CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.27 Lelah


__ADS_3

Mereka pun pulang ke rumah Dio, tapi karena Riri tertidur di mobil, Dio tak tega membangunkan kekasihnya itu. Dio pun menggendong Riri ala bridal style dan berjalan masuk ke dalam rumah


Dio mengunci pintunya, lalu membawa Riri masuk kekamarnya dan merebahkannya diranjang empuk miliknya. Kekasihnya justru malah memeluk guling yang ada disebelahnya.


Dio merasa sangat lelah, hari ini adalah hari yang panjang, dia lalu memutuskan untuk mandi dan berendam sebentar.


Setelah selesai mandi, dia masuk lagi kekamar dengan balutan handuk di pahanya, rambutnya yang masih basah dan terlihat air menetes darisana serta bertelanjang dada


Dia mengedarkan pandangannya dan tidak menemukan Riri di ranjangnya. Ternyata Riri sedang berdiri dibalkon kamarnya. Dio berjalan kearah Riri dan memeluknya dari belakang


"kenapa sayangku?", tanya Dio.


"kenapa kerumah kakak? ku kira ke apartemenku", jawab Riri tanpa membalik badan


"aku khawatir denganmu, aku tak ingin berpisah darimu, jadi kubawa kau kesini", ucap Dio pelan


"kak, pakai bajumu dulu sebelum ku tarik handukmu itu disini", ucap Riri kesal lalu membalikkan badannya, dia bisa melihat dada bidang milik tunangannya itu, begitu menggugah selera


Dio justru tersenyum nakal mendengar kalimat terakhir Riri dan menggendong Riri masuk ke kamarnya


"mau wine sayang?", tanya Dio lalu meletakkan Riri dipangkuannya

__ADS_1


"no baby", jawab Riri


"trus mau apa sayangku? apa yang dipikirin tadi?", tanya Dio lalu merapikan anak rambut Riri


"i'm just tired (aku hanya lelah)", ucap Riri


"mau peluk?", tanya Dio lalu menatap Riri


Riri mengangguk


Dio membentangkan tangannya


Dio membalas pelukan Riri, dan mengelus lembur rambutnya, dia bisa mendengar isakan tangis Riri walaupun sangat pelan dan samar, namun getaran tubuh dan nafas Riri tidak bisa membohongi Dio


"menangislah kalau kamu mau sayang, jangan ditahan, hm?", bisik Dio


Tangis Riri pecah saat mendengar kalimat itu, dia mempererat pelukannya dan sesekali meremas lengan Dio


Dio hanya diam dan mendengarkan tangis Riri yang selama ini ditahannya. Perlahan tangis Riri mereda, Dio memindahkannya ke atas ranjang dan menidurkan Riri disana


Tak butuh waktu lama, gadis kecil didepannya langsung terlelap dalam pelukannya. Dio lalu berjalan kekamar mandi dan mengambil handuk kecil yang sudah dibasahi air hangat, dia membersihkan wajah Riri yang sedikit lengket karena air mata tadi

__ADS_1


Selesai mengurus Riri, Dio mandi lagi dan menenangkan dirinya sendiri, dia berendam dibak mandi cukup lama dan terus menenggak wine ditangannya


Dio menyudahi mandinya dan bergegas memakai pakaiannya, tapi dia sengaja tidak memakaai baju dan membiarkan dadanya ternuka begitu saja


Dio membaringkam dirinya disamping Riri yang masih tidur lelap, dia mengamati setiap inci wajah Riri


Tangan Dio mulai menarik tengkuk Riri lalu mengecup lembut bibir mungil itu, merasa sang pemlik tubuh tidak bergeming, dia melanjutkan aksinya dan menikmati permainannya sendiri


Cukup lama Dio memainkan bibir Riri, kemudian dia mengecup lembut leher jenjang nan mulus itu dan meninggalkan beberapa jejaknya disana.


Tiba tiba Dio merasakan pergerakan Riri yang mulai hampir sadar karena tingkahnya, dia sedikit panik dan langsung berpura pura tertidur disamping Riri


Tapi ternyata Riri hanya menggeliat pelan lalu memeluk Dio yang sedaritadi sudah ada disampingnya


Dio tersenyum senang, lalu dia memeluk balik kekasihnya itu dan terlelap disana


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2