
Dio melirik kearah Riska dan Zahra yang sedang ketakutan, tubuh mereka bergetar hebat sangking takutnya melihat aksi keji istrinya dan dirinya. Dio lalu mengambil winenya dan menengguknya sedikit, ia lalu melangkah kearah Riska dan Zahra, lalu menyiramkan wine itu ke mereka dengan cara yang sangat kasar
Riska dan Zahra terkejut sekaligus ketakutan, sementara Riri hanya menonton dari kejauhan. Dio berjongkok dan mengangkat dagu Riska, dia melemparkan tatapan tajamnya dan senyuman mengerikan
Seketika itu juga muncul momen momen dimana saat Riri dipermalukan, saat Riri rusak mentalnya, saat Riri yang direndahkan, hal itu membuat Dio marah dan menampar kuat pipi Riska. Dio terus menampari Riska dengan wajah penuh kemarahan hingga bibir gadis itu pecah dan berdarah
"kak ampun kak", lirih Riska
"ampun katamu?", tanya Dio pelan
Riska mengangguk pelan lalu diikuti suara tawa kecil dari Dio, setelah itu Dio bangkit dan mengambil gelas winenya, dia kembali melangkah kearah Riska lalu memecahkan gelas itu dilantai. Kini Dio memegang batang gelas wine yang sudah pecah itu dan diarahkan ke Riska
"bukankah ini dejavu?", tanya Riri pada Riska
Zahra dan Riska menoleh kearah Riri, mereka lalu teringat saat Riska melemparkan gelas Riri saat diaula
*Flashback on*
"darimana kau? datang bersama kak Dio pula?!", tanya Riska dengan ekspresi songong.
Riri mengacuhkannya, dia tidak menjawab pertanyaan Riska dan hanya sekedar melihatnya
"Hei!! aku bertanya padamu!, berani sekali kau mengabaikanku!", teriak Riska sambil berjalan kearah Riri.
Riri tidak peduli, dia mengambil gelas dan mengisinya, tapi saat ingin minum, gelasnya di sambar Riska dan di lempar ke lantai
"aku haus, jangan ganggu aku", ucap Riri pelan, sambil mengambil gelas lagi dilemari
"berani sekali kau mengabaikan ku!", bentak Riska lagi. Riri pun membalikkan badan dan mendekatkan wajahnya ke Riska
"memang kau siapa tidak berani kulawan?!", jawab Riri pelan
"wah, kau sudah punya nyali sekarang ya?! kau sudah berani dengan ku?!", ucap Riska dengan nada tinggi, lalu melayangkan tangan
Plak!!
Riska menampar wajah Riri
semua temannya di aula tidak terkejut sama sekali, justru malah tertawa
"jangan karena kau dekat dengan kak Dio, itu berarti kau sudah bisa melawanku", bentak Riska sambil mendorong dada Riri.
Riri jatuh ke lantai dan tangannya luka karena terkena pecahan gelas dilantai. Jahitan yang basah dikepalanya itu terasa sangat sakit, telinganya berdengung dan sangat ngilu
Semua temannya pergi meninggalkan aula tanpa peduli dengan keadaan Riri
"lain kali tidak perlu membuang tenaga untuk melawan, bodoh!", ucap Zahra
*Flashback off*
"maafkan aku Ri", ucap Riska
"Ri maafkan aku, aku benar benar minta maaf*, ucap Zahra
"sepertinya aku harus mengembalikan kalimatmu waktu itu Zahra", ucap Riri lalu mendekati Zahra dan mengambil pisau lalu mengarahkannya ke pipi Zahra
"'lain kali tidak perlu membuang tenaga untuk melawan! stupid!'", ucap Riri lalu menekankan pisaunya di pipi Zahra
Teriakan Zahra menggelegar ketika mendapat siksaan itu dari Riri, darah segarnya mengalir dari pipinya, Riri mengambil gelas wine lain yang masih utuh lalu menampung darah Zahra
"kau tau siapa yang lebih jahat daripada pelaku pembullyan?", tanya Riri
"mereka yang diam saja saat melihat orang lain dibully, lalu bersikap seolah olah tidak tau apa apa", ucap Riri lagi dengan tangannya yang terus bergerak menekan pipi Zahra dengan pisau kecilnya itu
"aaarghhh lepas Ri!! ampun!!", teriak Zahra yang menahan sakitnya siksaan Riri karena tindakannya dimasa lalu
"kau bahkan lebih buruk daripada iblis!", pekik Riri lalu melepas sayatannya
Riri lalu mengambil botol semprotan jeruk nipis itu lalu menyemprotnya kewajah Zahra, seperti sedang menyemprot bunga.
Bedanya, yang disemprot Riri adalah manusia yang pernah menggoreskan luka paling menyakitkan didalam hidupnya
Zahra berteriak kesakitan merasakan perih diwajahnya dan juga matanya, disaat saat seperti inilah dia baru menyesal dengan tindakannya kepada gadis yang dulunya polos dan penurut, yang sekarang berubah menjadi psikopat mengerikan
__ADS_1
"sungguh pemandangan yang mengerikan bukan? itu masih hukuman untuk penonton pembullyan saja, belum lagi untuk pelaku pembullyan itu sendiri", ucap Dio yang melihat Riska menggigil ketakutan
"menurutmu istriku akan memberi hukuman apa untukmu? mungkin kau akan dicincang dan digiling dimesin penggiling lalu dijadikan makanan anjing liar dihutan", bisik Dio pelan
Riska menoleh kearah Dio dengan wajah yang amat sangat ketakutan, dia benar benar panik dan tidak tau harus apa. Sementara didepan matanya terlihat temannya yang sedang disiksa dan disayat sayat oleh pisau kecil ditangan lentik Riri, dengan darah yang terus mengalir dari wajah Zahra yang masih ditampung digelas wine milik Riri
"ini benar benar mengerikan", gumam Riska
"apakah aku akan mati seperti itu?", tanya Riska pelan
"aku rasa lebih dari itu",, bisik Dio
Riri meletakkan gelas winenya yang sudah terisi darah Zahra, dia lalu menjambak rambut gadis itu dan menyeretnya kehadapan Reza dan Tika yang sedaritadi ketakutan karena menyaksikan perbuatan kejinya
"tolong aku...", lirih Zahra
Koko dan Varel lalu datang membawa air didalam sebuah ember yang agak besar, Riri menyeret lagi Zahra lalu meletakkan wajah penuh sayatan itu di bibir ember, Zahra mencium aroma dari itu dan langsung mengenalinya, dia membelalakkan matanya dan berusaha memohon kepada Riri
"Ri jangan Ri aku mohon", ucap Zahra
"why? ini akan menyenangkan", ucap Riri
"aku mohon Ri, jangan...", ucap Zahra
"hm?", tanya Riri lalu menggelengkan kepalanya
Riri lalu mencelupkan wajah Zahra didalam ember yang berisi alkohol 85% dan perasan jeruk lemon, yang membuat tubuh Zahra memberontak karena hampir kehabisan nafas, lalu bergetar hebat karena merasakan perih dan panas diseluruh wajahnya
Riri lalu mengangkat kembali wajah Zahra yang sudah rusak itu. Zahra masih bernafas, nyawanya masih ada dan dia merasakan siksaan luar biasa dari Riri
Riri mencampakkan Zahra begitu saja kearah anggotanya yang lain, Ara, Basree, Koko dan Varel memalingkan wajah dan memejamkan mata saat melihat wajah rusak Zahra dengan tubuh yang masih bernyawa
"ini seperti zombie", bisik Basree
"perutku hampir mual", jawab Ara
"menurut kalian apakah dia akan dibunuh?", tanya Koko
"aku rasa tidak", jawab Varel
"ampun Ri, aku mohon Ri, jangan", lirih Riska
"kamu jangan bergerak berlebihan, biar mas saja", ucap Dio
"okey baby", ucap Riri lalu mengecup bibir suaminya itu
Dio lalu melepas tali pinggangnya dan menghajar tubuh mulus Riska, bahkan saat sang pemilik tubuh berteriak memohon ampun, Dio tetap melanjutkan aktifitasnya
"kau sudah berani merusak mental istriku, maka tidak akan ada bandingannya jika tubuh mulusmu ini rusak juga", ucap Dio
"ampun kak... aku mohon kak... sakit...", teriak Riska
"ciannyaa", ucap Riri sambil berdecak
Dio terus melanjutkan aktifitasnya dengan api amarah yang menguasai dirinya. Sementara Zahra berusaha merangkak kearah Riri untuk meminta suatu permohonan
"kenapa?", tanya Riri yang melihat pergerakan Zahra
"maafkan aku atas sikapku dimasa lalu", ucap Zahra
Riri mendengus pelan, lalu mendekat kearah Zahra
"never", jawab Riri
"tidak apa apa, aku memang tidak pantas dimaafkan, tapi aku juga punya dendam pada Riska karena dia sudah merebut pacarku beberapa hari lalu", ucap Zahra
"lalu?", tanya Riri
"bantu aku membalaskan dendamku kepadanya dan juga mantanku, tolong buat mereka busuk dipenjara", ucap Zahra
"apa imbalannya?", tanya Riri
"aku akan menyerahkan semua yang ku punya untukmu, silahkan bunuh aku dan jadikan mereka sebagai kambing hitamnya,", ucap Zahra
__ADS_1
Riri tidak menjawab dan sedikit berfikir dengan ucapan Zahra
"aku tidak berbohong Ri, aku mohon bantu aku membalaskan dendamku itu, aku sudah tidak kuat lagi rasanya", ucap Zahra
"baiklah, ceritakan padaku detail ceritanya", ucap Riri
"Koko, Varel, catat dan cari kebenaran dari cerita Zahra
Koko dan Varel duduk disamping Riri, lalu Zahra menceritakan semua kejadiannya secara detail dari awal hingga akhir. Riri hanya mendengarkan dan tersenyum, lalu Koko dan Varel mencari semua kebenaran dan bukti dari ucapan Zahra
Dan ternyata semua cerita Zahra benar, setelah mengumpulkam semua bukti buktinya, Ara, Basree dan beberapa bodyguard lainnya segera menyusun apartemen Zahra menjadi sebuah TKP sesuai rencana mereka
Sementara Koko dan beberapa bodyguard lainnya mencari lelaki yang merupakan mantan pacar Zahra, mereka membiusnya lalu menculiknya dan meletakkannya dirumah Zahra
Riri lalu menghentikan suaminya yang sudah menghajar habis habisan tubuh Riska dengan tali pinggangnya itu, dia lalu menceritakan semua kejadian Zahra tadi. Dio yang mengerti lalu menyerahkan tali pinggangnya kepada Varel, untungnya malam ini Dio memakai tali pinggang murah yang diobral saat diskon, jadi tidak akan mencurigakan
Riri lalu mencengkram dagu Riska dan menanyainya
"kau masih ingin hidup? atau mati?", tanya Riri
"ampuni aku...", lirih Riska
"akan ku beri ampun jika kau tutup mulut dan memperbaiki semua perbuatanmu kepadaku dimasa lalu", ucap Riri pelan
"akan aku lakukan, aku akan lakukan apapun untukmu, tapi tolong biarkan aku hidup, aku mohon", lirih Riska
"kau yakin?", tanya Riri
"aku yakin Ri, aku mohon biarkan aku hidup", jawab Riska
"baiklah, akan ku beri perintah nanti", ucap Riri
"pegang pisau ini", ucap Riri memberikan pisau yang dicuri dari dapur Riska
"ini pisau dapur?", tanya Riska saat menerima pisau itu
"iya, ini salah satu hukumanmu", jawab Riri
"terima kasih Ri karena sudah membiarkanku hidup", jawab Riska
"jangan berterima kasih, karena aku akan menyiksamu lebih daripada kematian itu sendiri", balas Riri
"akan aku lakukan apapun Ri, aku bersumpah", ucap Riska
"benarkah begitu?", tanya Riri
"benar", jawab Zahra
"kau hanya harus menerima semuanya dan lupakan semuanya tentang malam ini, malam ini kau hanya disiksa oleh pacarmu itu, pacar hasil merebut milik Zahra", bisik Riri ditelinga Riska
"ba-baik, akan aku tanamkan begitu dikepalaku", jawab Riska
Riri tersenyum senang mendengar pernyataan Riska, dia lalu menyuntikkan bius dileher Riska hingga membuat Riska kehilangan kesadarannya
Zahra tersenyum kepada Riri
"terima kasih Ri, dan maafkan aku", ucap Zahra
Nyawa Zahra melayang setelah mengatakan kalimat itu. Riri lalu menyuntikkan obat perusak ingatan keleher Riska
Setelah itu, Varel dan beberapa bodyguard lainnya membawa Riska dan jasad Zahra kerumah Zahra. Mereka sangat detail, dari mulai pisau, baju, bahkan air alkohol untuk menyiksa Zahra tadi juga disusun sedemikian rupa dirumah Zahra
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, Koko, Varel, Ara dan Basree mempercepat pekerjaan mereka.
Sementara Riri melepaskan Reza dan Tika dengan menyuntikkan obat perusak ingatan kepada mereka dengan dosis tinggi, lalu menyuruh bodyguardnya untuk memulangkan mereka kembali ke rumahnya masing masing
Setelah semua pekerjaan selesai, Riri dan Dio membersihkan tubuh mereka lalu kembali pulang ke mansionnya. Anggota dan bodyguard Riri yang sudah selesai pekerjaannya pun pulang dan beristirahat dirumah mereka masing masing
"apakah aku bisa tidur setelah melihat semua kejadian tadi?", tanya Ara
"ini bukan pertama kalinya", jawab Varel
"kau benar", jawab Basree
__ADS_1
"ini benar benar melelahkan", ucap Koko
Mereka menghela nafas panjang dan melajukan mobilnya kearah rumah mereka