CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.21 Cari Mati


__ADS_3

*Flashback on*


Ketika menunggu diruang VIP, Riri menelfon Geri


"Ger, kumpulkan semua bukti bukti bahwa aku dibully disekolah dan semua identitas pelakunya juga, dan juga beberapa cuplikan cctv di resto AA yang akan kukirim sekarang juga, semua harus ada di mejaku sebelum jam 2 siang", ucap Riri langsung memutus panggilan tanpa mendengar jawaban Geri. Dia juga langsung mengirimkan cuplikan di Restoran tempat dia dihina Ara


"Harry, selidiki tentang direktur utama diperusahaan kita, jika ada yang menyimpang dari tugasnya, segera siapkan laporannya dimejaku, detik ini juga, aku gamau mendengar penolakan darimu", ucap Riri langsung memutuskan telfon


Mata Riri dipenuhi api amarah saat ini, dia juga memanggil pelayan untuk membawakan minuman kaleng dingin untuknya. Riri menenggak minuman itu hingga habis lalu meremas botol kaleng itu hingga tak berbentuk botol lagi


Pemandangan mengerikan seperti ini dilihat oleh para anggota Riri diruangan itu. Tak ada yang berani buka suara, hanya saling tatap dan berdoa semoga tidak menjadi sasaran amarah Riri


Hingga akhirnya pintu terbuka


*Flashback off*


Sementara Geri dan Harry yang sedang makan di kantor terkejut saat bosnya memberi dua tugas yang berbeda. Mereka berlari kalang kabut mengerjakan tugas dari nona muda nya itu, karena mereka tau suasana hati Riri sedang dalam mode singa jadi tak ada yang berani membantah


"sepertinya ada yang memancing amarah nona Riri", ucap Geri sambil berlari


"bukankah sudah jelas dia marah?! kenapa kau malah bilang sepertinya, Ger!", ucap Harry kesal yang juga sedang berlari


"tapi kenapa dengan direktur? apa hubungannya?", tanya Harry


"aku selalu bersamamu sejak pagi, apa yang harus kujawab saat aku tidak tau apa apa Harry?!", jawab Geri kesal


"apa jangan jangan...", ucap Geri dan Harry serentak didalam lift


"cepat kerjakan tugas kita masing masing sebelum ada singa menelan kepalamu", ucap Geri berlari ke mejanya


Sementara Riri sudah berangkat dengan mobil ke arah kantor, dengan supir juga tentunya karena Riri belum mengurus SIM jadi dia belum boleh bawa mobil


Riri berjalan dengan langkah lebar. Tergambar dengan jelas api amarah dimatanya, tidak ada yang berani menyapa Riri, mereka hanya menunduk tanda memberi salam


Sementara Geri dan Harry sudah ada diruangan Riri. Geri sudah selesai dengan pekerjaannya hanya tinggal menunggu rekaman CCTV yang dimaksud Riri tadi, dia juga membantu Harry. Mereka berdua terkejut ketika mengetahui kalau direktur mereka suka sekali memecat orang lain dengan sembarangan/tanpa sebab, dan juga melakukan penggelapan uang


Ting!


Rekaman CCTV itu masuk ke laptop Geri, dan betapa terkejutnya mereka melihat bosnya dilecehkan begitu di restoran miliknya sendiri


"gila, pantas saja nona Riri marah", ucap Harry


"aku rasa ini akan menjadi amarah yang besar", ucap Geri.


"bukan hanya perasaanmu saja, ini sudah jelas!", ucap Harry kesal


Tiba tiba pintu ruangan Riri terbuka dengan kasar, dan muncul sosok Riri yang dimata nya menyala api amarah


"mati kita kalau salah sedikit saja", bisik Geri


"kau benar", jawab Harry


"sudah selesai?", tanya Riri dingin


"sudah non, bisa nona cek sendiri", ucap Geri

__ADS_1


Riri membaca berkas berkas yang dipersiapkan Harry. Lalu tersenyum smirk


"jam berapa ini?", tanya Riri yang masih membaca berkas itu


"jam 13.45 non", jawab Harry


"Ger jaga pintu, jika jam 14.00 pak Yudi tidak masuk keruanganku, kosongkan meja nya detik itu juga", ucap Riri


"dan juga, jika dia datang, kalian keluarlah dan jaga pintu, buka sedikit pintu itu agar mereka yang diluar mendengar suaraku", ucap Riri


"Baik non", ucap Geri dan Harry serentak dan berlari kearah pintu


Para karyawan Riri memutuskan untuk tidak makan dan hanya membawa cemilan ringan untuk dimakan. Nita juga membawakan Macaron kesukaan Riri agar diberikan ke Riri sesudah amarah Riri mereda nanti


Mereka kembali kekantor, melihat jam sudah pukul 13.55 dan juga melihat Geri dan Harry berdiri dipintu ruangan Riri


"neraka akan datang", bisik Adam


"itu pantas didapat oleh direktur sombong itu", bisik Hafiz


"dia belum pernah saja melihat amukan amarah bu Riri", sambung Natali


"melihat matanya saja sudah membuat nyaliku ciut", bisik Nita


"mari kita duduk sebelum kita jadi mangsa juga", bisik Yuli. dan mereka semua duduk ditempatnya masing masing


Pak Yudi terlihat berlari mengarah ke ruangan Riri. jantungnya berdegup kencang lalu melangkah perlahan masuk ke ruangan Riri


Tak hanya diruangan Riri, tapi juga dikantor Riri suasana menjadi sangat tegang, jantung mereka semua berdegup sangat kencang


"kau sudah datang pak Yudi?", tanya Riri pelan


"apa kau tau kesalahanmu?", tanya Riri pelan


"maaf kan kesalahan putri saya bu, saya janji tidak akan ada lagi kejadian seperti tadi bu", ucap Yudi


"aku bertanya tentang kesalahanmu?!!", teriak Riri yang menggelegar hingga terdengar ke ruangan para anggota Riri. Mereka semua tersontak kaget begitu juga dengan Geri dan Harry


"aku bisa menerima kalau aku dibully, aku bisa menerima kalau aku tidak bersama orang tua ku lagi, tapi aku tidak akan mentoleransi seseorang jika ada yang berani menyentuh privasiku!!!", teriak Riri lalu melemparkan vas bunga dimejanya


"hal hal yang menjadi privasiku jangan pernah diusik!! aku benci!", teriak Riri lalu menghentakkan tangannya ke meja


"aku tau kau menyayangi putrimu tapi bijaklah dalam bersikap, kau sangat anggar dengan jabatanmu? hingga memarahi orang lain tanpa mendengar penjelasannya dan menelan omongan putrimu mentah mentah?!!", bentak Riri


"bagaimana bisa seseorang sepertimu menyandang jabatan direktur di perusahaanku?! memalukan!!", bentak Riri


Jantung Yudi tak karuan sekarang, biasanya dia hanya mendengar dari orang lain tentang amukan amarah Riri, tapi sekarang, dia harus menghadapinya sendiri


"kau keluarlah dari sini, aku akan membawa ini ke jalur hukum, kasus putrimu, dan juga kasus penggelapan uang yang sudah kau lakukan semenjak kakekku meninggal!!", teriak Riri


Mereka semua yang mendengar ini tersontak kaget.


"t-tapi bu...", ucap Yudi terbata


Riri melemparkan berkas berkas yang dipersiapkan Harry. Mata Yudi membelalak melihat semua bukti kejahatannya terungkap

__ADS_1


"bu saya mohon bu jangan pecat saya bu", ucap Yudi sujud memohon ke Riri


"keluar atau ku penggal kepalamu?!", tanya Riri pelan


"bu saya mohon", ucap Yudi yang masih sujud


"keluarr!!", teriak Riri yang lagi lagi membuat para anggotanya diluar ruangan ikut tersontak kaget


"Geri!! Harry!!", teriak Riri.


Geri dan Harry segera masuk dan menyeret Yudi keluar dari ruangan dan menutup pintu ruangan Riri


Melihat Yudi ditarik pergi. Nita, Natali dan Yuli segera berjalan pelan kearah ruangan Riri. Mereka mendengar teriakan dan juga tangisan Riri. Mereka perlahan masuk


"bu Riri?", ucap Nita pelan


Terlihat Riri terduduk dipinggir jendela dengan bercucuran air mata


"aku akan mengambil minum dan macaron tadi", ucap Yuli keluar ruangan


Nita dan Natali mendekati Riri perlahan, Riri menatap mereka tapi dengan tatapan sedih kali ini, dan tangisannya semakin kuat. Nita memeluk Riri dan Natali membereskan rambut Riri yang berantakan


"bu Riri jangan sedih lagi ya, harus kuat", ucap Nita


"kenapa dia begitu menyayangi putrinya yang selalu membully orang lain, dia tau perbuatan putrinya salah tapi dia malah mendukung, sementara aku, aku ga pernah cari masalah dengan orang lain, tapi kenapa aku justru ditinggalkan oleh orang tuaku Nit? apa salahku?!", ucap Riri sambil menangis sejadi jadinya


Nita dan Natali ikut menangis, walaupun Riri kuat dan juga tegas, tapi dia juga butuh bahu


"tenang ya Riri, mungkin memang belum rejeki mu", ucap Nita memeluk Riri dengan sangat erat. Yuli yang sudah datang juga ikut menangis


"bu Riri, nanti pasti diganti yang lebih baik dari tuhan, bu Riri yang tabah ya", ucap Yuli mengelus pundak Riri


Riri menangis didalam pelukan Nita


"minumlah dulu bu, agar lebih tenang", ucap Natali. Riri meminumnya


"makan dulu bu, bu Riri belum ada makan dari pagi", ucap Yuli menyodorkan makanan. Riri menggeleng pelan


"bu Riri, harus kuat ya, kalau bu Riri lemah, mereka akan semakin meremehkan ibu", ucap Nita.


Riri mengangguk dan memakan macaron yang di bawa Yuli, mereka duduk di sofa dan menenangkan Riri. Riri merasa tenang ada yang mengerti diri nya dan memberi dukungan. Riri perlahan tertidur di sofa


Nita dan yang lain pun keluar, mereka merasa sedikit tenang sekarang


.


.


.


Riri sekarang udah ada yang ngedukung nih, semangat ya Riri


Nantikan episode selanjutnya ya guys


Stay safety selalu ya:)

__ADS_1


makasih udah mampir kesini,


bye bye >•<


__ADS_2