CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.33 Pulau Sumba


__ADS_3

Setelah Geri dan Harry menyelesaikan tugas dari Riri, mereka kembali kekantor. Saat masuk ke ruangan Riri, betapa paniknya 2 sekretaris itu melihat ruangan nonanya kosong. Mereka menelfon Riri dan tak ada jawaban


"Nit, dimana nona Riri?", tanya Geri ke Nita


"bukannya tadi lagi dinangis diruangannya? aku baru saja kembali dari rapat", ucap Nita


Geri dan Harry berlari mencari sekeliling kantor, namun mereka sama sekali tidak menemukan keberadaan Riri


"kita ke apartemen", ucap Geri ke Harry


Dan ternyata apartemen Riri juga kosong, tak ada orang


"kemana nona Riri?", ucap Harry yang makin panik


"kita cek kamarnya aja ya?", tanya Geri


"yasudah cek aja", ucap Harry langsung menorobos masuk,


Harry membuka lemari dan baju baju Riri sudah tidak ada lagi, tas kopernya juga ga ada


"Ger nona Riri kemana Ger", ucap Harry frustasi


"dia pasti pergi, dia ga pernah begini sebelumnya, pasti hatinya bener bener sakit", ucap Geri menangis.


"hubungi Dio!", ucap Harry


"iya", ucap Geri


Geri menelfon Dio, setelah 3 kali panggilan akhirnya diangkat


"*kenapa Ger?", tanya Dio


"nona Riri hilang tuan", ucap Geri sambil menangis kencang


"apa?!!", teriak Dio tak percaya


"benar tuan, jadi kejadiannya begini....", ucap Geri langsung menceritakan secara detail masalah dikantor tadi


"kalian tunggu diapartemennya, aku segera kesana", ucap Dio langsung mematikan telfon*


Dio langsung melajukan mobilnya ke apartemen Riri dan benar saja, semua baju Riri menghilang tanpa jejak


"kami sudah periksa semua tempat yang biasa di kunjungi nona Riri, tapi ga ada juga tuan", ucap Geri yang tak kalah panik


Kepala Dio tak karuan rasanya, dia sakit mengingat Riri pasti akan menangis sejadi jadinya gara gara kejadian itu


Sementara Riri, sedang dalam pesawat, dia memutuskan pergi berlibur, dia ingin menenangkan dirinya. sementara handphone dimatikan agar tak ada yang melacak keberadaannya. Dan dia juga sudah membeli handphone baru


Dia meneteskan air mata disepanjang perjalanannya. mengingat kembali kejadian dikantornya tadi.


Dio dan 3 sekretarisnya itu, mendatangi rumah orang tuanya Dio dan berharap Riri ada disana, tapi lagi lagi hasilnya nihil. Hardi memutuskan mencari keberadaan Riri diseluruh kota, dan berhasil menemukan jejak nama Riri ada didalam daftar penumpang pesawat


"hah? pulau sumba?", tanya Dio, Geri, Harry, dan Rendi ternganga


"tapi tuan, nona Riri kan ga punya sanak saudara disana, ngapai dia kesana?",, tanya Harry dengan polosnya


"bodoh! bisa aja dia kesana mau menenangkan diri, nona Riri sangat suka dengan pantai, apa kau lupa?", ceplos Geri menjitak kepala Harry


"kalau kau ingat kenapa kita ga kesana daritadi? kau juga bodoh!", ucap Harry


"tapi apa nona pernah kesana sebelumnya?", tanya Rendi


"lah iyaa!! dia kan ga pernah kemana mana selain kamar dan dapur", ucap Geri dan Harry serentak


"gimana sih anjir?!", ucap Rendi kesal

__ADS_1


"Geri, pesan tiket, kita kesana sekarang", ucap Dio


"baik tuan", ucap Geri.


"kan saya sekretarisnya, kenapa malah nyuruh Geri sih tuan", batin Rendi


"Rendi persiapkan kendaraan, kita susul Riri, dan kalian juga bersiaplah, aku tak kan bisa membujuk Riri pulang kalau gada kalian bertiga, cepat sana", ucap Dio


"baik tuan", jawab mereka serentak


"pa, Dio susul Riri ya", ucap Dio


"iya nak, susullah, pergilah, hati hati ya", ucap Shila dan Hardi


Kini Dio dan 3 sekretarisnya itu sudah sampai dibandara


Sementara Riri telah tiba ditujuannya, dan bersiap ke tempat wisata yang dituju, harus menempuh perjalanan selama 2 jam. Riri tak peduli dan terus melamun sepanjang jalan


Setelah 2 jam menempuh perjalanan, Riri kini telah tiba di hotelnya, dia seketika melupakan masalah nya saat melihat pemandangan yang begitu menakjubkan didepan matanya. Tempat impiannya yang kini berubah menjadi nyata


Setelah masuk ke hotel dan meletakkan tasnya, Riri kembali berlari ke pantai dan bermain sendiri dipantai, dia sangat bahagia dan melupakan semua kesedihannya tadi.


Kini Dio dan 3 sekretaris itu telah berada di pesawat mereka. Pikiran Dio tak karuan mengingat Riri hanya sendirian ditempat yang tak dikenalnya


Setelah sampai di tujuan, mereka bertiga segera menuju tempat yang sama dengan Riri.


"kau yakin tempatnya akan sama dengan Riri?", tanya Dio ke Geri


"yakin tuan, nona Riri sering bercerita ingin kesana", ucap Geri


"bukannya gimana gimana, masalahnya disini susah kendaraan dan jaringan, kalau saja salah tempat, bakal butuh waktu lama untuk mencarinya lagi", ucap Rendi yang ikut panik


"tenang saja tuan, saya yakin nona Riri kesana", ucap Geri


Sementara Harry terus diam mengingat kejadian tadi dia sangat takut Riri celaka


"hello, apa aku boleh duduk juga disini?", tanya gadis itu


"oh iya boleh, sini", ucap Riri sambil mengusap air matanya


"maaf, apa kau sedang ada masalah?", tanya gadis itu


"em, sedikit", ucap Riri


"kalau boleh aku memberi saran, silahkan lah tumpahkan kesedihanmu disini, menangislah sejadi jadinya, kau akan lega", ucap gadis itu


"apa kau juga sedang ada masalah?", ucap Riri


"em... aku hampir menyerah rasanya", ucap gadis itu juga meneteskan air mata


"baiklah, mari kita menangisi takdir kita bersama sama disini", ucap Riri, lalu mereka berdua tertawa


"siapa namamu? namaku Aurora", ucap gadis itu


"oh nama ya, em... boleh aku minta pendapatmu?", tanya Riri


"boleh, apa kah kau belum punya nama?", tanya Aurora polos


"haha bukan begitu, hanya saja aku ingin mengganti nama panggilanku, boleh ga ya?", tanya Riri


"tak ada yang melarang, itu hak mu, siapa nama lengkapmu?", tanya Aurora


"Gia Karina Syahputri", ucap Riri


"cantik ya, nama panggilan sebelumnya apa?", tanya Aurora

__ADS_1


"Riri", jawab Riri


"kalau begitu, ganti jadi karina, itu sangat cantik", jawab Aurora. "tapi kenapa kau ingin mengganti nama panggilan?", lanjutnya


"besok ulang tahun ku, aku ingin memulai halaman baru ku", ucap Riri


"baiklah Karina, kalau begitu aku akan mengganti namaku juga", ucap Aurora


"maksudmu?", tanya Riri


"panggilanku sebelumnya adalah Aurora, jadi kau akan menjadi orang pertama yang mengenalku dengan nama Rara", jawab Aurora


"Rara Riri hahaha sangat gemoy", ucap Riri tertawa


"iyaa kok bisa ya hahaha", ucap Rara ikut tertawa


"kalau begitu pakailah nama Rara saat masih bersamaku, aku akan pakai nama Riri", ucap Riri


"baiklah Riri", ucap Rara


"mari kita foto bersama, vibes nya cantik sekali sekarang", ucap Riri tersenyum manis


"kau benar, mari kita berfoto, setelah itu makan malam bersama", ucap Rara


"bersama?", tanya Riri


"iyaa, disini makannya bersama dengan pengunjung lain", ucap Rara


"baiklah, mari kita berfoto dulu", ucap Riri


Mereka berdua mengambil foto sangat banyak dan sangat menikmati senja itu. Setelah makan malam, Riri mengantarkan Rara ke kamarnya dan ternyata kamar mereka bersebelahan


"aku kekamar ku ya Rara", ucap Riri


"baiklah, terima kasih sudah mengantarku kesini", ucap Rara


Namun saat Riri berbalik badan, ada yang teriak memanggil Riri yang membuat Rara dan Riri terbengong mencari sumber suara


"Nona Ririii!!!!!", Teriak Geri


"siapa itu Ri? apa itu yang kau cerita kan tadi?", tanya Rara mulai mendekati Riri seolah melindungi Riri dibalik badannya


"Nona Ririiii!!!!", teriak Harry berlari kearah Riri, namun terhalang Rara


"Sayang kau disini? aku sangat khawatir denganmu", ucap Dio menahan tangis, dan ingin memeluk Riri tapi Rara mencegahnya dengan menepis tangan Dio


"jangan berani dekati adikku!" Bentak Rara


"Rara terima kasih", ucap Riri memeluk Rara, dan Rara pun memeluk balik


.


.


.


Wah Rara dan Riri makin deket aja yah


semoga ga fake ya guys


nantikan terus episode selanjutnya ya


makasih udah mampir kesini ya :)


Jangan lupa sekuntum mawar merah untukku ya manteman, terima kasih :)

__ADS_1


byebye >~<


__ADS_2