CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.23 Jealous


__ADS_3

"alihkan pandangan kalian darinya, atau kucongkel mata kalian itu", ucap Dio kesal, sementara Riri merona pipinya melihat Dio cemburu. Dio sangat gemas dengan tingkah pacarnya itu lalu menggenggam tangannya dan membawanya masuk ke ruangannya diikuti oleh Rendi Geri dan Harry


Dio berhenti didepan pintu ruangannya


"kalian bertiga masuklah dulu ke ruangan Rendi, aku ingin bicara dengan Riri", ucap Dio membawa Riri masuk ke ruangannya dan mengunci pintunya


"kali ini kita ga perlu melamar lagi menjadi patung karena sudah diusir secara langsung", ucap Geri.


"mari kita keruangan ku, aku cape berdiri disini", ucap Rendi membawa Harry dan Geri keruagannya


Didalam ruangan Dio, Riri berdiri didekat jendela melihat pemandangan luar dari ruangan Dio, sangatlah indah. Sedangkan Dio sibuk menutup semua tirai agar tak ada yang melihat ke ruangannya. Dia mendekati Riri yang sedang berdiri didekat jendela, lalu memeluknya dari belakang


🚫warning 18+, yang masih bocil skip aja ya, bahaya ni soalnya😂🚫


"ada apa dengan penampilanmu hari ini Gia Karina Syahputri? kau sangat menawan hari ini sayang, semua anggotaku tidak berkedip saat melihatku pacarku ini", ucap Dio manja, Riri membalikkan badannya dan balik memeluk Dio


"kangen", ucap Riri manja


Dio menekan tombol penutup tirai jendelanya, semua jendela tertutup sekarang. Dio menggendong Riri ke arah meja kerjanya dengan gaya bridal style. Riri tersenyum dan mengalungkan tangannya dileher Dio, lalu mencium bibir Dio dengan lembut


"kau sangat mesum ya sayang", goda Dio


"aku belajar dari pacarku", ucap Riri tersenyum


Dio meletakkan Riri diatas mejanya, lalu memegang pinggang Riri dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang leher Riri. Dio mencium bibir Riri yang sangat merona itu, kecupannya terdegar sangat jelas, dia semakin ganas mengemut bibir mungil itu.


Riri tak hanya diam, kali ini dia melawan Dio dan membalas ciuman Dio, Riri menggigit bibir Dio dan juga bisa merasakan ada rasa darah mengalir didalam mulutnya sekarang, Riri justru sangat menikmatinya. Tapi tangannya yang tak bisa diam itu menyenggol beberapa barang hingga jatuh


Riri ingin melihatnya tapi Dio menarik kembali kepalanya dan kembali lagi dengan ciumannya. Riri pun dengan ganasnya menarik leher Dio dan menggigitnya, membuat satu tanda dileher Dio


Dio merasakan sakit bercampur nikmat dilehernya, hasratnya bergejolak hampir tak tertahan, serangan dari Riri membuat Dio junior bangun dari tidurnya. Tapi mengingat Riri belum menjadi istrinya membuatnya mengurungkan niat yang ada dikepalanya itu


"aahh sayang itu leherku", ucap Dio sedikit mendesah. Riri melepaskan ciumannya, lalu tertawa


"maaf sayangku", ucap Riri tertawa


"wah, ini yang kedua kalinya", ucap Dio melihat tanda dilehernya


"haha biarkan saja, aku tak ingin ada wanita lain menyentuhmu", ucap Riri berjalan kearah sofa


"kau cemburu hem?", tanya Dio lalu memeluknya


"sedikit", ucap Riri tersenyum


"kau mau jadi istriku Gia Karina Syahputri?", tanya Dio sambil menatap mata Riri


"hah?", ucap Riri kaget

__ADS_1


"aku ingin kau menjadi istriku", ucap Dio pelan


"tapi kak, aku belum mau punya anak diusiaku yang muda ini, aku juga ingin menikah denganmu, tapi untuk punya anak aku belum siap, aku ingin membangun karir lebih tinggi lagi", ucap Riri berterus terang


"baiklah jika kau belum ingin punya anak, aku mengerti, akan aku turuti", ucap Dio.


"aku ga percaya, palingan nanti kakak hilap trus jadi deh", ceplos Riri


"haha, ngga sayang, aku bisa mengerti perasaanmu, aku akan menuruti semuanya, bahkan kita bisa buat perjanjian tertulis jika kau mau", ucap Dio


"kakak yakin?", tanya Riri pelan


"yakin sayangku", ucap Dio tersenyum


"baiklah kalau begitu, tapi aku mau lamaran yang resmi, juga aku harus kenalan dulu dengan orang tua kakak dan meminta restu untuk hubungan kita", ucap Riri


"akan ku jadwalkan pertemuan dengan orang tuaku ya sayang, makasih udah kasih kesempatan untukku, aku tak kan pernah menghianati cinta kita", ucap Dio memeluk Riri


"makasih juga selalu ngedukungku, dalam suka maupun duka, mengerti denganku, kakak malaikatku, aku mencintaimu", ucap Riri pelan, ini pertama kalinya dia mengungkapkan perasaannya ke Dio


Dio mencium lembut bibir Riri. Lalu menelfon Rendi agar masuk ke ruangannya. Tiga orang itu pun masuk ke ruangan Dio


"duduklah", ucap Riri, mereka pun duduk dan minum teh, Tapi Riri ga menyentuh teh nya sama sekali


"kenapa ga diminum sayang?", tanya Dio


"trus mau minum apa sayangku? biar dibelikan Rendi", ucap Dio yang berhasil membuat Rendi tersedak


"kenapa jadi aku?", batin Rendi


"aku mau air putih aja", ucap Riri


"baiklah, Ren ambilkan air untuk Riri", ucap Dio


"gausa kak, aku aja yang ambil sendiri ke dapur", ucap Riri berjalan keluar ruangan


"hati hati sayang", ucap Dio


"Rendi Geri Harry aku mau bicara sebentar", ucap Dio dengan wajah serius


"iya tuan ada apa?", ucap Rendi bingung, sementara Geri dan Harry masih menenggak tehnya


"tadi aku melamar Riri", ucap Dio. Kali ini Geri dan Harry yang tersedak, Rendi menarik nafas, matanya membelalak mendengar ucapan bosnya barusan


"serius?!", tanya mereka bertiga serentak


"pekan depan adalah ulang tahun Riri yang ke 18, tahun lalu aku berjanji padanya kalau diulang tahunnya tahun ini, dia akan menjadi tunanganku, jadi aku ingin segera menepati janjiku", ucap Dio

__ADS_1


Rendi Geri dan Harry masih mematung mendengar kerandoman dari bos nya itu


"sebenarnya sudah lama aku ingin melamarnya, tapi aku menunggu hari didekat ulang tahun Riri, dan sekaranglah waktunya", ucap Dio


"wah selamat ya tuan", ucap Harry


"tapi...", ucap Dio menggantung


"kenapa tuan?", tanya Geri. Tiba tiba mata ketiga orang itu membelalak melihat Dio.


"atau jangan jangan anda ditolak nona Riri ya tuan?", ucap Rendi dengan wajah meledek


"diamlah kau sebelum ku siram teh ini ke wajahmu", ucap Dio kesal


"aku bukan ditolak, tapi Riri menginginkan sebuah lamaran resmi dan juga ingin bertemu dengan orang tuaku untuk meminta restu", ucap Dio


"bagus dong tuan, itu artinya nona Riri ingin tuan menunjukkan keseriusan tuan Dio dalam hubungan kalian", ucap Geri


"benarkah begitu?", tanya Dio


"benar tuan", jawab Geri


"tuan tenang aja, kami bertiga bakal bantu tuan agar lancar semuanya", ucap Harry dibalas anggukan dari Rendi dan Geri


"baiklah kalau begitu, makasih ya", ucap Dio tersenyum


"oiya tuan, kabar mengenai sikap tuan ke nona Riri tadi, sudah tersebar luas keseluruh penjuru perusahaan ini", ucap Rendi


"baguslah, dengan begitu tidak ada yang berani mengganggu aku dan Riri", ucap Dio


"dan tuan, karena berita ini, saham kedua perusahaan juga ikut melejit, naik 3% hanya dalam beberapa jam setelah kejadian tadi", ucap Geri


"itu pasti karena visual pacarku sehingga menarik banyak mata diluar sana", ucap Dio


Riri pun datang membawa air minum ditangannya, mereka mengobrol tentang naiknya saham kedua perusahaan itu dan juga perkembangan proyek besar mereka yang sudah 85% jadi


Belum selesai mengobrol, Riri ingin melihat penampilan baru Mall yang akan dibuka yang merupakan proyek besar perusahaan mereka. Rendi menunjukkan visualnya melalui komputer Dio, Riri pun memeriksa dengan sangat teliti setiap inchinya, sementara 4 lelaki itu hanya duduk disofa mendengar ocehan dan pertanyaan pertanyaan dari Riri


.


.


.


Dio udah mulai ke jenjang yang lebih serius nih. Semangat terus ya bacanya guys, nantikan episode selanjutnya


makasih udah mampir :)

__ADS_1


byebye >•<


__ADS_2