CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.7 Bom Waktu


__ADS_3

Setelah sampai disekolah, yang lain sudah menunggu Riri dan Dio yang tiba tiba menghilang dari tempat latihan. Semua junior dan purna sudah ada dilapangan, tapi teman seangkatan Riri masih ada di aula. Riri berjalan ke aula karena ingin minum. Setelah sampai di aula, dia mengalami kejadian tidak enak dihati


"darimana kau? datang bersama kak Dio pula?!", tanya Riska dengan ekspresi songong. Riska adalah teman seangkatan Riri


Riri mengacuhkannya, dia tidak menjawab pertanyaan Riska dan hanya sekedar melihatnya


"Hei!! aku bertanya padamu!, berani sekali kau mengabaikanku!", teriak Riska sambil berjalan kearah Riri.


Riri tidak peduli, dia mengambil gelas dan mengisinya, tapi saat ingin minum, gelasnya di sambar Riska dan di lempar ke lantai


"aku haus, jangan ganggu aku", ucap Riri pelan, sambil mengambil gelas lagi dilemari


"berani sekali kau mengabaikan ku!", bentak Riska lagi. Riri pun membalikkan badan dan mendekatkan wajahnya ke Riska


"memang kau siapa tidak berani kulawan?!", jawab Riri pelan


"wah, kau sudah punya nyali sekarang ya?! kau sudah berani dengan ku?!", ucap Riska dengan nada tinggi, lalu melayangkan tangan


Plak!!


Riska menampar wajah Riri


semua temannya di aula tidak terkejut sama sekali, justru malah tertawa


"jangan karena kau dekat dengan kak Dio, itu berarti kau sudah bisa melawanku", bentak Riska sambil mendorong dada Riri.


Riri jatuh ke lantai dan tangannya luka karena terkena pecahan gelas dilantai. Jahitan yang basah dikepalanya itu terasa sangat sakit, telinganya berdengung dan sangat ngilu


Semua temannya pergi meninggalkan aula tanpa peduli dengan keadaan Riri


"lain kali tidak perlu membuang tenaga untuk melawan, bodoh!", ucap Zahra


Riri bangkit dari tempatnya lalu bergeser ke tempat lain


"inikah jawaban dari feelingku? atau masih ada lagi yang lain?", batin Riri


Riri keluar dari aula, dan berjalan ke lapangan, dia melupakan tangannya yang masih berdarah karena pecahan kaca tadi.


"hari ini jadwalmu membawa barisan bukan? cepatlah turun, juniormu sudah menunggu", ucap Zakki yang merupakan ketua di angkatan Riri


"iya", Riri turun ke lapangan dan sudah bersiap sebagai pemimpin. Namun saat ingin memulai latihan, Riri mendengar percakapan juniornya

__ADS_1


"kenapa sih harus dia?", tanya Reza, "aku sungguh tidak ingin jika dia yang jadi pemimpin, walaupun hanya latihan", lanjutnya


"ya kau benar, aku juga sangat membencinya", jawab Tika


"kak tidak bisakah pemimpinnya diganti?", tanya Reza ke purnanya


Riri pun membalikkan badan dan menghadap ke para juniornya


"jika kalian tidak ingin aku menjadi pemimpin kalian, silahkan bilang lebih awal padaku secara pribadi", ucap Riri dengan tegas


"siapa juga yang mau kau menjadi pemimpin barisan kami? kau menjadi pemimpin barisan hanya karena aturan dari para purna yang mengharuskan bergilir, tidak ada satupun diantara kami yang menginginkanmu disini", jawab Reza dengan lantang dan nada tinggi


"aku ingin dengar alasanmu, kenapa tidak ingin aku menjadi pemimpin kalian", jawab Riri yang sudah menahan tangis dia hampir tidak tahan dengan sesak di dadanya


"mana mungkin kami mau dipimpin oleh seorang senior yang bahkan dikukuhkan bersama kami", jawab Tika dengan nada songong


"kau gagal menjadi senior, bagaimana mungkin kau bisa berlagak menjadi pemimpin kami", sambung Reza


"kalau begitu kalian bisa bilang padaku secara pribadi bukan dengan membicarakanku dibelakangku apalagi mempermalukanku seperti ini didepan umum!!!", teriak Riri yang sudah tidak tahan dengan sesak di dadanya


Semua orang terkejut mendengar teriakan Riri, karena ini pertama kalinya Riri marah dan teriak seperti itu.


"jika kalian tidak menginginkanku bilang padaku langsung!!"


"apalagi yang kalian inginkan dariku!!!


ingin sehancur apalagi aku?!!


jawab aku!!!", teriak Riri ke Reza sambil menampar Reza dengan sangat Kuat


Riri menarik nafas nya, lalu menangis


"aku di bully seangkatanku sendiri!! aku direndahkan juniorku!! aku diabaikan orang tua ku!! apalagi yang kalian mau dariku!!!! bajingann!!!", teriak nya


"aku selalu diam selama ini, bukan karena aku tidak bisa melawan, aku hanya tidak ingin!!", teriak Riri,


Semua orang tercengang mendengar perkataan Riri termasuk para senior dan purna disitu, begitu juga Dio yang sangat terkejut juga bercampur marah dihatinya saat mengetahui keadaan Riri


"kesalahan apa yang ku buat ke kalian sampai aku mendapat perlakuan seperti ini!!", tanya Riri ke juniornya


Semua orang diam, tidak ada yang bersuara

__ADS_1


"apa aku pernah merendahkan kalian?! apa aku pernah memperlakukan kalian tidak seperti manusia?!!, jawab akuu!!!", teriak Riri ke junior nya


"apa ada manusia disini yang tau dimana aku pada saat malam renungan suci tahun lalu?"


"menurutmu dimana aku?", tanya Riri ke Reza


"aku dikunci dikamar mandi!!", teriak Riri


"siapa pelakunya?!", teriak Riri lagi


"aku mendengar suara seniorku berjalan melewati kamar mandi, aku menangis meminta tolong!! tapi tidak ada yang merespon ku!!", teriak Riri


"kau lihat ini!! luka di tanganku, merah di pipiku, ada kah salah satu dari kalian semua disini yang peduli?! tidak ada!!"


"siapa pelaku nya? kenapa aku berdarah?!", ucap Riri pelan


"apakah ada dari purna purna disini yang menerima suratku di tahun lalu?! tidak ada!! tidak ada satupun!! kenapa? karena suratku dibakar didepan mataku sendiri!!!"


"aku menelan semuanyaa, karena keinginanku yang tetap kekeuh ingin menjadi salah satu dari kalian semua!"


"kau benarr!! aku sangat egois dengan keinginanku yang ingin menjadi anggota paskibra, aku telat masuk paskibra karena kakiku patah saat kecelakaan beberapa bulan sebelum masuk sekolah, karena itu aku dikukuhkan bersama dengan kalian (junior)", ucap Riri dengan nada tinggi


"harusnya aku sadar dan keluar dari sini sejak dulu, sejak awal menerima perlakuan buruk seangkatanku itu!", ucap Riri


"mulai sekarang aku keluar dari sini!!", teriak Riri, lalu dia berjalan kearah aula dan membanting pintu aula dengan kuat


Dio yang marahpun berjalan ke lapangan dan memberikan perintah


"zakki bariskan angkatanmu, dan kau jimmy bariskan angkatanmu, jangan ada yang bergerak satupun dari barisan kalian, atau aku akan...", belum selesai Dio berbicara Suara pecahan kaca jendela dan teriakan amarah Riri dari dalam aula membuat semuanya terkejut


"lakukan perintahku atau kubunuh kalian", ucap Dio, lalu dia berlari kearah aula dan disusul dengan seniornya yang lain


Saat sampai di didepan aula, Riri teriak lagi dan terdengar suara barang barang terlempar dari tempatnya. Namun pintu dikunci dari dalam


Mereka semua panik dan berusaha mencari kunci cadangan, namun tiba tiba suara dari dalam aula terhenti, dan tidak ada pergerakan lagi, Dio yang semakin panik pun mendobrak pintu aula


brakk!!


Pintu terbuka, Namun mereka sangat terkejut saat melihat isi aula


-Amarah yang terus terpendam akan berubah menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja dam dimana saja-

__ADS_1


Sampai jumpa di episode selanjutnya ya >~<


__ADS_2