CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.73 Perdamaian Antar Besan


__ADS_3

Dilantai bawah...


Hardi dan Tio terus saja bertengkar, bahkan Shila juga ikut bertengkar dengan mereka berdua


"Hardi, tolonglah izinkan aku bertemu putriku, aku akan menebus semua kesalahanku", ucap Tio


"tidak akan, dia putriku sekarang!", jawab Hardi


"papa ga bisa gitu, gimanapun juga Tio kan ayah kandung Riri", jawab Shila


"kenapa mama membela dia?", tanya Hardi kesal


"istrimu saja mengerti denganku, aku dan Riri juga sudah berdamai, tolongla percaya denganku Hardi", ucap Tio


"tidak akan! jika kalian memang berdamai lalu kenapa Riri bisa pingsan lagi?",, tanya Hardi


"itu karena papa dan Tio bertengkar", jawab Shila


"tidak ma, Riri pasti juga sama kesalnya denganku, hanya saja dia tidak bisa mengungkapkannya karena Tio adalah ayahnya, dia anak yang baik dan tidak ingin menjadi anak durhaka karena membentak orang tuanya, jadi biarkan aku yang menggantikannya", ucap Hardi


"kau ingin mewakilkan Riri? begitu maksudmu?", tanya Shila


"tentu saja begitu sayang", jawab Hardi


"kau bisa melakukan apapun padaku nanti, tapi izinkan aku bertemu dengan Riri dulu Di,", ucap Tio


"papa ayah mama berhenti dengan tingkah kalian ini! apa tidak kasihan melihat kondisi Riri tadi?!", seru Dio


Dio benar benar kesal dengan tingkah papa dan ayahnya


"papa hanya mewakilkan Riri", jawab Hardi


"ayah hanya ingin bertemu dengan Riri", jawab Tio


"mama hanya ingin menghentikan mereka Dio", jawab Shila


Kepala Dio semakin pusing sekarang, dia memijat pelipisnya, sungguh dia ingin berteriak marah, namun mereka adalah orang tua


"ma, pa, yah, berhenti berdebat, papa dan mama juga sudah dengar sendiri penjelasan ayah tadi kan?", tanya Dio pelan


"sudah", jawab Shila


"sudah tapi kan...", ucap Hardi


"pa, tolong berhenti, biarkan saja Riri melakukannya sendiri jika memang dia ingin marah dengan ayah, aku rasa Riri tidak perlu perwakilan", ucap Dio


"papa hanya masih kesal dengan manusia satu ini", jawab Hardi menatap tajam ke Tio


"kau bisa meluapkan semuanya nanti, untuk sekarang biarkan aku menyelesaikan urusanku dengan Riri dulu", jawab Tio

__ADS_1


"memangnya apa urusanmu dengan putriku?", tanya Hardi


"dia juga putriku", jawab Tio cepat


"tapi kau membuangnya sejak beberapa tahun lalu", jawab Hardi


"bukan, kau sudah membuangnya sejak dia bayi, sejak kau mengancam akan membuangnga ke dalam jurang, apa kau lupa? apa perlu ku ingatkan berulang kali?", tanya Hardi


"papa ayah, tolonglah", ucap Dio pelan


Hardi benar benar kesal dengan Tio dan berfikir Tio akan mencelakai Riri, dia benar benar tidak ingin kehilangan Riri. Sementara Tio menatap Hardi, dia benar benar tau kekhawatiran yang dirasakan Hardi terhadap Riri


"teruslah menyayangi putriku seperti itu Hardi, aku benar benar membutuhkan mu untuk melindungi putriku, aku tidak ingin kehilangan dia", batin Tio


Tiba tiba Riri dan Jiah turun ke bawah, membuat Dio melompat dari sofa dan berlari kearah tangga. Dio panik saat melihat istrinya yang sudah siuman langsung turun kebawah


"kau sudah siuman sayang? kenapa tidak memanggil ku? kenapa sudah turun? bagaimana perasaanmu? Dokter Fira akan segera tiba kesini, tetaplah diranjangmu sayang", omel Dio yang panik melihat Riri


Jiah tertawa melihat kakak iparnya panik, dia benar benar tidak pernah mengira manusia dingin seperti itu menjadi sangat cerewet karena Riri


"kenapa kau tertawa Jiah?", tanya Dio bingung


"lucu saja melihat kakak mengomel seperti itu, kak Riri sudah siuman sejak kakak keluar dari kamar", jawab Jiah


"benarkah itu sayang?", tanya Dio


"iya sayangku, berhentilah mengomel, aku baik baik saja", jawab Riri lalu tersenyun dan mengelus lembut pipi suaminya itu


Jiah lalu turun kebawah dan melihat ada ayahnya diruang tv, sementara itu, Hardi dan Shila menatap bingung kearah Jiah, bagaimana bisa Jiah ada disini?


"bagaimana bisa gadis itu ada disini?", batin Shila


"apa Riri baik baik saja? apa gadis ini melakukan sesuatu yang buruk? apa Tio menggunakan gadis ini sebagai senjatanya?", batin Hardi


"Jiah benar benar ada disini? Riri benar benar memperlakukan dia dengan baik, aku tidak akan menyesal jika sewaktu waktu aku mati ditangam Alexa, aku benar benar menitipkan anak anakku kepada orang yang tepat", batin Tio


"ayah? ayah disini juga?", tanya Jiah lalu berlari menghampiri ayahnya


"iya, ayah disini juga, bagaimana kabarmu? ayah rindu denganmu", ucap Tio


"aku juga rindu dengan ayah, kabarku baik, kak Karin memperlakukanku dengan baik disini", jawab Jiah tersenyum bahagia


"Karin? Karina maksudnya?", batin Shila


"semoga mereka benar benar tulus dengan Riri", batin Hardi


"ayah, mereka siapa?", tanya Jiah menatap Hardi dan Shila


"mertua kakakmu", jawab Tio

__ADS_1


"oo, hallo om, hallo tante", sapa Jiah


"hallo", jawab Hardi singkat


"papa, ayah, mama, kenalin ini Jiah, adikku", ucap Riri mengelus rambut Jiah


Hardi dan Shila lalu tersenyum, mereka sadar sesuatu telah terjadi saat mereka pergi, sepertinya itu sesuatu yang baik, dan apapun itu, semoga itu yang terbaik untuk Riri, fikir Hardi dan Shila


Setelah penjelasan panjang dan berdebat kecil, akhirnya Hardi dan Tio mencoba berdamai, walaupun didalam hati Hardi masih marah dengan Tio, namun dia berusaha menerima, karena bagaimana pun juga, Tio adalah ayah kandung Riri


Setelah berdamai, Tio juga jujur ke Riri dan menceritakan semuanya, detail kejadian dari mulai malam itu, hingga detik ini saat mereka berkumpul.


"aku akan menjemput mama sebentar lagi, ayah tetap disini, jaga Jiah", ucap Riri


"hati hati Ri, jangan sampai terjadi apa apa padamu", ucap Tio


"tenang saja yah", jawab Riri tersenyum


"jadi selama ini, semuanya ulah mommy yah?", tanya Jiah dengan berlinang air mata


Tio hanya mengangguk pelan, sedangkan Riri memeluk Jiah, dia tau apa yang ada dipikiran Jiah sekarang, tapi bagaimana pun juga, Jiah harus tau semuanya sebelum dia dijadikan boneka lagi.


Jiah sangat shock rasanya mendengar semua kenyataan itu, rasa bersalah didalam dirinya semakin menjadi jadi, dia menangis didalam pelukan Riri, sungguh hatinha benar benar terluka.


"Riri, kau istrirahatlah dulu, biar papa yang gerak", ucap Hardi


"jangan pa, aku ga punya waktu untuk istirahat", jawab Riri


"ohiya ayah, apa Alexa sadar dengan semua ini?", tanya Dio


"ayah belum tau, tapi semoga aja dia ga sadar dengan semuanya", ucap Tio


"sayang, ntah kenapa aku punya firasat kalau Alexa tidaklah semudah yang kita fikirkan", ucap Dio


"apa maksudnya mas?", tanya Riri


"ntahlah sayang, feelingku berkata akan ada sesuatu yang buruk terjadi", ucap Dio


"mau itu buruk atauppun baik, kita harus bersiap", ucap Riri


"aku akan telfon Rendi, ada sesuatu yang ingin aku urus diperusahaanku", ucap Dio


"papa mama, pulang aja, istirahat dirumah, baru nyampe juga kan disini?", tanya Dio


"baiklah papa pulang dulu ya", ucap Hardi


"Riri, Jiah, jaga diri kalian baik baik, hubungi mama kalau terjadi sesuatu", ucap Shila


"baik ma", jawab Riri

__ADS_1


"baik tante", jawab Jiah


Hardi dan Shila pun keluar dari mansion Riri dan melaju menuju. mansion mereka, sedangkan Tio masih berada dirumah Riri, dia membantu Riri agar bergerak cepat sebelum ada hal hal terjadi diluar dugaan.


__ADS_2