CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.36 Munculnya Sosok Karina


__ADS_3

Pagi harinya mereka semua sudah bersiap siap dengan pakaian resmi mereka masing masing. Hanya Dio yang memakai baju santai karena dia hanya ingin menemani kekasihnya itu. Riri dan Rara sudah menyiapkan sarapan dimeja sejak pagi. Setelah sarapan bersama mereka pun berangkat kekantor dengan 2 mobil


Mobil yang pertama berisi Riri dan Dio, dan mobil kedua berisi Geri dan Rara yang duduk didepan, lalu Rendi dan Harry yang duduk di belakang


"kau kenapa Ra?", tanya Geri yang melihat Rara terus meremas jarinya


"aku sedikit gugup", ucap Rara


"kau tak perlu takut Ra, kau hanya harus menyimak saja, dan ingat, nona Riri sangat tidak suka jika ada yang mengganggu konsentrasinya, jadi duduklah manis, lalu jangan membuat keributan apapun",, ucap Geri pelan


"hanya saja Ra, perlu kami ingatkan, nona Riri sangatlah berbeda antara dikantor dan dirumah", ucap Harry


"iya Ra, jika kau dikantor dengan nona Riri itu sama dengan melihat sisi lain dari nona Riri", ucap Rendi


"iyaa, aku sudah mendengar semua cerita Riri, lalu perempuan itu? apakah sudah diusir? aku gamau dia membuat Riri menangis lagi", ucap Rara


"Nadya maksudmu? sudah, tenang saja", ucap Geri


Mereka semua pun sudah sampai dikantor Riri. Riri dan Dio berjalan berdampingan, sementara Rara bersama dengan para sekretaris mereka


"Geri, apa ruang rapat sudah siap?", tanya Riri


"sudah non", jawab Geri


"Kak, kakak dan yang lain masuklah keruanganku, tunggu disana sampai aku selesai meeting,, aku ingin mengadakan meeting sebentar dengan karyawanku", ucap Riri


"baiklah, hati hati ya, kendalikan kepalamu", ucap Dio


"em", jawab Riri tersenyum. "Geri, kau ikutlah dengan kak Dio, Harry, kau ikut dengan ku, kumpulkan para direktur dan juga ketua tim marketing", ucap Riri dengan muka yang langsung berubah menjadi dingin


Dio, Rendi, Rara dan Geri pun berjalan berlawanan dengan Riri


Semua karyawan Riri menyapa mereka, namun bertanya tanya siapakah gadis berpakaian putih yang ikut bersama dengan mereka juga dan juga, mengapa Dio yang merupakan seorang CEO diperusahaan lain datang kesini dengan baju santai?. Geri pun memanggil Nita masuk ke ruangan Riri


"Nita, tolong bantu Rendi mempersiapkan berkas berkas untuk meeting besar beberapa hari lagi ya, dia ini sekretaris pak Dio", ucap Geri


"baik, mari", ucap Nita tersenyum kepada Rendi


Jantung Rendi dan Nita tiba tiba berdegup kencang saat saling menatap, namun di buyarkan saat Dio berdehem


"ehem", ucap Dio


"ee ma-mari pak Rendi", ucap Nita gugup


 -_-_-_-_-_-_-_-_


Sementara Riri diruang meeting


"Killa, saya gamau tau ya, pokoknya target bulan depan harus 3 kali lipat dari bulan lalu", ucap Riri dingin


"baik bu", ucap Killa


"Nadia sialan!", batin Killa


"siapa bagian perekrutan karyawan baru disini?", tanya Riri dengan nada dingin


"saya bu", jawab Gigi


"Harry, siapkan 1 meja diruanganku untuk Gigi, dan Gigi, ambil barang barangmu, pindahkan keruanganku aku beri waktu 15 menit", ucap Riri


 -_-_-_-_-_-_-_-_-


Diruangan Riri


Sementara Dio, Rendi, Geri dan Rara menunggu diruangan Riri, dan menonton meeting Riri melalui laptopnya.


Rara melihat wajah Riri dengan sangat seksama


"kenapa Ra?", tanya Rendi


"wajah Riri, dia sangat berbeda disini, beda banget sama yang aku lihat tadi", ucap Rara


"bukankah sudah ku bilang, Riri dikantor dan dirumah sangatlah berbeda", ucap Geri.


"kalau kau adalah salah satu karyawannya, mungkin kau akan serangan jantung menghadapi Riri", ucap Dio tersenyum smirk


 -_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Diruang meeting


Setelah 15 menit, Harry dan Gigi kembali membawa berkas yang diminta Riri tadi


"bu Riri, ini berkas berkasnya", ucap Gigi menyodorkan berkas berkas itu

__ADS_1


"duduklah disampingku", ucap Riri sambil memeriksa berkas itu


"mulai sekarang, detik ini juga, saya sendiri akan ikut turun untuk merekrut para pelamar, saya gamau ada hama lagi diperusahaan ini", ucap Riri dingin sambil terus memeriksa berkasnya


"bu Riri, bu Riri ga perlu repot turun tangan, saya akan memperbaiki kesalahan saya", ucap Gigi


Riri menoleh tajam kearah Gigi


"jadi sekarang sudah ada yang berani mengaturku?", tanya Riri


"jawab!", bentak Riri menghentakkan meja, membuat seisi ruangan tersontak kaget


"ti-tidak bu", ucap Gigi gugup


"*kenapa harus dilawani sih", batin Harry


"bego banget setan, iyain aja udah, mancing mancing aja",, batin Zikri


"udah bagus bagus moodnya tadi, malah dipancing lagi", batin Lia


 -_-_-_-_-_-_-_-_-


Diruangan Riri


"Bego banget anjir, malah dilawani, goblog", ucap Geri geram


"bakal ngamuk dah tu keknya", ucap Rendi


"Serem juga ya, beda banget", ucap Rara


"bisa galak juga, tapi malah makin manis", ucap Dio


"itumah bukan apa apa Ra", ucap Geri


 -_-_-_-_-_-_-_-


Diruang meeting


"saya paling benci jika ada orang lain yang berani mengusik privasiku, jadi jika ada diantara kalian, pekerja diperusahaan ini, yang tidak ingin dibimbing dan mau suka suka nya aja, saya mengosongkan meja kalian kapanpun itu!", bentak Riri


"saya ga butuh manusia sampah seperti kemarin, dan saya ga akan biarkan lagi ada orang lain meremehkanku, kalian sudah sangat ku manja", ucap Riri


"dan kamu Gigi, sekali lagi kamu lancang ke saya, saya terima surat pengunduran diri kamu detik ini juga! paham!", bentak Riri dengan tangan menghentakkan ke meja


"mulai sekarang jangan panggil saya Riri, panggil aku Karina!", bentak Riri


"baik bu Karin", ucap mereka serentak


"hanya orang orang terdekatku yang boleh memanggil Riri", ucap Riri


"untuk kamu Killa! dan juga untuk semuanya, jika saya menemukan lagi hama seperti kemarin didalam naungan kalian, maka kalianlah yang akan menanggung akibatnya!", ucap Riri


"baik bu", ucap Killa


Riri kembali duduk dan membaca laporan dari Zikri, laporan dikantor selama Riri tidak ada. Mata Riri membulat seakan mau melompat keluar dari tempatnya


 -_-_-_-_-_-_-_


Diruangan Riri


"keknya bakal meledak tu", ucap Rendi


"hitungan detik", ucap Geri


"apanya meledak?", tanya Rara bingung


"kamu harus makan banyak sayangku, energimu sangat mengerikan ternyata", ucap Dio


"padahal tuan juga begitu", gumam Rendi


"apa?", tanya Dio melotot


"ti-tidak tuan, tidak ada apa apa", ucap Rendi gugup


 -_-_-_-_-_-_-


Diruang meeting


"Apa ini semua?!!", teriak Riri melemparkan laporan yang di tangannya


"begini cara kerja kalian kalau tidak ada saya?!", bentak Riri memukul meja dan melotot ke arah direktur


"Zikri!! jelaskan ke saya!", ucap Riri

__ADS_1


Zikri menjelaskan panjang lebar kepada Riri bahwa sebenarnya penggelapan dana yang dilakukan Yudi bukan hanya seorang diri, tapi juga dibantu Nadya dan ada 2 orang lagi yang membantunya, dan ini lah yang membuat Riri semakin marah, tapi kali ini lebih mengerikan daripada bentak bentak atau teriak teriak


Riri hanya diam meremas kertas yang ada ditangannya dengan ekspresi wajah yang datar tapi seakan akan bisa menelan manusia hidup hidup


 -_-_-_-_-_-_-


Diruangan Riri


"bersyukur banget aku ga ikut meeting", ucap Geri


"kenapa Ger?", tanya Rendi bingung


"biasanya kalau sudah diam begitu, artinya nona Riri sendiri yang bakal turun tangan tanpa bilang bilang siapapun, bahkan termasuk aku dan Harry", ucap Geri


"hebatnya kekasihku", puji Dio tersenyum puas


"pasti pelakunya udah dag dig dug tak menentu", ucap Rara tertawa


 -_-_-_-_-_-_-


Diruang meeting


Riri masih meremas kertas yang ada di tangannya. Dia sangat ingin membunuh orang lain rasanya


"Zikri", ucap Riri pelan


"i-iya bu?", jawab Zikri


"saya beri waktu 3 hari dan kamu bawa kehadapanku dalang dibalik ini, atau kuanggap kau sudah bosan bekerja denganku", ucap Riri tersenyum, tapi senyum ini justru malah terkesan menakutkan


Gleg!


Zikri menelan ludah nya mendengar ucapan Riri


"*mampus ga tu, langsung kosong mejanya", batin Harry


"tolong akuuuu!!!!!", teriak Zikri dihatinya*


"baik bu", jawab Zikri


"saya mau melihat sejauh mana kemampuan dsn kekuatan kamu sebagai direktur, Zikri", ucap Riri pelan sambil tersenyum, bukan manis justru terkesan mengerikan


"silahkan kembali ke pekerjaan kalian masing masing, rapat selesai", ucap Riri meninggalkan ruangan dan menutup pintu dengan keras


"tolongggg!!!!",, teriak Zikri pelan


"sabar ya pak Zik, posisi kita sama", ucap Killa


"kalo bukan gara gara Nadia sialan itu, ga bakal kita begini", ucap Lia


"aaarrgghhh mommyyyy", rengek Zikri


Sementara Riri kembali keruangannya dengan wajah yang masih dingin. Tak ada yang berani menegurnya, karena paham Riri bakal meledak. Riri melepas jas nya dan terlihatlah dia memakai gaun pendek se paha dan atasan dengan lengan kecil, se tali lebih tepatnya


Dio, Rendi, Geri, menelan ludah melihat Riri. Bahkan Rara juga terpesona dengan lekuk tubuh Riri yang sangat indah dan menawan


"Geri, ambilkan aku air dan juga macaron ku, cepat", ucap Riri masih dengan wajah kusutnya


"baik non", ucap Geri lalu berlari keluar ruangan


Dio hanya bisa memandangi Riri dari sofa, dia hafal betul sifat Riri yang sedang tak ingin diganggu.


"matamu mau ku congkel?", bisik Dio ke Rendi yang sedaritadi tidak berkedip melihat Riri. Dio pun meremas kuat paha Rendi


"ma-maaf tuan", bisik Rendi menahan sakit


"cantiknya Riri", gumam Rara


.


.


.


Dio bisa cemburu juga ya


Nantikan terus episode selanjutnya ya guys :).


makasih udah mampir kesini ya :)


jangan lupa sekuntum bunga mawar untukku ya :)


bye bye >~<

__ADS_1


__ADS_2