CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.72 Pengakuan Jiah


__ADS_3

Dio bahkan ikut menangis juga melihat pemandangan ini, walaupun mereka belum tau apa yang membuat Tio menjadi seperti ini, tapi bisa dirasakan bahwa Tio benar benar hancur dari segi apapun.


"Ri, hanya kaulah yang bisa menyelamatkan, hanya kau lah harapan ayah satu satunya Ri, kesalahan ayah dimasa lalu membawa bencana untuk anak dan istri ayah, ayah minta maaf", ucap Tio sambil memeluk Riri dia menangis sejadi jadinya, bahu nya sudah tidak kuat lagi dengan beban yang ditanggungnya


"apa maksud ayah?", tanya Riri


"ayah tau kau sudah tau semuanya kan? bahkan tentang Jiah ataupun Alexa, kamu sudah tau kan? ayah tau itu", ucap Tio


"Ri, maafkan ayah melakukan semua ini, tolong berikan maaf untuk ayah, ayah janji akan menerima semua kosekuensinya, tapi tolong selamatkan mamamu dari Alexa", ucap Tio


"apa maksud ayah? mama kenapa? mama diapakan?", tanya Riri


"mamamu dimasukkan ke rumah sakit jiwa oleh Alexa karena dia ingin menghancurkanmu", ucap Tio


"mama? ayah jangan bercanda denganku", ucap Riri hampir tidak percaya


"Alexa sudah merencanakan akan menghancurkanmu dan membuat ayah mendapatkan semua hak kuasa darimu, lalu dengan itu dia bisa mengembangkan perusahaan ini dan hidup mewah, tapi mamamu memberontak, lalu Alexa menyeretnya masuk kerumah sakit jiwa, sedangkan ayah? ayah dijadikan senjata, ayah harus mengambil semua harta warisan kakekmu supaya mamamu dibebaskan olehnya, dia bahkan menggunakan Jiah sebagai senjatanya untuk menghancurkanmu", jelas Tio panjang lebar


"bajingan", ucap Riri yang sudah menyala api amarahnya


"ayah harus menuruti semua perintahnya, ayah ingin mamamu bebas, oleh karena itu ayah mengirim Jiah ke Belanda supaya dia tidak terus dimanfaatkan oleh Alexa, dan ayah yakin menyerangmu karena ayah tau kau sangatlah cerdas dan tidak mampu dikalahkan, ayah harus membuatmu mencium semua kebusukan Alexa hingga sampai dititik ini, maafkan ayah karena terus mengorbankan dirimu demi keegoisan ayah Ri, aku sungguh minta maaf", ucap Tio


"ayah, jadi ini semua rencana ayah?", tanya Dio


"iyaa, tapi ayah tidak menyangka pergerakan Riri sangat cepat, ayah fikir butuh waktu berbulan bulan untuk ini semua", ucap Tio


"ayah duduk diam aja dirumah, biarkan aku dijalanku, buat dia percaya dengan ayah, dan juga, kirimkan alamat rumah sakit jiwa tempat mama dikurung, aku harus menyelesaikan ini semua, berani sekali bajingan itu bermain main denganku", ucap Riri


"Ri, maafkan aku Ri, aku sungguh memohon maaf padamu, sejak kau bayi sampai sekarang, aku banyak menabung dosa padamu, maafkan ayahmu yang buruk ini Ri", ucap Tio terduduk dilantai menghadap Riri, dia menangis sejadi jadinya


Tanpa diduga ternyata ada Hardi dan Shila yang sudah mendengar semuanya, mereka mendengar kabar tentang Riri dan Dio, lalu segera meluncur ke Indonesia, setelah mendarat mereka langsung keperusahaan induk milik Alexa yang sekarang sudah menjadi milik Riri


Hardi dan Shila masuk kedalam dan berdiri dihadapan Tio. Jelas saja Riri dan Dio terkejut, begitu juga dengan Tio


"papa? papa sudah pulang?", tanya Dio


"bangkit kau Tio!", bentak Hardi


"pa, tenang pa, Riri akan bicara dengan ayah, papa harus dengarkan Riri dulu",, ucap Dio memegang tangan Hardi


"sekarang kau sudah sadar dengan kesalahanmu? apa kau tidak tau apa saja yang dialami putrimu karena kesalahan bodohmu itu?! dia hampir merenggang nyawa karena dirimu!!!", bentak Hardi, hatinya sungguh sakit, pikirannya kacau


Riri hanya diam, dia tidak sanggup berkata apa apa


"pa, dengarkan Riri pa, Dio bakal jelasin semua ke papa", ucap Dio


"maafkan aku Ri, maafkan aku", ucap Tio masih menangis


"apa kau tau betapa sakitnya hatiku melihat kelakukanmu kepada putrimu ini Tio? dia hampir mati karena ulahmu, dia koma selama lebih dari seminggu, dia kehilangan ingatan, dia stress, dia depresi, apa kau tau itu?! dan sekarang kau datang meminta maaf semudah itu?!! kau mau kukubur hidup hidup disini?!!", bentak Hardi mencengkram erat kerah baju Tio, dia benar benar marah walaupun sudah mendengar semua penjelasan Tio


"Hardi, kau bisa hukum aku sepuasmu nanti, tapi tolong, hancurkan dulu monster itu, aku mohon selamatkan istriku Hardi", ucap Tio menangis memohon dibawah kaki Hardi


"ayah, bangun yah, jangan begitu yah", ucap Dio membangkitkan Tio dari kaki papanya

__ADS_1


Dada Riri sesak, nafasnya terputus putus, hidungnya mengeluarkan darah, dia kambuh lagi, lalu pingsan. Mereka semua yang ada disitu panik, termasuk Shila, sedangkan Tio bingung apa yang terjadi dengan putrinya itu


"kenapa kalian selalu menyiksanya, sudah ku bilang bicara baik baik, dia sudah cukup sakit karena ini semua", ucap Dio lalu membopong Riri ke mobil dan melaju kearah mansionnya


Dio juga sudah menghubungi Rendi agar memanggil dokter Fira ke mansionnya.


Mereka semua ikut menyusul ke mansion Riri, namun dimobil, kedua bapak bapak itu terus bertengkar


"Hardi jelaskan padaku, kenapa dengan Riri? ada apa?", tanya Tio panik


"tutup mulutmu itu! apakah selama ini kau pernah memperhatikan dia?! dia begitu karena kau Tio!", bentak Hardi


"tapi jelaskan padaku putriku kenapa, aku tidak tau apa apa", ucap Tio


Mereka berdua terus bertengkar dan adu mulut, Hardi masih marah dengan perlakuan Tio ke Riri, sementara Tio terus bertanya ada apa dengan putrinya


"sudah cukup kalian berdua!!", teriak Shila


"apa kalian akan terus menyiksanya seperti ini?!",, teriak Shila membuat kedua manusia itu terdiam


"kalau sampai terjadi sesuatu dengan Riri, kalian berdua harus tanggung jawab", bentak Shila


Dio sudah sampai dimansionnya, dia langsung membawa Riri kekamarnya dengan wajah yang sudah panik tak karuan. Jiah mendengar kedatangan mereka dan menyambutnya, namun seketika senyumnya pudar setelah melihat Riri didalam gendongan Dio


"kakak sudah pul.... kakak? kakak kenapa?", tanya Jiah panik


"tolong ambilkan air hangat ya Jiah dan juga handuk untuk kompres", ucap Dio


"i iya kak iya", ucap Jiah langsung kedapur mencari yang diperintahkan Dio


"dia shock lagi, ada kejadian tak terduga di perusahaan tadi, kamu jagain kakakmu disini ya, kakak ada urusan dibawah, sebentar lagi sokter Fira datang", ucap Dio


"iya kak", jawab Jiah


Jiah membersihkan hidung Riri yang penuh darah, dia sangat sedih melihat Riri seperti ini


"maafin Jiah kak, gara gara keegoisan mommy, kakak jadi seperti ini", ucap Jiah menggenggam tangan Riri


"i'm fine Jiah", lirih Riri


"kak? kakak udah bangun?", tanya Jiah


"udah, cuma shock aja, bantu kakak duduk", jawab Riri


Jiah lalu mendudukkan Riri diranjangnya dan duduk disamping Riri


"kamu mau jujur tentang apa ke kakak? kakak mau dengar", ucap Riri


"tapi kondisi kakak masih begini, mana mungkin Jiah cerita", ucap Jiah


"lakukan saja, kakak harus dengar semuanya dari mulutmu sendiri Jiah", jawab Riri


"jadi begini kak...", Jiah lalu menceritakan semua kejadiannya, dari mulai kejadian dimana dia menampar Riri, sampai beberapa waktu yang lalu dia hampir melakukan hal jahat kepada Riri, itu semua ternyata karena hasutan dari mommy nya

__ADS_1


Dia juga jujur tentang siapa dia bagi Tio, dia Jiah menceritakan semuanya secara detail tanpa terlewat sedikitpun, dan itu semua cocok dengan pencarian yang dilaukkan Riri, Jiah menangis memeluk Riri


"kak, maafkan Jiah, mulai sekarang Jiah ada dipihak kakak, Jiah bener bener nyaman sama kakak, maaf", ucap Jiah


"gapapa, kamu udah mau jujur ke kakak, itu lebih dari cukup", ucap Riri


"benarkah kak? kakak memaafkanku?", tanya Jiah, Riri mengangguk dan tersenyum


"tapi beberapa hal hal pahit yang harus kamu ketahui Jiah, kakak gatau apa kamu bakal bisa menerimanya atau tidak", ucap Riri


"beritahu saja kak, aku akan menerimanya sepahit apapun itu, aku gamau dijadiin boneka lagi, kakak harus latih aku supaya bisa jadi seperti kakak juga", ucap Jiah menghapus air matanya


"kau yakin?", tanya Riri dan dibalas anggukan dari Jiah


"dengarkan kakak, apapun yang terjadi, apapun yang kamu dengar dan lihat, kamu harus percaya sama kakak, okey?", ucap Riri mengelus rambut Jiah


"okey", jawab Jiah


Riri lalu mengambil map coklat dari dalam lemarinya, dan memberikannya kepada Jiah


"buka dan bacalah", ucap Riri


Jiah melakukan perintah Riri, ternyata itu berisi hasil tes DNA mereka bertiga, Jiah shock saat melihatnya, ternyata dia bukanlah anak ayahnya


"kak ini... ini benar?", tanya Jiah


"iya Jiah, ini benar, maafkan aku harus menyakiti hatimu karena hasil tes ini", ucap Riri memeluk Jiah


"harusnya aku yang minta maaf ke kakak, aku bukan anak ayah dan bukan adikmu, tapi aku merenggut semua waktu dan kasih sayang ayah yang seharusnya diberikan ke kamu kak, aku banyak bersalah denganmu kak, maafkan aku", ucap Jiah menangis


"dia menangis karena itu? dia sungguh menyesalinya? aku tidak menyangka dia benar benar telah luluh denganku, terima kasih tuhan", batin Riri


"mulai sekarang, kau adalah adikku, okey, aku akan menjagamu dan berbagi kasih sayang denganmu, jangan khawatir", ucap Riri mengelus punggung Jiah


"kamu harus kuat, kakak aja kuat, jadi kamu ga boleh lemah", ucap Riri


"em, Jiah kuat", ucap Jiah


"lalu kak? apalagi hal yang lainnya?", tanya Jiah


"itu terlalu menyakitkan untukmu Jiah, aku akan sangat bersalah padamu", ucap Riri


"lakukan saja kak, aku mau tau semuanya, aku bukan anak kecil lagi", ucap Riri


"baiklah, nanti akan ku beri tahu saat Geri datang", ucap Riri


"ohiya dimana suamiku? kenapa dia tidak ada disini?", tanya Riri baru menyadari bahwa Dio tidak ada dikamar


"ada dibawah kak, katanya ada urusan gitu", jawab Jiah


"baiklah mari kita kebawah", ucap Riri


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2