CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
2.5 Buaya Putih


__ADS_3

"dimana Riri?", tanya Shila ke Dio


"dimobil ma", jawab Dio menengguk wine


"kenapa kau minum wine?", tanya Shila merampas gelas itu dari tangan anaknya


"biarkan saja ma, kan nanti bukan dia yang nyetir mobil ataupun pesawat", sambung Joi yang sedaritadi duduk dilantai menikmati yogurtnya


"walaupun bukan dia yang membawa mobil ataupun pesawat, bukan berarti dia boleh minum wine", ucap Shila


"mana istrimu?", tanya Shila lagi


"dimobil mama", jawab Joi


"aku bertanya dengan adikmu", ucap Shila melotot


"dia lagi ga mood bicara, jangan mama tanyain", ucap Joi


"kenapa? kalian bertengkar?", tanya Shila ke Joi


"bukan aku tapi Riri", ucap Joi


Dio menoleh seketika kearah kakaknya dan melemparnya dengan lap meja


"kenapa? aku hanya jujur dengan mamaku, apa yang salah", ucap Joi


Dio hanya memeloti kakaknya itu dan menunang lagi wine digelas baru


Shila geleng geleng kepala dan pergi meninggalkan anak anaknya itu, Shila pergi kehalaman depan man mencari mobil yang ditempati menantunya itu.


Riri tidak mendengarkan suara ketukan dijendela mobilnya, dia terhanyut dalam lamunannya sambil menepuk nepuk anak anak nya itu


"Riri! Riri!", panggil Shila sambil mengetuk kaca jendela mobil itu,


"Ri buka Ri, jangan buat mama khawatir!", ucap Shila


Shila tidak kehabisan ide, dia memanggil bodyguard untuk menggoyang goyangkan mobil supaya Riri membuka pintu. Dan benar saja Riri tersadar dari lamunannya saat mobilnya bergoyang, dia segera membuka pintu mobilnya, terlihat mama mertuanya sudah berkacak pinggang menatapnya


"mama?", tanya Riri lalu mengedarkan pandangannya dan melihat beberapa bodyguard didekat mobil


"kamu kenapa?", tanya Shila saat sudah didalam mobil bersama dengan menantunya itu


"tidak apa apa ma", jawab Riri


"bertengkar dengan suamimu?", tanya Shila


Riri hanya diam tidak menjawab

__ADS_1


"cerita dengan mama Ri, kamu tidak akan bisa menyelesaikannya jika hanya diam begini, itu hanya akan menyakiti hatimu", ucap Shila


Riri diam menatap mertuanya, dia tidak bisa menahan lagi, air matanya mengalir begitu saja. Shila memeluk menantunya itu dengan erat dan mengelus lembut kepalanya. Riri menangis sejadi jadinya, namun tak ada suara yang keluar dari bibirnya, hanya terdengar sesegukan nafasnya


"apa kita tunda dulu penerbangannya? sampe kamu tenang dulu", tanya Shila


"tidak perlu ma", jawab Riri


Shila menghapus air mata menantunya itu dengan tisu


"mau cerita ke mama?", tanya Shila


Riri mengangguk pelan, lalu meminum sebotol air, dia mengatur nafasnya sejenak kemudian menceritakan kejadiannya kepada mertuanya. Sang mertua hanya diam menatap dan menghapus air mata menantunya itu, dia tau hal sepele seperti itu pasti sangat menyakitkan bagi Riri


"sepertinya aku salah ketika membuat kepurusan untuk memaafkan mama dan ayah", ucap Riri


"apa harus mama tegur Ningsih? supaya dia tidak begitu ke kamu", ucap Shila


Riri menggeleng


"tidak perlu ma, jika mamaku itu tulus maka dia akan memperlakukanku seharusnya, aku tidak perlu dikasihani", ucap Riri


"baiklah kalau begitu. Riri dengar mama, kamu masih punya mama, anggap mama ini sebagai mamamu juga ya, mama sayang banget sama kamu", ucap Shila memegang pipi chuby menantunya


"makasih ma, makasih banyak udah pengertian sama Riri", ucap Riri dengan lelehan air matanya


"maaf ya ma", jawab Riri


"kalo diliat liat kamu lebih cantik chuby gini Ri, gemesh banget mama sama pipi kamu ini", ucap Shila tertawa sambil mencubit pipi Riri


"ih mama, aku tuh gendut sekarang", ucap Riri


"bodygoals seperti kamu bilang gendut? dasar anak nakal", omel Shila


Riri tertawa puas mendengar omelan Shila, setelah cukup lama mengobrol dimobil, akhirnya waktu keberangkatan pun tiba, Shila dan Riri pisah mobil. Riri tidak ingin keluar dari mobilnya dan masih stay menggendong Icezy dan Flow ditangannya


Dio lalu masuk kemobil dari pintu sebelah, lalu bodyguard lain juga masuk kedalam mobil dipintu depan dan ditempat supir


"mana Eni dan Dila? bukankah mereka harus disini?", tanya Riri


"mereka mas suruh dimobil mama", ucap Dio lalu mengambil Flow dari tangan Riri


"kenapa?", tanya Riri


"mas mau ngobrol sama kamu dulu", jawab Dio


"kalo untuk bahas yang tadi lagi mending gausah", jawab Riri ketus lalu memalingkan wajahnya kearah jendela

__ADS_1


Flow tertawa kecil menatap daddynya dia memukul dada daddynya itu sambil berusaha berbicara


"kenapa sayang? kamu mau ngaduin mommy mu ya? uluhh tayang daddy..", ucap Dio mengajak bicara Flow


Baby Flow sepertinya mengerti dengan bahasa daddynya dan tertawa sambil berusaha bicara, dia benar benar seperti anak kecil yang sedang mengadu dengan bapaknya


"ho'oh, kenapa mommy tadi? ngambek iya mommynya? uuhh kaciannya anak daddy diambekin mommynya", ucap Dio


Sedangkan Riri menahan tawanya mendengar interaksi antara suami dan anaknya itu terdengar seperti mengajaknya bicara tapi melalui anaknya


"bahkan jika ditanyai seribu kali pun baby Flow tidak akan bisa menjawab untuk sekarang ini, kenapa boss dingin ini begitu random", batin bodyguard yang sedang mengemudi itu


"kamu tadi diapain sama mommy sayang? diajakin gelud iya? bilang sini sama daddy biar daddy wakilkan", ucap Dio


"kamu tau sayang? daddy tuh ahlinya kalo udah urusan bergelud dengan mommy-mu, jadi kamu tidak perlu buang tenaga, biar daddy yang wakilkan ya", ucap Dio


"modus banget buaya putih, kalo ngajak gelud bilang aja langsung, pake ngomporin Flow segala", sambar Riri


"loh kan mas cuma menerjemahkan ucapan aduannya Flow, ya ga salah dong, yakan sayang?", tanya Dio ke Flow yang sedang tertawa ha he ha he ke dirinya


Icezy ikut tertawa dan berusaha mengadu juga saat menatap daddynya dari pelukan mommynya, tangannya memukul dada Riri, kakinya menendang nendang seperti anak yang sedang semangat


"nah itu Icezy juga mau gelud juga keknya,mau daddy wakilkan sayang?", tanya Dio menatap Icezy


Icezy tertawa senang dengan kaki yang terus menendang nendang


"seneng banget putri daddy ya, ga sabar banget ya mau gelud sama mommynya?", tanya Dio


Flow dan Icezy terus tertawa senang saat diajak bicara oleh daddynya yang sedang menggoda mommynya itu.


"Icezy sayang, mending kamu aja deh yang gelud sama mommy, kalo diwakilkan daddymu ntar kita ga ketemu sampe semalaman", ucap Riri mengelus lembut pipi Icezy


"'tidak masalah mommy'", ucap Dio meniru suara anak kecil sambil memegang tangan Flow menghadap Riri


"kamu lihat sendiri kan sayang? bahkan adikmu sudah menjadi korban daddymu itu", sindir Riri


Dio tertawa puas mendengar sindiran istrinya itu, dia lalu mendekati Riri dan mencium pipinya


"istriku yang paling cantik ini ga boleh nyindir nyindir gitu", ucap Dio


"apasih mas ih", ucap Riri merona


"Hei Flow, Icezy, lihat mommy kalian ini, masih malu malu sama daddy, padahal kan bukan PDKT lagi yakan?", ucap Dio kepada Flow dan Icezy bergantian


"pas PDKT aja mas ga pernah gombalin aku", sahut Riri


Dio tertawa kencang mendengar ucapan istrinya itu, ya memang benar Dio tidak pernah menggombal apapun selama PDKT. Lelaki dingin sepertinya tidak tau caranya menggombal, tetapi tau caranya membuat wanita incaran mereka langsung kicep dan tak bisa bergerak

__ADS_1


__ADS_2