
Tak hanya Tio, semua orang terkejut melihat perubahan Riri yang tiba tiba melemparkan tatapan tajam, sudah lama sekali sejak terakhir kali Riri mengeluarkan mata elangnya
"ada apa dengan kak Karin? tadi dikamar dia tidak seperti itu kok", ucap Jiah
"apa aku salah bicara ma?", tanya Jiah pada Shila
"lupakan saja Jiah, mungkin kakakmu sedang tidak mood", ucap Shila positif thinking
Joi lalu pergi mengikuti Riri, namun Riri berjalan terlalu cepat, ntah kemana dia sekarang.
"dimana Harry?", tanya Joi kepada salah satu bodyguard
"ada diruang kerja bersama dengan tuan Dio, tuan", jawab bodyguard itu
Joi langsung pergi keruang kerja Dio, terlihat Rendi sedang berdiri didepan pintu
"ada apa?", tanya Joi
"saya tidak tau tuan, sepertinya sedang terjadi kesalahpahaman", ucap Rendi
"kesalahpahaman? siapa dengan siapa? dan kenapa?", tanya Joi
"menyangkut nona Riri, tuan Dio, dan nyonya Ningsih", jawab Rendi
"tante Ningsih? ada apalagi memang?", tanya Joi
"saya tidak tau tuan", jawab Rendi
Lalu beberapa saat kemudian terlihat Geri yang sedang berjalan cepat kearah mereka
"ada apa tuan?", tanya Geri
"itu yang akan ku tanyakan padamu, ada apa sebenarnya", ucap Joi
"sebentar tuan", ucap Geri lalu masuk keruang kerja Dio
...
"bisa kalian jelaskan ada apa dengan istriku? apa yang terjadi padanya? kenapa dia tiba tiba seperti ini?", tanya Dio
"maaf tuan, bisa beri tau gimana awalnya? saya ga paham dengan maksud tuan", ucap Geri
"Riri tiba tiba menjadi sangat sensitif jika aku mengatakan tentang mamanya, padahal dulu Riri sudah hampir luluh dengan mamanya, tapi kenapa belakangan ini kumat lagi? dan justru semakin parah", ucap Dio
"sensitif?", beo Geri
"kumat? parah? gimana maksudnya tuan", tanya Harry
"kami bertengkar tadi hanya karena aku membahas mama mertuaku", ucap Dio
"dia bahkan mengatakan akan berlibur sendiri bersama dengan anak anak dan membatalkan liburan bersama keluarga ini", lanjut Dio lagi
Jelas saja Geri dan Harry terkejut, bagaimana bisa didetik detik terakhir akan berangkat, Riri dan Dio justru bertengkar
"jujur saya tidak tau apapun tuan, bahkan saja baru dengar ini, jika ada kejadian tak terduga juga sudah pasti Varel dan Koko mengetahui lebih dulu dan melaporkan kepada saya", ucap Geri
"benar tuan, saya juga tidak melihat keanehan dari nyonya Ningsih, semua baik baik saja", ucap Harry
__ADS_1
"lalu istriku itu kenapa?", tanya Dio
"iya! istrimu kenapa? ada apa dengan istrimu itu?", tanya Joi yang tiba tiba masuk
"kalian bertengkar?", tanya Joi
Dio hanya menunduk memijat pelipisnya
"mungkin dia pernah melihat sesuatu yang tidak dia inginkan, dan itu membekas dikepalanya tanpa kejelasan apapun", ucap Joi
"apa maksudmu kak?", tanya Dio
"tidak tau, dari tatapannya tadi sepertinya dia marah dengan ayah mertuamu dan juga Jiah", ucap Joi
"kakak tau darimana?", tanya Dio
"tadi dia kehalaman belakang, dia bicara baik baik dan lembut denganku dan juga mama, tapi saat bicara dengan Jiah dan ayah mertuamu, tiba tiba menjadi sangat dingin dan singkat", ucap Joi
"dia mengambil Flow dariku dengan baik baik, tapi dia mengambil paksa Icezy dari tangan Jiah, bahkan melemparkan tatapan tajam ke ayah mertuamu", jelas Joi
"apa katamu kak?! mengambil paksa?", tanya Dio
"iyaa, ntah kemana dia membawa anaknya, tapi tadi aku melihat pintu kamar anak kalian tertutup", ucap Joi
Dio langsung berdiri tapi ditahan Joi
"kau akan membuatnya mengamuk jika datang kepadanya detik ini juga", ucap Joi
"kau sendiri belakangan ini sering kehilangan kendali atas emosimu sendiri", ucap Joi memperingatkan
Dio kembali duduk dan memijat pelipisnya, lalu tiba tiba terdengar suara tangisan Flow dan Icezy dari luar ruang kerja, mereka pun segera bangkit dan keluar
"dimana istriku?", tanya Dio sambil menimang Icezy
"nyonya ada didalam tuan, bersama dokter Fira", jawab Dila
"kenapa bersama Fira?", tanya Joi
"saya tidak tau tuan, tadi kami melihat nyonya sedang menangis disamping baby boxnya Icezy", jawab Dila
Lalu tiba tiba pintu terbuka, terlihat Riri dan Fira yang keluar dari kamar baby twins. Namun Riri tidak menoleh kearah Dio sedikitpun
"kau dan Eni nanti 1 mobil denganku, bawa barang barang lain turun, aku akan membawa Icezy dan Flow kemobil", ucap Riri kepada Dila
Riri mengambil Icezy dari tangan Dio, dan Flow dari Eni
"jangan ada yang masuk mobilku sebelum jam keberangkatan nanti, siapapun itu", ucap Riri kepada Geri penuh penekanan
'Siapapun itu', itu berarti bahkan Dio pun dilarang masuk kemobilnya
Riri lalu berjalan kearah lift dan turun langsung kehalaman depan, dia langsung memasuki mobilnya dan mengunci dari dalam, Riri meletakkan Flow sejenak dikursi khusus yang sudah disediakan dimobil, lalu menyesuaikan posisi Icezy untuk menyusui
"maaf ya tadi mommy ngambil paksa, sakit ya sayang?", ucap Riri mengelus pipi Icezy
Tangan Icezy bergerak menyentuh dada mommynya dan menatap dengan mata sendu
"iya sayang, kamu kok tau perasaan mommy? maaf ya", ucap Riri mengelus lembut pipi Icezy lalu mencium keningnya
__ADS_1
Riri sendiri meneteskan air mata dia juga sedih, ntah apa yang membuat hatinya begitu sakit, Riri mengelus lembut tangan Flow yang sedang tertidur pulas disampingnya
Tangisan Riri pecah dimobil, namun tidak ada suara yang keluar, hanya ada nafas sesegukan dan air mata yang mengalir deras di pipi chuby Riri
Riri meletakkan Icezy yang sudah tertidur disamping Flow, dia lalu menepuk nepuk bokong anak anaknya itu dengan lembut dan terus menatapnya. Hatinya terasa sedikit ringan jika melihat anak anaknya
*Flashback On*
2 Bulan lalu saat Riri mengunjungi rumah orang tuanya bersama dengan Jiah, dan anak anaknya..
Ting tong!
Ting tong!
Ting tong!
Riri memencet bel di gerbang rumah orangtuanya, lalu kemudian mamanya keluar dari dalam rumah dan membukakan gerbang. Namun bukannya Riri, justru Ningsih malah menyambut Jiah lebih dulu
"Eh Jiah.. kamu datang? kenapa ga ngasih kabar ke mama? biar mama bisa masakin makanan dulu untukmu", ucap Ningsih sambil memeluk Jiah
Riri yang berdiri disamping Jiah yang sedaritadi tersenyum sumringah dan sangat excited, dengan sekejap mata semuanya hilang dari wajah Riri
"ayo masuk", ucap Ningsih mempersilahkan Jiah masuk kedalam rumah
"eh ada Riri, ayo masuk juga", ucap Ningsih mempersilahkan Riri untuk masuk
Namun suasana hati Riri sudah terlanjur rusak, dia tidak menjawab dan tidak bergerak sama sekali, hingga Jiah kembali menongolkan kepalanya dari balik gerbang
"ayo kak masuk", ucap Jiah
"ga perlu, kau saja masuk, aku akan pergi", ucap Riri lalu bersiap membalikkan baby stroller nya
"kemana kak? bukannya tadi ngajak kerumah mama?", tanya Jiah
"ada urusan bentar dengan Geri", ucap Riri
"nanti saja kak, ayo masuk dulu", ucap Jiah
Akhirnya Riri pun ikut masuk kedalam, namun sesampainya didalam rumah, dia lebih terkejut lagi saat melihat ayahnya yang sedang sibuk memasang foto foto kecil Jiah
Riri mengedarkan pandangannya mencari foto dirinya sendiri, namun nihil hasilnya, semuanya foto Jiah dan tidak ada dirinya disana.
Tangan Riri meremas pegangan baby stroller nya, lalu Tio menyadari kedatangan Riri
"Hei Riri, kamu datang?", tanya Tio
"ayah selalu bertanya tanya kapan kamu akan datang kerumah ayah, karena selama ini hanya Jiah yang selalu mengunjungi kami, kamu tidak pernah datang kesini", ucap Tio
Riri tidak menjawab sama sekali, Tio lalu melihat Icezy dan Flow yang sedang tertidur didalam baby stroller itu, dia ingin menyentuh Icezy, namun Riri segera memundurkan baby strollernya
"aku pulang dulu, ada urusan diluar, permisi", ucap Riri lalu langsung keluar dari rumah itu dan pergi
Jiah datang dari dapur membawa cemilan untuk kakaknya, namun dia tidak menemukan Riri
"dimana kakak yah?", tanya Jiah
"ah dia sudah pulang, katanya ada urusan", jawab Tio
__ADS_1
"oh gitu.. yauda deh", ucap Jiah
*Flashback Off*