
Joi dan Rendi melajukan mobilnya kecafe tempat Dio dan gadis itu berada. Sesampainya disana Joi melihat Dio yang sedang tertawa ria dengan gadisnya
Tanpa aba aba Joi datang menghampirinya dan langsung menghantam Dio hingga tersungkur kelantai, ini membuat Pricilla terkejut dan ingin menolong Dio, tapi Rendi menahannya dan menariknya paksa untuk masuk kemobil. Pricilla tidak bisa melawan, tenaganya kalah kuat dengan Rendi
Sementara Dio masih bingung dengan kakaknya yang tiba tiba menghantamnya
"ada apa denganmu kak? kenapa tiba tiba memukulku?", tanya Dio kesal
"kau mau tau ada apa? begitu? ikut aku", ucap Joi menarik paksa Dio, namun Dio melawan dan mencoba memukul Joi
Tapi tenaganya kalah kuat dengan Joi, karena Joi sudah sangat marah, sedangkan Dio sudah setengah sadar. Joi menarik paksa adiknya itu dan melemparkan Dio masuk kedalam mobil
Joi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
"Pricilla, kau juga perempuan, bagaimana bisa kau mencoba merebut kebahagiaan milik perempuan lain?", ucap Joi dengan nada marah penuh penekanan
"Dio tidak mencintai Riri, dia bahkan menciumku lebih dulu tadi, dan kemarin, dia juga membalas ciumanku, dia masih mencintaiku, hatinya tidak sepenuhnya untuk gadis itu", ucap Pricilla dengan santainya
Dio baru tersadar saat mereka menyebut nama Riri, namun kini kesadarannya itu tidak ada gunanya lagi, dia sudah tertangkap basah
"kak, kak maafkan aku kak, aku diluar kesadaran melakukan ini kak, maafkan aku, tolong jangan laporkan ini pada Riri", ucap Dio memohon
"haha kau berusaha membujukku? sepertinya kau salah, bukan aku yang akan melaporkanmu ke Riri, tapi Riri sendiri yang melaporkan ini semua ke aku", ucap Joi tersenyum
"maksudmu kak?",, tanya Dio
"kau akan tau nanti saat dirumah, kau memang adikku, tapi aku akan berpihak kepada gadis kecilku itu, selain karena kau menyakiti Riri, juga juga membunuh calon anak kalian karena perbuatan hina mu ini, kau bahkan mencoret wajah papa dihadapan besannya, benar benar bajingan", ucap Joi
Dio menganga, dia meraup kasar wajahnya
"tidak ada gunanya menyesal", ucap Joi
Beberapa menit kemudian mereka sampai dimansion mewah milik Riri, Dio segera turun dan berlari masuk, sementara Pricilla berjalan perlahan masuk kesana
Rendi membawa Pricilla kehadapan keluarga, sementara Dio berlari kekamarnya
"Dio!!", teriak Hardi, tapi Dio tidak memperdulikan itu dan terus berlari menuju kamarnya
Hardi ingin mengejarnya, tapi Shila menahannya
"biarkan dulu pa, bagaimana pun juga ini urusan rumah tangga mereka", ucap Shila yang membuat suaminya mengurungkan niatnya itu
Sementara itu dikamar Riri, terlihat Riri yang sibuk memasukkan barang barangnya kedalam koper, Jiah sudah kembali kekamarnya dan mempersiapkan tas ransel kecil, lalu turun kebawah
Dio melihat istrinya yang sedang mengemasi barang barangnya itu, dia mengunci pintu kamarnya dan mengantongi kuncinya
"Sayang maafkan aku, itu diluar kendaliku, maafkan aku", ucap Dio berusaha menahan Riri
Tapi Riri hanya diam dan tidak kunjung berhenti memasukkan barang barangnya, Dio menutup koper itu dan berusaha memeluk Riri, namun tenaga Riri berhasil melawan Dio dan melepaskan pelukannya
Riri terus menangis, sedangkan Dio menahannya, terjadi perkelahian antara sepasangan suami istri itu, hingga akhirnya tenaga Riri kalah lalu Dio mencampakkan Riri ke atas ranjang
Riri meringkuk dan menangis, Dio mendekatinya dan memeluk istrinya itu
__ADS_1
"maafkan aku sayang, aku mohon, maafkan aku", ucap Dio
"talak aku sekarang", ucap Riri
"tidak, tidak akan", ucap Dio
"talak tiga, talak aku sekarang, aku sungguh tidak sudi melihat wajahmu apalagi disentuh olehmu", ucap Riri menatap Dio dengan tatapan benci
"aku tidak akan melakukannya, aku mencintaimu", ucap Dio.
"cinta? haha. Sepertinya kau hanya menjadikanku sebagai penghangat ranjang, dan pemuas nafsumu, aku melayanimu setiap malam, memuaskanmu, memberikan mahkotaku, tapi ternyata, didalam hatimu masih tersimpan gadis lain, cinta pertamamu", ucap Riri
"maafkan aku", ucap Dio memelas
"kau marah saat melihat Zidan berusaha membujukku untuk balikan, tapi kini? didepan mataku, kau bercumbu mesra dengan cinta pertamamu? luar biasa", ucap Riri lalu menghapus air matanya
"masuk akal juga saat kau mengatakan aku gendut dan mengolok tubuhku yang masih hamil anakmu kemarin, ternyata malamnya kau bertemu kembali dengan gadis pujaan hatimu yang pergi begitu saja beberapa tahun lalu", ucap Riri
"maafkan aku, bukan itu maksudku sayang", ucap Dio
"aku rasa, anakku didalam perut mengetahui kelakuan bejad ayahnya, oleh karena itu dia memilih pergi lebih dulu ke surga daripada lahir kedunia ini dan bertemu denganku", ucap Riri yang menangis
"sayang jangan bicara seperti itu", ucap Dio berusaha memegang tangan Riri tapi ditolak oleh istrinya itu
"lalu? aku harus bagaimana? aku harus senang saat melihat suamiku selingkuh?", tanya Riri
"tidak, maafkan aku Riri maaf, aku sungguh minta maaf", ucap Dio berlutut dihadapan Riri
"kau tidak akan pernah aku lepaskan, kau istriku sampai kapanpun", teriak Dio
Riri berusaha membuka pintu itu, tapi terkunci. Dio mendekatinya
"kau tetap istriku, aku tidak akan melepaskanmu", ucap Dio berusaha mendekati Riri
Namun tanpa diduga, Riri mengeluarkan pistol dan menembakkan peluru kearah Dio
Dor!!
Dor!!
Dor!!
Dor!!
Riri terus menembak kearah Dio, tapi dia sengaja mempelesetkan tembakannya
"jika kau tidak ingin melepaskanku, maka aku yang melepaskanmu", ucap Riri
Riri mengambil kunci cadangan miliknya dan membuka pintu kamarnya, lalu menarik kopernya dan berjalan pergi
Dio mengejar Riri, namun Riri lagi lagi menembak kesembarang arah kearah Dio, Riri berjalan mundur sedangkan Dio maju mendekati istrinya
Semua orang yang mendengar suara tembakan berlari menuju suara itu, mereka melihat Riri yang berjalan mundur dan menodongkan pistol kearah Dio
__ADS_1
Sedangkan Dio terus melangkah maju hingga Riri mendekati tangga
"Dio berhenti!!", teriak Joi
"aku tidak akan melepaskanmu, aku mencintaimu, kau istriku",, teriak Dio
"aku bukan lagi istrimu semenjak kau berani menyentuh wanita lain selain tubuhku",, teriak Riri yang terus melangkah mundur
"Dio hentikan langkahmu!! kau bisa mencelakai Riri!!", teriak Joi dari bawah tangga
"itu diluar kesadaranku, dia menciumku lebih dulu",, teriak Dio lagi
"itu diatas kesadaranmu! kau juga membalas ciumannya bahkan tadi kau menciumnya lebih dulu!! jangan berani memainkan playing victim didepanku!!", Teriak Riri
"tidak bisakah kita melupakannya dan menganggap itu hanya sebuah kesalahan? jika kau diam dan menerima ini, lalu memaafkanku, rumah tangga kita tidak akan seperti ini", ucap Dio pelan
Ucapan itu berhasil memancing amarah Riri
"bajingan!!, kau fikir aku wanita rendahan seperti gadis itu? aku tidak akan sudi berbagi suami dengan wanita lain!! berani sekali kau bicara seperti itu padaku", teriak Riri dengan amarahnya yang semakin menjadi jadi
Riri lalu berjalan maju dan terus menembak kearah Dio, kali ini Dio yang mundur. Riri kehabisan peluru, hal itu membuat Dio tersenyum, tapi Riri tidak kehabisan akal.
Riri dan Dio berkelahi secara fisik seperti Riri berkelahi dengan musuhnya saat dimarkas Alexa. Mereka terus berkelahi hingga pada akhirnya Riri berhasil melumpuhkan Dio, dia menodongkan pisau dileher Dio
Semua orang terkejut melihat aksi sepasang suami istri itu,
"kau tidak akan bisa membunuhku Riri, kau mencintaiku", teriak Dio
Riri lalu terdiam, dia teringat percakapan mereka berdua beberapa minggu lalu
"sayang apakah kau lupa kalau aku pernah membunuh musuhku dengan tanganku ini? jangan buat aku kesal", ucap Riri
"kau tidak akan membunuhku, aku ini suamimu dan kau mencintaiku, dan aku tau itu", ucap Dio tersenyum lalu mengedipkan matanya sebelah, dia berjalan mendekati Riri
Tubuh Riri melemas lalu perlahan melepaskan suaminya itu, sedangkan Dio langsung memeluk Riri dan melemparkan pisau itu kebawah, Dio memeluk erat tubuh Riri yang semakin lemas
"Geri, tarik lagi surat cerai itu, aku tidak akan menandatanganinya, aku tidak akan melepaskan istriku", teriak Dio memeluk Riri dengan erat
Geri bingung harus apa, sementara Riri tidak lagi menunjukkan perlawanan
"saya harus bagaimana tuan?", tanya Geri bingung, dia bertanya kepada Hardi dan Tio
"lakukan saja, kita tidak boleh mencampuri urusan mereka, dan untuk gadis itu, bawa dia pergi dari sini, jangan sampai terbesit di pikiran Riri untuk melampiaskan amarah kepadanya", jawab Tio
"Tio, ikutlah kerumahku, kita bicarakan ini dirumah ku, aku benar benar tidak tenang", ucap Hardi
"baiklah, kita tinggalkan mereka berdua", ucap Tio
"bawa gadis ini, aku harus bicara dengannya", ucap Shila
"baiklah", jawab Hardi
Mereka semua pergi dari rumah Riri, meninggalkan sepasang suami istri itu menyelesaikan masalah mereka
__ADS_1