CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.114 Ending


__ADS_3

Riri dan Dio sudah memulai persiapan mereka menuju Belanda, mereka akan pergi untuk bekerja dan juga berlibur. Riri membawa Geri dan Dio membawa Rendi, bagaimana pun juga mereka tetap membutuhkan sekretarisnya itu


Geri sudah berpamitan dengan Rara, walaupun berat, mau tidak mau Rara harus membiarkan Geri pergi ikut dengan Riri karena ini adalah bagian dari pekerjaannya


Begitu juga dengan Nita yang tidak rela berjauhan dari Rendi, dia bahkan sempat merengek ke Riri agar dirinya saja yang menggantikan posisi Geri, tapi hal itu ditolak oleh Riri


"no way, aku tetap harus bawa Geri", ucap Riri


"bawa aku aja Ri, pliss", ucap Nita memasang muka melas


"no", ucap Riri pelan dan santai


"Ri, kenapa harus bawa Geri? bawa Harry aja sana, kan Harry jomblo bisa sekalian cari cewe disana, kalau Geri kan udah punya aku", rengek Rara


"huh... Harry nya gamau, dia bilang biar Geri aja yang ikut denganku, supaya dia tidak melihat kalian bermesraan lagi", ucap Riri


Rara dan Geri spontan melihat kearah Harry, sedangkan Harry yang tidak tau apa apa pun membantah ucapan Riri


"no Rara no, aku ga ada bilang gitu, seriuss", ucap Harry sambil menggelengkan kepalanya


"hahaha canda Ra candaa", ucap Riri tertawa


"aku bawa Geri karena biar adil, Rendi LDR, jadi Geri juga akan LDR, jadi Nita bisa berteman denganmu dan berbagi kegalauan kalian bersama sama", ucap Riri tersenyum


"Riri!!", pekik Nita dan Rara sambil melotot kearah Riri


"mas, gimana? aku harus bawa siapa? Geri atau Harry?", tanya Riri memalingkan wajah dari dua gadis yang memelototinya itu


"Harry aja sayang", jawab Dio


"why?", tanya Riri ga terima


"ya kan tadi kamu yang nyuruh milih", ucap Dio


Riri menghela nafas panjang, dia memijat pelipisnya dan memutar mutar kursinya


"sayang kau bisa mual jika begitu terus", ucap Dio


"Geri atau Harry?", tanya Riri menatap 2 sekretarisnya itu


"Harry, apa kau mau ikut denganku?", tanya Riri


"sa-saya non? memangnya boleh non?", tanya Harry gugup


"tentu saja boleh, kau kan juga sekretarisku", ucap Riri


"saya selalu bersedia dengan keputusan nona, mau dibawa atau ditinggal, atau diletak dimana saja juga saya terima non, ga akan saya bantah", ucap Harry


"pasrah banget idup lu ya", sindir Riri


"ya kan nona bossnya ga mungkin saya bantah perintah nona", ucap Harry


"iya sih, tapi aku masih takut untuk membawamu kesana", ucap Riri


"kenapa non? apakah kinerja saya kurang memuaskan? atau kurang baik? atau ada yang kurang dari saya?", tanya Harry sedikit panik


"no no bukan itu maksudku, gini...", ucap Riri menegakkan badannya


"alasan aku memilih untuk membawa Geri adalah karena Geri sudah dewasa, dan menurutku, dia bisa membedakan antara orang yang punya niat jahat atau niat baik, dan aku yakin dia bisa menjaga dirinya dari wanita wanita yang tidak terduga nantinya, karena dia sudah punya Rara", ucap Riri


"nah, begitu juga dengan Rendi, Geri dan Rendi ini sudah pernah kiss.... ah maaf keceplosan", ucap Riri langsung menutup rapat bibirnya karena dipelototin Rara dan Nita


"aku takut membawamu kesana karena kau ini terlalu polos menurutku, tapi ntah juga kalau kau sering bermain dibelakangku", ucap Riri


"maksudnya non?", tanya Harry

__ADS_1


"udah kek diselingkuhin aja", sindir Rara


"emangnya dia sepolos itu?", tanya Rendi ke Geri


"aku rasa sih begitu, dia ga pernah deket sama cewe, kerja mulu idupnya", jawab Geri


"benarkah? bahkan saat dia melihatmu dengan Rara, dia juga masih bekerja terus?", tanya Dio


"benar tuan", jawab Geri


"wahh.. yang benar saja kau ini", pekik Dio ke Harry


"lupakan saja lupakan... akan ku sederhanakan saja, gini... kau bersedia menggantikan posisi Geri untuk ikut denganku atau tidak?", tanya Riri


"saya bersedia non", jawab Harry menegakkan badannya


"kenapa kamu bersedia?", tanya Riri


"pertama, karena ini perintah nona, kedua, demi Geri supaya tidak jadi LDR dengan tunangannya, ketiga saya sekalian ingin jalan jalan juga non, keempat...", ucap Harry


"so sweet banget sih", sindir Nita yang kemudian dilirik Rendi


"dia sekalian ingin cari pacar", ucap Dio lalu menenggak winenya


"kok tuan bisa tau?", tanya Harry sedikit terkejut


"mas tau darimana?", tanya Riri


"aku sering melihatnya memergoki Rara dan Geri sedang berci...", ucap Dio menggantung lalu menutup rapat bibirnya dan mengalihkan lirikan matanya


"O", ucap Riri sambil membulatkan bibirnya


Sementara pipi Geri dan Rara bersemu merah karena malu, ternyata selama ini sering ada orang ketiga disaat mereka sedang bermesraan


"ah gitu pokoknya sayang, jadi dia mau ikut denganmu karena ingin mencari pacar juga, atau sekedar bersenang senang saja", ucap Dio


"benar nona", jawan Harry sambil mengangguk


"lalu, apakah kau sudah siap untuk menjadi lebih sibuk daripada sebelumnya?",, tanya Riri


"siap nona", jawab Harry


"baiklah, bagus, tidak salah aku mempertahankanmu dan Geri, bersiap siaplah, besok kita berangkat", ucap Riri


"baik nona, terima kasih non", jawab Harry


"terima kasih non", ucap Geri


"makasih banyak Riri, you're my best friend", ucap Rara lalu menciumi pipi Riri


"sama sama, Geri tolong jaga kantorku ya, nanti akan dibantu oleh Koko dan Ara, sementara Basree membantu ayahku, dan Varel akan ikut denganku juga", ucap Riri


"siap non", jawab Geri


"aku juga akan mengawasi dari jauh, sebagai bentuk terima kasihku padamu", ucap Rara


"makasih ya, aku ga nyesal pernah kenal samamu Rara", ucap Riri


"me too, karena bertemu denganmu lah aku juga bertemu dengan Geri", ucap Rara


"Nita, maaf aku tidak bisa menggantikan posisi Rendi, aku sebenarnya juga punya sekretaris lain, tapi dia hanya khusus mengurus kantor, sementara Rendi adalah sekretaris pribadiku, maaf", ucap Dio yang melihat wajah murung Nita


"tidak apa apa tuan, saya paham kok, lagian juga saya yakin Rendi ga akan macam macam disana, kan ada Riri", ucap Nita


"memangnya kenapa kalau ada Riri?",, tanya Rara

__ADS_1


"aku hanya tinggal menyuruh Riri untuk menggorok lehernya jika dia berani bermain dibelakangku", ucap Nita


"aku ga akan berani walaupun ga ada nona Riri", sahut Rendi pelan


Mereka semua tertawa, lalu pergi menghabiskan waktu dan makan malam bersama sebelum keberangkatan Riri dan Dio ke Belanda


.


.


Keesokan harinya, waktu yang ditunggu tunggu pun tiba, Riri dan Dio akan segera berangkat ke Belanda siang ini, Joi yang disana pun sudah menyiapkan segalanya untuk kedatangan adik adiknya itu


Semua urusan Riri telah selesai, masalah kantor,, masalah orang tua, masalah warisan, masalah masa lalu, semuanya sudah tuntas. Kini dia bisa menikmati waktunya untuk berlibur


"ma, pa, Riri pergi dulu ya, doain supaya selamat sampai tujuan", ucap Riri memeluk Shila


"hati hati ya nak, jaga diri baik baik disana ya", ucap Shila


"Ri, kau yakin tidak ingin bertemu orang tuamu lagi?", tanya Hardi agak ragu


Riri hanya tersenyum lalu menunjukkan sebuah bekal makanan


"tadi malam Riri kerumah ayah, udah pamitan juga pa, gimana pun juga mereka kan orang tua Riri, walaupun Riri belum bisa ikhlas sepenuhnya, tapi Riri akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan mereka", ucap Riri


Hardi dan Shila pun tersenyum senang, mereka berharap kalau hati Riri akan pulih dan luluh dengan Tio dan Ningsih selaku orang tua kandungnya.


"tapi mama dan ayah ga bisa mengantar Riri kebandara hari ini, jadi tadi pagi cuma ngantar bekal ini aja, tapi ga masalah, Riri udah seneng kok", ucap Riri tersenyum


"ma, pa, kami berangkat ya, kalian jaga diri baik baik disini, Koko dan Ara akan selalu menjaga mama dan papa dari jauh", ucap Dio memeluk Hardi


"iya kamu juga hati hati ya, jaga istrimu baik baik, jaga calon anakmu juga", ucap Hardi


"iya pa, sudah pasti itu", ucap Dio


"non kalau udah sampai disana kabari ya", ucap Geri


"okey, jaga kantor baik baik ya", ucap Riri


"yasudah kami berangkat dulu ya, bye", ucap Dio


"bye mama papa", ucap Riri melambaikan tangannya


"hati hati ya Har", ucap Geri memeluk Harry


"okey thankyou, kau juga ya", ucap Harry


Riri, Dio, Harry, Rendi dan Varel akhirnya melangkah perlahan menuju keberangkatan mereka


"aku harap Riri akan segera pulih dan luluh pa", ucap Shila yang melihat kepergian Riri


"iya ma, papa juga berharap begitu, papa berharap yang terbaik untuk mereka", ucap Hardi lalu merangkul istrinya itu


Riri dan Dio pun sekarang sudah ada dipesawat, bersama dengan 2 sekretaris mereka dibelakang dan juga anggota khusus Riri dibelakangnya lagi. Jiah dan Joi juga sudah menunggu kedatangan mereka disana


"mas terima kasih ya sudah menemani ku selama ini, semuanya sudah tuntas sekarang, aku benar benar lega", ucap Riri


"sama sama sayang, mas juga lega, lupakan masa lalu yang buruk itu ya, kita sama sama memulai halaman baru lagi", ucap Dio mengelus pipi dan perut rata istri tercintanya itu


"iya mas, i love you", ucap Riri


"i love you too baby", ucap Dio mencium pipi Riri


.


.

__ADS_1


Tamat.


__ADS_2