
Hari ini Riri memakai gaun hitam, ntah mau kemana dan mau apa dia hari ini, yang jelas jika Riri memakai pakaian hitam, itu adalah suatu pertanda buruk
Sebelum dia memulai sarapannya, dia telah menyuruh orang orang yang bersangkutan datang ke mansion papa Hardi. Ara yang tidak menyadari apapun, justru malah bersenang senang seperti sedang mendapatkan jackpot
"ma, hari ini Riri mau memberi kejutan kecil, boleh kan?", tanya Riri
"boleh sayang, lakukan apapun yang kamu mau", ucap Shila tersenyum
Beberapa menit setelah sarapan dimulai, Geri dan Harry datang ke meja makan, dengan membawa map coklat besar ditangannya, berisi berkas berkas penting yang harus diperiksa Riri. Namun mata nya terkejut saat melihat ada Ara dimeja itu juga
"non, dia kan...", ucap Geri langsung diam saat Riri menyenggol kakinya
"itukan anaknya pak Yudi", bisik Harry
"kau benar", jawab Geri
"kalian darimana? udah sarapan belum?", tanya Riri
"dari kantor non dan udah sarapan juga", jawab Harry sementara Geri terus menatap tajam kearah Ara
"baiklah, kalian letakkan berkas itu dimeja kerjaku, lalu, tunggu aku diruang tv", ucap Riri
"baik non", jawan Geri dan Harry langsung mengerjakan perintah Riri
Ara melihat mereka hanya diam dan ada terpintas sedikit rasa takut di kepalanya, karena mereka adalah sekretaris Riri, pasti mereka juga tau yang sudah dilalui Riri
Sarapan pagi pun telah selesai, kini mereka berkumpul diruang tv, bahkan Joi pun sengaja libur kerja karena ingin melihat kejutan yang dimaksud Riri. Hardi, Shila, dan Dio menunggu diatas, sementara Geri, Harry, Riri, Joi dan Ara ada diruang tv
Saat saat yang ditunggu pun tiba, Sisi, Fikri, dan Bryan datang kemansion Hardi.
"permisi nyonya, ada tamu sedang mencari anda", ucap salah satu pelayan disana
"suruh masuk", jawab Riri
"baik nyonya", ucap pelayan menunduk lalu pergi
Riri juga ikut berjalan ke ruang tengah, menunggu tamunya
"Ririiii!!!", teriak Sisi girang karena sudah lama dia tidak bertemu dengan Riri
"hai", ucap Riri singkat lalu memeluk Sisi
"kau apa kabar? sudah lama sekali semenjak terakhir kita bertemu", ucap Sisi
"aku baik", jawab Riri tersenyum
"Ri, gimana kabarmu?", tanya Bryan
"baik, kau sendiri?", tanya Riri
"i'm fine", jawab Bryan tersenyum
"Ri ada apa memanggil kami kesini? dan kenapa cuma kami bertiga?", tanya Fikri
"kenapa? apa kau keberatan?", tanya Riri ketus
"bagaimana jika iya?", tanya Fikri balik
"jawablah iya maka tidak akan ku beri gajimu 3 bulan kedepan", jawab Riri dingin
"kalau begitu jawabanku tidak", jawab Fikri
"daripada aku ga makan, mending cari aman", batin Fikri
"ah Sisi, aku ingin mempertemukanmu kepada seseorang", ucap Riri
"benarkah? siapa?", tanya Sisi
"tunggu disini", ucap Riri
Riri lalu berjalan ke ruang tv dan memanggil Ara. Tentu saja Ara penasaran, dia berjalan keruang tengah yang dimaksud Riri dan menemukan Sisi disana
"Sisi?!", tanya Ara tertawa bahagia lalu berlari memeluk Sisi
"Ara?! bagaimana kau bisa ada disini?!", tanya Sisi sedikit panik
__ADS_1
"harusnya kau senang jika aku ada disini", ucap Ara cemberut
"kau tidak berfikir akan merebut suami Riri kan?", tanya Sisi
"tentu saja aku akan merebutnya juga", jawab Ara tersenyum bahagia
"kau gila! jangan cari mati, terakhir kali kau merebut Zidan itu sudah lebih dari cukup", ucap Ara
"kenapa kau panik begitu? bukankah kau juga menyukai Dio?", tanya Ara
"iya aku memang menyukai Dio, tapi...", ucap Sisi terpotong karena mulutnya ditutup tangan Ara
"kalau begitu mari kita kerja sama lagi seperti saat aku merebut Zidan darinya", ucap Ara
"tidak, aku sudah cukup menghianati Riri, aku tidak akan berbuat itu lagi", ucap Sisi
Sementara saat mereka baru bertemu, Zidan datang kesana, dan bertemu dengan Riri. Riri lalu membawa Zidan untuk mendengar semua percakapan Sisi dan Ara. semua obrolan mereka juga didengar oleh Joi, Dio, Hardi dan Shila yang sudah menonton dari atas tangga
Zidan, Fikri, dan Bryan juga mendengar percakapan itu, karena suara mereka berdua cukup keras. Tiba tiba terdengar suara tertawa dari Riri, hati Riri terasa tersayat sayat saat mendengar itu langsung dari mulut Sisi dan Ara.
Zidan juga ikut ternganga mendengarkan obrolan itu, dia sungguh tidak menyangka kalau semuanya adalah rencana busuk dari sahabat Riri. Dia kira selama ini Ara benar benar serius mencintainya
Riri tertawa kencang saat mendengar obrolan dua sejoli itu. Ara dan Sisi terkejut mendengar suara tawa Riri yang begitu menggelegar diruangan itu. Mereka tidak sadar bahwa percakapan mereka didengar oleh semua orang yang ada disana, mereka berdua segera membalikkan badan, lalu terkejut saat melihat Zidan ada disana juga
"sungguh menjijikkan", umpat Joi pelan
"Gimana rencana kalian? apakah kalian sudah selesai berdiskusi? lanjutkan saja aku akan mendengarkan semuanya", ucap Riri masih tertawa
Wajah Sisi dan Ara menjadi pucat pasi, Sisi lalu berjalan mendekati Riri
"Ri, jangan salah paham Ri, dengarkan dulu penjelasanku Ri",, ucap Sisi berusaha memegang tangan Riri namun yang terjadi justru diluar dugaannya
Plak!!
Sebuah tamparan mulus dari Riri mendarat di pipi Sisi, hingga membuat pipi itu memerah. Wajah Riri berubah menjadi sangat menakutkan seakan akan dia ingin membunuh musuhnya detik itu juga
Tentu saja semua orang disana terkejut dengan aksi Riri yang langsung menampar Sisi tanpa babibu terlebih dahulu
"waw", ucap Joi pelan
"first blood", ucap Dio pelan
"salah paham? penjelasan? hahaha omong kosong macam apa itu?", ucap Riri
"Ri aku minta maaf", ucap Sisi
Plak!!
Tangan Riri melayang dengan begitu bebas dan mendarat begitu mulus di pipi Sisi
"call me, Karina! aku Karina bukan Riri!", bentak Riri. Dia terdiam sejenak lalh kembali menatap Sisi
"Sisi, look at me", ucap Riri dingin.
Sisi lalu melihat Riri, terlihat jelas wajah Riri yang sudah penuh amarah, jelas saja nyali Sisi ciut seketika
"apa alasanmu melakukan ini padaku? apa aku pernah melakukan kesalahan kepadamu?", tanya Riri pelan dengan mata yang sudah membendung air yang hampir jatuh
Sisi hanya menggeleng pelan
"lalu kenapa kau melakukan ini padaku?!!", teriak Riri lalu menampar Sisi hingga tersungkur kelantai
Ara melihat itu spontan menutup mulutnya dengan tangannya, dia hampir tidak percaya melihat Riri yang sekarang
Joi ingin menghentikan Riri, namun dicegah Dio
"kalau kau datang kepada nya disaat seperti ini, itu sama saja seperti menyetor nyawamu dengan sia sia kak", ucap Dio yang membuat Joi mengurungkan niatnya
"aku menganggapmu sebagai sahabatku selama ini Si, tapi ini balasanmu?!", bentak Riri
Sisi berdiri, kali ini dia mencoba melawan Riri.
"iyaa!! aku menghianatimu! karena aku sangat membencimu!", bentak Sisi balik
"why?", tanya Riri pelan
"karena semua laki laki menyukaimu!! semua lelaki yang ada disekitarmu ataupun disekitarku, semua menaruh perasaan denganmu, mereka selalu perhatian dan menjagamu! aku hanya ingin menjadi sepertimu juga!",, teriak Sisi
__ADS_1
Sontak membuat Riri tertawa, dan memutar badannya
"kau cemburu denganku? hahaha Sisi kau ini sangat menggemaskan", ucap Riri tertawa
"iya aku cemburu!! Zidan adalah seniorku, dia menyukaimu bahkan dia menjadi pacarmu, Lalu Fikri dan Bryan bahkan pernah bertengkar karena memperebutkan dirimu! namun kau justru dengan angkuhnya tetap memilih Zidan! lalu aku menemukan Ara yang menyukai Zidan, jadi aku membantunya, dan dengan bodohnya Zidan menerimanya dengan lapang dada, lalu mencampakkanmu begitu saja, hahaha sungguh menyedihkan kau Riri", ucap Sisi tertawa
"dengan bodohnya Zidan menerima Ara diantara kalian berdua, lalu mencampakkanmu begitu saja, dia benar benar berfikir bahwa Ara sangatlah mencintainya, padahal hanya ingin menguras rekeningnya", ucap Sisi tertawa
"Sialan kau Sisi, kenapa harus jujur saat tidak ditanya?!", batin Ara
"aku sangat bahagia saat itu terjadi Ri, membuatmu terpuruk dalam kesedihan dan dibully dengan Ara dan Riska, ditambah dengan kepergian kakekmu, itu sangat melengkapi kesedihanmu, aku sungguh bahagia kau tau", ucap Sisi tertawa
"bajingan", umpat Dio mengepalkan tangannya saat mendengarkan itu
"bagaimana bisa ada iblis seperti itu di samping Riri", tanya Joi meraup wajahnya
"namun, aku kembali marah saat mendengar Dio membopongmu kerumah sakit, bahkan menjaga mu hingga siuman, apa kau tau betapa sakitnya hatiku? saat melihat Dio menggenggam erat tanganmu, didepan semua orang seakan menunjukkan bahwa kau adalah miliknya? itu sangat menyakitkan.
Lalu saat mendengar Dio membelikan cincin dengan harga fantastis sebagai hadiah ulang tahunmu?! bahkan saat aku melihat Dio memelukmu di aula, apa kau tau betapa sakitnya hatiku karena mu Riri?! aku sangat sakit melihat Dio hampir menciummu didekat tangga disekolah! apa kau tau bagaimana rasanya?!!", teriak Sisi
Jelas saja Riri tertawa mendengarnya, ternyata selama ini pergerakannya dengan Dio sudah dipantau
"apa kau fikir lucu?", tanya Sisi
"apa kau fikir lelaki yang menyukaiku, akan menyukaimu jika kau melakukan ini semua denganku?", tanya Riri balik
"kau sakit? kau merasakan sakit hati? itu adalah urusanmu Sisi bukan urusanku, bahkan disaat Dio hampir menciumku, itu juga karena kehendaknya bukan karena permintaanku", ucap Riri tertawa
"saat aku bersama Zidan, kau mengirimkan Ara untuk merusaknya... lalu sekarang, apa kau juga mengirim Ara untuk merebut Dio? karena kau menyukai Dio?!!", bentak Riri
"aku tidak mengirim Ara kali ini, tapi jika dia berhasil mungkin itu adalah suatu keuntungan bagiku, karena memang benar, aku menyukai Dio sejak pertama kali melihatnya, tapi seniormu itu, justru selalu menatap dirimu, dan tidak pernah melirik kepadaku sekalipun, jadi sekarang, aku tidak peduli walau kau adalah istrinya, aku juga akan merebutnya darimu, sama seperti aku memisahkanmu dengan Zidan", ucap Ara dengan nada lantang
"apa kau tau Riri? bahkan aku juga yang menguncimu dikamar mandi saat malam itu, tapi dengan mudahnya Dio justru membukakan pintu itu untukmu dan kau keluar dari sana!! aku sungguh ingin membunuhmu rasanya!!",, teriak Sisi
Dio mengepalkan tangannya saat mendengar itu, sekarang api amarah juga memenuhi kepalanya, Shila dan Hardi juga sangat marah, begitu juga dengan Joi.
Riri mendidih rasanya saat mendengar ucapan Sisi, Dia menjambak rambut Sisi dan menyeretnya menaiki tangga. Jelas saja Sisi teriak saat mendapatkan perlakuan itu
"aaaarrrghhh Riri, sakit Ri... lepaskan Ri...", teriak Sisi memohon, tapi Riri tidak mendengarkannya dan menyeretnya terus menaiki tangga, lalu mencampakkannya kedepan Dio
Rambut Sisi rontok dan banyak tertinggal ditangan Riri, dia mendongak keatas dan melihat Dio
"gimana rasanya? berdekatan dengan orang yang kau incar selama ini?", tanya Riri
"sayang, kau punya fans, dia ingin merebutmu dariku", ucap Riri kepada Dio
Dio melihat Sisi dengan tatapan menjijikkan, dia berjongkok lalu melihat Sisi
"lihat aku", ucap Dio menatap tajam ke arah Sisi. Sisi menoleh dan melihat kearah Dio
"sampai kapanpun, hanya istriku yang ada dihatiku, aku selalu bertanya tanya 3 tahun belakangan ini, siapa yang tega mengunci Riri didalam kamar mandi itu, dan sekarang aku sudah bertemu dengan pelakunya, harus aku apakan kau sekarang? aku sungguh tidak rela jika istriku disakiti manusia hina seperti dirimu", ucap Dio dengan lantang
"sayang, kau urus saja dia, aku tidak ingin mengotori tanganku ini karena dia", ucap Dio ke Riri lalu Dio berdiri dan melangkah mundur
"baiklah sayangku", ucap Riri lalu kembali menjambak Sisi dan menyeretnya turun dari tangga, lalu mencampakkannya.
"sakit yang kau terima sekarang bukanlah apa apa dibandingkan dengan apa yang selama ini aku rasakan dan apa yang aku berikan kepadamu", ucap Riri
"Geri", panggil Riri
"iya non", jawab Geri
"berapa persen saham yang aku punya di Gihama Group?", tanya Riri
"45% non", jawab Geri
"tarik semuanya beserta dengan aset asetnya dan jangan sisakan satupun, aku mau hari ini juga selesai dan kirimkan semua laporannya padaku", ucap Riri
"baik non", jawab Geri
Sisi yang mendengar itu sangat terkejut, bagaimana bisa Riri memiliki begitu banyak saham di perusahaan ayahnya
"Riri tolong Ri, jangan Ri, kau tidak bisa berbuat seperti itu Ri, aku sahabatmu!", teriak Sisi memohon dan bersujud kepada Riri
"Harry, singkirkan dia dari depan mataku sekarang juga, sebelum aku memenggal kepalanya disini", ucap Riri
Harry langsung cekatan menarik gadis itu pergi darisana, karena Riri selalu melalukan apa yang akan dia katakan
__ADS_1
Sisi seret keluar dari mansion Hardi dan dicampakkan begitu saja, dia memohon dari luar gerbang namun tidak ada yang berani menolongnya