CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.12 Penolakan


__ADS_3

Didalam mobil Dio sesudah mengantarkan Riri


"aku seperti tidak asing dengan mamanya Riri, tapi siapa ya dia", ucap Dio yang berusaha mengingat sesuatu


"iya tuan saya juga begitu, seperti pernah melihatnya disuatu tempat", jawab Rendi


"kau benar, coba kau cari tau tentang orang tua Riri, aku merasakan sesuatu yang janggal disini", ucap Dio


"baik tuan", jawab Rendi


Scene berpindah ke Riri


Sesudah mengunci pintu, Riri mengambil tas nya dan mengemasi beberapa pasang baju dan juga baju sekolahnya, dia mengambil buku tabungannya dan juga hal hal penting lain yang diperlukannya


Dia mengganti pakaiannya dan membenahi penampilannya, setelah memakai sepatu, Riri keluar kamar membawa tasnya, pergi ke garasi dan menaiki sepedanya, dia pergi dari rumah


Dia menelusuri jalan dihari yang sudah gelap, air matanya tak kunjung berhenti mengalir, dan tanpa dia sadari, tangannya yang di perban kembali berdarah lagi


Riri berhenti sejenak dipinggir jalan, dia bisa merasakan sakit dari tangannya itu dan ingin beristirahat sebentar


Namun, tiba tiba seseorang memanggil namanya dengan pelan


"Riri?", ucap seorang laki laki yang perlahan duduk disamping Riri. Riri pun menoleh dan terkejut


"Z-Zidan?", ucapnya pelan


"Ri ini kau kan? kenapa dengan wajahmu ini?", ucap Zidan sambil memegang wajah Riri yang luka. Riri hanya diam menahan tangisnya


"mari kuantar pulang", ucap Zidan menarik tangan Riri, tapi berhenti karena Riri tidak begerak


"Kenapa Ri? kau ada masalah?", tanya Zidan yang hanya dibalas anggukan pelan dari Riri


"cerita padaku, ada apa hem?", tanya Zidan pelan


"tak apa, aku hanya rindu denganmu", jawab Riri pelan. "kau tak perlu repot mengantarku, aku gapapa, hanya sedikit luka", lanjut nya


"aku tau kau bohong", ucap Zidan


"makasih ya udah datang disaat begini, aku sedikit lega", ucap Riri tersenyum


"kalau kau butuh aku, telfon saja aku, aku pasti membantumu", ucap Zidan


"em, oke, makasih atas tawarannya, aku mau pergi dulu ya", ucap Riri lalu menaiki sepedanya


"hati hati ya Ri", ucap Zidan yang melihat Riri pergi


Riri disebuah gedung, dia disambut oleh satpam disana,


"pak tolong simpankan sepeda saya ya",, ucap Riri ke satpam


"baik bu", jawab pak satpam lalu pergi membawa sepeda

__ADS_1


Riri pergi ke lift dan naik ke lantai 7, dia membunyikan bel apartemen seseorang


"siapa?", ucap seseorang dari dalam


"Riri", jawab Riri, dan pintu langsung terbuka


"Riri? kau kah itu? kenapa bisa disini? ayo masuk", ucap pemilik rumah


"makasih Fikri", jawab Riri


"ini minum dulu", ucap Fikri sambil menyodorkan teh ke Riri


"iya makasih, aku kesini mau numpang disini bentar, boleh ga Fik?", tanya Riri langsung to the point


"kau mau tinggal disini? sebenernya sih aku bisa aja memberimu izin tapi nanti malam budeku datang kesini dengan anaknya, ga enak kan kalau mereka tau aku satu rumah dengan seorang gadis", ucap Fikri


",oh gitu ya Fik, yauda deh kalau begitu aku akan cari tempat lain, makasih ya tehnya, maaf aku ga minum, aku buru buru soalnya", ucap Riri langsung keluar apartemen Fikri


"hati hati Ri", ucap Fikri dari dalam


Riri mendatangi rumah teman touringnya satu persatu dan mereka tidak ada yang mau menerima Riri dengan berbagai macam alasan termasuk Sisi dan Selly, Riri merasa sangat kecewa padahal selama ini dia selalu membantu mereka.


Riri berjalan ke atap gedung apartemen Selly dan duduk sejenak, dia merasa lelah karena sudah berkeliling, sementara jam sudah menunjukkan pukul 12 malam


"tunggu saja kalian, beginikah yang dikatakan teman? kalian semua berfikir aku lemah? tunggu saja kejutan dariku", ucap Riri yang sudah kesal


Dia membuka handphone dan ternyata banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Dio. Riri menelfon seseorang,


 


Sementara dirumah, Ningsih dan Tio dikejutkan dengan barang barang yang jatuh dari lantai 1, mereka mengira itu adalah Riri, lalu berlari turun, tapi ternyata itu bukanlah Riri


"louis? kau mengejutkanku", ucap Tio


"louis kau lapar? tunggu ditempatmu ya aku akan membawa makanan untukmu", ucap Ningsih


"sini louis", ucap Tio sambil menggendong Louis


"meoww", jawab Louis


Jadi, Louis itu kucingnya Riri guys


"ma besok aku akan kesekolah Riri", ucap Tio


"aku akan ikut", ucap Ningsih


"kau jaga Jiah saja disana", ucap Tio


"Riri adalah anakku yang sebenarnya!! adalah hak ku sebagai mamanya untuk tau apa yang terjadi pada anakku yang selama ini ku abaikan hanya karena keserakahanmu!!", teriak Ningsih marah ke Tio


"andai saja kau tidak menerima kontrak itu, dan tidak serakah, Riri ga akan jadi seperti sekarang!!", teriak Ningsih marah dan pergi kekamarnya

__ADS_1


"aku akan memperbaiki dan mempertahankan semuanya, aku sudah sejauh ini, tak akan kubiarkan semua hartaku menghilang", ucap Tio


"Riri adalah senjataku yang masih harus kujaga", gumamnya


"hallo pa, papa dimana? kok belum pulang kerumah?", ucap seseorang ditelfon


"Jiah sayang, papa dan mama sedang ada beberapa masalah disini, kamu gapapa kan kalau papa tinggal sebentar, besok pagi papa akan datang terlambat dari biasanya, gapapa kan sayang?", ucap Tio


"dengan anak papa itu? kenapa besok harus terlambat? bukankah aku sudah memberi waktu hari ini untuk papa dan mama?", jawab Jiah kesal


"iya sayang, ada yang harus papa selesaikan, papa minta waktunya lagi ya Jiah, boleh ya?", ucap Tio


"ga boleh, papa dan mama hanya ada waktu untukku, ga boleh untuk orang lain, apalagi anak papa itu", Ucap Jiah marah lalu menutup telfon


"haloo Jiah? Jiah?", ucap Tio


"shitt!! Alexa akan marah jika mengetahui ini, semua akan berantakan", ucap Tio marah lalu melemparkan gelas yang ada didepannya


"Fariz kau carikan pembantu untuk bekerja dirumah yang di tempati Riri, besok subuh harus sudah ada disini dan membereskan semua kekacauan dirumah ini!!", ucap Tio marah ditelfonnya.


"baik tuan", ucap Fariz selaku bawahan Tio


 


Setelah 30 menit Riri menunggu, datang 2 orang lelaki yang merupakan bawahan Riri


"mari non, semua sudah dipersiapkan", ucap salah satunya


Riri dan 2 orang itupun turun dan menaiki mobil lalu pergi ke sebuah gedung mewah,


Didalam mobil


"berapa persen saham yang kupunya di perusahaan teman touringku?", ucap Riri


"rata rata nona punya sekitar 35% masing masing dari setiap perusahaan non", ucap Seorang lelaki yang sedang disamping penyetir


"baiklah itu sudah cukup, jika mereka bertingkah lagi dengan ku, tarik semuanya buat mereka kewalahan dan sita aset aset penting yang bisa kalian sita", ucap Riri yang sedang marah


"baik non", jawab sosok tersebut


.


.


maaf harus membuat kalian bingung ya guys, semua akan diperjelas satu persatu di episode episode selanjutnya


terima kasih sudah mampir


stay safety ya guys


bye bye >•<

__ADS_1


__ADS_2