CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.52 Gadis Kecil Dio dan Joi


__ADS_3

Lalu beberapa saat kemudian, Riri turun dengan gaun barunya. Semua orang yang ada disana menoleh menghadap tangga, menunggu sang tuan putri nan cantik jelita


Riri turun lalu berjalan kearah ruang tv,


"hello", ucap Riri sambil tersenyum



"wah Gia Karina, kau sangat menawan", puji Hardi yang sedaritadi diam


"ini sungguh menawan Riri, kau sangat cantik", puji Shila


"sayang, rasanya aku ingin mengurungmu dikamar dan tidak boleh dilihat orang lain, aku sungguh cemburu", rengek Dio manja


"dasar anak nakal", ucap Shila memukul lengan Dio


"kau bisa lakukan itu 2 hari lagi", jawab Hardi


Joi yang sedaritadi diam, dia terpesona dengan kecantikan gadis kecil yang dulu sangat dijaganya dan Dio, lalu menghilang secara tiba tiba, dan sekarang gadis kecil itu muncul kembali didepan matanya dengan penampilan yang sungguh menawan


"tutup mata dan mulut mu itu kak, dia milikku", ucap Dio menyerang Joi


"dia sangat cantik, aku sangat kagum", elak Joi yang sedang bergelut dengan Dio


"ma, dia siapa?",, tanya Riri melihat Joi, dia tidak sadar kalau ada orang lain yang tidak dikenalnya diruangan itu


"ah itu kakak Dio, Joi", jawab Shila


"hallo kak", sapa Riri ke Joi


"hallo Riri", sapa Joi..


Mereka semua mengobrol sejenak dan memperkenalkan Joi ke Riri, juga menceritakan betapa senangnya dulu saat Riri ada diantara Joi dan Dio waktu kecil


"kau tau Ri? adikku ini terus menangis sepanjang hari saat kau tidak datang lagi kerumah kami", ucap Joi sambil merangkul Dio


Riri tersenyum nakal dan melirik Dio


"benarkah?", tanya Riri tersenyum kearah Dio


"benar, aku tidak berbohong, dia terus membujuk papa untuk mencarimu sepanjang hari, bahkan aku pun diseretnya agar ikut mencarimu juga", ucap Joi


"ah", ucap Riri mengangguk anggukkan kepalanya


"ma aku ingin ganti baju dulu",, ucap Riri ke Shila


"kenapa diganti Ri? mama suka melihatmu memakai ini, pakai saja, sampai makan malam nanti mungkin", ucap Shila


"em baiklah ma, aku ingin keruang kerja dulu, aku harus tetap memantau perusahaanku", ucap Riri


"nanti aku susul ya sayang", ucap Dio


"oke baby", ucap Riri lalu pamit dan melesat keruang kerjanya


"apakah dia tidak mengingatku?", tanya Joi bingung


"dia bahkan tidak mengingat papa", jawab Dio


"why?", tanya Joi bingung


Lalu Hardi menceritakan semua kejadiannya dari awal hingga akhir. Joi mendengarkannya dan tidak bisa berkata apa apa lagi.


"dia benar benar gadis yang luar biasa", ucap Joi


"benar kak, hanya saja, jangan terkejut jika melihatnya berubah menjadi singa liar",, ucap Dio


Joi dan Dio menemui Riri diruang kerjanya, dari luar pintu, terlihat Riri sedang bergelud dengan laptop dan berkas berkasnya itu. Wajah Riri menunjukkan wajah dingin dan serius dia seperti bom yang siap meledak kapan saja


"hanya feelingku saja atau dia memang agak berbeda dari yang tadi saat dibawah", bisik Joi


"itu memang berbeda kak, sepertinya ada masalah", bisik Dio


"ah begitu", jawab Joi mengganguk anggukkan kepalanya


Dio dan Joi masuk kedalam ruang kerja, dan merasakan dingin disekujur tubuh mereka. Riri yang tadinya berwajah dingin, berubah menjadi tersenyum saat melihat Dio dan Joi masuk keruangannya

__ADS_1


"kau disini sayang?", tanya Riri tersenyum


"iya sayang, baru saja masuk", jawab Dio


"ah baiklah, aku lanjut bekerja ya sayang, kak",, ucap Riri tersenyum kepada kakak beradik itu. Lalu Riri menunduk menatap berkas nya lagi dengan wajah dingin, sedingin suhu diruangan ini


Joi sedikit bingung, sedangkan Dio yang sudah terbiasa, hanya tersenyum, mereka duduk disofa agak jauh dari Riri. Aura yang terpancar dari Riri sekarang adalah sangat dingin dan menakutkan.


"aku rasa dia mengidap bipolar", bisik Joi


"aku rasa dia juga memiliki kepribadian ganda, karena dia juga memakai nama selain Riri", bisik Dio.,


"benarkah? sekarang aku mulai percaya omong kosongmu soal singa liar tadi", bisik Joi


"ini belum apa apa kau tau", bisik Dio


Tiba tiba Riri meremas berkas yang ada di tangannya, lalu menghentakkan tangannya kemeja. Riri juga memutar mutar kursinya sambil memijat pelipisnya


tikus sialan!


umpat Riri


Dio dan Joi tentu saja terkejut dengan gerakan Riri yang tiba tiba.


"dia benar benar berbeda", batin Joi


"feelingku tidak enak", bisik Joi


"aku juga", jawab Dio


Riri mengambil minuman kaleng dari kulkas yang ada diruang kerjanya, lalu menenggak habis minumannya dan meremas botol kaleng itu hingga tidak berbentuk lagi lalu membuangnya ke tong sampah


"ini sungguh mengerikan", bisik Joi


"diamlah", bisik Dio


"ada apa sayang? apakah ada masalah?",, tanta Dio mendekati Riri, diikuti Joi juga di belakangnya


"ada yang mencoba mengusikku", jawab Riri dingin


"dia mencoba menerobos masuk ke beberapa cabang perusahaanku", ucap Riri


"ahh, jangan kasih jalan untuk mereka Ri", ucap Joi


"tentu saja, akan kuhancurkan mereka lebih dulu sebelum mereka menyentuhku", ucap Riri sambil meremas berkas ditangannya


Riri mengambil telfonnya dan menelfon Geri


"Geri, bawakan padaku semua laporan cabang perusahaan di kota B, antarkan ke mansion papa Hardi, aku tunggu dalam waktu 1 jam, dan bawa Harry juga",, ucap Riri langsung mematikan telfonnya


"sayang, siapa yang berani mengusikmu? semua orang tau tentang keganasanmu", ucap Dio sambil berfikir.


"aku akan mengurus ini sebelum pernikahan kita kak",, ucap Riri.


"mau aku bantu sayang?", tanya Dio


Riri menatap Dio sejenak, lalu dia kembali memutar kursinya.


"gausa sayang, hari ini juga aku selesaikan semua ini", ucap Riri


Riri menelfon bawahannya yang lain lalu memerintahkan mereka menarik pelaku dan kasus ini ke jalur hukum dengan pengacara yang sudah disediakan Riri


Geri dan Harry pun datang dengan laporan ditangannya. Mereka menyerahkan laporan itu ke Riri, jelas saja Riri mengamuk


"dasar tikus sialan!", umpat Riri lalu menghentakkan mejanya


"non, dia sudah ditangkap dan semua bukti sudah saya kirim kesana",, ucap Harry


"non, kami akan mengurus ini nona Riri, kami akan mencari lebih lanjut lagi", ucap Geri


"aku ga berniat memberi kelonggaran untuk mereka", ucap Riri.


"aku akan mengurus ini lebih lanjut sesudah pernikahanku, kalian awasi ini semua, perketat lagi semua keamanan, dia harus diberi pelajaran karena berani menyentuhku",, ucap Riri dengan nada tegas


Tentu saja 4 lelaki didalam sana juga ikut merasakan dingin dan marahnya Riri.

__ADS_1


"baik non",, jawab Geri dan Harry, lalu mereka pamit pulang


"sayang, apakah kau tidak kedinginan?", tanya Dio mendekati Riri dia menyentuh pundak Riri yang sudah sangat dingin


"tidak", jawab Riri


"mari kita makan malam sayangku, papa dan mama sudah menunggu", ajak Dio


"aku tidak lapar", jawab Riri singkat


"sayang, tenangkan dirimu", ucap Dio lalu memeluk Riri dari belakang dan mencium pundak Riri


Riri perlahan diam dan mereda amarahnya, dia memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan dari Dio. Sementara Joi yang duduk disofa sudut ruangan hanya bisa menonton aksi adik laknatnya itu


"adik sialan",


umpat Dio pelan


"aku juga ingin", rengek Dio dalam hati


Dio melirik sebentar kearah Joi yang masih setia duduk disofa, lalu mengejeknya sebentar. Joi geram melihatnya, ingin sekali rasanya dia melempar vas bunga ke Dio


"aku harus cari pasangan juga, masa iya aku cuma nonton gini", gumam Joi


"sayang ada kakakmu disini",, bisik Riri


"biarkan saja dia, suruh siapa tidak menikah lebih dulu", ucap Dio


Lalu Joi menarik telinga Dio pelan


"dasar mesum, bahkan Riri saja paham ada aku disini", omel Joi


"dia kan akan menjadi istriku", ucap Dio lalu mencium pipi Riri


"tunggu 2 hari lagi Diovano, kenapa kau sungguh tidak sabar?",, tanya Joi geram


"i don't care, wlekk",, ejek Dio lalu menggendong Riri keluar dari ruang kerja


"Dioo!!! sialan kau ini! kau sengaja memancingku ya?!", teriak Joi mengejar Dio


"cari istrimu sendiri sana",, ucap Dio berlari membawa Riri


"Riri juga gadis kecilku", jawab Joi


"Riri adalah calon istriku", ucap Dio


Mereka bertengkar kecil sambil menuju meja makan, Riri masih setia ada di gendongan Dio ala bridal style, dia terus tertawa melihat kakak beradik itu


Hardi dan Shila melihat mereka, dia bingung kenapa Riri digendong kesana kesini seperti bayi


"kenapa mereka itu?", tanya Shila kepada Hardi


"biarkan saja, Riri juga tertawa bahagia, tadi aku mendengar bahwa Riri sempat ada masalah dengan kantornya, lalu karena tingkah dua manusia itu, sekarang dia seperti bayi yang dibopong sana sini", ucap Hardi tertawa


"momen belasan tahun yang lalu, akhirnya terulang kembali sayang, aku sangat senang",, ucap Shila memeluk Hardi


"kau benar sayang, mari kita terus pertahankan ini semua", ucap Hardi dan dibalas anggukan dari Shila


Riri melihat Shila dan Hardi berpelukan, dia berteriak kecil


"papa mama apa kalian tidak berniat menolongku?", tanya Riri sambil tertawa


"lepaskan gadis kecilku itu Dio, dia harus makan malam", ucap Joi


"baiklah sayang, mari kita kekamar",, ucap Dio


Shila langsung menarik telinga Dio membuat Dio melangkah mundur


"dasar anak nakal, berani sekali kau ingin menculik putriku ini, turunkan dia", ucap Shila


"aduh ma iya ma iya Dio turunkan iyaa", ucap Dio lalu menurunkan Riri


"2 hari kau bisa membawanya kemanapun Diovano", ucap Hardi tertawa.


"mampus kau", ucap Joi tertawa

__ADS_1


Mereka lalu makan malam bersama dimeja makan. Dio dan Joi benar benar akur dan dekat walaupun saling menjahili. Sedangkan Riri hanya tertawa melihat tingkah kakak beradik itu yang terus bergelud sepanjang waktu


__ADS_2