
Geri, Harry dan Rendi pun pergi keluar dari ruangan Riri, diikuti tawa dari Rendi
"diam kau", ucap Geri
Mereka berjalan kedapur dan mempersiapkan yang disuruh oleh Dio
Sementara di ruangan Riri.
"kenapa menyuruh mereka pergi?", ucap Riri tersenyum
"aku ingin berdua denganmu", bisik Dio lalu memeluk Riri
"semua karyawan kakak seperti heran melihatku, apakah ada yang salah dengan penampilanku? atau kata kataku?",, ucap Riri melepas pelukannya
"tidak ada yang salah darimu sayang, mereka hanya terkejut melihat sosok CEO sepertimu", ucap Dio mengelus kepala Riri
"kenapa begitu? apakah aku tidak pantas?", ucap Riri bingung
🚫Warning 18+ yang masih bocil skip aja ya guys :)🚫
Dio tersenyum lalu meletakkan Riri keatas pangkuannya, dan memeluk pinggang ramping Riri. Dia menggigit telinga Riri, membuat Riri merasa geli dan tertawa
"bukan tidak pantas sayangku, mereka kagum melihat sosok sepertimu, yang sangat hangat, ramah, dan juga bisa mencairkan suasana, karena aku tidaklah memiliki sifat seperti dirimu, kita sangat berbanding terbalik, itulah yang membuat mereka kagum kepadamu, terlebih lagi melihat interaksi mu dengan karyawanmu, dan melihatku yang tersenyum sepanjang meeting itu", jelas Dio
"apa kakak ga pernah senyum di kantor?", tanya Riri membalikkan badan, Dio menggeleng dan tersenyum
"pantas saja terkejut begitu", ucap Riri
Dio sangat gemas dengan tingkah polos Riri, dia mencium bibir lembut Riri, Riri hanya diam menikmati aksi Dio.
Dio semakin ganas ******* bibir Riri yang sangat manis baginya. Riri tidak tahan dan membalas lebih ganas aksi Dio. tangannya perlahan menarik dasi Dio hingga longgar, lalu membuka kancing teratas baju Dio
Dia melepas ciuman nya itu dan beralih ke dada Dio dan membuat suatu tanda miliknya di balik baju Dio. Dio merasa sedikit sakit karena tingkah Riri, dan mendesah pelan, Riri tertawa dan kembali merapikan baju Dio
"itu hukuman karena menciumku tiba tiba", ucap Riri tersenyum
"wah, kau belajar dari siapa? baru ini kau melawan aksiku", ucap Dio memegang dadanya yang digigit Riri tadi
"belajar darimu, kau sering menggigit bibirku", ucap Riri
"haha kau balas dendam sekarang?",, tanya Dio tertawa dan melingkarkan tangannya dipinggang Riri
"sedikit, jangan menciumku tiba tiba, atau akan kubuat tanda itu di lehermu", ucap Riri tersenyum
"pacarku sudah pandai mengancam sekarang", ucap Dio tertawa. Riri mengecup Bibir Dio dan menggigitnya
"hukuman tambahan", ucap Riri lalu berdiri dan berjalan kemejanya. Sementara Dio terdiam karena tingkah Riri tadi
"sayang aku mau hukuman tambahan lagi", ucap Dio manja
"diamlah", ucap Riri tertawa
Masuklah Rendi Geri dan Harry keruangan Riri, mereka sedikit bingung melihat Riri dan Dio duduk berjauhan
"tuan ini tehnya", ucap Rendi
"iya, letaklah dimeja", jawab Dio
__ADS_1
"tuan, apakah kalian bertengkar?", bisik Geri
"bukankah tadi tuan bilang ingin berduaan? kenapa tiba tiba bertengkar? gawat kalau nona Riri sampai mengamuk tuan" bisik Harry
Lalu ada tangan menarik telinga Geri dan Harry
"kapan aku mengajari kalian untuk menjadi kepo seperti mak mak rempong?", ucap Riri
"ampun nona, ampun", jawab Geri memegang telinganya
"maaf nona Riri", ucap Harry. Riri melepaskan telinga mereka yang sudah merah itu, Rendi menahan tawa melihatnya
"syukurlah aku hanya diam", batin Rendi sambil menahan tawa melihat telinga Harry dan Geri yang memerah
Mereka minum teh bersama dan membahas topik ringan, Dio dan Riri selalu mesra, sementara Rendi Geri dan Harry selalu mengeluh kepada dua bossnya itu
"tuan waktunya kita kembali ke pekerjaan kita dan biarkan kekasihmu itu bekerja juga", ucap Rendi mengeluh
"haha, sana, kau juga punya pekerjaan", ucap Riri yang ingin melepas tangan Dio yang selalu dipinggangnya
"aku masih cape sayang", ucap Dio manja
"cape ngapai dianya ya tuhan, aku yang selalu kesana kemari", batin Rendi
"manja banget ni CEO ya", batin Geri
"ya ampun, pengen juga", batin Harry
Dio semakin mempererat pelukannya saat menyadari ketiga bawahannya itu mengeluh
"baiklah sayangku, aku akan kembali ke kantor ku", ucap Dio melepaskan pelukannya lalu mencium pipi Riri.
"besok aku ingin melamar menjadi patung diloby kantor ini", ucap Geri
"aku juga", ucap Harry
"boleh aku ikut melamar juga Ger? Har?", ucap Rendi
"akan ada patung kembar 3 dikantormu sayang", ucap Dio mengelus pipi Riri.
"hahaha hentikan, kembalilah sana sebelum aku kehilangan bawahanku yang melamar menjadi patung", ucap Riri tertawa
Mereka semua berdiri dan berjalan ke loby. Riri dan Dio berjalan berdampingan, sementara Rendi, Geri dan Harry dibelakang mereka
Semua mata tertuju kepada mereka berlima, setelah mengantar Dio dan Rendi, Riri kembali ke ruangannya dan kembali ke pekerjaannya
Jadwal makan siang pun tiba, Riri pergi bersama karyawannya.
"jadi guys, mari kita makan siang aku sudah sangat lapar", ucap Riri manja
"mari bu, kami juga sudah lapar", ucap Nita
Mereka berjalan ke loby dan mengarah ke mobil yang sudah disediakan Geri dan Harry, tapi kali ini Geri dan Harry tidak ikut makan siang karena ada yang harus mereka kerjakan
"Nit, pinjam bet nama mu", ucap Riri mengambil bet nama Nita dan memakainya, tapi terbalik
"random banget ya CEO cantik ini", ucap Adam melihat tingkah Riri
__ADS_1
"walaupun aku CEO kalian, aku tetap lebih muda dari kalian", ucap Riri tersenyum
"bu Riri jangan pakai bet nama", ucap Natali
"why?", tanya Riri bingung
"orang orang yang tak mengenalmu bisa mengira kalau ibu adalah karyawan seperti kami bu", ucap Yuli.
"terlebih lagi karena pakaian ibu yang sederhana, tidak akan ada yang menyangka kalau ibu adalah seorang CEO", sambung Hafiz
Riri tertawa mendengar omelan karyawannya itu
"kalian ini, aku tidak ingin memakai pakaian berlebihan, aku hanya memakai pakaian bagus saat rapat penting tadi, dan bajunya sudah ku ganti", ucap Riri tertawa
"kenapa ibu ganti? padahal ibu terlihat sangat cantik tadi, saya sendiri sampai pangling", ucap Hafiz
"karena itu adalah rapat penting Fiz", ucap Riri tertawa
"tapi bu Riri akan tetap cantik kok walaupun pakai baju sederhana begini", ucap Nita
"makasih ya udah mau makan bersamaku, aku sangat bahagia rasanya", ucap Riri
"bu Riri kenapa bilang gitu? harusnya kami yang terima kasih dengan bu Riri", ucap Yuli memeluk Riri
"aku tidak pernah merasakan makan bersama baik dengan keluarga ataupun teman, hingga saat bersama kalian aku menjadi sangat bahagia, aku mengganggap kalian temanku", ucap Riri yang berhasil membuat karyawannya meneteskan air mata
"haha jangan menangis begitu, dasar cengeng, masuklah kemobil, kita harus makan untuk melanjutkan pekerjaan kita yang sangat banyak itu", ucap Riri lalu masuk kemobil yang berbeda dengan para karyawannya
Mereka berangkat dari kantor, dan sampailah di sebuah resto mewah tempat biasanya mereka makan, Riri sudah menyiapkan ruang VIP untuk dia dan karyawannya
Namun saat baru saja masuk ke resto, Riri bertemu dengan seorang gadis yang sangat dia kenal.
"Kau? Riri kan?", ucap gadis itu
"kau? Ara?", ucap Riri melihat gadis itu
Para karyawan Riri berhenti dibelakang Riri, mereka memiliki perasaan tidak enak dengan gadis ini
"hahaha, kau mendapat rekomendasi lulus lebih cepat karena kau sangat pintar, tapi ternyata? hanya untuk menjadi karyawan kantor? haha bodoh", ucap Ara
Semua karyawan Riri marah mendengar ucapan Ara, berani sekali dia melecehkan boss nya itu. Nita ingin maju dan menampar mulut gadis itu, namun tangannya di genggam Riri.
.
.
.
Gemas banget ya sama tingkah Ara ni, diapain enaknya ya
Makasih udah mampir ya guys, stay safety selalu ya :)
terus nantikan episode selanjutnya ya
bye bye >•<
__ADS_1