CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.75 Alexa POV


__ADS_3

*Flashback on*


H-1 sebelum Riri datang ke perusahaan Alexa


Alexa menyadari ada yang tidak beres dari semua kejadian yang dia alami belakangan ini.


"ini pasti ulah Riri, aku yakin", ucap Alexa mondar mandir dikamarnya


"aku akan beri pelajaran ke anak itu, dia berani bermain denganku ternyata, dia fikir aku bodoh? tunggu saja", ucap Alexa lalu mengutak atik laptopnya


Dia juga menelfon orang orang rahasia yang berada didalam naungannya untuk menyiapkan rencana pembalasan untuk Riri.


Ternyata selama ini Alexa juga mencari tau segala pergerakan Riri, walaupun dia tidak mengetahui segalanya, tetapi ada beberapa bahan yang bisa dia jadikan senjata. Dia benar benar secerdik itu


Alexa memerintahkan bawahannya untuk menculik mama Harry yang merupakan bundanya Riri, dan juga mama kandung Riri yang sudah disekap, akan dia pindahkan ketempat baru.


Alamat rumah sakit yang diberikan Alexa ke Tio memang benar adalah tempat Ningsih disekap, tapi dia dipindahkan ke tempat baru, bersama dengan Siti.


Alexa juga memerintahkan anak buahnya untuk membunuh seluruh orang orang yang menyerang perusahaannya.


"besok malam, bunuh mereka semua dengan cara yang tragis dan mengenaskan, buat aku puas dengan semua pekerjaan kalian", ucap Alexa di telfonnya


Hari itu Alexa benar benar menyiapkan semuanya dengan baik baik, dia juga tau tentang rencana Riri yang akan mengambil alih perusahaannya, dia memasang penyadap suara disegala tempat dikantornya


Sedangkan untuk Tio, dia akan membiarkankan Tio bertemu dengan Riri, setelah itu baru dia akan mengurus Tio. Alexa juga memata-matai kantor Riri, dia berencana akan melumpuhkan salah satu orang kesayangan Riri


"dia pasti berfikir aku ini sangat mudah dilumpuhkan? benar benar bodoh, dia sama saja dengan ayahnya hahaha", ucap Alexa tertawa jahat.


Alexa juga menjual segalanya yang dia punya, termasuk seluruh diskotiknya yang tersisa, rumah, tanah, mobil, dia juga menarik semua uang tabungan yang ada di rekeningnya.


...


Paginya, Alexa sudah bangun dan melihat berita tentang terbakarnya seluruh diskotik yang sebelumnya menjadi miliknya, dia berfikir bahwa dia mungkin sudah aman, namun ternyata, kini dia menjadi buronan polisi karena kasus jual beli anak dibawah umur.


"ah sialan!", ucap Alexa melihat berita itu.


Dia segera bersiap siap dan menuju kantornya, dia harus memasang wajah sedih agar Riri tidak curiga.


Sesampainya di perusahaannya, ternyata semua dugaannya benar, Riri meminta perusahaan itu dialihkan menjadi atas namanya. Tentu saja Alexa pura pura sedih dan pasrah, dia juga mengurus semua perpindahan itu, karena Riri sendiri tidak tau tentang rencana Alexa.


Setelah semua urusan surat menyurat selesai, Riri dan Dio masuk ke ruangan untuk CEO yang dulunya merupakan ruangan Alexa. Sedangkan Alexa masuk ke salah satu ruangan yang sudah dia siapkan sendiri, lalu dia mendengarkan semua percakapan dan rencana Riri disana.


"sialan kau Tio, ternyata dugaanku benar, selama ini kau hanya berpura pura setia denganku?", ucap Alexa geram


"kau tunggu saja, keluargamu itu tidak akan pernah ku biarkan bersatu kembali, sampai kapanpun dirimu hanyalah milikku seorang", ucap Alexa lalu meremas kertas yang ada di atas mejanya


"culik Siti sekarang, dan pindahkan Ningsih ke tempat baru, kita mulai rencana kita nanti malam", perintah Alexa ke anak buahnya melalui telfon


"mari kita bermain bersama Riri, bukankah ini akan adil jika ada perlawanan? sungguh menarik hahaha", ucap Alexa lalu tertawa jahat


Beberapa saat kemudian, dia melihat Dio membawa Riri yang pingsan keluar dari ruangannya, disusul oleh Hardi dan Tio


"ternyata itu kelemahan nya? hahaha", ucap Alexa


"Hardi masih marah dengan Tio? haruskah aku adu domba mereka? tapi sepertinya cukup sulit", gumam Alexa, dia terus berfikir melihat kejadian Riri yang pingsan


"sudahlah, yang terpenting sekarang, aku harus meluncurkan rencanaku dulu, aku harus melihat Ningsih dan Siti, mereka pasti merindukanku", ucap Alexa tersenyum lalu memasukkan pisau lipat ke tasnya


Dia membawa tas dan laptopnya, lalu pergi dari sana menuju tempat Ningsih dan Siti disekap.


"siapa lagi yang bisa ku sandera? haruskah aku juga menggunakan Jiah?", tanya Alexa sambil menyetir, dia terus mengeluarkan senyum jahat dibibirnya


Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya Alexa sampai ditujuannya, tempat itu dijaga ketat oleh para bodyguardnya. Alexa turun dari mobil dan disambut oleh para bawahannya, dia masuk dengan langkah seksi dan melihat dua wanita itu disekap disana, sungguh dia sangat senang melihat pemandangan ini


"hallo para wanita wanita lemah", ucap Alexa

__ADS_1


"apa masalahmu denganku Alexa? aku tidak pernah ikut campur urusan mu, kenapa kau justru menculik ku seperti ini?", ucap Siti


"masalahmu adalah, anakmu itu, Harry, dia bekerja untuk Riri, dan sangat setia dengan Riri, dan juga... bukankah kau ini bundanya Riri? hahaha", ucap Alexa tertawa


"lepaskan dia Alexa, dia tidak tau apa apa, cukup aku saja yang kau jadikan senjata", ucap Ningsih


Alexa tertawa sangat keras dia sungguh senang melihat pemandangan ini.


"mama dan bunda? oh sungguh anak itu benar benar akan kesepian karena orang tuanya harus disekap disini", ucap Alexa sambil cemberut


Dia lalu melangkah mendekati dua wanita itu,


"haruskah aku juga menculik Shila? sahabat sejati kalian itu, benar benar menyayangi dan melindungi Riri", ucap Alexa tersenyum jahat


Siti dan Ningsih membelalakkan matanya saat Alexa mengatakan itu, memang benar mereka bertiga adalah sahabat sejak kecil, Siti, Shila dan Ningsih.


"ja-jangan, jangan kau sentuh Shila", ucap Siti panik


"jangan berani menyentuh Shila atau Hardi akan membunuhmu", ucap Ningsih ikut panik


"sebelum Hardi membunuhku, akan ku buat peluru ku bersarang dikepalanya terlebih dahulu, seperti ini, piw", ucap Alexa dengan tangan membentuk pistol dan mengarahkannya ke kepala Ningsih


"bajingan kau!! cuih!!", teriak Ningsih lalu meludahi wajah Alexa


Alexa terkejut mendapatkan perlakukan seperti itu, dia lalu menjambak rambut ningsih dan menyeretnya ke suatu ruangan lalu mencampakkannya begitu saja, dia menampar dan menendang Ningsih dengan begitu kejam hingga membuat Ningsih tak sadarkan diri.


Alexa mengunci ruangan itu dan membiarkan Ningsih disana, sementara Siti dia dibiarkan berada diruangan terpisah dengan Ningsih. Siti berteriak memanggil Ningsih agar bangun, namun usahanya sia sia.


Alexa lalu menghampiri Siti dan menjambak rambutnya,


"teriaklah sepuasmu, setelah ini, kau akan mendapatkan kejutan lagi dari anakmu, Harry", ucap Ningsih lalu melemparkan Siti begitu saja


"jangan sentuh Harry, aku mohon, aku mohon jangan lukai Harry", teriak Siti dalam tangisnya


Alexa tidak menghiraukan itu, dia terus saja berjalan keluar dari sana,


"baik nyonya", jawab bodyguardnya itu


Alexa lalu pergi darisana dan menuju ruangan bawah tanah miliknya, dikawal oleh beberapa bodyguardnya.


Ruangan itu berisi seluruh senjata miliknya, dan semua perlengkapan juga ada, dia lalu memanggil anak buahnya yang lain agar datang dan bersiap siap ke tempat itu.


"nanti malam, bunuh semua rekan bisnis lama Wahid dan juga semua orang yang berusaha menyerang perusahaanku", perintah Alexa


"baik nyonya", jawab mereka


"ambil senjata kalian disini, bunuh mereka semua dengan cara yang sadis dan ingat, jangan meninggalkan jejak apapun, jika sampai kalian meninggalkan jejak, maka aku sendiri yang akan mengambil nyawa kalian", ucap Alexa


"baik nyonya", jawab mereka serentak


"yasudah bersiaplah, kita tidak punya waktu banyak, aku akan bagikan tugas kalian masing masing", ucap Alexa


Semua anak buah Alexa lalu bersiap untuk menerima tugas dan melaksanakannya, mereka juga sudah mengambil beberapa senjata dan perlengkapan lainnya.


Setelah hari hampir gelap, mereka semua bubar darisana dan menjalankan tugas yang diberikan Alexa.


Alexa juga ikut turun tangan dalam rencana pembunuhan itu, dia mendatangi rumah pak Jae dan Ryan, lalu membunuh mereka semua. dengan cara yang sadis


"ah jadi kalian yang selama ini menyerang perusahaanku?", tanya Alexa


"bukankah itu juga impas? kau juga sudah menipu kami beberapa tahun lalu?", tanya Ryan


"itu karena kebodohan kalian sendiri hahaha", ucap Alexa tertawa


"bajingan!!!", teriak Ryan lalu berjalan kearah Alexa dan ingin memukulnya

__ADS_1


Namun ternyata Alexa bersenjata, dia langsung mensayat sayat dada bidang milik Ryan, hingga mengeluarkan darah sangat banyak. Tentu saja Ryan kesakitan, sementara Alexa justru tertawa dengan sangat puas


Pak Jae ingin membantu anaknya, namun ternyata dia terkena tembakan dari Alexa


Dor!!


Dor!!


Dua buah peluru melaju dengan cepat dan menembus dada pak Jae


"papa!!!", teriak Ryan dia memeluk papanya dan menangis


Lalu dia menghadap ke Alexa dengan amarah didalam hatinya, dia mencoba berdiri dan ingin menghampiri Alexa, namun ternyata usaha nya gagal


"kau ingin menyusul papamu? baiklah akan ku bantu", ucap Alexa tertawa jahat, lalu membidik dada bidang milik Ryan dan...


Dor!!


Dor!!


Dua buah peluru juga menancap di dada indah milik Ryan itu, Ryan jatuh tak berdaya, masih ada sedikit nyawa tersisa untuknya, Alexa segera menghampirinya dan berjongkok didepannya


"sungguh aku sangat menyukai tubuh indahmu ini, namun sayang, aku lebih menikmatinya jika melihat kondisimu sekarang", ucap Alexa mengelus dada Ryan


"ba...jingan....", ucap Ryan dengan nafas yang sudah tercekat


Alexa tertawa keras mendengar itu, dia lalu membidik Ryan kembali dan merenggut nyawa Ryan


"goodbye", ucap Alexa melambaikan tangan dan memberi flying kiss kepada Ryan.


Namun ternyata Alexa tidak sadar jika dia telah kehilangan gelang kesayangan miliknya, ntah dimana jatuhnya gelang itu, yang jelas dia langsung pergi dari kediaman Jae dan Ryan, lalu pulang ke markas rahasia miliknya


Setelah sampai di markasnya, dia duduk bersama dengan anak buahnya, sambil menunggu laporan dari seluruh anak buahnya yang lain, dia membuat rencana akan menyerang Riri di mansionnya, namun ternyata pertahanan Riri tidak dapat ditembus, mansion itu dijaga dengan sangat ketat, begitu juga mansion Hardi


"kalau begitu aku akan gunakan umpan saja, tapi siapa ya?", ucap Alexa sambil berfikir


"sekretarisnya saja nyonya, Riri sudah menganggap mereka seperti abangnya sendiri, itu pasti akan memukul Riri jika mereka berdua dijadikan umpan", ucap anak buah Alexa memberi ide


"ah iya kau benar, Geri dan Harry, boleh juga, baiklah, siapkan rencana dan tempat nya, kita akan menyerang mereka di perusahaan Riri saja",, ucap Alexa


"baik nyonya", ucap anak buah Alexa lalu berkutik dengan laptop dan handphonenya


Sementara Alexa tertawa senang saat menerima laporan dari anak buahnya yang lain bahwa mereka semua sudah melaksanakan tugas nya dengan sangat baik.


"selanjutnya, kalian culik Tio dan bawa dia ketempat yang sama dengan Ningsih dan Siti, pastikan tidak meninggalkan jejak apapun", perintah Alexa didalam telfonnya


"baik nyonya", jawab anak buah Alexa lalu mematikan telfon


"ah iya, kau urus semuanya ya, aku mau tidur dulu, dan jaga markas ini dengan sangat ketat, paham?",, ucap Alexa


"baik nyonya", jawab anak buah Alexa


Alexa pergi kekamar khusus miliknya dan beristirahat disana, sungguh hatinya sangat senang dan puas dengan semua rencananya.


*Flasback off*


.


.


.


Maaf ya guys, aku cuma bisa up 2 kali untuk beberapa hari ini, karena lagi banyak banget kesibukan didunia nyata


I'm so sorry :(

__ADS_1


Tapi aku tetep uptade kok setiap harinya, walaupun cuma 2 kali sehari, tungguin terus ya, okey, love you😗


__ADS_2