
"aku sudah makan Ri, hanya saja ada yang ingin ku tanyakan denganmu",, ucap Fikri
"mau tanya apa? silahkan", ucap Riri mempersilahkan Fikri duduk didepannya, lalu dia juga duduk sofa
Mereka sekarang sedang berhadapan. Lebih tepatnya Fikri menatap Riri yang sangat antusias membuka makanannya itu.
"kenapa diam? tadi katanya mau nanya?", ucap Riri
"aku hanya sedikit rindu padamu, aku terus mencarimu selama setahun belakangan, aku merasa sangat bersalah padamu karena tidak mengizinkanmu menginap diapartemen ku malam itu, aku terus mencarimu di sekolah, dirumahmu, tapi aku tidak menemukanmu Ri, kau hilang begitu saja bagai ditelan bumi, aku khawatir Riri",, ucap Fikri dengan wajah yang terus menatap Riri
Riri tidak merasakan kebohongan di dalam ucapan dan juga mata Fikri, dia tau Fikri benar benar tulus kali ini.
"salah siapa bilang cinta ke aku, tapi masih main sama cewe lain, emangnya aku apaan?", batin Riri
"em iya, maaf aku ga ngasih kabar ke kalian semua, aku mendapat rekomendasi lulus lebih awal, aku terima itu karena aku ga tahan terus terusan dibully dan di injak injak disana, dan juga, untuk masalah malam itu, lupain aja, aku udah maafin kok", ucap Riri sambil makan
"aku benar benar kagum denganmu Ri, aku sungguh tidak menyangka jika kau menjadi CEO diperusahaan besar ini", ucap Fikri.
"tapi kok aku ga pernah ya liat wajahmu di televisi atau dimedia mana pun?", lanjutnya
"karena aku gamau diekspos, aku ga suka di ekspos, kau tau betul kalau aku sangat menjaga privasi ku, jadi mau bagaimanapun media memberitakan tentang perusahaanku, aku tidak akan mau di ekspos", ucap Riri
"oh begitu, baiklah, kau sekarang makin cantik, sangat berbeda auranya dari yang dulu",, ucap Fikri
"hahaha, biasa aja Fik, dan juga, perlu aku ingatkan kepadamu, bahwa aku sangat berbeda saat berada dikantor, jadi belajar membedakan diri, sebagai teman atau sebagai karyawanku", ucap Riri
"baiklah Riri, aku paham, tenang saja, oiya, lain kali kumpul lagi yuk, kami sudah lama nongkrong tanpamu", ucap Fikri
"em... nanti aku fikirkan, oiya, weekend depan mau ikut liburan denganku? aku ingin merayakan hari bahagia ku, aku mengajak anggota di departemenku, dan juga beberapa temanku yang lain", ucap Riri
"tapi aku training disini belum karyawan, memangnya boleh Ri?", tanya Fikri
"kenapa tidak? aku tidak membeda bedakan mau kau training atau karyawan tetap, asalkan sikap dan kinerjamu memuaskan bagiku, aku juga menghormati dirimu, dan kalian semua", ucap Riri
"baiklah, aku mau kalau begitu", ucap Fikri tersenyum senang
"dan karna kau adalah temanku, jadi pasti kau sangat tau apa yang tidak ku suka", ucap Riri
"iya tenang saja, aku akan tepat waktu", ucap Fikri, dia tau betul kalau Riri sangat benci dengan orang orang yang jam karet
"baiklah kalau begitu", jawab Riri
"yaudah kalau gitu aku permisi ya, habiskan makanan nya, kau selalu lupa dengan makanmu",, ucap Fikri
"iya, makasih ya udah bawain ini", ucap Riri tersenyum
"makin cantik aja dirimu Riri, ntah aku masih bisa berharap kepadamu atau tidak, aku tidak tau", batin Fikri
Riri memakan habis semua makanan yang dibawa Fikri, lalu kembali bekerja, Riri terus bekerja dengan sangat sibuk, dia terus mengejar targetnya. Bagi Riri sekarang, kesuksesan adalah cara terbaik dalam membalas dendam kepada orang orang yang dulu sudah meremehkannya.
Namun hingga detik ini tak ada satu pun kabar dari orang tua Riri, bahkan Riri sendiri tidak tau dimana keberadaan mereka, didalam lubuk hati Riri, dia sangat merindukan orang tua nya, dia sangat ingin bermanja manja dengan mereka seperti layaknya orang tua dan anak, tapi disisi lain, Riri masih trauma jika mengingat masa lalunya dengan ayahnya,
Bagi Riri tidak masalah jika mereka saling diam seperti sekarang, karena Riri punya prinsip, dia tidak akan menyentuh orang lain jika orang lain tidak menyentuhnya. Selama ayahnya tidak mengusik dirinya, tidak masalah baginya.
Tiap malam Riri selalu lembur dengan 2 sekretarisnya itu, bahkan hanya tidur saat jam 2 malam dan bangun jam 5 subuh, jika dia bosan, dia akan pergi ke ruang dancenya. Riri sekarang juga menjadi semakin kuat, dia tidak akan membiarkan orang lain merebut lagi apa yang sudah menjadi miliknya.
__ADS_1
Hari hari telah berlalu, hubungan Riri dan Dio juga semakin romantis, perusahaan yang ada ditangan mereka berdua juga semakin berkembang, bahkan melebihi target. Riri dan Dio selalu saling membantu, namun tetap menjaga privasi perusahaannya, karena bagaimana pun, mereka memegang dua perusahaan yang berbeda.
Hari ini adalah hari liburan yang telah dijanjikan Riri, mereka semua berkumpul diloby kantornya,
"Gerii!", teriak Riri
"ada apa non?", tanya Geri bingung
"bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menyiapkan mobil?", ucap Riri
"iya non, kan ini sudah siap non", ucap Geri bingung
"berapa lama kau bekerja denganku? hah?!", bentak Riri
"hah? kenapa non?", tanya Geri masih saja bingung
"apa itu yang menggantung? berani beraninya masang stella jeruk dimobilku?! kau mau membunuh ku?!", bentak Riri
Geri lalu sadar bahwa supir baru mereka yang menyiapkan mobilnya, padahal Geri sudah ingatkan kalau Riri sangat benci dengan stella, apalagi yang varian jeruk.
"duh mang edi gimana sih, padahal udah diingetin jangan pasang stella dimobil manapun, malah dipasang dimobil non Riri, kena sembur kan jadinya", batin Geri.
"saya akan siapkan mobil lain aja non, yang ini tidak usah dipakai, maaf ya non, yang menyiapkan ini supir baru, karena supir lama lagi sakit", ucap Geri
"ingin rasanya ku jambak rambutmu itu Ger", ucap Riri kesal
"maaf non Riri", ucap Geri pelan
Dio yang baru sampai, melihat Riri sedang marah marah langsung mendatanginya.
"ada apa sayang? masih pagi udh ngomel aja", ucap Dio.
"gabung dulu sana dengan karyawanmu, biar aku bicara dengan Geri", ucap Dio
Riri pun pergi menemui para anggotanya yang sudah lengkap. Sedangkan geri menceritakan detil kejadiannya. Dio tertawa mendengar itu, lalu menyuruh Geri memakai mobilnya saja untuk membawa Riri
"pakai mobil ku saja, kau yang bawa ya", ucap Dio
"baiklah tuan daripada saya kena sembur lgi", ucap Geri
Lalu Rara pun datang bersama dengan papanya
"Ririiii", teriak Rara turun dari mobil bersama papanya.
"Heiii Raraaa, I miss you guys", teriak Riri memeluk Rara
"I miss you too baby", ucap Rara tersenyum senang
Mereka memang lama tidak bertemu semenjak Rara pulang kerumahnya, tapi masih saling bertukar kabar sesekali.
"Riri? Rara? mereka kembar?", tanya Fikri bingung
"mana aku tau, gadis itu memang pernah datang kekantor beberapa hari lalu, tapi kami tidak tau siapa namanya", ucap Yuli
"lucu ya, bu Riri seperti punya kembaran",, ucap Natali
__ADS_1
"Riri Rara", ucap Adam tertawa
"om, gimana kabarnya? sehat?", tanya Riri menyapa Herman
"sehat Ri, kamu sendiri gimana? sehat kan?", tanya Herman
"alhamdulillah, sehat om, om Riri izin bawa Rara liburan ya, bolehkan om?", tanya Riri
"boleh, bawalah, kalau dia nakal, lapor dengan om ya", ucap Herman
"aku bukan anak kecil pa", ucap Rara
"haha baiklah kalau begitu, nikmati liburan kalian ya, baik baik disana, kalau ada apa apa kabari om juga ya Riri", ucap Herman
"om, gimana kabarnya?", ucap Geri menyalami Herman
"alhamdulillah sehat, kamu sendiri gimana?", tanya Herman
"sehat juga om", ucap Geri
"om titip anak om yang nakal ini ya, tolong kamu jagain dia", ucap Herman
"baik om, om juga hati hati ya", ucap Geri.
Herman tersenyum, lalu berpamitan dan pulang
"baiklah semuanya sini kumpul", teriak Riri memanggil semua orang
"mari kita berdoa sebelum perjalanan panjang kita, semoga selalu diberikan kesehatan dan keselamatan", ucap Riri
Setelah berdoa bersama, Riri membagi kelompok siapa siapa saja yang membawa mobil
Di mobil pertama ada Geri dan Rara duduk didepan, sedangkan Dio dan Riri dikursi belakang
Dimobil kedua ada Rendi dan Nita dibangku depan, sedangkan Natali dan Yuli dibangku belakang
Dimobil ketiga ada Harry dan Fikri dibangku depan, sedangkan Adam dan Hafiz dibangku belakang
Dimobil keempat ada mang edi dan mang didi, supir Riri dan Dio yang membawa mobil berisi barang barang mereka semua.
Perjalanan menuju Vila lumayan jauh, harus menempuh waktu hingga ±2 jam. Riri adalah orang yang sangat detail dalam segala hal, dia tidak akan melewatkan hal hal sekecil apapun dalam berbagai pekerjaannya.
.
.
.
Semoga liburannya nyenengin yah Riri,
nantikan terus episode selanjutnya :)
makasih udah mampir kesini :)
jangan lupa bunga mawar untukku ya :)
__ADS_1
stay safety semuanya :)
byebye >~<