
Besok adalah hari ulang tahun Riri yang ke 18 belas. Pagi ini Riri bangun dengan ide yang tiba tiba datang ntah darimana. Riri menelfon Geri pagi ini
"Hallo Ger...", ucap Riri dengan suara berat dan mata masih terpejam
"Iya nona, ada apa non? Nona sakit ya? kok suaranya begitu non?", tanya Geri panik mendengar suara Riri
"diamlah, aku sehat, hanya baru bangun saja", ucap Riri kesal masih dengan suara yang sama
"yasudah kalau begitu nona istirahat saja, kantor biar saya dan Harry yang nge handle non", ucap Geri
"no, aku justru menelfonmu supaya kau memberi informasi kepada para direktur, manajer, ketua tim, agar mengadakan Rapat pagi ini jam 9, sampai kan itu ke mereka", ucap Riri yang mulai sadar
"baik nona, tapi rapat apa non?", tanya Geri
"ada aku sudah mengirimi mu email tadi malam, silahkan kau dan Harry baca itu, lalu kalian persiapkan semuanya, aku gamau kalian plonga plongo diruang rapat", ucap Riri
"baik nona", jawab Geri
"ohiya Ger, sediakan sandwich dimejaku ya dan suruh Harry yang memasak, aku gamau beli, aku mau buatan dia", ucap Riri lalu menutup telfonnya
Riri pun bangun dan bergegas mandi, sebelum mandi dia bersiap siap dan memilih baju nya, setelah cukup lama berdilema, akhirnya dia pun memutuskan, lalu mandi
Sementara Geri yang masih diapartemennya dibuat kelagapan karena tugas dari nonanya itu
"astagfirullah, masih pagi udah ada ada aja tugasnya", ucap Geri
Geri berjalan masuk ke kamar Harry, karena mereka 1 apartemen
"Har, kau disuruh memasakkan sarapan sandwich untuk nona Riri", ucap Geri
"kau gilaa?!! aku?!!", teriak Harry
"diamlah kau dan cepat bersiap, kita juga akan ada meeting dadakan pagi ini jam 9 dan harus menyerap materi secepatnya yang sudah dipersiapkan nona Riri diemail ku", ucap Geri
"anjir!! gila kali yak!", teriak Harry melihat jam dinding sudah pukul 5.30 dia berlari kekamar mandi dan bergegas mandi
"dia memang sudah gila semenjak pertama kali bertemu dengan kita, jadi tidak perlu terkejut, cepatlah mandimu dan masakkan sarapan untuknya, aku akan menunggu", teriak Geri ke arah kamar mandi
"iyaa!!", sahut Harry dari kamar mandi
Geri mengambil laptopnya dan mengecek email yang dikirim Riri
"padahal di kantor punya wakil CEO, tapi kenapa semua pekerjaan ini selalu aku dan Harry yang mengerjakan? lalu apa fungsi wakil CEO dikantor?", omel Geri sambil melihat email dari Riri
Setelah selesai mandi, Harry langsung memakai pakaiannya dan memasak sarapan untuk nonanya itu, juga untuk dirinya dan Geri. Setelah selesai dia meletakkan sarapannya disebuah tempat bekal lalu mempersiapkannya dimeja
"apa yang dikirim nona Riri?", tanya Harry sambil menyodorkan sarapan ke Dio
"aku sangat terkejut melihat ini, dia mengerjakan semua ini sendirian Har",, ucap Geri sambil mengunyah
"maksudmu?", tanya Harry bingung lalu mengamati laptop Geri
"ini?! kok bisa?! wah hebatnya dia", puji Harry yang kagum atas pekerjaan Riri
Karena Riri mengumpulkan bukti bukti atas perlakuan tidak enak yang diterima beberapa karyawan Riri kesesama karyawan juga, ada yang saling menindas hanya demi mendapat perhatian dari Riri, ada juga yang mengumpat Riri dari belakang, dan lain lain
Riri mengumpulkan semua bukti dan telah menyusun nama nama nya. Geri dan Harry langsung bergegas kekantor setelah mengirimkan email dan pesan kepada orang orang yang sudah dipesankan Riri tadi
Sesampainya dikantor, mereka langsung masuk ke ruangan Riri dan betapa terkejutnya melihat Riri sudah duduk manis dikursi kerjanya
"haii", sapa Riri melambaikan tangan.
"pagi nona", sapa Geri dan Harry,
__ADS_1
Mereka bingung kenapa Riri ada disini sepagi ini? padahal masih jam 7, dan saat melihat kearah sofa, sudah ada Lia yang sedang berkutik dengan laptopnya.
"bergabunglah dengan Lia, aku sudah menjelaskan ke Lia, kalian bisa tanya apapun ke dia, aku tau sekarang ada banyak pertanyaan di kepala kalian", ucap Riri.
"baik non, ini bekalnya nona", ucap Harry memberikan sandwich yang diminta Riri
"makasih ya udah mau buatin", ucap Riri tersenyum manis
Dari Lia, mereka sudah mendapat jawaban dari semua pertanyaan mereka. Riri menikmati sarapannya dan sedang menelfon kekasih tercintanya.
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 9, Riri dan 3 sekretarisnya itu sedang menuju ruang rapat sekarang, sementara suasana di ruang rapat menjadi tegang, karena pasti ada kesalahan yang dilakukan diantara mereka, bahkan sampai melibatkan para ketua tim yang biasanya tidak ikut serta dalam meeting seperti ini
Ceklekk!
Pintu terbuka, muncullah sosok Riri yang begitu badas dan menawan, sudah menjadi suatu kode, jika Riri memakai pakaian hitam, itu artinya akan ada kejadian buruk menimpa mereka.
"selamat pagi", ucap Riri datar
"selamat pagi juga bu Riri", sahut mereka semua
"maaf sebelumnya jika mengumumkan rapat ini secara dadakan, ada hal penting dan tidak penting yang akan saya bahas disini. Jika ada yang memiliki jam kerja lebih sibuk daripada saya silahkan keluar", ucap Riri dengan tenang
Tak ada yang bersuara ataupun bergerak
"baiklah kalau begitu, saya akan tunjukkan kejutan pertama", ucap Riri menekan remote di tangannya
Perlahan terbukalah dinding sebelah kanan dan belakang diruangan itu, dan ternyata sudah ada para karyawan dari departemen Riri dan juga bagian marketing, suasana menjadi semakin tegang, jantung mereka berdegup kencang tak karuan
"pertama, jawablah dengan jujur, jika kalian merasa berbuat, maka berdirilah... Siapa diantara yang 'merasa' pernah mencoba meracuni saya?", tanya Riri dengan tenang
Semua nya terkejut dan saling menatap satu sama lain
"baiklah, tidak ada yang mengaku?",, tanya Riri, tapi tak ada yang menjawab
Zikri adalah Direktur Utama diperusahaan Riri, tepatnya adalah penerus posisi pak Yudi yang sebelumnya sudah dipecat Riri
"kok aku? aku ga ada salah apa apa bu, ya ampun", teriak batin Zikri
"saya bu", jawab Zikri
"sini", ucap Riri pelan. Zikri berjalan mendekati Riri dan berdiri disamping kanan Riri
"Geri Harry Lia, sini", panggil Riri masih dengan suara yang tenang
Semua manusia diruangan itu serasa mau lepas jantungnya, tidak ada yang tau dengan rencana Riri
"*wah kok jadi aku?", batin Lia
"ini sebenernya ada apa sih, jantungku mau lepas", teriak batin Harry*
"Zikri, aku telah menangkap basah sekretarismu kemarin sedang membully salah satu pekerja disini, em OG maksudku", ucap Riri
"be-benarkah bu? saya benar benar tidak tau bu, maaf bu, saya minta maaf", ucap Zikri seraya menundukkan kepalaanya
"sebenernya Zik, kamu ga perlu minta maaf ke saya, tapi saya harus minta izin ke kamu agar saya memberhentikan sekretarismu itu, saya ga terima dengan perlakuan dia, selama saya memimpin, hal yang paling saya utamakan, adalah sopan santun terhadap sesama baik itu kepada atasan ataupun bawahan, jadi saya minta izin ke kamu untuk memberhentikan hama yang satu ini", ucap Riri
"baik bu, ibu tidak perlu izin ke saya", ucap Zikri
"aku perlu izin darimu, karena ini sebenarnya adalah jatahmu bukan jatahku", ucap Riri
"baiklah, kalau begitu, kamu silahkan pilih salah satu diantara 3 sekretaris saya, sebagai pengganti sementara posisi sekretarismu itu", ucap Riri..
3 sekretaris itupun kaget bukan main, tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa
__ADS_1
"saya pilih Geri bu", ucap Zikri menatap Geri. Riri ikut menatap Geri, lalu berjalan pelan mendekatinya
"kamu mau?", tanya Riri
"apa saya punya pilihan bu?", tanya Geri
"tidak", jawab Riri datar
"kalau begitu saya pasrah bu", jawab Geri
"baiklah Zikri, sekarang saya berikan... Lia sebagai pengganti sementara posisi sekretarismu", ucap Riri
Mereka bertiga terkejut, dan juga bingung
"loh bu kan saya tadi bilang Geri", protes Zikri
"Geri dan Harry itu adalah milik saya yang tidak boleh diganggu gugat, jadi silahkan ambil Lia sementara, dan kembali duduk", ucap Riri
"dan aku juga ingin menyampaikan kekalian semua, aku tekankan sekali lagi, bersikaplah jujur jika bekerja denganku, jangan seenak jidat kalian aja seolah kalian pemimpin disini, aku tidak akan mentoleran jika ada perudungan lagi di perusahaan ini, aku akan memotong bagian yang busuk sebelum menjalar kebagian lain", ucap Riri
"aku sudah menyiapkan surat surat pemecatan dan ada namanya juga disini, Zikri, nanti kau berikan ini kepada manusia yang namanya tercantum disini, jika dia bertanya apa alasannya, suruh saja dia buka amplop itu", ucap Riri lalu memberikan semua amplop yang berukuran sedang yang sudah tercantum nama nama mereka disitu
"dan juga aku ingin kalian semua ikut bekerja sama dalam marketing agar omset kita bisa bertambah lebih lagi dari sebelumnya,
bulan lalu aku sudah mengamati dan banyak peningkatan dari kalian, aku turut bahagia atas ini", ucap Riri
"kalian bantu juga lah bagian marketing sedikit sedikit saja, tidak perlu berlebihan, bantu mensupport saja juga tidak apa apa", ucap Riri tersenyum
Semua orang diruangan itu lega melihat senyum Riri
"dan untuk bagian marketing, terima kasih banyak atas kerja kalian yang sangat bagus, teruskan dan tingkatkan kinerja kalian ya, aku bangga pada kalian, dan sebagai ucapan terima kasih, aku akan memberi hadiah kepada kalian", Ucap Riri lalu menekan tombol di remotenya dan keluarlah amplop coklat (isinya duet tentunya) dari dalam meja tim marketing
"ambillah untuk kalian semua, ini adalah ucapan terima kasih atas kinerja kalian, jika kalian terus mengalami peningkatan seperti ini, kemungkinan besar, gaji kalian akan naik", ucap Riri
Mereka sangat senang, karena setelah sekian lama bekerja, baru ini kali pertama mereka menerima hadiah dari CEO atas pekerjaan mereka itu.
"terima kasih bu Riri", ucap Mereka serentak
"kami begini juga karena bimbingan dari ibu, bu Riri selalu ikut serta dalam kegiatan kami dan membimbing kami sampai bisa seperti ini", ucap ketua tim marketing
"tak apa, nikmatilah, aku selalu membalas semua perbuatan, baik itu baik ataupun tidak baik,ya walaupun yang aku berikan tidak banyak", ucap Riri tersenyum
"dan maaf karena membuat meeting dadakan ini", lanjutnya
Tiba tiba ada yang nyeletuk dari bagian tim marketing
"udah kerja keras, masa hadiahnya cuma 500 ribu, pelit amat jadi bos", suara itu pelan tapi berhasil membuat seisi ruangan terdiam saat mendengarnya
.
.
.
Gatau diri banget ya, bukannya makasih malah gitu ngomongnya, :)
nantikan terus episode selanjutnya ya guys :),
makasih udah mampir kesini,
stay safety ya semuanya :),
byebye >•<
__ADS_1