CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.58 Masuk Ke Kandang Singa


__ADS_3

Mereka berdua menuju dapur, Riri didepan dan Ara di belakang, sungguh Riri sangat ingin membunuh gadis itu sekarang, dia semakin dendam melihat Ara yang berani muncul lagi ke depan matanya, kali ini Riri tidak akan melepaskan gadis itu lagi, dia akan melampiaskan semua dendamnya


"kau sudah seperti ratu sekarang ya, Riri", ucap Ara tertawa mengejek


"Karina", ucap Riri singkat


"kenapa? apa kau malu ku panggil Riri?, aku sungguh tidak menyangka anak buangan sepertimu bisa menjadi menantu dikeluarga Wira Anggara", ucap Ara


Riri membalikkan. badannya dan menatap tajam kearah Ara


"tentu saja bisa, aku memang pantas disini, ini tempatku dan wilayahku", ucap Riri


"kau tidak pantas disini, tunggu saja aku akan menyingkirkanmu dari sini", ucap Ara mendekati Riri


Tentu saja Riri mendekatinya balik dan menatapnya, dia memajukan langkahnya, membuat Ara melangkah mundur


"kenapa? kau takut?", tanya Riri lalu tertawa,


"coba saja jika bisa, aku tau, wanita murahan sepertimu memang sudah biasa menginginkan apa yang orang lain miliki", ucap Riri


"kau tau Ara? aku tidak berniat melepaskanmu kali ini, hal hal yang pernah kau lakukan kepadaku dulu, akan ku kembalikan kepadamu sekarang",, ucap Riri lalu pergi meninggalkan Ara didapur


-_-_-_-_-_-_-_-


Setelah Riri pergi dari meja makan bersama Ara tadi*


"sepertinya aku merasakan sesuatu yang buruk dari gadis itu Joi", ucap Shila


"maksudnya ma?", tanya Joi


"Riri bukanlah tipe orang yang suka membicarakan privasinya kepada orang lain, dia menutup rapat dirinya, bukankah sebuah keanehan jika dia tiba tiba membuka privasinya kedepan kita semua?", tanya Hardi


Sementara Dio yang berkutik dengan handphonenya, tiba tiba dia membelalakkan matanya. Rendi memberitahunya tentang Ara


"kak, kau sudah membuat bom waktu yang sudah lama tertidur, kini akan meledak, sebentar lagi", ucap Dio lalu memperlihatkan berita saat Riri dipermalukan di restoran miliknya sendiri


"ah, aku membawa gadis yang salah", ucap Joi


"kau memang bodoh, kenapa tidak kau periksa dulu?", tanya Dio kesal


Dio lalu memperlihatkan cuplikan vidio cctv yang ada di restoran Riri kepada mama dan papanya. Jelas saja semuanya terkejut ketika melihat cuplikan itu, tapi juga ada rasa puas dari perlawanan Riri


"aku yakin, luka yang dibuat gadis itu, lebih dari ini",, ucap Hardi


"papa benar, sekarang kita harus apa pa?",, tanya Dio


"biarkan saja, biar Riri yang mengurusnya, kita jangan ikut campur", ucap Hardi


"ah shitt, gadis kecilku pasti benar benar marah sekarang",, ucap Joi.


"apa kau tau kak? Riri juga drop dan pingsan karena kejadian ini, dan sekarang. kau malah membawanya kembali lagi kesini", ucap Dio kesal


"maafkan aku, aku sungguh tidak tau", ucap Joi mengacak acak rambutnya


Riri lalu kembali dengan membawa makanan penutup ditangannya, sementara Ara dibelakangnya. Riri tersenyum manis kesemua orang, lalu dia duduk dan memberikan makanan penutup itu. Semua orang menikmatinya, dengan rasa was was, takut jika Riri akan meledak sewaktu waktu.


Riri terlihat sedang berkutik dengan ponselnya, dia merencanakan sesuatu yang spesial untuk Ara.


Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul diruang tv, Ara mencoba untuk menarik perhatian dari Shila, tapi Shila yang sudah tau semuanya menjadi agak risih dengannya


Mereka mengobrol santai, sementara Riri hanya diam dan menyaksikan, dia terus menatap Ara dengan penuh amarah.


"em baiklah tante, aku harus pulang sekarang, ini sudah malam, terima kasih atas makan malamnya tante", ucap Ara


"ahh iya baiklah, tante juga ga sadar kalau udah malam begini",, ucap Shila berusaha semanis mungkin


"mau kemana? ini sudah malam ya kan ma, tidak baik baginya jika berkeliaran dimalam hari, sebaiknya menginap saja disini", ucap Riri menatap Shila, dia menunjukkan senyuman smirk tipis kearah Shila, Hardi melihat itu


"benar juga yang dibilang Riri, kau menginaplah disini, aku akan menyuruh pelayan menyiapkan kamar tamu untukmu", ucap Hardi

__ADS_1


"baiklah om, terima kasih ya om, tante", ucap Ara


"tentu saja aku akan menerimanya, memang itu yang ku mau, terima kasih Riri, kau sangat bodoh", batin Ara


Dia gatau aja kalau udah masuk ke kandang singa yang sudah lapar dan sedang menunggu mangsanya.


Hardi lalu pergi dengan Shila, Joi pun menyusul dengan alasan ingin mengambil sesuatu dikamarnya, Dio pun juga begitu. Kini tinggal mereka berdua yang tersisa diruang tv


"haruskah aku mengucapkan terima kasih padamu? aku memang ingin sekali tinggal disini", ucap Ara tertawa jahat


"kau masih saja murahan, tidak berubah sama sekali", ucap Riri


"aku tidak peduli, kau nikmatilah semua ini sementara, lalu aku akan merebut suamimu dan mencampakkanmu keluar dari sini", ucap Ara


"apa Zidan juga belum memuaskan hatimu? hahaha sungguh kasihan dirimu Ara, kau selalu mengemis sesuatu yang sudah menjadi milikku, tidak bisa kah kau berhenti dari hidupmu yang menyedihkan seperti itu?", ucap Riri tertawa kecil


"apa kau bilang? kasihan?",, tanya Ara melotot


"coba saja jika kau bisa, sesuatu yang sudah menjadi milikku, tidak akan pernah kubiarkan direbut oleh orang lain, dan sainganku, bukanlah gadis rendahan sepertimu", ucap Riri santai


"apa kau. bilang? murahan?!", tanya Ara emosi


"bukankah kau sudah dengar sendiri? aku bilang, kau gadis murahan tidak tau malu", ucap Riri tersenyum ke Ara, dia menekankan kalimat terakhirnya


Ara marah dan mencoba menamparnya, namun Riri menahan tangannya dan memutar nya hingga Ara memekik kesakitan


"jangan pernah coba coba memberanikan dirimu untuk menyentuhku Ara, akan ku buat kau, merasakan api amarah yang selama ini sudah kusimpan baik baik, aku tidak berniat melepaskanmu kali ini",, ucap Riri tersenyum smirk, lalu melemparkan tangan Ara hingga membuatnya jatuh ke lantai


"naiklah, kamarmu sudah siap mungkin", ucap Riri tersenyum manis lalu memberikan flying kisseu kepada Ara dengan tangannya, lalu melambai pergi meninggalkannya yang masih tersungkur dilantai itu


Hardi, Shila, Dio dan Joi yang sedaritadi memperhatikan dan mendengarkan dua manusia itu bergegas pergi dari tempatnya karena tidak ingin ketahuan Riri, mereka pergi keruang kerja Hardi, sementara Riri keruang olahraga


"Zidan? ini semua berhubungan?", tanya Dio pelan


"siapa Zidan?", tanya Joi


"aku juga gatau kak, Fikri yang tau masa lalu Riri, dia pernah cerita waktu Riri koma", ucap Dio memijat pelipisnya


"pa, bukankah papa sendiri yang bilang tadi jangan ikut campur dangan Riri?",, tanya Joi mengerutkan dahinya


"ah iya aku lupa, kau tau Joi? aku seperti dilanda penasaran dengan semua ini", ucap Hardi


"Riri pasti akan memberi tahu kita jika sudah waktunya, aku yakin dia punya rencana untuk Ara", ucap Shila


"mama benar, Riri adalah gadis pintar, dia tidak akan melakukan sesuatu dengan ceroboh, dia juga sangat detail", ucap Dio


Mereka mengangguk anggukkan kepalanya dam bubar dari sana, Joi dan Dio menemui Riri di ruang olahraga, mereka memasuki ruangan rahasia yang tidak diketahui Riri, ada kaca dua arah di diruangan itu, dan juga ruangan rahasia itu kedap suara, jadi tidak akan ada yang tau jika ada orang didalamnya


Terlihat Riri dengan melakukan dance dengan sangat lincah dan energik. Lekukan tubuh dan juga irama musiknya sangat sesuai, membuat Dio dan Joi menelan ludahnya. Mereka juga melihat ekspresi wajah Riri yang sedang tidak bersahabat


"aku tidak tau jika istrimu sangat pandai menari", ucap Joi


"dia sangat pandai menari, apalagi jika denganku", ucap Dio tersenyum nakal


"kenapa otakmu itu sangat mesum?", tanya Joi kesal


"terserahku, dia kan istriku, apa harus aku melakukannya didepanmu kak?",, tanya Dio mengejek


"berhentilah mengejekku, bisa bisa ku rontokkan semua rambutmu itu", jawab Joi kesal


Dio tertawa melihat kakaknya yang kesal karena tingkahnya


"lagian juga mana mungkin aku memperlihatkan tubuh indah istriku itu kepadamu, bisa bisa kau tergoda nanti", ucap Dio


Joi hanya menelan ludah, memang benar apa yang dibilang Dio, tapi bagaimana pun Riri adalah adiknya, tidak mungkin dia menyentuhnya.


"kak pergilah, aku ingin olahraga dengan istriku tercinta itu", ucap Dio yang merasakan hasratnya bergejolak melihat Riri menari dengan begitu lincah


"kau mengusirku?", tanya Joi

__ADS_1


"tentu saja, apa kau akan melihatku melakukan itu dengannya?", tanya Dio


"aku ingin tau apa kau seberani itu", ucap Joi dingin, dia mengacuhkan Dio


"kau benar benar menantangku kak, aku tidak tanggung jawab jika dede bayi mu memintanya juga", ucap Dio tersenyum nakal kearah Joi.


Dio keluar dari ruangan itu dan masuk ke ruangan Riri. Dio mendekati istrinya yang masih menari dengan lincah. Riri melihat Dio lalu menghentikan kegiatannya. Keringat membasahi tubuhnya yang hanya memakai tanktop putih dan hotpants


Dio memeluk Riri lalu langsung melahap bibir pink itu dengan ganas. Riri yang mendapat serangan itu menjadi gelapan, dia hampir tidak bisa bernafas karena Dio, dia memukul dada Dio, lalu ciuman itu pun lepas


"kau mau membunuhku sayang?", tanya Riri kesal sambil mengatur nafasnya


"aku tidak tahan sayang, dirimu sungguh membuat gairah ku bangkit,", ucap Dio dengan tangannya yang nakal mulai meraba sana sini


*Dia benar benar melakukannya, astagaa sejak kapan dia menjadi mesum begitu


Batin Joi yang sedaritadi melihat adegan panas yang dilakukan adiknya itu*


Riri mengecup lembut bibir suaminya itu, lalu dia berkata


"maaf sayang tapi untuk malam ini dan beberapa hari kedepan, aku sedang kedatangan tamu, jadi tunggulah beberapa hari lagi ya", ucap Riri lalu mencium bibir Dio lalu pergi ke kamar mandi untuk memakai bajunya


Joi yang melihat ini tentu saja mengakak dan tertawa bahagia, dia keluar dari ruangan itu dan menemui Dio. Dia terus menertawakan Dio yang gagal melampiaskan hasratnya itu


"sungguh kasihan adikku ini", ucap Joi lalu kembali tertawa


Riri keluar dari kamar mandi dan menemui dua kakak beradik itu


"ah kak Joi disini juga? baguslah", ucap Riri tersenyum


"sayang, mama papa belum tidur kan?", tanya Riri ke Dio


"belum sayang ada apa?", tanya Dio


"kalian berdua ikut aku, ada yang perlu bicarakan dengan kalian, dan juga mama papa",, ucap Riri


Dio dan Joi saling menatap. Mereka lalu pergi kekamar Hardi dan Shila. Mereka semua berkumpul dikamar itu sekarang. Riri lalu menceritakan masa lalu nya yang kelam itu mengenai Ara


"jadi sekarang kau mau apa sayang?", tanya Dio


"aku mau minta izin ke mama, papa, dan juga kamu sayang", ucap Riri


"kau mau minta izin apa sayang?", tanys Shila


"Riri mau menyelesaikan semua ini ma, Riri gamau lagi liat dia ada disini, Riri minta izin bakal buat keributan dirumah ini", ucap Riri


"kau mau apa sayang?", tanya Dio


"hanya, kejutan kecil, sebentar lagi Geri dan Harry datang, aku sudah menelfon mereka semua tadi", ucap Riri


"lakukan apapun yang kamu mau Riri, kalau papa ada diposisimu, papa akan melakukan hal yang sama denganmu, kau tidak perlu izin dengan papa, ini juga rumahmu, jadi ga perlu sungkan", ucap Hardi mengelus rambut Riri


"terima kasih pa, Riri juga udah nelfon orang orang yang berkaitan dengan ini semua, besok pagi setelah sarapan Riri bakal tunjukkan kejutannya",, ucap Riri..


"mau mama bantu sayang? mama juga geram rasanya", ucap Shila mengepalkan tangannya


"hahaha, mama bantu jadi penonton aja, kalau mama mau, mama bisa nonton dari atas nanti", ucap Riri


"tentu saja mama mau, lebih baik mama melihatmu marah daripada melihatmu menangis", ucap Shila


"makasih ya ma, pa, kalian bener bener ngasih kehangatan untuk Riri",, ucap Riri memeluk Shila


"Ri, dengarkan papa, apapun yang terjadi, tetaplah percaya dengan papa, mama, Joi dan juga suamimu, apapun yang kau dengar atau lihat, cernalah baik baik, kau harus menjadi gadis yang cerdas, papa dan suamimu akan melakukan apapun agar dirimu selalu bersama kami", ucap Hardi mengelus rambut Riri


"iya Ri, apapun yang terjadi nanti, kau harus tetap percaya dengan kami semua yang ada disini", ucap Joi


"okeh, Riri percaya kok", ucap Riri kembali memeluk Shila


"istriku benar benar cantik dan cerdas, aku tidak salah memilihmu sayang", ucap Dio tersenyum

__ADS_1


Mereka pun bubar dan kembali kekamarnya masing masing, sementara Riri dan Dio dikamarnya bersama dengan Geri dan Harry, mereka mengumpulkan bukti bukti kelakuan Ara dan juga sudah mempersiapkan kejutan untuk besok


__ADS_2