilla, sementara Koko dan Basree merekayasa apartemen Pricilla seolah olah dia akan melarikan diri karena hutangnya yang menumpuk
Setelah menyusun TKP sesuai dengan rencana, mereka pergi dari sana dan bersiap untuk melakukan hal yang sama ke beberapa musuh yang sudah ditargetkan Riri, namun motifnya berbeda. Untuk yang lain motifnya adalah pertengkaran antar teman lalu berakhir mengenaskan, itulah yang dirancang Riri
Setelah semua musuh yang ditargetkan Riri terkumpul, kini Ara dan yang lainnya mengumpulkan mereka membentuk sebuah lingkaran dan merantai mereka, seperti saat Dio dirantai untuk menjalani hukumannya
Ditengah tengah para tawanan itu, sudah tersedia banyak senjata senjata yang sangat disukai Riri, dan beberapa bahan bahan lain yang akan menambah damage dari serangan Riri
Para tawanan itu masih pingsan karena obat bius yang disuntikkan kepada mereka. Sedangkan Ara dan yang lainnya sedang makan dan menjaga mereka dari ruangan sebelah,Ara terus saja menatap kearah ruangan itu dan menggigit sumpit miliknya
"satu dua tiga empat lima enam", ucap Ara menghitung jumlah tawanan itu sambil menunjuknya satu persatu
"banyak ya", ucap Basree
"ini luka masa lalu yang belum sembuh", ucap Koko
"bagaimana kau tau?", tanya Basree
"lalu mereka berdua yang disana, adalah junior Riri yang selalu meremehkan dan menginjak injak harga diri Riri, bahkan karena merekalah Riri menjadi mengamuk disekolah untuk pertama kalinya hingga membuat aula sekolah menjadi seperti kapal pecah", ucap Ara menunjukkan lelaki dan perempuan yang dimaksudnya
"lalu sisanya adalah orang yang mencoba merusak rumah tangga nyonya Riri beberapa bulan yang lalu", lanjut Basree
"apakah ini sudah cukup? tidak ada lagi?", tanya Koko
"tidak, menurut data, ini sudah cukup dan sudah semuanya", jawab Varel
"sebenarnya masih ada yang kurang, tapi Riri sudah memberinya hukuman terlebih dahulu, tapi aku tidak tau apakah hukuman itu sudah memuaskan hatinya atau belum", ucap Ara yang membuat Basree, Varel dan Koko menatapnya
"apakah ada lagi?", tanya Varel
"siapa? dan kenapa dilepaskan?", tanya Koko
"siapa? apa perbuatannya dan apa hukumannya?", tanya Basree
Mereka bertiga terus menatap Ara dengan tatapan penasaran, karena tidak ada yang tau soal ini. Ara menghela nafas panjang lalu menceritakan semua kejadian tentang dirinya, Zidan, Sisi dan Riri dimasa lalu
"wahh kau gila", ucap Basree setelah mendengar cerita Ara
"pantas saja nyonya Riri menghukummu dengan begitu mengerikan dulu", ucap Koko
"lalu sekarang dimana dia?", tanya Varel
"aku tidak tau, aku tidak ingin berurusan lagi dengannya, akus udah berjanji akan berada dibawah perintah Riei seumur hidupku, ini adalah kesempatan terakhirku untuk hidup, dan aku tidak ingin menyia-nyiakan nyawaku lagi", ucap Ara
"setelah melihat kematian Alexa dan Nicolas yang mengenaskan, sepertinya aku setuju dengan ucapanmu barusan", ucap Koko
"me too, sangat bodoh jika kau bertingkah lagi dan membuat Riri marah, aku yakin dia pasti akan mencincang tubuhmu untuk dijadikan makanan ayam", ucap Basree
__ADS_1
"teruskanlah berfikir seperti itu, jangan sampai kepalamu itu goyah hanya karena beberapa kata saja dari mulut orang lain, atau jika tidak kau benar benar akan dijadikan makanan ayam okeh nyonya Riri", ucap Varel sambil tersenyum
"menurut kalian kali ini nyonya muda itu akan memakai baju apa?", tanya Basree
"mungkin dia akan memakai gaun putih seperti saat menghukum suaminya itu", jawab Ara
"atau mungkin dia akan memakai style seperti saat membunuh Alexa?", tanya Koko
"kenapa aku merasa jawaban kalian tidak ada yang tepat ya?", tanya Varel
"ohiya, apakah benar tuan Dio juga ikut serta kali ini?", tanya Koko
"benar, dia akan turun tangan kali ini", jawab Basree
"ah aku benar benar tidak sabar ingin melihat tuan muda itu menghajar Zidan habis habisan", ucap Ara
"atau mungkin dia akan menghajar juniornya terlebih dahulu", lanjutnya
"ah membayangkannya sudah membuat bulu kudukku berdiri", ucap Basree
"benar, aku ikut merinding membayangkannya", sambung Koko
Beberapa menit kemudian, Riri datang kesana dengan penampilan barunya, membuat anggota nya itu menganga dan menatap kagum
"wah nyonya, kau benar benar cantik", puji Basree
"Ri, kau sangat cantik malam ini", puji Ara
"tutup mata kalian itu sebelum kucongkel dan ku pajang dikantorku", ucap Dio menatap tajam kearah Koko dan Varel yang sedaritadi memandang istrinya tanpa berkedip
"maaf tuan", ucap Koko dan Varel menunduk
"apakah mereka sudah sadar?", tanya Riri
"belum Ri, masih pingsan", jawab Ara
"kau sedang bekerja sekarang, berhenti memanggil ku dengan namaku", ucap Riri
"maaf nyonya", jawab Ara menunduk
"jaga dulu mereka, aku ingin bersenang senang sebentar", ucap Riri
"baik nyonya", jawab mereka serentak
"ayo mas, aku ingin berfoto foto dulu", ucap Riri menarik tangan suaminya itu
"sini mas fotokan", jawab Dio
Dio mengambil kameranya dan mengambil beberapa foto istrinya itu, dengan rambut panjang bergelombang berwarna biru yag mengkilap karena terkena flash kamera dan baju berwarna mint yang membuatnya semakin cantik dan sempurna
"you're perfect baby", ucap Dio lalu mencium bibir istrinya itu
.
.
mau Visualnya?
nih bonus dari author😗
__ADS_1