CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.89 Pemandangan Tak Biasa


__ADS_3

Riri berlari keluar dari ruangan itu, air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Sebenarnya hatinya sangat sakit saat mengatakan hal hal jahat itu kepada semua orang, terbesit dipikirannya dia juga takut akan ada yang berkhianat diantara mereka dan menjebloskan Riri kepenjara


Tapi itu semua tertutupi oleh amarah Riri yang kian menjadi jadi saat kenangan kenangan buruk itu terjadi pada dirinya selama ini.


Riri melajukan mobilnya mengarah kemansionnya, dia menangis sepanjang jalan, benar benar Riri tidak mengerti apa yang dirinya mau.


"aku harus melawan diriku sendiri", ucap Riri sambil meremas setir mobilnya


Setelah sampai kemansionnya, Riri keluar dari mobil dan membawa tasnya, dia masuk kemansion dengan wajah yang sangat menyeramkan dan masih ada bercak darah Alexa, walaupun sudah terhapus sebagian karena air matanya tadi


Para pekerja dimansion Riri tertunduk melihat kedatangan Riri dengan penampilan seperti itu, mereka tahu pasti bahwa majikannya sedang tidak bersahabat


"bawa ini kekamarku dan siapkan air hangat untukku berendam, siapkan wine dan juga taburkan banyak kelopak mawar dikamar ku dan juga kamar mandiku", ucap Riri melemparkan tasnya kepada salah satu pekerja dan menatapnya dengan tajam


"baik nyonya", ucap pelayan itu


Riri mendekat kearah pelayan itu


"pastikan kelopak mawar itu tidak kurang dari yang ku mau, jika saja kurang, aku akan menaburkan darahmu disana", ucap Riri tersenyum tipis


"ba-baik nyonya", jawab pelayan itu dengan tubuh bergetar mendengar ucapan Riri


Pelayan itu lalu permisi dan pergi kekamar Riri untuk mempersiapkan semua yang majikannya itu minta.


"psikopat", umpat pelayan itu dalam hati


"dan kalian kenapa masih diam disini? apa tidak ada yang berniat membantunya? pergi!", seru Riri membelalakkan matanya


"ba-baik nyonya", jawab mereka serentak lalu pergi dari sana


"eh sini dulu salah satu", ucap Riri memanggil pelayannya


"ya nyonya ada apa?", tanya pelayan itu


"siapkan makanan untukku, aku belum makan sejak kemarin, dan buatkan jamuan untukku bertema daging ala ala korea, dan pastikan rasanya cocok dilidahku, aku akan makan setelah mandi nanti", ucap Riri


"baik nyonya", jawab pelayan itu lalu pergi kedapur


"hei mau kemana?", tanya Riri bingung


"mau ambil tas dan uang nyonya, lalu pergi belanja membeli bahan bahan untuk makan nyonya nanti", jawab pelayan itu


"ah baiklah", ucap Riri mengangguk anggukkan kepalanya


Riri juga ikut pergi kedapur, dia mengambil cofee kalengan dari kulkasnya dan menenggaknya hingga habis, lalu meremas botol kaleng itu hingga tak berbentuk botol. Rasa amarah masih menyelimuti hati dan kepala Riri saat ini, dia tidak tau cara menenangkan dirinya sendiri.


Riri sangat frustasi rasanya dengan semua kejadiam yang baru saja dia alami, Riri langsung meminum air putih yang ada di meja bar, dia terus minum hingga habis. Lalu menarik nafasnya tersenggal senggal, entah apa yang ada dipikiran Riri, hatinya sangat marah sekarang


"Alexa sialan!!", teriak Riri lalu melemparkan gelas itu ke dinding

__ADS_1


"dia... dia benar benar merusak segalanya dihidupku, bajingan!!!", teriak Riri melemparkan semua barang yang ada dimeja bar hingga jatuh dan pecah


Riri lalu terduduk disamping meja bar, dia meringkuk dan menangis, kakinya terinjak pecahan kaca tapi dia tidak peduli. Riri terus menangis sejadi jadinya


Dio yang sedaritadi mengejar Riri akhirnya tiba dimansion, sesampainya dimansionnya dia mendengar suara barang barang berjatuhan dan pecah dari arah dapur, beberapa pelayan juga mendengarnya jadi mereka juga ingin melihat apa yang terjadi


Pelayan itu bertemu Dio


"ada apa ini?", tanya Dio


"saya tidak tau tuan, saya baru saja dari kamar nyonya", jawab pelayan itu


"dimana Riri?", tanya Dio


"nyonya ada didapur tuan, makanya ini mau saya cek", jawabnya lagi


"tidak usah, biar aku saja, kau lanjutkanlah pekerjaanmu", ucap Dio


"baik tuan", jawab pelayan itu lalu pamit undur diri


Sementara Dio berjalan perlahan kearah dapur, dia mendengar suara tangisan Riri dari kejauhan. Sesampainya didapur Dio melihat dapur yang berantakan dan juga istrinya yang meringkuk dan menangis, ia segera berjalan kearah istrinya dan memeluknya


"sayang, kau kenapa? tenangkan hatimu",, ucap Dio lembut, dia berusaha menahan tangis melihat kondisi istrinya sekarang


"aku bisa gila, aku... seperti akan gila", ucap Riri memukul mukul kepalanya


"sayang tenang dulu tenang kendalikan dirimu Riri", ucap Dio menahan tangan Riri


"kendalikan dirimu istriku, kendalikan pikiranmu", ucap Dio memeluk Riri


Dio terus memeluk Riri hingga tangisan istrinya itu perlahan hilang, Riri tertidur dipelukan suaminya. Dio akhirnya membawa Riri kekamarnya ala bridal


Beberapa pelayan yang sudah menyelesaikan tugas dikamar Riri, sudah kembali sejak tadi. Mereka juga melihat adegan saat Riri menangis tadi


Dio masuk kekamarnya, dia cukup bingung dengan keadaan kamar yang penuh bunga mawar


"ah pasti Riri lagi", batin Dio


Dio meletakkan Riri disofa, lalu membuka semua pakaian Riri dan melemparkannya ke sembarang tempat, hingga tubuh Riri polos tanpa sehelai benangpun. Dio lalu membersihkan tubuh Riri menggunakan handuk hangat


"bahkan darah Alexa masih disini", ucap Dio yang melihat tangan Riri yang masih ada darahnya


Setelah selesai Dio membawa tubuh istrinya itu ke ranjangnya, dia lalu membuka bajunya, dia bertelanjang dada sekarang


Dio menyelimuti Riri, lalu ikut berbaring dan memeluk istri tercintanya itu. Mereka akhirnya tertidur dalam balutan selimut hangat itu.


Setelah beberapa jam tertidur, salah satu pelayan masuk kekamar Riri, berniat memanggil Riri karena makanan yang Riri minta sudah selesai. Namun alangkah terkejutnya dia melihat majikannya itu sedang tidur tanpa sehelai benangpun ditubuhnya dan hanya berbalutkan selimut


Dio yang sudah bangun melihat kedatangan pelayan itu

__ADS_1


"ada apa?", tanya Dio


"em.. maaf tuan jika saya lancang langsung masuk begini, saya berniat memanggil nyonya, karena makanan yang diminta nyonya sudah selesai", jawab Pelayan itu


"benarkah? kalau begitu kalian saja yang makan, nanti setelah Riri bangun, kalian masak lagi untuknya sesuai yang dia minta, dia harus istirahat terlebih dahulu", ucap Dio


"ba-baik tuan", jawab pelayan itu


"ah dan juga, taburkan lagi kelopak mawar dikamar mandi, sepertinya sudah tidak segar, sementara istriku belum bangun, dia bisa mengamuk lagi nanti saat melihat mawar mawar itu layu", ucap Dio


"baik tuan, saya akan panggilkan beberapa pelayan yang lain", jawabnya


"dan juga, pastikan lakukan dengan gerakan perlahan dan jangan sampai membuat istriku bangun, aku sudah sangat kewalahan menghadapinya yang terus mengamuk", ucap Dio dengan muka memelas


"ba-baik tuan, akan saya lakukan", jawab pelayan itu


"baiklah", jawab Dio


Pelayan itu keluar dari kamar Riri, ternyata beberapa temannya sudah menunggu diluar kamar majikannya itu


"bagaimana?", tanya mereka


"syukurlah belum kita masak itu steaknya, nyonya masih tidur soalnya", jawabnya


"huh, akan sangat merepotkan jika aku harus berbelanja dua kali karena mencari bahan masakan itu lagi", ucap salah satu dari mereka


"ah ya dan juga kita disuruh mengganti mawar mwar dikamar mandi tuan dengan mawar yang lebih segar, katanya sih nyonya belum mandi", ucap pelayan itu


"baiklah aku akan ambilkan mawarnya, lebih baik aku mengganti mawar itu daripada melihat nyonya muda itu mengamuk lagi, sungguh dia sangat mengerikan", ucap mereka


"dan pastikan kita tidak membuat keributan apapun", ucapnya lagi


"tanpa kau bilang juga kami tau", jawab mereka


"kalian terkejut saat masuk kedalam nanti", ucap pelayan itu


"kenapa?", tanya temannya


"lihat saja nanti", jawabnya


Setelah mempersiapkan barang barang untuk dibawa kekamar Dio, para pelayan itu akhirnya masuk kekamar majikannya itu. Pemandangan pertama yang mereka dapatkan adalah saat melihat pakaian nyonya muda itu berserakan dilantai, beserta dengan baju tuannya juga, bahkan pakaian dalamnya juga berserakan


Para pelayan itu menutup mulutnya melihat pemandangan ini lalu saling tatap satu sama lain.


Mereka melanjutkan langkahnya lagi, lalu melihat sang majikan yang berbalut selimut, namun tuannya tetap membiarkan dada bidangnya itu terbuka, sementara nyonya mudanya itu tengkurap disamping dada suaminya dengan tubuh polos. Ini benar benar pemandangan yang luar biasa dan tidak seharusnya mereka lihat


"tubuh mereka benar benar indah",. batin salah satu pelayan


"sekian bulan aku bekerja disini, baru ini aku melihat pemandangan seperti ini", batin temannya yang lain

__ADS_1


Mereka lalu buru buru masuk kekamar mandi dan mengerjakan tugas mereka.


__ADS_2