CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.64 Gedung Penuh Rahasia


__ADS_3

10 Hari kemudian...


Dikediaman Tio...


"aku akan kekantor Riri beberapa hari lagi", ucap Tio.


"untuk apa? kau gila?", tanya Alexa


"aku akan berpura pura merindukannya", jawab Tio


"kenapa? kenapa tidak anak buahmu saja? kenapa harus kau sendiri yang kesana?", tanya Alexa kesal


"semua bawahanku tidak berhasil menembus pagar yang sudah dibuat Riri, jadi harus aku sendiri yang turun tangan, bawahanku semuanya berakhir dipenjara", ucap Tio santai


Alexa menghela nafasnya kasar, dia tidak tau harus menjawab apalagi, karena emang pertahanan yang diciptakan Riri semakin hari semakin kuat, dan beberapa diskotiknya juga semakin hari semakin sepi, gak ada cara lain untuk mempertahankan perusahaannya selain membantu Tio merebut kuasa Riri


"bagaimana dengan Jiah? apa ada kabar lagi darinya?", tanya Alexa


"belum, sepertinya dia masih diganggu, jika besok dia masih diganggu aku akan menyuruhnya. pulang", jawab Tio


"menurutmu siapa yang mengganggu Jiah disana?", tanya Alexa


"sepertinya itu orang orang yang dulu pernah kau tipu", jawab Tio


"jika memang benar, akan kubalas mereka", ucap Alexa


...----------------...


Sementara itu, dikantor Riri...


Riri sedang sibuk bergelud dengan semua berkas berkas yang ada dimejanya bersama Geri. Disofa sudah ada Dio, Joi, Rendi dan Harry, mereka juga mengerjakan tugasnya masing masing.


"Ger, apakah urusan saham sudah pindah ketanganku?", tanya Riri


"sudah non", jawab Geri


"berapa?", tanya Riri


"73% non", ucap Geri


Riri tersenyum


"oke, itu kau beli kan? bukan nyuri?", tanya Riri


"iya non, saya beli atas nama Gia", ucap Geri


"ah pintarnyaa, syuka deh", ucap Riri manja yang membuat Dio menatap tajam kearah Geri


"astagaa tatapan apa itu", batin Geri


"lalu untuk bukti bukti itu semua, apakah sudah terkumpul?", tanya Riri


"sudah non, ini dia", ucap Geri menyerahkan flashdisk


Riri melihat isi flashdisk itu, disana ada banyak vidio syur Alexa dari mulai yang masih lawas sampai yang baru dilakukan tadi malam juga ada. Riri tersenyum melihat itu


"aku sungguh ingin melihat ekspresinya saat dia tau vidio vidio ini tersebar ke medsos", ucap Riri sambil tertawa


"kenapa harus medsos sayang? kenapa ga kekantor polisi aja?", tanya Dio


"karena aku tau, serangan netizen lebih berbahaya daripada hukum pemerintah, hukum bisa dilumpuhkan dengan uang atau jabatan sewaktu waktu, tapi hukum masyarakat tidak bisa dilumpuhkan dengan apapun", ucap Riri


"gadis kecilku sangat pintar, kau lebih memilih menggunakan permainan mental daripada fisik, itu cukup menarik Riri", puji Joi yang dibalas senyuman dari Riri


"non, Jiah sepertinya juga sudah stress karena teror yang nona kirim, dia akan kembali ke Indonesia hari ini", ucap Harry


"hahaha baguslah, memang itu yang aku mau, bila perlu aku akan membuatnya gila sama seperti dia membuatku gila", jawab Riri sambil tertawa


"dan non, sepertinya tuan Tio tidak benar benar menyerang nona", ucap Geri

__ADS_1


"apa maksudmu?", tanya Riri


"tuan Tio memiliki beberapa bawahan rahasia yang tidak diketahui Alexa, dan menurut pencarian, sepertinya tuan Tio memiliki tujuan lain, dia seperti dijadikam boneka oleh Alexa, sepertinya, kita harus mencari tau lebih lanjut soal ini", ucap Geri


"jadi, bisa dikatakan kalau ayahku menyerangku atas permintaan Alexa? begitu?", tanya Riri


"bisa jadi non, beberapa bawaham rahasia milik tuan Tio justru melindungi nona, tapi beberapa yang lain jiga menyerang nona", ucap Geri


"aku akan memastikan itu semua", ucap Riri


"sayang bagaimana dengan rekan bisnis lama kakek? apakah mereka setuju?", tanya Riri ke Dio, lalu Dio menoleh ke Rendi


"mereka mau bekerja sama dengan kita non, dan sudah mulai menyerang beberapa diskotik milik Alexa dan membebaskan beberapa gadis yang sudah diperjual belikan disana", jawab Rendi


"ah baiklah, Harry, atur pertemuanku dengannya, lusa aku akan bertemu dengannya", ucap Riri


"baik non", jawab Harry


"mau aku temani sayang?", tanya Dio


"tentu saja bersamamu sayang, dan kak Joi juga", ucap Riri


"baiklah, rapat kita selesai, aku ingin memeriksa laporan mingguan dulu, kalian tetaplah disini ya", ucap Riri mencium pipi Dio


"iya sayang", jawab Dio


Setelah Riri menelfon Nita, mereka pun masuk keruangan Riri. Nita, Fikri, Yuli, Natali, Adam dan Hafiz. Nita berlari kearah Riri dan memeluknya juga menciuminya


"aku merindukanmu", rengek Nita


"em? kenapa kau ini? sakitkah?", tanya Riri


"Riii apa kau tau? direktur sialan itu memberiku dan Fikri banyak pekerjaan, aku harus lembur hampir setiap hari, aku bisa gila karena ini", ucap Nita kesal lalu membanting berkas yang dibawanya ke meja Riri


Riri tertawa melihat itu, sementara Joi bingung, bagaimana bisa mereka melakukan itu ke Riri? dan Riri tidak marah? mereka kan cuma karyawan biasa.


"kenapa Riri tidak marah?", tanya Joi bingung


"biasa katamu? bagaimana bisa?", tanya Joi bingung


"nanti akan ku ceritakan", ucap Dio menepuk nepuk paha Joi


"Ri, apa kau tau direktur itu memberi sangat banyak pekerjaan, kami bahkan melewati makan siang", keluh Fikri


"hahaha sungguh kasihan kalian ini, baiklah aku akan periksa dulu pekerjaanmu ya", ucap Riri mengelus kepala Nita yang ada dipundaknya


Riri membaca laporan itu, lalu tersenyum


"Nit, apakah ini hasil pekerjaanmu?", tanya Riri


"tentu saja", jawab Nita


"bagus, banyak peningkatan dari sebelumnya, aku suka", puji Riri


"gumawoo", ucap Nita lalu memeluk Riri


"bu Riri, mari kita makan siang bersama, sudah lama sekali sejak terakhir kali kita makan siang bersama", ucap Natali


"iya bu, udah ga pernah lagi ngajakin kita makan siang, padahal dulu selalu sama kita", ucap Yuli


"ah iya kau benar juga Nat, berapa jam lagi waktu makan siang?", tanya Riri


"1 jam 30 menit", jawab Nita


"baiklah, jika sudah waktunya makan siang kalian datanglah kekantorku, aku akan membawa kalian kesuatu tempat yang sangat indah", ucap Riri


"baiklah bu, kami permisi dulu", ucap Yuli


Yuli, Natali, Adam, dan Hafiz pergi meninggalkan ruangan Riri, sementara Nita dan Fikri masih disana karena laporan mereka masih diperiksa Riri

__ADS_1


"Fik, gaji kalian sudah ku naikkan, bagaimana? apakah masih kurang?", tanya Riri


"tidak Ri, itu lebih dari cukup", jawab Fikri


"Nit, kau sudah tidak membeli lipstik murahan itu lagi kan? aku sudah menaikkan gaji kalian, jadi belilah lipstik yang mahal agar warnanya tidak pindah lagi ke bibir Rendi", ceplos Riri


Rendi mendengar itu tersedak, sementara yang lainnya hanya menahan tawa kecuali Joi yang tidak tau apa apa.


"bagaimana nona Riri bisa tau?", batin Rendi


"Ri, bagaimana kau tau?", tanya Nita dengan pipi nya yang sudah memerah


"kau kira aku buta? aku punya mata dan masih bisa melihat", jawab Riri


"apa kau melihat kami sedang kissing?", tanya Nita to the point sontak membuat Fikri hampir tertawa


"hahaha benar ternyata, jadi lipstik itu berpindah bibir bukan karena harganya yang murah, tapi karena ulah Rendi? ahh baiklah baiklah", jawab Riri tertawa


"kau ganas juga ternyata",, bisik Geri


"kau lebih parah daripada aku", jawab Rendi


"Sayang, naikkan lah gaji Rendi, sepertinya gajinya tidak cukup untuk membeli lipstik sehingga dia harus mentouch up ke bibir Nita", ucap Riri ke Dio


"baiklah sayang, akan ku naikkan", jawab Dio menahan tawa


"Heii hentikanlah, aku malu", ucap Nita pelan


"kenapa kau malu? kau kan temanku", ucap Riri lalu mengedipkan matanya sebelah


"teman laknat kau ini", umpat Nita kesal


Riri hanya tertawa puas,


"kalau begitu caranya, besok besok aku akan pakai lipstik kekantor", ucap Geri


"kenapa?", tanya Harry


"supaya gajiku naik seperti Rendi", jawab Geri


Mereka semua tertawa mendengarnya, Nita dan Fikri lalu keluar dari ruangan Riri. Sementara Geri pergi menjemput Rara untuk makan siang bersama dengan Riri. Nita dan Rendi pergi membeli makan siang atas perintah Riri juga, lalu Joi dan Harry berada diruangan Geri


Riri dan Dio ada diruangan pribadi Riri dan melakukan olahraga sejenak, Dio cemburu karena Fikri tadi sempat mengeluh dengan mada manja kepada Riri, mengingat dulu Fikri sempat menyukai Riri, membuatnya cemburu walau hanya sedikit.


Setelah jam makan siang tiba, mereka semua berkumpul di ruangan Riri, lalu Riri menekan salah satu tombol di remote dan terlihatlah salah satu pintu rahasia diruangan Riri


"wah apa ini?", ucap Rara lalu menutup mulutnya


"Riri apa ini? ruangan harta karun?", tanya Nita


"sayang ruanganmu ini ruangan apa sebenarnya? kenapa banyak rahasia disini?", tanya Dio


"sungguh aku tidak percaya baru ini aku melihat yang seperti ini", ucap Adam


"aku bahkan tidak tau apa apa", ucap Geri


"aku juga", ucap Harry


Riri tertawa melihat reaksi mereka, ya karena memang untuk gedung ini, semua dirancang oleh Riri sendiri dan banyak lagi rahasia yang ada di gedung itu, hanya Riri yang tau. Riri menekan beberapa tombol lalu memasukkan sandi dan sidik jarinya, lalu terbukalah sebuah pintu berisi tangga


"masuk dan naik lah, aku akan memberi kejutan", ucap Riri


Mereka semua masuk kedalam sana dan terlihat sebuah ruangan seperti taman nan elegan, juga di baluri dengan pemandangan seisi kota yang luas dan suhu ruangan yang memanjakan diri


"sungguh aku tidak percaya ada ruangan seperti ini digedung ini", ucap Joi


"pantas saja menyelesaikan ini butuh waktu hampir 1 tahun, ternyata penuh dengan misteri", ucap Yuli


Mereka lalu makan dimeja yang sudah ada disana, dan menikmati waktu bersama, benar benar beruntung jika bersama Riri, tidak ada CEO lain yang seperti dirinya

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2