CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.13 Wasiat Kakek


__ADS_3

*Flashback on*


*Saat Riri menginjak bangku kelas 2 SMP, kakek Riri memberikan semua aset rahasia nya kepada Riri dan mengajari Riri cara mengelolanya, dia percaya Riri karena Riri sangat pintar dan cerdas dalam bertindak dan mengamati suatu keadaan.


Dia mengajari Riri bagaimana cara mengelola suatu perusahaan, menjadi CEO yang baik dan cerdas, mengajari Riri cara berinvestasi dalam usianya yang masih sangat muda, dan Riri berhasil menguasai semuanya hanya dalam jangka waktu 1 tahun.


Riri memang tergolong sangat pintar diusianya yang masih muda, dia pernah mendapat penawaran lompat kelas, tapi Riri menolak karena dia ingin bersenang senang disekolah lebih lama, itu sebabnya kakeknya mempercayainya dan memberikan semua aset rahasia yang dimiliki kakeknya


Justru kakek nya Riri tidak percaya ke ayah Riri, dia memberikan semua aset nya ke Riri dan bisa di claim sesudah Riri berumur 17 tahun agar ayah Riri tak curiga, sedangkan untuk aset rahasia, diberikan ke Riri begitu saja tanpa ada persyaratan sama sekali, sehingga Riri bisa mengelolanya secara langsung, dan juga didampingi oleh orang orang kepercayaan kakeknya


Saat Riri menginjak kelas 1 SMA, kakek Riri meninggal karena serangan jantung dan menitipkan Riri ke 2 orang yang paling dipercaya nya yang sekarang adalah bawahan Riri


*Flashback off*


Mobil yang dinaiki Riri pun sampai di sebuah gedung berisi apartemen mewah. Riri dan bawahannya turun lalu menuju ke lift


"Geri, Harry, gimana keadaan kantor?", tanya Riri


"kantor baik non, kami sedikit kewalahan non", jawab Geri


"nona Riri sendiri gimana keadaannya? 3 bulan ini sepertinya sangat sibuk", tanya Harry


"iya non, nona menghilang kemana 3 bulan ini?", timpal Geri


"aku akan memulai semuanya setelah surat kelulusan ku keluar, akan ku basmi hama hama itu", ucap Riri yang kesal dan masuk ke apartemennya


"Kelulusan?!",, ucap Geri dan Harry terkejut


"aku mendapatkan rekomendasi sekolah untuk lulus lebih awal karena aku pintar, aku menerimanya, dengan begitu aku bisa gerak lebih cepat setelah melepas sekolahku", ucap Riri


"lalu kenapa kemarin nona ikut UAS?", tanya Geri yang bingung


"hanya supaya tidak ada curiga, aku merahasiakan semuanya, aku harus hati hati", ucap Riri tersenyum


"wah non, kalau nona Riri bisa selesai sekolah lebih awal, kita bisa gerak lebih cepat", ucap Harry tersenyum


"wah non Riri, sangat rapi semuanya, tapi kenapa kami tidak tau soal ini non?", ucap Geri


"kalian sudah sangat sibuk dengan pekerjaan dikantor, aku tidak ingin merepotkan lagi dan memberi kalian kejutan", ucap Riri


"kapan surat kelulusan keluar non?", tanya Geri


"em sekitar 3 hari lagi", ucap Riri


"apa nona Riri ingin mengambil alih perusahaan sekarang? kan nona sudah 17 tahun?", tanya Harry


"aku sudah mengambil alihnya sejak 2 hari sesudah hari ulang tahunku, sesudah surat kelulusanku keluar, aku sudah bisa masuk kekantor sebagai CEO", ucap Riri tersenyum


"besok aku mau kesekolah dan membereskan kekacauan yang kubuat tadi", lanjut Riri


"nona buat masalah?", tanya Geri


"em sedikit", jawab Riri


"akan saya bereskan non", jawab Geri


"gausa, aku bisa sendiri kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian dan juga, awasi orang tua ku, kita selama ini kecolongan", pinta Riri


"kecolongan maksudnya?", tanya Harry


"orang tuaku bukan direktur di perusahaan kak Dio", ucap Riri


"hah?!", jawab Geri dah Harry terkejut

__ADS_1


"besok aku akan kekantor kak Dio, aku ingin mencari tau sesuatu, kalian pulang sekarang, besok pagi jemput aku disini", ucap Riri


"baik non, atau non Riri mau kami panggilkan bodyguard untuk berjaga jaga? saya khawatir nona kenapa kenapa, terlebih lagi nona kabur dari rumah", ucap Harry


"iya non Ri, saya setuju sama Harry, saya panggilkan dokter juga ya non, itu tangan non Riri berdarah begitu", ucap Geri


"dokter? No, kalau kalian panggil dokter kesini, ku suntik mati kalian berdua", ucap Riri masuk kekamar


"dia itu kena bipolar atau ada kepribadian ganda?", ucap Geri berbisik


"aku rasa dua duanya sih", jawab Harry


"yok pulang, kita bakal sibuk mulai besok", ucap Geri menarik tangan Harry


mereka memanggil bodyguard untuk berjaga jaga di apartemen Riri.


Riri tidur dengan tenang di apartemennya, sementara ayah dan mamanya dirumah tidak menyadari kalau Riri kabur dari rumah karena kamar Riri dikunci


Keesokan paginya


Riri bangun subuh dan langsung mandi, dia keluar kamar dengan memakai celana pendek dengan hoodie hitam dan syal dilehernya. Dia ingin refreshing sejenak sebelum memulai hari nya dengan berbagai masalah



"nona mau kemana pagi pagi begini?", tanya salah satu bodyguard Riri.


"jalan jalan", jawab Riri singkat


"saya temani ya non, ini kan masih gelap, takutnya kenapa kenapa", jawab bodyguard Riri


"silahkan, tapi jangan ganggu aku", ucap Riri lalu berjalan keluar apartemennya yang lalu diikuti oleh bodyguardnya dari belakang


Setelah berjalan diluar selama 30 menit, Riri masuk ke ruang dance pribadinya yang memang sudah ada di apartemennya. Riri memang suka nge dance sejak kecil, dan selama ini dia selalu berlatih dance setiap pikirannya sedang terganggu


"non Riri mari sarapan dulu, sebentar lagi saya antarkan kesekolah non Riri", ucap Geri


"mana Harry?", tanya Riri yang tidak melihat Harry


"Harry sudah didalam apartemen non Riri", jawab Geri


"em, ok", jawab Riri yang mengambil sandwich di tangan Geri lalu memakannya sambil berjalan kearah apartemennya


"duduk non kalau makan, ntar malah kesedak", ucap Geri


"berarti itu salahmu karena membawakan makanan untukku disaat aku tidak dimeja makan", ucap Riri datar. Bodyguard nya menahan tawa dan melihat wajah Geri


Setelah sampai di apartemen


"kau sudah suruh orang untuk mengikuti orang tuaku? aku gamau kecolongan lagi kali ini", ucap Riri kepada Harry


"sudah non, pagi ini pak Tio dan bu Ningsih akan kesekolah nona Riri", jawab Harry


"hm? sekolahku? why?", ucap Riri bingung


"mereka ingin menyelidiki apa yang terjadi dengan non Riri disekolah", jelas Harry


"oh, yasudah", ucap Riri singkat lalu masuk kekamar untuk mengganti bajunya, dia juga membawa baju ganti ditasnya karena nanti akan ke kantor Dio


Setelah selesai Riri kembali keruang kerjanya


"Ger, kau tau toko sepeda A yang dipasar?", ucap Riri


"iya non saya tau", jawab Geri gercep

__ADS_1


"tawarkan invest ke mereka, dan beri beberapa hadiah, pemiliknya sangat ramah kepadaku, bahkan memberikan diskon untuk hadiahku", ucap Riri tersenyum


"baik non", ucap Geri


"dan juga toko yang disebelahnya itu, ada salah satu pekerja disitu yang songong banget, cari tau tentang dia, buat dia hancur, seenak jidat aja dia hina aku bilang aku ga mampu beli sepeda", ucap Riri kesal


"baik non", ucap Geri yang mengambil handphonenya lalu menelfon seseorang


"Harry, gimana keadaan ibumu? sudah membaik?", tanya Riri


"alhamdulillah sudah non, sudah pulang kerumah juga", jawab Harry


"em, baguslah, sampaikan salamku, aku belum sempat mengunjunginya beberapa bulan ini", ucap Riri


"walaupun sedikit ketus, tapi kepedulian nona Riri yang membuat kami betah bekerja dan menemaninya disetiap perjalanannya", batin Harry


"Semuanya sudah selesai sesuai perintah nona, sekarang orang tua nona sedang dalam perjalanan ke sekolah nona", ucap Geri yang sudah selesai menelfon


"ok, baiklah, antarkan aku hanya sampai dekat gerbang saja, selanjutnya, aku akan berjalan kaki saja", ucap Riri sambil berjalan keluar apartemennya


Mereka mengantarkan Riri sampai ketempat yang dimaksud Riri, lalu melanjutkan perjalanan menuju kantor. Riri masuk kedalam sekolah dan langsung menuju ruang kepala sekolah. Namun langkahnya terhenti saat mendengar bahwa ayah dan mama nya sedang ada di dalam


"ah nanti saja, aku akan keruang guru dulu menanyai surat suratku", batin Riri lalu melangkah pergi keruang guru


Dia menyelesaikan segala urusannya dan akan menerima surat kelulusannya 2 hari mendatang. Tak terasa perutnya berbunyi meminta makan


"aku lapar", ucap Riri mengelus perutnya.


Tiba tiba datang seseorang menggenggam tangan Riri


"hey, lapar ya? yuk makan", ucap Fikri.


Namun Riri masih marah karena dia ditolak kemarin malam saat benar benar butuh, Riri melepas tangan Fikri dengan kasar


"ga urusanmu!", ucap Riri dengan kasar lalu pergi kearah kantin


Fikri pun paham kalau Riri masih marah, tapi dia berusaha untuk tidak gugup, hanya berjaga jaga takut Riri akan meledak disituasi yang tidak tepat.


Mereka sampai dikantin sekolah, Fikri memesan 2 mangkok bakso dan 2 gelas es teh manis untuk mereka berdua. Sementara Riri sudah duduk dimeja makan


",masih marah Ri?", ucap Fikri yang tak direspon Riri


"maaf ya Ri, aku ga bermaksud begi...", belum selesai Fikri bicara, Riri meletakkan handphonenya dimeja dengan kasar


"shut up!", ucap Riri pelan. Fikri langsung diam tanpa bicara apapun


"moodnya lagi ga bagus, mending diem deh", batin Fikri


Pesanan Fikri pun datang, Riri menyambut bakso itu dengan senyuman, Riri selalu senang saat makanannya datang


"hanya makanan lah obatnya, baguslah setidaknya moodnya sedikit membaik",, batin Fikri yang melihat Riri tersenyum


.


.


Sampai jumpa di episode selanjutnya ya guys


makasih udah mampir kesini


stau safety ya semuanya


bye bye >•<

__ADS_1


__ADS_2