CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
2.2 Baby Icezy dan Flowree


__ADS_3

"Hello Icezy", sapa Jiah ke Icezy dengan tenang dan tidak heboh seperti Joi


Namun itu justru mendapatkan respon tawa ria dari Icezy.


"Hei! dia tertawa? hanya dengan begitu dia tertawa?", protes Joi


"kamu terlalu berisik kak", jawab Dio


"jika Icezy bisa berbicara makanya dia akan berkata 'tutup mulutmu om Joi, telingaku sakit'", ejek Shila


"mamaa", rengek Joi


"kak, aku fikir Icezy lebih suka dengan manusia yang satu frekuensi dengannya", sindir Jiah lalu mengambil Icezy dari gendongan Dio


"aku bawa kekamar ya kak", ucap Jiah ke Dio


"bawalah, dia harus cukup istirahat sampai berangkat nanti", ucap Dio


Jiah langsung melesat membawa Icezy kekamarnya, Joi yang melihatnya ikut menyusul langkah Jiah dari belakang


"sepertinya mama juga harus istirahat, mama juga", ucap Dio menunjuk Shila dan Ningsih


"hei! jangan karena kami sudah punya cucu, kau menganggap aku dan Ningsih lemah ya", ucap Shila


"benar! Aku juga masih kuat jika ditantang untuk begadang hingga tengah malam", ucap Ningsih


...


Waktu masih menunjukkan pukul 9 malam, namun terlihat Ningsih dan Shila sudah terlelap dikamarnya saat Dio mencari mereka


"dasar emak emak plinplan", gumam Dio pelan


"siapa yang plinplan?", suara pelan Riri dari belakang Dio, tepat diteliga Dio


Riri berhasil membuat Dio tersontak kaget


"ya ampun sayang, kamu hampir membuat jantung mas lepas", pekik Dio


Riri tertawa senang lalu kemudian memeluk suaminya itu dengan manja


"mas, baby twins tidur dengan Jiah dan kak Joi dikamar mereka (kamar baby Icezy dan Flow)", ucap Riri


"sayang, kalau dilihat lihat Icezy dan Flow lebih terlihat seperti anak mereka daripada anak kita", ucap Dio


"benar mas, bahkan baby twins itu lebih sering tidur bersama Jiah dan kak Joi daripada denganku", ucap Riri


Dio membalikkan tubuh Riri dan memeluknya dari belakang, lalu meletakkan kepalanya di pundak istrinya itu


"bukankah itu juga menguntungkan kita?", tanya Dio pelan

__ADS_1


"kamu nakal banget ternyata ya mas, ga berubah", ucap Riri tertawa kecil


"aku tidak akan berubah sayang",, sahut Dio


"sayang, apa kamu yakin anak anak kita lahir dari perutmu ini? aku merasa tubuhmu tidak ada yang berubah sedikitpun", ucap Dio meneliti tubuh istrinya itu


"memang maksud mas apa? anak kita lahir darimana? didownload? kan nggaa", ucap Riri


"kalau difikir fikir mas sepertinya suka dengan tubuh sintalmu saat hamil dulu", ucap Dio


"jangan ngadi ngadi deh mas, aku tuh susah payah ngejaga postur badanku, jangan mas rusak konsistensi imanku dengan pujian pujian mas itu", omel Riri


Dio tergelak, wajah marah Riri sangat menggemaskan baginya, bahkan sejak kehadiran baby twins, Riri hampir tidak pernah marah lagi. Dio mencubit gemas pipi chuby Riri dan menciuminya


"aku bukan Icezy atau Flowree mas, tidak perlu diuyel uyel begitu", omel Riri


"aku lebih menyukaimu daripada Icezy atau Flowree, mamanya anak anakku adalah segalanya untukku", ucap Dio


Tidak bisa dibohongi lagi, pipi Riri merona mendengar pujian Dio, dia lalu tertawa geli. Dio membawa istrinya masuk kekamar untuk istirahat, perjalanan besok membutuhkan tenaga banyak dan dia tidak ingin melihat istrinya kelelahan


Dio bahkan membawa Fira untuk perjalanan besok, untuk berjaga dengan kesahatan istri dan anaknya, Dio juga membawa Reza, tunangan Fira yang juga seorang dokter yang ditugaskan Dio menjaga keluarganya yang lain


Eni dan Dila sebagai baby sister Icezy dan Flowree juga tak luput dari perhatian Dio, ia benar benar harus mengawasi setiap detail persiapan yang ada, dibantu Rendi dan Harry yang juga mempersiapkan segalanya untuk liburan keluarga ini


Sementara Geri, mendapatkan tugas double dari Riri dia tidak hanya disuruh mengambil alih perusahaan Riri, namun juga harus mengambil alih perusahaan Tio selama Riri dan keluarganya berlibur. Dibantu oleh Basree dan Ara juga tentunya, sedangkan Varel dan Koko menjaga bagian keamanan dan sistem perusahaan


Joi juga ikut turun tangan dengan menyediakan orang khusus yang akan mengawasi perjalanan mereka dari jauh supaya tidak menganggu Riri, dia tau adik iparnya itu sangat sensitif


...


Alarm sistem keamanan Geri, Koko dan Varel berbunyi, 3 manusia yang sedang berada di lain tempat itu pun langsung berlari keruangan Varel


"siapa?", tanya Geri


"Blanc-W, salah satu orang dari perusahaan mereka sedang berusaha meneroobos masuk ke sistem", ucap Koko


"ah dia lagi?", tanya Geri


"iya Ger, kenapa tidak kita basmi saja?", tanya Koko


"Riri melarangku, sampai dia selesai liburan nanti, tidak boleh menyerang perusahaan lain", ucap Geri


"tapi manusia satu ini jika dibiarkan terus tidak akan berhenti", ucap Varel


"kalian awasi saja dia, jangan sampai menyentuh perusahaan kita apalagi Riri, aku harus fokus ke Rara dan Riri untuk sementara ini", ucap Geri


"Riri kan sudah ada tuan Dio, kau tidak perlu mengkhawatirkannya", ucal Varel


"bagaimana pun juga dia sudah kuanggap adikku, mana mungkin aku lepas pengawasan untuknya", jawab Geri

__ADS_1


"diamlah kalian berdua, aku tidak fokus", omel Koko


"brisik banget lu", pekik Varel


"kalian mau kopi?", tanya Ara dengan kepalanya yang menyembul dari balik pintu


"aku mau", ucap Koko


"aku juga", ucap Varel


"tuan Geri? Tidak mau?", tanya Ara


"tidak", jawab Geri


"baiklah", jawab Ara


...


Slurp!! Ah... Glek! Glek! Glek! Glek!


Suara yang muncul dari mulut Geri saat menenggak habis kopi milik Koko dan Varel


"bukankah tadi kau bilang tidak mau Ger?", tanya Ara


"memangnya aku bilang begitu?", tanya Geri


"akan kubuatkan lagi untuk kalian", ucap Ara kepada Koko dan Varel yang sudah memasang wajah asam menghadap Geri


"apa? kenapa? toh juga Ara membuatkan lagi", ucap Geri yang sadar sedangkan ditatap 2 manusia itu


...


Keesokan harinya, pagi pagi sekali mansion Riri sudah sangat ramai, para manusia dimansion itu sudah bersiap dengan kopernya masing masing yang dibawa turun kebawah melalui lift oleh para bodyguard kepercayaan Riri,


Kalau kalian ingat bodyguard yang menjadi saksi kematian sadisnya Alexa, maka merekalah orangnya.


Banyak juga bodyguard dihalaman deoan mansion Riri yang sedang mempersiapkan mobil dan juga menyusun barang barang lain, ada yang sedang berbicara dengan Harry dan Rendi, ada yang sedang diomeli Joi karena terlalu berisik dan menganggu baby Flow yang sedang berada dipangkuannya, ada juga yang sedang melayani rempongnya Ningsih dan Shila


"sudah selesai, anak mommy yang jelek ini sudah siap berangkat", ucap Riri menguyel uyel pipi Icezy yang sedang tertawa ria itu


Icezy memang diurus belakangan, karena Flow bangun lebih awal daripada Icezy, karena itulah Flow sudah berjalan jalan keliling mansion bersama Joi, sedangkan Icezy masih berdandan dikamar mommynya bersama dengan Jiah


"aku bawa ya kak", ucap Jiah


"iya, hati hati ya", ucap Riri menyerahkan Icezy ke Jiah dengan sangat hati hati


"anak mommy baik baik ya sama tante nya, mommy mau mandi dulu biar cantik, okey", ucap Riri mengelus lembut pipi Icezy


Icezy mengangguk dan tersenyum seakan menjawab ucapan mommynya, Jiah lalu membawa Icezy untuk berkeliling mansion juga bersama dengan Flow

__ADS_1


"ayo jalan jalan sama tante, kita cari adikmu itu", ucap Jiah yang diberi respon tawa kecil dari Icezy


__ADS_2