CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.62 Bertemu Bunda


__ADS_3

Hari ini Riri sudah mulai masuk ke kantornya di gedung yang baru, ini pertama kalinya dia masuk kerja setelah beberapa minggu WFH, dia juga sudah pindah ke mansionnya bersama dengan suami dan kakaknya. Riri juga sudah mengerahkan bawahannya agar mencari dalang dibalik orang yang ingin menerobos cabang perusahaannya


3 jam kemudian, dia mendapat kabar dari salah satu bawahannya bahwa dalangnya adalah ayahnya sendiri dan ingin merebut semua hak kuasa Riri atas perusahaan dan warisan dari alm. Wahid


Jelas saja Riri tertawa mendengar itu, dia sudah menduga hal ini akan terjadi.


"ikuti terus pergerakannya dan beritahu padaku dimana posisinya", ucap Riri


"baik nyonya", jawab anak buahnya


"apa ada yang lain?", tanya Riri


"Tio juga sudah mengamankan putrinya, sehingga dia merasa bisa lebih leluasa menyerang nyonya Karin tanpa memikirkan akan mendapat ancaman atau serangan balik", ucap anak buah Riri


"dia mengamankan putrinya yang satu demi menyerang putrinya yang satunya lagi? sungguh ayah idaman, aku tidak akan melepaskanmu ayah", ucap Riri lalu meremas minuman kaleng yang ada digenggaman nya sambil tersenyum


"nyonya, sepertinya kepergian tuan Hardi juga ada hubungannya dengan ini", ucap anak buah Riri


"apa maksudmu?", tanya Riri


"negara tujuan tuan Hardi adalah negara tempat Jiah bersembunyi", jawab anak buah Riri


"benarkah? kemungkinan besar papa sudah mengetahui ini, tapi dia pasti punya alasan untuk tidak memberitahuku", ucap Riri


"dan sepertinya suami anda juga mengetahui hal ini nyonya, karena kami menemukan jejak salah satu bawahan tuan Dio yang juga mengawasi Tio sejak beberapa hari yang lalu", ucap anak buah Riri


"em begitu, baiklah, tetap pantau pergerakan mereka semua, aku akan memancing tikus agar keluar dari got nya", ucap Riri


"baik nyonya, saya permisi", ucap anak buah Riri lalu pergi dari kantor Riri


"Ger, datang keruanganku", ucap Riri di telfonnya


Tidak berselang berapa lama, Geri sudah ada diruangan Riri


"haruskah kita menyerang mereka lebih dulu non?", tanya Geri


"tentu saja, lebih baik menghancurkan daripada dihancurkan, aku benci menunjukkan taringku, tetapi orang orang selalu memancingku", ucap Riri


"cari tau tentang perusahaan Alexa, retas sistemnya lalu curi semua data datanya dan alihkan sebagian besar sahamnya atas namaku", ucap Riri


"baik non, tapi kenapa harus perusahaan Alexa? bukankah Tio yang mengusik non Riri?", tanya Geri


"jika aku menangkap ekornya maka kepalanya akan lari, kenapa begitu saja harus kujelaskan", ucap Riri kesal


"ah begitu, baik non, maaf non", ucap Geri


"tapi kau ada benarnya, cobalah cari tau tentang masa lalu ayahku", ucap Riri


"baik non, kalau begitu saya permisi ya non", jawab Geri


"baiklah, kalau begitu pergilah", ucap Riri


"baik non, saya permisi dulu", ucap Geri lalu pergi dari ruangan Riri


Riri lalu keluar juga dari ruangannya dan melajukan mobilnya kearah kantor Dio. Dia berjalan memasuki ruangan Dio, semua pekerja disana tertunduk saat melihat kedatangan Riri. Dio dan Joi terkejut melihat Riri ada disini, terlihat dari wajahnya sang istri sepertinya dia sedang serius


"sayang kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu jika ingin datang kesini?", tanya Dio


"apakah harus? kalau begitu aku akan pergi lagi, ternyata aku perlu izin jika ingin datang ke kantor suamiku, permisi", ucap Riri keluar ruangan lalu menutup pintu dengan keras membuat semua orang tersontak kaget


"apakah aku salah bicara kak?", tanya Dio


"ada apa dengan istrimu?", tanya Joi


"aku bersamamu sejak tadi, kenapa bertanya padaku kak", ucap Dio kesal


Riri melajukan mobilnya kearah jalan yang sudah lama tidak dia lewati, dia juga menelfon Geri dan Harry agar datang ketempat tersebut. Beberapa menit kemudian, Riri sampai disebuah rumah yang sudah kosong, lalu Geri dan Harry juga datang bersama dengan beberapa bodyguardnya


Riri melangkah masuk secara perlahan kedalam rumah itu


"nona sedang apa disini? dan kenapa tiba tiba kesini?", tanya Geri sedikit panik


"hanya... rindu", ucap Riri


Riri terus berjalan mengitari rumah itu lalu dia melihat secarik kertas berisi sebuah alamat dan ada foto disampingnya


"benar benar keluarga yang bahagia", ucap Riri tersenyum melihat foto ayah dan mamanya sedang memeluk Jiah


"Ger, cari tau tentang alamat ini sekarang", ucap Riri memberikan kertas itu kepada Geri


Geri melakukan perintah Riri dan sedang berkutik dengan laptopnya, sementara handphone Riri sejak tadi terus berdering karena Dio.


"bukankah tadi mengusirku? kenapa sekarang mencariku?", ucap Riri ketus lalu menonaktifkan handphonenya


"non, mungkin tuan Dio sedang khawatir, angkatlah sejenak telfonnya", ucap Harry


"biarkan saja dia, aku sedang tidak ingin bicara dengannya", ucap Riri


Riri memiliki banyak handphone ditasnya karena dia tidak ingin urusan pribadinya dicampur dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"non, ini adalah alamat rumah yang dulu ditinggali Jiah dan orang tua non Riri", ucap Geri


"benarkah? kalau begitu kita kesana", ucap Riri


"non ini terlalu berbahaya, kita belum punya persiapan apa apa", jawab Geri


"baiklah kalau begitu", ucap Riri lalu masuk kedalam mobilnya, kali ini Geri dan Harry bersamanya.


"dimana ibu mu Harry?", tanya Riri.


"dirumah non", jawab Harry


"aku mau kesana", ucap Riri


"baik non", jawab Harry


"non tuan Dio menelfon", ucap Geri


"angkat, speaker, jika menanyakan ku jawab tidak tau apa apa", ucap Riri


"baik non", ucap Geri lalu melakukan perintah Riri


"Ger apakah Riri sedang bersamamu?", tanya Dio dengan nada khawatir


"*tidak tuan", jawab Geri


"kemana dia? dia juga tidak ada dikantornya", ucap Dio


"saya tidak tau tuan, saya sedang ada diluar mengerjakan sesuatu bersama Harry", ucap Geri


"baiklah kalau begitu, cari dia ya, jika ada kabar tentang Riri segera telfon aku", ucap Dio


"baik tuan", jawab Geri


tut...


"non tuan Dio benar benar khawatir denganmu", ucap Geri


"diam", ucap Riri


Beberapa menit kemudian, Riri mendapat telfon lagi dari anak buahnya yang lain


"apakah sudah menemukannya?", tanya Riri


"untuk meretas sistemnya butuh beberapa waktu nyonya, tetapi kami mendapatkan beberapa informasi penting", ucap anak buah Riri


"sebutkan", jawab Riri


"ah begitu, baiklah, cari tau semua tempatnya, lalu datang kekantorku nanti, tunggu aku disana", ucap Riri


"baik nyonya", jawab anak buah Riri


"bagaimana kabar tentang jiah?", tanya Riri


"mereka sudah menemukannya non, dan sekarang sedang mengawasinya, dia bersenang senang disana dan menghambur hamburkan uang seenaknya", ucap anak buah Riri


"hahaha baiklah, awasi dia terus, jika sudah waktunya, aku akan memulai semuanya", ucap Riri


"baik nyonya", jawab anak buah Riri lalu menutup telfon


"kalian sudah dengar kan? Geri? Harry?", tanya Riri


"sudah non, sekarang kita harus apa?", tanya Geri


"cari bukti bukti atas jual beli gadis gadis itu, kumpulkan semua buktinya dan simpan baik baik", ucap Riri


"baik non", jawab Geri


"setelah beberapa saham beralih ketanganku, bersiap siaplah untuk perang, dan kalian berdua jangan sampai lengah, jaga perusahaanku dengan baik dan jangan sampai jebol", ucap Riri


"baik non", jawab Geri


"dan Harry, cari tau lebih lanjut tentang detik detik sebelum dan sesudah kematian kakekku, aku merasa seperti melewatkan sesuatu", ucap Riri sambil berfikir


"baik non", jawab Harry


Beberapa menit kemudian, mereka sampai dikediaman ibu Harry, Riri keluar dari mobil dan langsung sambut oleh bu Siti


"ya ampun non Riri makin cantik ya, apa kabar?", tanya bu Siti


"bundaaa, Riri sehat bun, bunda apa kabar? udah sembuh kan?", tanya Riri


"udah non, saya udah sehat kok", ucap bu Siti


"maaf ya bun, Riri jarang datang kesini, Riri banyak kerjaan", ucap Riri


"gapapa non ih, jangan minta maaf gitu, mari masuk, bunda udah siapin makanan kesukaan non Riri", ucap bu Siti, mereka pun masuk dan makan bersama sama.


Bu Siti adalah mantan pelayan yang bekerja dirumah Wahid dan juga mengurus Riri dari kecil, karena Riri selalu ditinggal oleh orang tuanya. Namun suatu hari dia hampir dibunuh oleh suaminya yang sering melakukan KDRT kepadanya, hingga meninggalkan trauma yang mendalam kepadanya dan juga Harry.

__ADS_1


Setelah makan bersama Riri istirahat sejenak dirumah bu Siti, dia sudah menganggap bu Siti seperti ibunya sendiri, itu sebabnya dia memanggilnya bunda


"bun, Riri pengen nangis", ucap Riri memeluk Siti


"kenapa nangis non? non cape yah? atau mau makanan lain? biar saya buatkan", jawab bu Siti sambil mengelus kepala Riri


"Riri cape sama kehidupan ini bun, ga pernah tenang, selalu ada aja manusia manusia laknat yang coba ngusik Riri, cape rasanya, Riri pengen nangis", ucap Riri lalu menenggelamkan wajahnya di pelukan bu Siti


"nangis aja non gapapa, cape itu wajar kok, kita semua manusia biasa, pasti bisa ngerasakan itu semua, dunia ini memang tempatnya cape non, kalau udah diakhirat baru kita istirahat", ucap bu Siti sambil mengelus rambut Riri


"bunda mau ga tinggal sama Riri di mansion Riri?", tanya Riri tiba tiba


"duh non, maaf banget non, saya ga bisa menerima tawaran non Riri", jawab bu Siti


"gitu ya bun... tapi kalau Riri kesini sewaktu waktu, masih boleh kan bun?", tanya Riri


"boleh non, ga ada yang ngelarang kok, tenang aja non", ucap bu Siti


"sayang banget sama bunda", ucap Riri lalu memeluk erat bu Siti lalu menangis sejadi jadinya didalam pelukan itu


Ternyata interaksi tersebut disaksikan oleh Geri dan Harry, yang sedang vidcall dengan Dio dan Joi. Geri meneteskan air mata melihat itu, sedangkan Harry tersenyum kecil melihat nonanya itu masih bisa diluluhkan, walaupun harus dilakukan oleh orang orang terpilih saja.


Setelah menangis, Riri tertidur, lalu dipindahkan kekamar oleh Geri, setelah 2 jam berlalu, Riri terbangun dan dia pun pamit pulang karena ada pekerjaan menunggunya dikantor.


Senja akan datang, Riri masih berkutik dengan komputer dan berkas berkas itu dikantornya, dia benar benar teliti dan terus membolak balikkan berkas itu, tiba tiba pintu ruangannya terbuka, terlihat ada suaminya dan juga kakak nya datang kesana.


"sayang kau darimana saja? kenapa tidak mengangkat telfonku?", tanya Dio khawatir dan berjalan mendekat kearah Riri


Riri menatap Dio dengan tatapan tajam membuat langkah Dio terhenti


"sayang bukan begitu maksudku tadi, maaf jika aku salah bicara sayang", ucap Dio


Riri tidak menjawab justru malah melanjutkan pekerjaannya seolah tidak terjadi apa apa,


"dia benar benar marah padaku?", batin Dio


"feelingku tidak baik", batin Joi


Tiba tiba Geri dan Harry masuk keruangan Riri, dan membawa anak buah Riri yang sudah ditugaskan Riri, Dio langsung mundur dan duduk disofa.


"kenapa kau duduk?", tanya Joi


"sepertinya dia sedang serius", ucap Dio


Joi hanya mengangguk dan kembali melihat Riri


"nyonya, ini tempat tempat dan semua laporannya", ucap anak buah Riri menyerahkan map coklat kepada Riri


"ini bukti buktinya non", ucap Geri menyerahkan map coklat dimeja Riri


"duduk", ucap Riri ke anak buahnya


"baik nyonya", jawabnya


Riri memeriksa berkas berkas itu, dia menyeringai melihat isinya, lalu dia melihat foto seorang wanita


"siapa ini?", tanya Riri


"alexa nyonya", jawab anak buah itu


"aku suka pekerjaanmu, kau sangat gesit, bahkan hanya dalam beberapa jam ini semua sudah terkumpul", ucap Riri tersenyum


"terima kasih nyonya", jawab anak buah Riri


"siapa namamu?", tanya Riri


"nama saya Varel nyonya", jawabnya


"ah Varel", ucap Riri mengangguk anggukkan kepalanya


"apa kau setia denganku?", lanjut Riri


"tentu saja nyonya", jawab Varel


"benarkah? em... Varel, kau tau? jika kau memberiku emas, makanya akan kukembalikan berlian untukmu, jika kau baik denganku, aku juga baik denganmu, apa kau yakin akan setia denganku? Varel", tanya Riri menatap mata Varel dengan tatapan mengintimidasi


"tentu saja aku akan setia, mana mungkin aku cari mati dengannya", batin Varel


"tentu nyonya, saya akan setia dengan anda, suatu kehormatan besar bagi orang orang seperti saya yang bisa mendapatkan kepercayaan nyonya", jawab Varel


Riri tersenyum dan kembali membolak balikkan berkas itu, tapi kemudian dahinya mengerut, Varel bingung dengan ekspresi Riri, tapi kemudian dia teringat sesuatu


"untuk mama anda, sampai saat ini belum diketahui dimana keberadaannya nyonya, saya akan mencari tahu lebih lanjut", ucap Varel lalu dibalas anggukan dari Riri


"dan ini nyonya berkas spesial yang tidak ada nyonya perintahkan, tapi mungkin akan membantu", ucap Varel, lalu Riri menatapnya, menatap matanya membuat Varel menelan ludah


"istrimu itu memiliki belati dimatanya", bisik Joi


"aku juga tau", jawab Dio, dia seperti cemburu melihat Riri menatap Varel

__ADS_1


Setelah Riri membuka berkas itu, dia tertawa puas melihat itu. Membuat Dio, Joi, Geri dan Harry kebingungan, apa yang dilihat Riri? apa yang diberikan Varel?


__ADS_2