CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.37 Gunanya Teman


__ADS_3

Dio hanya bisa memandangi Riri dari sofa, dia hafal betul sifat Riri yang sedang tak ingin diganggu.


"matamu mau ku congkel?", bisik Dio ke Rendi yang sedaritadi tidak berkedip melihat Riri. Dio pun meremas kuat paha Rendi


"ma-maaf tuan", bisik Rendi menahan sakit


"cantiknya Riri", gumam Rara


Riri duduk disofanya sambil memijat pelipisnya, dia hampir gila mengetahui banyak dana yang hilang semasa jabatan CEO kosong.


Terdengar suara ketukan dipintu. Namun belum sempat Riri menjawab, pintunya sudah dibuka begitu saja.


Terlihat Yuli, Nita, dan Natali berlari kearah Rir. Lalu memeluk Riri


"kau darimana Ri, kenapa tiba tiba hilang?", tanya Nita memegang lengan Riri.


"iya darimana saja kau ini? kami khawatir denganmu", ucap Yuli memukul lengan Riri.


"aww", pekik Riri


"Ri, kalau ada masalah cerita sama kami, tapi jangan ngilang gitu, plislah Riri", ucap Yuli berjongkok didepan Riri


"hahaha kalian ini kenapa?", ucap Riri tertawa, dia langsung melupakan amarahnya tadi


"kau tertawa? kau senang membuat kami khawatir?", ucap Yuli berdiri


"maaf ya udah buat kalian khawatir, aku gapapa kok, cuma nenangin diri aja", ucap Riri memeluk ketiga orang itu


"Ri jangan gitu lagi, aku lebih baik mendengarkanmu marah marah daripada kau menghilang begitu", ucap Nita memeluk Riri


"maaf ya udah buat khawatir", ucap Riri


"aku cuma gamau ngerepotin kalian semua, aku cuma kasihan sama diriku sendiri, aku seneng kalian denganku", ucap Riri meneteskan air mata


"Riri, kenapa kau bilang gitu ke kami, bukankah kau sendiri yang bilang kalau kami ini temanmu?", Yuli memeluk Riri dari belakang


"itulah gunanya teman Ri, supaya bisa saling support, bukan pas senengnya doang", ucap Natali sambil tersenyum manis


"Ri, Natali benar, kau harus sayang dengan dirimu sendiri, Riri harus kuat supaya dan membasmi hama hama didalam hidupmu, baik itu dari masa lalu atau masa depan", ucap Nita


"makasih ya, makasih banyak", ucap Riri tersenyum


Mereka berempat berpelukan seperti teletabis


"ah iya, Happy birthday ya Riri", ucap Nita mencium pipi kiri Riri


"Happy birthday ya Riri ku sayang, makin kuat ya, makin tegar juga, jangan lemah", ucap Natali mencium pipi kanan Riri


"Happy birthday juga ya Riri ku yang gumush ini, semoga kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi", ucap Yuli mengelus kepala Riri


POV Dio dan Rara


"apakah kita tidak dianggap?", tanya Dio ke Rara


"sepertinya begitu, tapi biarlah aku juga tak apa", ucap Rara


"em, aku juga, melihat Riri sangat bahagia seperti itu saja aku ikut bahagia, baru ini Riri punya teman", ucap Dio tersenyum melihat Riri


"kau jagalah Riri baik baik, dia sangat mudah tersinggung dengan omongan orang lain", ucap Rara,

__ADS_1


"tentu saja akan ku jaga calon istriku itu", ucap Dio


"aku sangat ingin memiliki adik seperti dia", gumam Rara tersenyum melihat Riri


POV Off


"makasih banyak ya, kalian ingat ulang tahunku ternyata, kalau begitu, aku akan traktir kalian, makan makan, atau shopping? atau kalian mau apa? cuss kita borong", ucap Riri


"kami mau bangett, tapi kami banyak kerjaan hari ini, direktur baru itu ngasih kerjaan banyak kekami", keluh Yuli


"Zikri ngasih banyak kerjaan? sungguh menyedihkan", ucap Riri mengejek


"padahal kami juga mau jalan jalan, pusing banget kerja mulu", ucap Natali


"hahaha baiklah, hm... kalau begitu weekend depan nanti akan ku undang kalian, kita liburan bareng, gimana? mau?", tanya Riri


"mau bangett", Jawab Natali yang begitu antusias


"mau banget Riri", jawab Nita."


"aku sih ga bakal nolak ya", ucap Yuli


"baiklah kalau begitu, ajak juga Adam dan Hafiz, mereka kan juga departemenku", ucap Riri


"kita akan kemana Ri?", tanya Nita


"kita akan piknik dan menginap di Villa, dan juga ada beberapa orang lagi nanti", ucap Riri


"baiklah Ri, kami lanjut kerja dulu ya", ucap Nita


"eh tunggu, Yuli, Natali, kalian pergilah dulu, aku mau ngomong sama Nita bentar",, ucap Riri


"oke", ucap Yuli


"hallo pak Dio, nona, pak Rendi", ucap Yuli dan Natali sambil menunduk


Dio, Rara dan Rendi hanya tersenyum dan ikut menundukkan kepalanya. Lalu Yuli dan Natali pun keluar ruangan


"Rendi, boleh aku minta tolong?", ucap Riri


"boleh non, ada apa non?", tanya Rendi langsung berdiri menghampiri Riri


"ajak Nita keparkiran, ambil paper bag yang ada dibagasi mobilku, ambil aja semuanya ya, lalu kalian bagikan kedepartemenku", ucap Riri


"bu Riri bawa apa emang?",, tanya Nita heran


"nanti juga tau, ikut sana sama Rendi", ucap Riri. "dia masih jomblo", bisik Riri


Pipi Rendi memerah mendengar bisikan Riri ke Nita.


"mari bu Nita", ucap Rendi dan mereka pun pergi


Riri mendatangi Dio yang masih duduk di sofa


"maaf ya sayang lama nunggunya, pasti bosen ya", ucap Riri duduk disamping Dio.


"ga bosen kok, malahan aku seneng", ucap Dio


"oiya kakak ikut liburan sama ku ya weekend depan, bareng anggotaku juga, mau?", tanya Riri

__ADS_1


"mau dong, mana mungkin ditolak",, jawab Dio sambil mengelus lembut kepala Riri


"Rara, kau juga ikut ya? mau kan?",, tanya Riri


"emangnya boleh Ri?", tanya Rara


"bolehlah, kau kan temanku juga, aku bakal bawa Geri dan Harry juga, dan Rendi juga, jadi kita bisa rame rame biar makin seru", ucap Riri tersenyum


"baiklah kalau begitu, weekend depan aku akan ikut denganmu, tapi sekarang, aku akan pulang kerumah", ucap Rara


"kau sudah baikan Ra?", tanya Riri menatap Rara


"sudah Ri, tadi aku sudah telfon papaku, dan sudah baikan juga, jadi aku akan pulang", ucap Rara


"baiklah, akan kuantar, sekalian silahturahmi", ucap Riri


"bagaimana pekerjaan mu Ri?", tanya Rara


"tak apa, ada Harry kok, aku akan bawa Geri saja", ucap Riri


"makasih banyak ya Ri", ucap Rara


"lalu aku bagaimana sayang? masa aku ditinggal disini?", ucap Dio merajuk


"ya ikut dengankulah sayangku", ucap Riri


Geri pun masuk keruangan Riri membawa pesanan Riri tadi. Riri pun memakan macaron kesukaannya untuk meredakan amarahnya, itu sudah menjadi kebiasaan Riri


"apa macaron itu obat dari amarahmu sayang?", tanya Dio yang melihat Riri makan lalu moodnya perlahan membaik


"em, aku suka macaron", ucap Riri tersenyum, lalu mendekat ke Dio dan berbisik ditelinganya.


"segala hal tentangmu juga adalah obat utama bagiku, itu adalah obat terampuh yang aku punya", bisiknya


Dio merona pipinya mendengar bisikan Riri


"aku ingin sekali menerkammu disini, sayangnya ada 2 serangga diruanganmu ini Sayang", jawab Dio berbisik


Riri hanya tertawa lalu lanjut memakan macaronnya


"mereka memang begitu?", bisik Rara ke Geri


"hm.. tidak usah terkejut", bisik Geri


Setelah macaron Riri habis, Riri pun kembali memakai jas nya yang tadi dia lepas, lalu memberikan beberapa pekerjaannya ke Harry, lalu pergi dengan Dio, dan Geri untuk mengantar Rara pulang


Sementara Rendi kembali kekantornya dengan membawa secarik kertas bertuliskan nomor telfon seseorang. Rendi terus menatap nomor itu dan tersenyum bahagia


.


.


.


Rendi kenapa ya kira kira? nomor siapa yang dia bawa? langsung dapet gebetan aja tu anak ya hahaha


nantikan terus episode selanjutnya ya guys :)


makasih udah mampir kesini :)

__ADS_1


jangan lupa bunga mawar untukku ya :)


bye bye >~<


__ADS_2