CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.67 Membentuk Formasi


__ADS_3

"em kau benar, dia pernah bilang dia memiliki obat terampuh, yang kedua adalah macaron, tapi pertama aku tidak tau", ucap Nita lalu pergi dari kamar Riri


Dio terdiam sejenak mendengar ucapan Nita, dia lalu teringat Riri pernah mengatakan bahwa segalanya tentang Dio adalah obat terampuh untuknya.


"bibirku", ucap Dio menyentuh bibirnya


"kenapa bibirmu? butuh asupan juga?", tanya Joi


"Riri pernah bilang segalanya tentangku adalah obat untuknya", ucap Dio


"jadi maksudmu?", tanya Joi belum ngeh


"apa maksudmu kau akan...?", tanya Joi masih berfikir


Dio mendekati Riri dan mencium bibir Riri


"ah yang benar saja", gumam Joi


"ah mataku", ucap Geri memalingkan wajahnya


Dan benar saja, setelah Dio menciumnya, Riri membuka matanya


"aku benar",, gumam Dio tersenyum


"aku tidak percaya ini", ucap Joi


"cape banget astaga", keluh Geri


"mas kenapa aku disini?", tanya Riri langsung tersadar tapi perutnya terasa berat


"tangan sia...", ucap Riri terpotong karena melihat Jiah tertidur disampingnya


"Jiah? dia disini?", tanya Riri


Dio lalu menceritakan semuanya kenapa Jiah ada disini


"benarkah itu?", tanya Riri lalu kemudian tersenyum


"jika aku ingin mengajak tinggal disini, apakah boleh mas?", tanya Riri


"lakukan saja sayang, aku mendukungmu", ucap Dio


Jiah lalu terbangun dari tidurnya dan mendapati Riri yang sudah siuman


"kakak", ucap Jiah lalu memeluk Riri


"kakak sakit apa?", tanya Jiah


"hanya kelelahan bekerja Jiah, bukan penyakit serius", ucap Riri


"benarkah? maafkan aku kak, aku sungguh minta maaf", ucap Jiah lalu menangis dipelukan Riri

__ADS_1


"kenapa? apa yang salah? kenapa kamu meminta maaf Jiah?", tanya Riri


"kakak kelelahan bekerja sampai sakit begini, tapi aku justru menghabiskan uang kakak dan berbelanja barang barang mewah kemarin, aku minta maaf", ucap Jiah


"dia sungguh polos", bisik Joi


"kau benar kak, aku tidak menyangka dia berfikir seperti itu", jawab Dio


"haha kau ini kenapa Jiah, tidak apa apa, kan memang aku yang mengajakmu berbelanja", ucap Riri


"jangan merasa bersalah begitu, aku memang terkadang sakit seperti ini, tidak apa apa Jiah", ucap Riri mengelus rambut Jiah


"kakak mau aku buatkan bubur? aku bisa memasak", ucap Jiah menghapus air matanya


"benarkah? kalau begitu buatkan lah jika kau tidak keberatan", ucap Riri


"baiklah, akan kubuatkan, babaymuah", ucap Jiah mencium pipi Riri lalu melesat pergi ke dapur


"ternyata semua dugaanku benar, Jiah hanya dijadikan boneka dan senjata oleh Alexa, aku akan meluncurkan serangan untuknya", ucap Riri


"setelah aku makan, kita metting lagi, aku harus bergerak sebelum Jiah ikut ternodai oleh jalang itu", ucap Riri


"baik bu", jawab Geri


Riri mengawasi Jiah dari laptopnya, dia telah meletakkan cctv tersembunyi diseluruh penjuru mansion, dan hanya dia yang bisa membukanya


"sayang sejak kapan kau letakkan cctv ini?", tanya Dio


"kalau begitu kau pasti tau Ri, beberapa hari yang lalu ada kucing nakal yang menjatuhkan barang barang didapur, aku ingin tahu kucing siapa itu", sindir Joi


Dio dan Riri saling menatap, dan tertawa


"ah baiklah akan kucari kucing itu kak", jawab Riri


Terlihat Jiah sangat senang memasak bubur untuk Riri, dia bahkan bernyanyi dan menari disana. kini tekad Riri sudah bulat untuk menyelamatkan Jiah.


Setelah selesai makan masakan buatan Jiah, Riri kembali lagi rona wajahnya, dan sudah bisa beraktifitas


"Jiah, kau berkelilinglah dulu disini, atau istirahat di ruang tv, atau berenang dikolam, atau menari di ruang dance, terserahmu mau melakukan apa, panggil pelayan jika kau tidak tau arah rumah ini, aku mau bekerja dulu, okey", ucap Riri


"kakak bekerja lagi? anggota kakak kan banyak, suami kakak juga ada, suruh mereka saja, kakak istirahat saja ucap Jiah


"semua pekerjaan harus kakak sendiri yang mengerjakannya Jiah, nanti kalau sudah selesai kakak akan memanggilmu, okey", ucap Riri lalu dibalas anggukan dari Jiah


Riri kembali meeting diruang kerjanya bersama dengan para anggotanya


"Varel, info apalagi yang belum aku ketahui?", tanya Riri


"Alexa juga bermain dengan seorang dokter yang menyuntikkan obat itu kepada alm. tuan Wahid, dan dokter itu adalah dokter cabul yang biasanya mencabuli para pasiennya", ucap Varel


"bajingan!",, teriak Riri menghentakkan tangannya meja

__ADS_1


"dan mengenai mama anda nyonya, beliau sudah menghilang sejak beberapa bulan lalu, jejak terakhirnya, dia bersama dengan dokter tersebut nyonya, dan sampai saat ini belum ada kabar lagi", ucap Varel


Riri memijat pelipisnya, kepalanya terasa sakit sekarang, dia terdiam sejenak, lalu matanya berubah menjadi api amarah


"saya juga sudah mendapatkan semua bukti buktinya nyonya, bahkan bukti saat dokter itu mencabuli pasiennya, saat dia menerima dan menyuntikkan obat itu, saat dia bermain dengan Alexa, dan juga bukti transaksinya juga ada", ucap Varel


"bagus, nanti malam, bakar sebagian diskotik Alexa, dan pastikan tidak meninggalkan jejak apapun disana, lalu paginya, sebar luaskan vidio syurnya, semuanya, dan cari tau lebih lanjut tentang mamaku, jika Alexa juga terlibat, maka akan kuhancurkan dia", ucap Riri marah


"baik nyonya", jawab Varel


"dan Geri, suruh anak buahmu menculik dokter itu, ingat, jangan tinggalkan jejak dan jangan buat siapapun curiga, bawa dia ke mansion lama kakek yang ada ditengah hutan, buat dia menjadi menggila, dan jangan sampai lepas",, ucap Riri


"baik non", jawab Geri


"Rendi, kau cari obat itu dan pastikan besok pagi harus sudah ada, aku gamau tau pokoknya harus sudah ada didepan mataku", ucap Riri


"baik non", jawab Rendi


"Harry, ambil sampel DNA Jiah, ayah, dan juga aku, uji di lab, lalu berikan hasilnya kepadaku besok pagi, ",, ucap Riri


"baik non", jawab Harry


"mas, kak, kalian suruh rekan lama kakek itu menyerang anak perusahaan Alexa, jangan induknya, karena induknya sudah ada ditanganku",, ucap Riri


"baiklah sayangku", ucap Dio


"Harry, pastikan juga Jiah melihat vidio syur Alexa, apapun caranya, dan yakinkan dia untuk percaya denganku", ucap Riri


"baik non", ucap Harry


Mereka semua pun pergi melakukan tugasnya masing masing, hanya tinggal Dio dan Riri disana


"mas, aku ga akan diam kali ini, aku benar benar akan menghancurkan mereka", ucap Riri


"mas mendukungmu sayang, jangan khawatir", ucap Dio mengecup kening Riri


"mas, berarti dalang dibalik ini semua adalah Alexa, tapi apa motif dia sehingga dia menghancurkan keluargaku seperti ini?", tanya Riri


"mas akan cari tau", ucap Dio memeluk Riri


"mas, jika Jiah benar benar adikku, apakah dia akan mendukungku jika aku menghancurkan Alexa?", tanya Riri.


"kita harus buat dia ada dipihak kita dulu sayang, dan buat dia sadar bahwa mamanya itu bejad", ucap Dio


"mas, ntah kenapa, aku takut Jiah akan mengalami sakit mental sepertiku jika mengetahui kelakuan mamanya, aku justru mengkhawatirkan Jiah akan merasakan apa yang aku rasakan", ucap Riri


"kau juga sudah luluh dengannya?", tanya Dio


"mungkin, melihat ketulusannya, sepertinya aku menjadi sayang padanya, dia benar benar masih polos mas, akan sangat disayangkan jika ternodai oleh pikiran busuk Alexa", ucap Riri


"kau jangan khawatir sayangku mas yakin, Jiah itu anak yang cerdas seperti dirimu, dia pasti tau mana yang baik dan mana yang buruk", ucap Dio

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2