CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.39 Training


__ADS_3

Setelah mengantarkan Dio kekantornya, Riri dan Geri kembali kekantor mereka juga, sebenarnya sangat ingin Riri menemani Dio bekerja, tapi dia ingat bahwa dia harus merekrut para pelamar kerja diperusahaannya.


"Ger, persiapkan banyak macaron dikantorku nanti ya", ucap Riri.


"apa mood nona Riri masih tidak baik?", tanya Geri ragu


"nggaa, cuma lagi pengen aja", ucap Riri


"em, baiklah nona tunggu sebentar ya", ucap Geri, dia kemudian menelfon restoran Riri untuk mengirimkan banyak macaron ke kantor Riri.


"sudah non, saat nanti kita sampai dikantor, macaronnya juga sudah tiba", ucap Geri


"em, makasih ya, dan juga, panggil saja aku Riri jika kita sedang kumpul atau hanya kita kita saja", ucap Riri


"baiklah Riri", ucap Geri


Memanggil Riri dengan nama adalah suatu hadiah yang tidak bisa dibeli dimanapun


"Ger", panggil Riri


"iya Ri ada apa?", tanya Geri


"apa aku boleh menanyakan sesuatu?", tanya Riri


"tanya saja Ri, kau berhak menanyakan apapun kepadaku", ucap Geri


"apa kau sudah setuju dengan perjodohan itu? maaf jika aku menanyakan ini, hanya saja aku benar benar ingin tau perasaanmu ke Rara", ucap Riri


"sejujurnya saat pertama melihat Rara, aku sangat terpesona dengannya, tapi disisi lain, aku tidak mau egois, mungkin saja Rara sudah punya pacar, jadi aku akan biarkan dia menjawabnya, aku akan mengikuti kemauannya", ucap Geri


"kau benar benar menyukainya?", tanya Riri


"iya Ri", ucap Geri


"kalau begitu kejar saja dia, dia jomblo kok, dan ga pernah pacaran, karena dia takut dikecewain laki laki, makanya dia nolak perjodohan itu", ucap Riri


Geri tiba tiba mengerem mendadak mobilnya


Ciiitttt!


"benarkah itu?", ucap Geri


"kau gila hah?! kau mau membunuhku?!", tanya Riri kesal lalu memukul lengan Geri


"maaf Riri, aku hanya terkejut mendengar ucapanmu tadi, benarkah itu?", tanya Geri


"menurutmu aku bohong? udah cepat jalan lagi, aku sudah terlambat ini", ucap Riri kesal


"terlambat ngapai? kan dia CEO nya gimana sih, mau dia datang tengah malam juga gada yang marah nona Riri", batin Geri


"baik, maaf ya Riri", ucap Geri cengengesan


"Ger, siapkan villa milikku yang ada di dekat pantai, weekend pekan depan nanti kita liburan kesana, aku mengajak orang orang didepartemen ku, aku ingin merayakan hari bahagiaku", ucap Riri


"baiklah Ri, akan ku siapkan semuanya", ucap Geri


"dan juga mobil mobilnya ya, dan juga bersihkan seluruh sudut sudut villa nya, jangan sampai ada lagi yang kotor atau berserakan, siapkan kamar kamar nya dan juga bahan bahan untuk dimasak, pokoknya harus udah lengkap semuanya",, ucap Riri..


"baiklah Riri, aku akan jamin itu", ucap Geri


"kalau ada yang tak kusuka disitu, awas kau ya, kupotong gajimu", ucap Riri.


"loh mana bisa gitu", protes Geri


"bodoamat", ucap Riri

__ADS_1


Riri dan Geri pun sampai di kantornya, Riri masuk keruangannya dan ternyata sudah dimulai wawancara para training itu, dan terlihat Gigi yang sedang mewawancarai salah satu calon training itu


"pagi bu Karin", ucap Gigi


"pagi", ucap Riri datar


"apa sudah dimulai?", tanya Riri


"sudah bu, baru saja mulai", jawab Gigi


"baiklah, lanjutkan", jawab Riri,


Training datang silih berganti, namun hati Riri sangat sulit untuk didapatkan. Dari ratusan pendaftar, hanya beberapa orang saja yang nyangkut dihati Riri


"masih ada lagi Gi?", tanya Riri


"ada bu, ini yang terakhir", jawab Gigi


"ah baiklah, kenapa mereka semua sangat bangga dengan gelar sarjana itu? sombong banget. padahal belum tentu punya etika yang bagus dalam bekerja. Gigi, besok besok jika kau merekrut para pekerja hanya karena gelar sarjana, ku potong gajimu", ucap Riri.


"kok malah jadi gajiku sih yang kena, anjir", batin Gigi


"baik bu", jawab Gigi


Riri berdiri menghadap ke jendelanya, dan terdengar suara langkah kaki masuk keruangannya, tentu saja itu calon training, Riri melepaskan jasnya, dia sangat kesal mengingat wawancara tadi


Sosok lelaki itu tertegun melihat Riri dari belakang, dia seperti tidak asing, dan juga terpesona dengan tubuh indah Riri


Riri menggantungkan jasnya, lalu berbalik badan


"Riri?", tanya seseorang itu


"Fikri? sedang apa kau disini?", tanya Riri melihat Fikri masih berdiri


"oh, yasudah lanjutkanlah", jawab Riri


"Riri? dia kenal dengan bu Karin? dia memanggilnya dengan sebutan Riri? wah", batin Gigi yang sedang memperhatikan


Gigi pun melanjutkan wawancaranya, kali ini Riri merasa sedikit nyangkut hatinya, dia pun mengamati dengan sangat teliti setiap jawaban dari Fikri. Dia pun meluluskan Fikri


"Gigi, silahkan keluar, aku ingin bicara dengannya", ucap Riri


"baik bu", ucap Gigi lalu pergi meninggalkan ruangan Riri


"Fik kenapa mau melamar disini? bukankah kau bilang dulu, kalau kau tidak suka dengan bisnis?", tanya Riri.


"aku hanya ingin mandiri, aku tidak ingin gengsi lagi", ucap Fikri


"oh baguslah, kau akan kuletakkan di departemenku, dan ingat, ikuti semua aturan yang sudah ku tetapkan, jika kau bisa ikuti semuanya, maka kau juga bisa lulus dari masa trainingmu dan menetap disini", ucap Riri


"baiklah Riri, aku sungguh kagum padamu, tidak ku sangka perusahaan besar ini dipimpin oleh mu", ucap Fikri


"makasih atas pujianmu, tunggu dulu disitu", ucap Riri


"Nita, masuk ruangan ku", ucap Riri di microfon yang mengarah ke departemen Riri


"baik bu", jawab Nita


Nita pun masuk keruangan Riri


"Nit, dia training baru disini, aku menempatkannya di departemen kita, bimbing dia, aku mempercayakannya padamu", ucap Riri


"baik bu, mari ikut saya", ucap Nita mengajak Fikri


Fikri pun ikut dengan Nita, dia diperkenalkan kepada seluruh anggota di departemen Riri. Fikri sangat kagum dengan para karyawan Riri, yang sangat ramah dan sopan, juga rapi dalam setiap pekerjaannya.

__ADS_1


Didalam hati Fikri, dia masih memiliki banyak pertanyaan, tapi dia urungkan dan ingin melanjutkan pekerjaannya.


Riri kembali berkutat dengan pekerjaannya, dia sangat sibuk karena ingin mengejar tergetnya, menggunakan banyak strategi baru yang keluar dari kepalanya. Dia juga akan ikut serta dalam pembangunan gedung baru untuk perusahaannya yang sudah hampir selesai, hanya tinggal membeli dan memindahkan perabotan perabotan.


Selama 1 tahun perusahaan itu ditangan Riri, sudah berhasil membuka cabang diberbagai kota, dan semuanya hasil kerja keras Riri yang juga ikut turun tangan dalam berbagai hal.


Riri yang sibuk bekerja tidak menyadari kalau sudah saat nya jam makan siang, tapi dia tidak bergerak dari kursinya dan terus bekerja.


Geri dan Harry pun tidak menyadari kalau nona mereka itu tidak keluar untuk makan siang. Karena mereka berdua juga sangat lapar dan langsung kekantin untuk makan.


Tapi Fikri, dia menyadari kalau Riri tidak keluar dari ruangannya, dan berinisiatif membawakan dimsum dan jus alpukat untuk Riri. Dia tau kalau Riri sangat suka dengan dimsum.


tok tok tok!


Fikri masuk keruangan Riri. melihat Riri sibuk bekerja dan tidak menyadari ada orang masuk keruangannya


"Riri", panggil Fikri pelan


"em? ada apa Fik?", tanya Riri menoleh


"kau masih kerja? kau tidak makan? ini sudah jam makan siang", ucap Fikri


Riri mengerutkan dahinya lalu menoleh ke arah jam dinding,


"ah iya kau benar, tapi sudahla, tak apa, aku juga masih banyak kerjaan", ucap Riri


"kau tidak berubah ya, masih saja lupa makan",, ucap Fikri


Riri tertawa mendengarnya


"kau sudah makan? kenapa disini? ada kantin dilantai 1, kau bisa makan disana, gratis", ucap Riri sambil tertawa


"aku bawakan makanan untukmu, makanlah ini", ucap Fikri meletakkan makanannya dimeja sofa


Riri pun berjalan kearah Fikri


"makasih ya, aku memang sedang tak berselera makan, tapi jika ada makanan didepan mataku, aku akan memakannya",, ucap Riri tersenyum


"baiklah kalau begitu, aku permisi dulu",, ucap Fikri


"kau sudah makan? makanlah disini jika kau mau", ucap Riri


"aku sudah makan Ri, hanya saja ada yang ingin ku tanyakan denganmu",, ucap Fikri


"mau tanya apa? silahkan", ucap Riri mempersilahkan Fikri duduk didepannya, lalu dia juga duduk sofa


Mereka sekarang sedang berhadapan. Lebih tepatnya Fikri menatap Riri yang sangat antusias membuka makanannya itu


.


.


.


.


Wah Fikri mau ngapai nih? apa masih menyimpan rasa ke Riri?


nantikan terus episode selanjutnya ya :)


makasih udah mampir kesini :)


jangan lupa bunga mawar untukku ya :)


byebye >~<

__ADS_1


__ADS_2