CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.109 Permainan Ular Sanca


__ADS_3

Hari ini Riri dan suaminya bersiap untuk menyelesaikan misi terakhir mereka. Setelah kepergian Joi dan Jiah tadi malam, Riri sudah mulai bergerak membuat jebakan untuk Pricilla


Riri sudah membuat beberapa kasus untuk Pricilla agar membuat wanita ular itu terjerat kepenjara


"sayang kamu membuat kasus apa saja untuknya?", tanya Dio sambil mengancingkan lengan kemejanya


"tidak banyak, hanya kasus karena menjebak kak Joi beberapa tahun lalu, lalu kasus karena ingin merebut suamiku, dia juga terjerat skandal bersama pengusaha pengusaha hidung belang", ucap Riri sambil merias wajahnya


"ah itu...", ucap Dio mengangguk anggukkan kepalanya


"kenapa? mas ga terima?", tanya Riri


"hah? bukan begitu sayang, hanya ingin tau saja", ucap Dio gercep, dia tidak ingin istrinya itu salah paham lagi


"aku sudah mengumpulkan semua bukti buktinya dan bersiap untuk menjerat mereka semua, lalu memberi sedikit jebakan", ucap Riri


"dan beberapa pengusaha hidung belang itu sedang mengejar dia karena dia punya banyak hutang kepada mereka", lanjut Riri lagi


"lalu? akan kamu apakan mereka sayang?", tanya Dio yang hanya dibalas senyuman smirk dari istrinya itu


...----------------...


Dirumah Varel...


"baik nyonya", jawab Koko didalam telfonnya


Ara, Basree, Koko dan Varel sudah berkumpul diruang tengah dengan masker yang menempel diwajah mereka. Pricilla duduk ditengah tengah mereka dengan tangan dan kaki yang diikat dikursi tempat dia duduk


"apa selanjutnya?", tanya Basree


"lepaskan dia, nyonya kita memberi ampun kepadanya", ucap Koko


"benarkah? dilepas begitu saja?", tanya Basree


"ah ini tidak seru, padahal aku sangat menantikan pertujukan selanjutnya", rengek Ara


"aku mohon lepaskan aku, siapapun nyonya kalian, siapapun kalian, tolong lepaskan aku", ucap Pricilla memohan


Koko lalu mengambil surat perjanjian dan memberikannya kepada Pricilla, dia menurunkan maskernya dan duduk didepan Pricilla


"tanda tangan disurat ini, ini adalah surat perjanjian agar kau tidak membocorkan bahwa kami sudah menculikmu, tutup mulutmu itu dan jangan berani melapor kepada polisi, atau kami benar benar akan membunuhmu", ucap Koko pelan


"ba-baik baik aku tidak akan buka mulut aku janji, aku janji", ucap Pricilla


Pricilla lalu meneken surat perjanjian itu, tangannya sudah dilepas lalu diantar pulang oleh Varel dan Koko


Sesampainya di apartemen Pricilla, Koko dan Varel ikut masuk kedalam dan menawarkan bantuan kepadanya untuk bersih bersih di apartemennya


"duduk saja disofa, aku akan membuatkan jus untukmu, kau pasti haus karena berteriak sejak kemarin", ucap Koko


"terima kasih", jawab Pricilla


Koko pergi kedapur dan menuangkan jus itu ke gelas yang akan diberikan kepada Pricilla.

__ADS_1


Varel dan Koko datang, lalu duduk didepan Pricilla, Varel membawa kotak obat, sedangkan Koko membawakan jus untuk Pricilla


Pricilla menenggak habis jus itu, dia memang benar benar haus karena terus terusan berteriak sejak kemarin pagi.


Beberapa menit kemudian, Pricilla merasakan tubuhnya panas dingin, hasrat dalam dirinya mulai bergejolak, kedua kakinya gelisah dan terus bergesekan sana sini. Koko dan Varel tersenyum melihat reaksi gadis itu


*Flashback on*


Dikantor Riri


"nyonya yakin ingin melepaskannya begitu saja? bagaimana jika dia mengambil kesempatan lalu melaporkan kita?", tanya Koko


"benar non, bagaimana jika dia melapor?", tanya Varel


Riri hanya tersenyum, lalu Dio memberikan sebotol jus jeruk kepada Koko


"berikan ini kepadanya sebelum kalian mengantarnya pulang keapartemennya, setelah itu, nikmatilah jatah kalian", ucap Dio


Varel dan Koko hanya saling menatap dan mencoba mencerna ucapan tuannya itu.


"nikmati saja, bahkan kak Joi menghajarnya habis habisan dari malam hingga hampir pagi", bisik Riri


Akhirnya Varel dan Koko mengerti maksud dari jus itu, ini seperti hukuman awal untuk Ara dulu


"sebelum dia puas, tinggalkan dia diapartemennya, lalu beri kabar padaku, setelah itu akan aku biarkan dia digilir oleh pengusaha hidung belang itu", ucap Riri


"baik nyonya, akan kami laksanakan", ucap Koko dengan semangat


"kenapa kau sangat semangat?", tanya Varel


"yang benar saja kau ini", ucap Varel kesal lalu menyenggol siku Koko


*Flashback off*


Varel berjongkok didepan Pricilla dan menaikkan kaki Pricilla sebelah keatas pahanya


"biar aku obati lukamu", ucap Varel


Varel mengobati luka dipergelangan kaki Pricilla, sambil mencuri curi kesempatan dan membuat kaki gadis itu menyentuh sesuatu yang ada dibalik celana Varel


Varel juga memberikan beberapa sentuhan halus dikaki Pricilla yang membuat gadis itu semakin menjadi jadi dan menahan hasratnya


Koko datang mendekati Pricilla


"kau kenapa? apakah sakit?", tanya Koko pura pura kasihan


"ti-tidak, aku tidak apa apa", jawab Pricilla menahan hasratnya


"kau keringatan, aku juga merasakan panas sih, sepertinya AC diapartemenmu ini perlu dibenerin", ucap Koko mengibas ngibaskan hoodienya


"buka saja hoodiemu itu jika panas, aku juga merasakan panas disini", sambung Varel


Koko lalu membuka hoodienya yang membuat dada kekar miliknya terpampang jelas dimata Pricilla

__ADS_1


Pricilla dengan sengaja mencuri curi kesempatan untuk menggesekkan kakinya di area milik Varel yang sangat besar menurutnya


"nona, sepertinya kakimu sangat gelisah, ada apa? apa kau ingin sesuatu?", tanya Varel


"aku... aku ingin...", ucap Pricilla menggantung


Koko tersenyum, lalu menarik tengkuk gadis itu dan melahap bibirnya dengan sangat kasar dan rakus, Pricilla pun menerimanya tanpa ada perlawanan, bahkan inilah yang dinantikannya


Varel tidak berselera melihat Pricilla, dia membiarkan Koko menikmati jatah itu sendirian, dia duduk didepan dua orang yang sedang bercinta itu dan menikmati kopinya, seperti sedang menonton sebuah pertunjukman secara live


******* dan ringisan Pricilla terdengar memenuhi ruangan itu, permainan Koko benar benar kasar, tubuh gadis itu dipenuhi luka karena ulahnya, bahkan sampai berdarah diarea bawahnya


"wah, anggota mu itu benar benar brutal sayang", ucap Dio yang melihat layar laptopnya


Ternyata sejak awal, Riri dan Dio sudah menonton aksi Varel dan Koko, karena Varel yang sudah meletakkan kamera untuk merekam aksi rekannya itu


"lihatlah tubuh cantik itu, penuh luka begitu haha", ucap Riri tertawa kecil


"aku bersyukur karena tidak pernah menikmati tubuh itu", ucap Dio lalu menenggak winenya


"benarkah?", tanya Riri tidak percaya


"tentu saja tidak pernah sayang, hanya saja aku juga pernah dijebak seperti kak Joi, bedanya saat itu yang menyelamatkan ku bukan yang menjebakku, melainkan pacar kak Joi sendiri, karena itulah aku memaafkan kak Joi", ucap Dio


"oo yang itu, aku tau", jawab Riri santai


"kamu tau sayang? darimana?", tanya Dio terkejut


"ada deh", ucap Riri


Scene berpindah ke Koko dan Pricilla


Koko sudah puas dengan permainannya, sesuai rencana mereka akhirnya Koko dan Varel pergi dari sana meninggalkan Pricilla yang berteriak meminta tolong karena masih dilanda ***** yang menggebu gebu


"selanjutnya apa?", tanya Koko


"biar nyonya yang mengurusnya, kita pulang dulu", jawab Varel


"oke", jawab Koko


Tidak lama setelah mereka pergi, Riri menelfon beberapa pengusaha belang yang mencari Pricilla untuk menagih hutang. Mereka datang ke apartemen Pricilla, karena gadis itu masih dibawah kendali obat, mereka langsung menghajarnya habis habisan seperti makanan lezat yang siap disantap


Riri dan suaminya hanya tertawa diruangan kantor Dio, terutama Riri yang begitu menikmati permainannya.


"selanjutnya kapan akan kita laksanakan sayang?", tanya Dio pada istrinya yang sedang berada diatas pangkuannya itu


"nanti malam mas, siang ini aku ada rapat penting sebelum liburan panjang kita", jawab Riri


"mau mas temani? mas sudah lama tidak melihat istriku yang cantik ini mempimpin rapat", ucap Dio mengibaskan rambut Riri


"boleh, mungkin mas punya beberapa ide untuk meeting ku nanti", ucap Riri


"baiklah sayang, ayo kita berangkat tinggalkan saja ular sanca itu dengan permainannya", ucap Dio

__ADS_1


Riri hanya tertawa mendengar ucapan suaminya, dia menghabiskan jus jeruknya lalu berangkat kekantornya bersama Dio


__ADS_2